Friday, 30 October 2009

Mengapa sulit mengucap syukur?


"Jika engkau dapat membaca pesan ini, maka engkau menerima berkat ganda, yaitu bahwa seseorang yang mengirimkan ini padamu berpikir bahwa engkau orang yang sangat istimewa baginya, dan bahwa engkau lebih diberkati dari pada lebih dari 2 juta orang di dunia yang bahkan tidak dapat membaca sama sekali". Terima kasih somebody who name Ivonne (dlm Kisah-kisah Inspiratif-my facebook)... I believe God sends this to me.

Mengapa sulit mengucap syukur?

Aku bermimpi suatu hari aku pergi ke surga dan seorang malaikat menemaniku dan menunjukkan keadaan di surga. Kami berjalan memasuki suatu ruang kerja penuh dengan para malaikat. Malaikat yang mengantarku berhenti di depanruang kerja pertama dan berkata, " Ini adalah Seksi Penerimaan. Di sini, semua permintaan yang ditujukan pada Allah diterima".

Aku melihat-lihat sekeliling tempat ini dan aku dapati tempat ini begitu sibuk dengan begitu banyak malaikat yang memilah-milah seluruh permohonan yang tertulis pada kertas dari manusia di seluruh dunia.

Kemudian aku dan malaikat-ku berjalan lagi melalui koridor yang panjang lalu sampailah kami pada ruang kerja kedua. Malaikat-ku berkata, "Ini adalah Seksi Pengepakan dan Pengiriman. Di sini kemuliaan dan berkat yangdiminta manusia diproses dan dikirim ke manusia-manusia yang masih hidup yang memintanya". Aku perhatikan lagi betapa sibuknya ruang kerja itu. Adabanyak malaikat yang bekerja begitu keras karena ada begitu banyaknya permohonan yang dimintakan dan sedang dipaketkan untuk dikirim ke bumi.

Kami melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai pada ujung terjauh koridor panjang tersebut dan berhenti pada sebuah pintu ruang kerja yang sangatkecil. Yang sangat mengejutkan aku, hanya ada satu malaikat yang duduk di sana, hampir tidak melakukan apapun. "Ini adalah Seksi Pernyataan Terima Kasih", kata Malaikat-ku pelan. Dia tampak malu. "Bagaimana ini? Mengapa hampir tidak ada pekerjaan disini?", tanyaku. "Menyedihkan", Malaikat-ku menghela napas. " Setelah manusia menerima berkat yang mereka minta, sangat sedikit manusia yang mengirimkan pernyataan terima kasih". "Bagaimana manusia menyatakan terima kasih atas berkat Tuhan?", tanyaku. "Sederhana sekali", jawab Malaikat. "Cukup berkata, "Terima kasih, Tuhan".

"Lalu, berkat apa saja yang perlu kita syukuri", tanyaku. Malaikat-ku menjawab, "Jika engkau mempunyai makanan di lemari es, pakaian yang menutup tubuhmu, atap di atas kepalamu dan tempat untuk tidur, maka engkau lebih kaya dari 75% penduduk dunia ini."

"Jika engkau memiliki uang di bank, di dompetmu, dan uang-uang receh, maka engkau berada diantara 8% kesejahteraan dunia."

"Dan jika engkau mendapatkan pesan ini di komputer mu, engkau adalah bagian dari 1% di dunia yang memiliki kesempatan itu."

Juga.... "Jika engkau bangun pagi ini dengan lebih banyak kesehatan daripada kesakitan ... engkau lebih diberkati daripada begitu banyak orang di dunia ini yang tidak dapat bertahan hidup hingga hari ini."

"Jika engkau tidak pernah mengalami ketakutan dalam perang, kesepian dalam penjara, kesengsaraan penyiksaan, atau kelaparan yang amat sangat, maka engkau lebih beruntung dari 700 juta orang di dunia".

"Jika orangtuamu masih hidup dan masih berada dalam ikatan pernikahan ... maka engkau termasuk orang yang sangat jarang."

"Jika engkau masih bisa mencintai ... maka engkau termasuk orang yang besar, karena cinta adalah berkat Tuhan yang tidak didapat dari manapun."

"Jika engkau dapat menegakkan kepala dan tersenyum, maka engkau bukanlah seperti orang kebanyakan, engkau unik dibandingkan semua mereka yang berada dalam keraguan dan keputusasaan."

Nikmatilah hari-harimu, hitunglah berkat yang telah Tuhan anugerahkan kepadamu. Dan jika engkau berkenan, kirimkan pesan ini ke semua teman-temanmu untuk mengingatkan mereka betapa. diberkatinya kita semua.

"Dan ingatlah tatkala Tuhanmu menyatakan bahwa, 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambahkan lebih banyak nikmat kepadamu ."

Ditujukan pada : Departemen Pernyataan Terima Kasih.
"Terima kasih, Tuhan! Terima kasih, Tuhan, atas anug'rah-Mu berupa kemampuan untuk menerjemahkan dan membagi pesan ini dan memberikan aku begitu banyak teman-teman yang istimewa untuk saling berbagi.

Terima kasih untuk Kisah-kisah Inspiratif.... Tidak kebetulan aku dapat membacanya... dan diatas semuanya pasti ada berkat untuk siapa saja yang juga membaca tulisan diatas. Terima kasih Tuhan untuk semuanya, the good times and bad times.... You love me more than anything.... I have faith in You...my Lord.

Tuesday, 27 October 2009

Yang paling ....

Pakaian paling indah di dunia adalah SENYUM.
Kebiasaan paling merusak adalah KUATIR.
Sukacita terbesar adalah MEMBERI.
Kehilangan terbesar adalah HARGA DIRI.
Pekerjaan paling memuaskan adalah MEMBANTU ORANG LAIN.
Kepribadian terburuk adalah EGOIS.

Spesies yang hampir punah adalah PEMIMPIN YANG BERDEDIKASI.
Sumberdaya terbesar kita adalah GENERASI MUDA.
Energi terbesar adalah DORONGAN SEMANGAT.
Masalah terbesar untuk diatasi adalah RASA TAKUT.
Obat tidur paling mujarab adalah PIKIRAN YANG DAMAI.
Kegagalan paling melumpuhkan adalah ALASAN DIBUAT-BUAT.

Kekuatan terbesar di dunia adalah CINTA.
Manusia paling berbahaya adalah TUKANG GOSIP.
Komputer paling hebat di dunia adalah PIKIRAN MANUSIA.
Sangat buruk kondisi Anda jika Anda tidak memilikinya adalah HARAPAN.
Senjata paling berbahaya adalah LIDAH.
Dua kata paling penuh kekuatan adalah SAYA BISA.

Aset terbesar adalah IMAN.
Emosi paling tidak berguna adalah RENDAH DIRI.
Pakaian paling indah di dunia adalah SENYUM.
Harta tak ternilai harganya adalah INTEGRITAS.
Alat komunikasi paling hebat adalah DOA.

(disadur dari : www.pondokrenungan.com)

Thursday, 15 October 2009

Mendampingi Koordinator JLA Aptik

Waktu tak bisa dihentikan... per detik, menit, jam dan akhirnya hari demi hari... tak terasa hampir di penghujung tahun 2009.
Wah... kesibukan, tapi tidak juga bisa dibilang kesibukan, tapi ku jalani hari demi hari dengan berbagai momen yg tidak terlupa.

Memang ada momen yg tak terlupakan, tapi ada juga momen yang harus dilupakan. Apalagi menyangkut sesuatu yang tidak membahagiakan, membuat rasa percaya kurang, tidak membangun, tidak support, dll.... yg nantinya membuat kita sebagai manusia tidak berkembang karena sesuatu dan lain hal. Kadang memang perkembangan itu tidak melulu pemikiran, kesadaran dan usaha dari diri ku sendiri, tapi harus diakui ada juga yang butuh dari lingkungan, entah itu alam semesta tapi juga manusia di sekeliling kita.

Dalam lingkungan kerja, saya tahu apa yang ku bisa jalani, apa yang tergantung keputusan bos (misalnya), dan ada juga rekomendasi rekan kerja... semuanya membuat pribadi kita berkembang atau tidak...
Aku mengalami hal yang baru, tetapi satu hal pasti aku tahu kapasitasku, dan aku tidak ingin ada orang lain yg merasa kehadiranku "mengancam" eksistensi dirinya .... atau sebaliknya kehadirannya, mengganggu apa yg bisa kubuat bagi kematangan dan kedewasaan diriku, dan sama-sama dewasa bersama sesamaku, serta yang dapat kupersembahkan untuk lingkungan kerjaku (institusi).

Tuhan tahu isi hati manusia sampai sedalam-dalamnya. Aku tidak ingin men-share banyak untuk pengalaman itu... yg pasti hal itu jadi pembelajaran untuk bisa bertindak dan bersikap, berelasi dengan orang lain, entah ia atasan, rekan kerja, teman, dan satu komunitas. Tuhan tahu mana yang berusaha dan mau berkembang bersama untuk kemajuan institusi dan mana yang hanya bisa 'oportunis' dengan apa yang ada... manakah yang bisa mengapresiasi dan diapresiasi dengan baik, mana yang hanya mementingkan diri sendiri, mana yang bisa bekerja beyond the job desk, dll. Tuhanku, jauhkan aku dari hal-hal yang melemahkan dan cobaan yang tak mampu ku tanggung... perlihatkan apa yang terbaik yang bisa kulakukan, dan lindungi aku dari hal-hal yang ingin melemahkanku...

Ada banyak momen berkesan yang saya sungguh syukuri, yang lebih enak kuungkapkan, kubagikan, dan kupersembahkan untuk orang-orang yang 'care' denganku :
Salah satunya, pengalaman bersama dari tgl 12-14 Okt 2009.
Perkenalan dengan seorang Rektor dari Univ besar di Jawa, yaitu Ibu Dr. Cecilia Lauw, Rektor Unika Parahyangan Bandung. Beliau begitu bersahaja, tapi juga peduli. Kita baru kenal. Sebelum kedatangannya, atas perintah Rektor Pastor Revi yang berkoordinasi dengan kami di Lemlit, karena itu juga merupakan tamu Lemlit. Saya berusaha mencari tahu gimana sih wajah Ibu Cecil yang akan ku jemput? via internet yaitu FB kutemukan wajah beliau, malah kutambahkan menjadi teman dalam Facebook... eh si ibu merespon. Jadinya kita bisa berteman sebelum kedatangannya. Saya senang mengenal pimpinan seperti beliau, bersahaja tapi juga tegas. Dapat kulihat dan ku dengar, karena 3 hari saya banyak bersama mereka, bagaimana ia bicara dan menjalankan tugasnya biarpun ada di Manado, bisa didengar lewat cara ia bicara dan mengambil keputusan via telepon kepada staf-stafnya, ia juga membawa Kepala Biro Rektorat Ibu Ella Kosasih... mereka berdiskusi tapi juga cara ia menjalankan tugas/mendelegasikan beberapa hal kepada Ibu Ella. Sungguh pimpinan yang berwibawa. Tetapi ia juga mendengar masukan dan mempertimbangkan, kemudian langsung cepat dan tegas memutuskan. Saluut bu... justru dengan begitu ia katakan tidak banyak waktu terbuang dan tidak membuat staf bingung mau berbuat apa (maklumlah ada inisiatif bisa diartikan lain, diam juga bisa diartikan tidak mampu/tidak tahu apa-apa)... biarpun ia di jauh, tapi anak buah tidak stak/terhenti entah mau buat apa, krn semua menunggu keputusan atau delegasinya... sebagai seorang Rektor ia tahu apa yg akan dibuat, diputuskan dan dipertanggungjawabkan... dan pelaksana kan ada yaitu para pembantunya dan staf-stafnya.... saya salut karena beliau seorang ibu, wanita, sendiri, well educated, memimpin sebuah universitas yang bukan kecil.... Parahyangan Bandung... dengan student body 10x lipat punya Unika De La Salle Manado.... tentu bisa terlihat gimana kapasitas wanita tersebut. Super Mom!

Makan malam bersama, makan siang bersama, saya tidak terlalu banyak bercerita dengan Ibu Cecilia, kan ada atasan-atasan saya, level mereka lah untu bicara strategisnya.... tapi tetap aja saya tahu akan kebutuhan wanita, yaitu komunikasi hati... sehingga lebih enak dan dekat bicara lain-lain di luar teknis penelitian dengan beliau.... pokoknya asiik aja deh... Terima kasih Ibu Cecil... justru dengan pertemanan di FB, saya lebih tahu jadwal dan kegiatan ibu yg di upload dari pada rektor kami ha..ha...

* Terima kasih Ibu Cecil buat semuanya, saya juga tidak akan lupa bila dapat kesempatan ke Bandung, pasti ingin jalan-jalan melihat Unika Parahyangan... dan ketemu Ibu.

* Terima kasih untuk Rektor Unika De La Salle, yg juga memberikan kesempatan dan bantuan fasilitas untuk menemani tamu Lemlit, sehingga keuntungan lain sih secara pribadi bisa kenal lebih dekat dengan ibu Rektor tsb.

* Di saat hatiku lagi resah (saat itu).... eh.. tidak sengaja aku ketemu teman lama, ia yang dulunya membantu aku as a proof reader my thesis.... Erryl Davy... a good guy... kita ketemu di pintu lift swiss bell hotel. Saat itu aku mau mengantar Ibu Cecil dan Ibu Ella udah mau check out hari itu. Salah satu kata-katanya yg aku suprise sekali, "Stella, biarpun tulisanmu banyak dengan kegiatan di tempat kerja dan agak berbau agama, krn banyak cerita dengan beberapa pastor, tapi saya senang membaca blogmu dan tahu perkembanganmu". Oya??? Tuhanku, selama 7 tahun saya tidak pernah tahu dia dimana, sudah jadi apa, gimana kehidupannya... tapi saya tidak menyangka bahwa dari jauh tanpa kita sadari ada yang 'care'. Thanks my friend... hal ini encourage me... kadang sebagai wanita kadang ada perasaan 'sendiri', tetapi mengingat bahwa engkau diperhatikan biarpun aku sungguh tidak tahu.. perasaan bisa jadi lega... Thanks friend... wish u all the bestto your life and family. Now, you are not my secret admirer anymore he..he...cos you have told me..

Friday, 11 September 2009

HUT Imamat Pst Agus Mangundap ke 40

Di Gorontalo
Selama hidupku, untuk ke dua kalinya saya bisa melihat dan juga ikut bergembira untuk Acara Syukur Imamat dari Pastor. Pertama kali pada waktu HUT ke 40 Imamat dari Pastor J. Mengko, MSC yang dibuat sampai 3 kali dirayakan oleh umat di Gereja Stella Maris, Pontianak ; Gereja St. Andreas Kedoya Jakarta dan di Gereja Hati Kudus Yesus Tomohon….

Dan kedua perayaan dari Pst Agus Mangundap, dulu 35 tahunnya di buat di rumah saudaranya di Warembungan dan di Gereja Tataaran, Tondano.

Saat ini dalam rangka 40 tahun Imamat (atau HUT ke 40 Pst Agus menjadi seorang Pastor/Imam), Stella juga sedikit banyak terlibat dengan perayaan ini. Biarpun bukan dalam Perayaan/acara yang dibuat oleh umat parokinya dimana beliau bertugas saat ini yaitu umat Katolik St. Christophorus Gorontalo. Stella hanya diminta mengupayakan agar Buku Kenangan HUT Imamat 40 tahunnya dapat direalisasikan… memang awalnya bila hanya perayaan Misa lalu kebersamaan makan dengan umat dan tamu undangan, tentu saja hal yang biasa dilakukan, setelah perayaan dan pesta usai… akan kembali seperti biasa. Saya pribadi ingin agar ada yang ditinggalkan kepada umat, berupa buku yang berisi hal-hal yang dilakukan, karya dan pelayanan Pst Agus Mangundap selama 40 th beliau menjadi Pastor. Tentu saja banyak sekali yang bisa diceritakan tetapi beliau hanya mengambil yang berkesan dari apa yg ia rasakan.

Stella bela-belain kembali melakukan perjalanan panjang 9 jam lewat darat menggunakan mobil, bersama teman/rekan kerjaku di Unika De La Salle, Sdr. Teddy Tandaju dan Sdr. Adrie Koleangan… juga ikut ibu dan tante saya yang juga dikenal baik oleh Pst Agus. Saya yakin beliau akan senang dan merasa dihargai bila kami menyempatkan diri bisa hadir di acaranya di Gorontalo. Perjalanan pergi hanya mengalami kendala, ban yang kempes, maka harus diganti dan kemudian ban yg kempes ditambal. Hal ini membuat perjalanan lebih lama lagi, sehingga kami tiba sudah jam 17.30 sore di Pastoran.

Saya bisa merasakan perhatian dan keinginannya pribadi bahwa kami harus datang ikut Perayaannya tsb, karena di jam 17.00 saya sudah ditelp Pst Agus… saya tahu ia mengingat kami (aku) dan ingin memastikan kami datang atau tidak di hari itu Sabtu, 22 Agustus 09.
Begitu sampai, saya langsung mencari Pst Agus… mengucapkan selamat dan memberikan ciuman di kedua pipinya… baru saya bisa ngeh dengan orang-orang yang menyapa kami… Pst Agus langsung menyuruh saya dan teman-teman cepat mandi karena perayaan Ekaristi (Misa) dimulai tepat jam 18.00 bertempat di Aula Sekolah SMP Sta Maria Gorontalo… yubilaris dan Uskup serta para pastor diarak dari pastoran ke sekolah dengan marching band SD-SMP Sta Maria Gorontalo.

Terima kasih Tuhan, kami bisa tepat waktu kesana sehingga mengikuti semua bagian acara dari misa syukur sampai dengan acara selesai (udah pukul 23.30).
Hal-hal berkesan bagiku pribadi selama acara tersebut :
· Misa Syukur dipersembahkan sendiri oleh sang Yubilaris Pst Agus Mangundap… beliau di damping di altar oleh Uskup Manado Mgr J. Suwatan, MSC dan 6 orang pastor (ada Pst Herman Umbas, Pr, Pst Louis Bayak, Pr, Pst Marcel Rarun, MSC, Pst Wens Maweikere, Pr, Pst Ferry Runtu, Pr, Pst Rhein Saneba, Pr).
· Uskup J. Suwatan, MSC memberikan kotbah yang intinya beliau mengambil tema yang pst Agus sampaikan yaitu : “Aku bersyukur kepada Dia yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku” (I Tim 1:12)…kata-kata yang dalam sekali artinya… dimana sudah 40 tahun beliau jatuh bangun, mengalami suka duka sebagai seorang Imam/Pastor… dan terbukti Pst Agus setia… taat … dan rela untuk tugas perutusannya. Hal ini diulas dengan baik oleh Mgr Suwatan, yg memang mengenal dekat Pst Agus… mereka sama-sama dari seminari Pineleng sampai saat ini… puluhan tahun juga mereka saling mengenal… Mgr sempat terharu dan hampir meneteskan air mata, suaranya bergetar menahan haru… mungkin ada hal pribadi yg juga Mgr rasakan…
· Setelah Misa usai… makan bersama dengan umat saat itu udah jam 8 malam. Sabua besar di samping aula, makanan berlimpah, orang senang-senang… dan Pst Agus juga disediakan tumpeng dan dipotong…. Saya sempat melihat bahwa ikan kesukaannya ada yaitu cakalang fufu… saya tau ia tidak bisa makan sembarang makanan, apalagi daging… sehingga sehari-hari ikan saja…
· Setelah makan bersama… acara dari umat di mulai… bisalah pasti ada kata-kata sambutan dari sang Jubilaris Pst Agus… lalu dari Uskup.. diselingi ada beberapa penampilan paduan suara dari mudika, drama dari anak-anak SD dan SMP… pemotongan kue Imamat, dan yang paling bikin heboh adalah penampilan dari para pastor dan uskup yang menyanyikan lagu kebangsaan yang lucu… yang katanya semua seminaris tau akan lagu tersebut. Lagu dibawakan penuh semangat, full smile, dipimpin oleh Pst Marcel Rarun. Suasana semakin malam justru semakin hangat dengan tawa. Saya baru kali ini melihat Uskup Suwatan yg biasanya jaim dan kebapakan, tapi kali ini sangat banyak senyum, bergaya, menyanyi dengan lantang, kelihatan sekali raut muka dan bahasa tubuh yang happy sekali.
· Pernyataan umat Gorontalo… karena Pst Agus, mereka tiap tahun di datangi Uskup (thn 2008 lalu dan saat ini), dan Mgr Suwatan tinggal sampai 2 hari di Gorontalo, memimpin Misa Minggu dan ibadah orang mati salah satu tokoh umat yg meninggal.
· Saya juga senang dan salut, umat Gorontalo begitu sayang dengan Pst Agus. Salah satu symbol dengan menyiapkan dan memberikan Pin Emas berbentuk Salib + yang bagus. He..he… Pst Agus baru 1 tahun 8 bulan disana, dan pas perayaan syukur ini umat memberikan pin emas, tanda penghargaan dan hormat… banyak jabatan yg dipegang Pst Agus.. entah paroki sebagai pastor pembantu ataupun pastor kepala paroki, lalu jabatan non paroki seperti ketua Komsos, Kerawam dan Ketua Yayasan De La Salle Manado.. tapi justru di Gorontalo lah ia mendapat penghargaan seperti itu. Kalau di De La Salle sih saya ingat, rewards hanya diberikan kepada Rektor bila habis masa jabatan (sudah 3 rektor yg pernah mendapat pin emas) dan orang-orang yg udah kerja selama 8 tahun… tetapi justru Ketua Yayasan dan pengurus dulu yang mengupayakan ada Unika De La Salle Manado, tidak mendapat seperti itu. Biarpun begitu, ia tetap happy saja dan selalu mengharapkan yang terbaik…. Katanya ia guru tanpa tanda jasa… tapi ia yakin akan selalu dikenang dalam sejarah…. Hanya itu kebanggaannya. Saya salut dengan kearifannya, mungkin karena saya pernah langsung mendengar ungkapan hati terdalam beliau, sehingga bila mengingat semua itu saya hanya bisa menangis dalam hati… tapi nasehat yang baik dan kearifannya membuat kalau bisa buat yg terbaik karena itu juga yg ia harapkan kepada kami di institusi tempat kerja kami.
Saya bisa ketemu saudara-saudara Pst Agus, yg datang dari Warembungan ada 8 orang dan dari Jakarta 3 orang, adiknya Marga, keponakan Ella dan iparnya Nini. Saya mengenal mereka dan akrab dengan mereka… karena juga mereka selalu memperlakukan ku seperti juga saudara mereka.

Setelah acara dapat kesempatan foto dengan Pst Agus dan pastor pembantunya, Pst Louis Bayak, Pr. Sudah larut dan sudah lelah sekali, kami diantar salah satu umat ke Hotel Sumber Ria, Pst Agus telah menyiapkannya untuk kami….. kami pesan 2 kamar aja, saya sekamar dengan ibu dan tante ku, sedangkan Teddy & Adrie sekamar.
Minggu, 23 Agustus 2009, Teddy dan Adrie sudah ke kapel di pastoran, kami terlambat ke sana…. Setelah itu makan pagi bersama yang rame dengan pastor Marcel dan sodara-sodara Pst Agus yang akan segera kembali ke Manado. Bercanda, penuh tawa dan kasih persaudaraan di makan pagi bersama di pastoran sungguh sesuatu yang juga meninggalkan kesan tersendiri untukku. Tidak lama setelah itu, kami siap-siap pulang ke Manado… syukurlah tidak ada kendala berarti selama perjalanan pulang Manado. Terima kasih Tuhan.

Sabtu, 29 Agustus 2009 Di Warembungan

Perayaan Syukur ke 2, dirayakan di Warembungan… Misa Syukur di Gereja St Petrus Warembungan, dimulai pukul 09.30… sang Yubilaris Pst Agus bersama Pst Widyo (temannya yg juga merayakan 40 th Imamat, datang khusus dari Jawa Tengah), serta 3 orang Uskup yaitu Uskup Manado Mgr J. Suwatan, MSC, Uskup Amboina Mgr Canis Mandagi, MSC dan Uskup Kupang Mgr Petrus Turang…. Mereka diarak dari rumah umat ke gereja dengan kabasaran…. Setelah itu Misa dipersembahkan juga dihadiri kurang lebih 25 pastor-pastor dari muda sampai yang tua.

Saya mengikuti semua proses acara dari misa sampai acara sesudahnya oleh umat, di samping gereja. Tidak banyak kata yang bisa kuungkapkan bahwa saya melihat dan merasakan begitu besar kasih Allah dalam kehidupan seseorang, pribadi Pst Agus… ia disayangi oleh banyak orang.

Pernyataan terdalamku diungkapkan dalam Pengantar Buku Kenangan 40th Imamat beliau, … saya kutip saja :
Perayaan Tahbisan Imamat ke 40 dari Pastor Agus Mangundap, Pr, tepatnya pada tanggal 22 Agustus 2009 merupakan anugerah kasih yang tak terhingga dari Tuhan kepada Keuskupan Manado, khususnya untuk pribadi Pastor Agus Mangundap. Dalam kurun waktu 40 tahun, beliau diberikan rahmat, kekuatan, pendampingan, tuntunan dan pemeliharaan Allah sehingga dapat menjalani kehidupan Imamatnya dengan penuh ketaatan, kesetiaan, semangat rela menderita, berkorban dengan rasa cinta, dan pengabdian tanpa pamrih. Suka duka menjalani kehidupan sebagai pribadi, manusia yang lemah, tetapi juga sebagai wakil Allah yang diberikan rahmat Imamat di dunia ini. Pasti, tak sedikit pikiran dan tenaga telah tercurah, tak sedikit karya-karya dari Pastor Agus Mangundap telah beliau tunjukkan, tak sedikit orang juga yang telah merasakan langsung maupun tidak langsung pelayanan pastoralnya. Tidak kecil sumbangsihnya untuk kehidupan bergereja, bernegara dan bermasyarakat. Pantaslah semua itu kita syukuri dan rayakan bersama.
Buku Kenangan 40 Tahun Tahbisan Imamat ini, dibuat tidak lain juga untuk mengungkapkan Rasa Syukur dan Penghargaan dari umat Katolik, atas pelayanan, pengabdian dan karya Pastor Agus Mangundap dimana saja beliau berada, terutama sebagai Imam Diosesan di Keuskupan Manado. Ada banyak kesaksian dan kesan dari pelbagai golongan tentang Pastor Agus, tapi dipilih beberapa saja yang pernah bekerja bersama, cukup dekat dengan pribadi Pastor Agus yang menggambarkan pengalaman manis dan bermakna akan kesaksian hidupnya sebagai gembala/imam dan meninggalkan kesan mendalam.
Kami mengucapkan limpah terima kasih kepada pemberi sambutan dan tulisan kesan terhadap Pastor Agus, juga terima kasih kepada para donatur, sehingga biarpun persiapan untuk penyusunan buku kenangan ini hanya singkat, tetapi bisa terlaksana dan menjadi nyata adanya. Kami percaya Tuhan Allah akan senantiasa memberkati niat dan usaha kita yang baik. (SK)

Selamat Pst Agus untuk perayaanmu….. terima kasih juga Stella boleh mengambil bagian dari perayaan tersebut…. Tidak ada kado yang bagus buat Pastor yang dapat ku hadiahkan, tetapi ketulusan dan kesenanganku dapat membantu apa yang pastor perlukan (terutama selama mengusahakan Buku Kenangan) yang dapat terealisasi. Usaha, pikiran dan tenaga ku semoga dapat diterima dan menjadi hadiah tersirat dari Stella pribadi buat pastor Agus. Pasti ada kekurangan dalam buku tersebut, tapi sudah diusahakan dan memang ada hal-hal yang diluar kapasitas Stella… tapi semoga itu tidak banyak mengecewakan pastor...he..he…
Terima kasih dan Tuhan selalu serta kita. Amin.


Saturday, 1 August 2009

Penloknas di Malang

Pengalaman di Malang, 23-27 Juli 09


Selama 4 hari di Kota Batu-Malang dan sehari di Kota Malang. Beberapa yang berkesan :
· Keikutsertaan ku atas nama institusi, mengikuti Penataran-Lokakarya Nasional (Penloknas) ttg Pengelolaan & Penyuntingan Jurnal Ilmiah. Pas lah krn kebetulan sekarang aku di bagian Lembaga Penelitian & P2M Unika De La Salle Manado.
Selama 4 hari di Batu Malang… tepatnya di Hotel Kartika Wijaya… yang pasti sih menambah pengetahuan tentang jurnal ilmiah, pengelolaannya, penyuntingannya, liku-liku untuk bisa akreditasi jurnal ilmiah, dll. Selain seminarnya sih ada juga klinik (bagian bedah) dari teori yg di dapat… dipandu oleh asesor/evaluator akreditasi dari Univ. Negeri Malang (UM).

Ketemu dengan para asesor… jadinya bisa membangun jaringan antar lemlit atau untuk mitra bestari.
· Ketemu dan bisa share dengan peserta yg datang dari berbagai universitas di Indonesia. Ada 94 peserta dari sekitar 80 univ swasta dan negeri di Indonesia. Pokoknya seru juga ….
· Pengalaman lain, sekamar dengan org yang kita belum kenal kan agak gimana begitu… tapi syukurlah aku dapat teman dari Manado juga dosen di Poltekes Manado. Ibu Moudy Lombogia… orangnya asik juga… baru ketemu rasanya udah temanan… krn dia bisa cerita banyak hal denganku… akhirnya justru jadi akrab. Tapi tetap aja saya menghargai dia sebagai orang yang lebih tua… jadi seperti kakak aja deh.
· Dinginnya cuaca itu yang menambah romantic suasana hotel… dengan dikelilingi pebukitan, hijau dan tertata rapi… mengingatkan suasana kota Tomohon, tetapi dinginnya itu loh kayak di Modoinding menurutku. He..he… selimut tebal, mandi air hangat terus… rasanya kulit wajah dan tubuh seperti kering… karena udara panas siang hari tapi angin dingin, bisa membuat kulit jadi kering…
· Pengalaman lain sih… jj ke percetakan UM, pantesan mereka bisa terakreditasi jurnalnya… selain mmg harus memiliki sekretariat dan orang-orang yang fokus dlm administrasi, juga percetakan yang memang sudah tahu rambu/layout jurnal, sehingga tidak terjadi kesalahan cetak yang membuat inkonsistensi tampakan jurnal.
· Kota Malang memang hrs diakui kota pelajar… banyak sekali sekolah dari TK sampai PT, dan banyak PT top di kota ini. Univ yang sempat kulihat sih selain UM, ada Univ Muhamaddiyah Malang… megah bangunannya luas sekali kompleksnya, dan tertata rapi semuanya, ada juga Univ Brawijaya.. kompleks luas, akses masuk dari beberapa jalan, pake gerbang punya security yang memeriksa mobil yg masuk, memang univ yang mapan kelihatannya. Saya juga sengaja pingin melihat Univ Merdeka Malang, yg punya kerjasama dengan universitas ku di Manado. Mereka membuka Program S3 dan banyak mhs dari Manado, sehingga ada ruangan di Unika De La Salle Manado tempat kuliah mhs S3 mereka.
· Yang paling berkesan sih… setelah penloknas di minggu pagi… teman lamaku, teman dekat, teman sebangkuku waktu SMP dulu, Vina Baksh, jemput aku.. eh kirain hanya dengan suami dan anak, ternyata ikut juga kedua orangtua mertua Vina. Krn hari Minggu, sekalian mereka rekreasi ke Kota Batu. Kami ke tempat wisata namanya ‘Coban Rondo’… suasana alam yang asri dan tertata, pepohonan pinus, jalan setapak, dikelilingi bukit… tempat itu punya taman bermain anak, lokasi outbound, ada hotel kecil, bisa juga jadi tempat belajar, karena punya fauna seperti aneka burung dan monyet… Kami masuk lebih jauh sekitar 1.8 km, ada air terjun tinggi sekali… banyak sekali orang kesana.. biasalah narsis, jadi foto-foto di sana.
· Setelah dari coban rondo, kami makan siang bersama di sebuah RM yang cukup TOP di Kota Batu… pake antrian lagi untuk tunggu giliran di layani… waktu kami datang dapat no 50, padahal yang baru dilayani no. 42… kami menunggu sejam untuk dapat tempat. Tapi waktu jadi tidak terasa karena kami main-main di Kolam Ikan di tengah rumah makan “Warung Bambu’ itu, bisa berendam kaki di air yang super dingin kayak air es… dan juga bisa ngasih makan ikan… wow ikan-ikan berkumpul banyak di sekitar kaki… geli… he..he..
· Saya senang sekali ketemu temanku ini… saking lamanya tidak ketemu, 19 tahun bo… sejak SMA kami terpisah… hilang kbr.. ternyata ia kuliah di Palu, ngambil S2 di Jerman dan ketemu jodohnya di sana…. Tinggal di Malang, punya 2 anak cewe yang cantik dan lucu Tya dan Naya. Hidupnya untuk sebuah keluarga muda sudah sangat mapan. Mas Eri suaminya, untuk kesanku sesaat orangnya smart, kurang bicara, laki-laki yang baik, educated (udah doctor), penulis buku dan berbagai artikel di Koran nasional tentang ekonomi yang handal… banyak tulisannya di muat di Kompas dan beliau juga udah punya 7 buku. Karena itu, Vina dan Mas Eri menghadiahkan ku buku terbitan terbaru dari Mas Eri… ia katakan untuk Perpustakaan Unika De La Salle Manado. Terima kasih banyak. Wah Ok amat langsung dari penulisnya.
·
Sayang sekali waktu sehari tidak cukup untuk mengurai berbagai cerita kami, tetapi setidaknya saya mendapatkan kembali temanku yang baik, biarpun kami berbeda agama, beda suku, tapi persahabatan itu rasanya awet aja. Aku bisa bebas bicara dengannya, bisa curhat, saya percaya kepadanya… ia juga tetap menunjukkan kepedulian sebagai sahabat. Hal yang baru kepada Vina adalah karena ia sudah berumah tangga, tanggungjawab sebagai ibu, aktifitasnya jg sebagai dosen, dan harus bisa jaim dengan lingkungannya. Penampilannya juga sudah berbeda, karena tuntutan sebagai wanita muslim yang baik, ia sudah meyakini untuk menutup aurat memakai jilbab. Biarpun begitu saya tetap melihat temanku ini wanita yang cantik, hatinya baik dan educated. Dari dulu Vina yang ku kenal seperti itu. Salut sayang, saya turut bahagia untukmu dan keluarga idealmu. He..he… jadi pingin nikah kalau dapat laki-laki yg seperti itu. (Maksud ku bukan mas Eri mu ya…. Tapi laki-laki yg baik, bertanggungjawab, peduli ttg keluarga, sayang istri dan anak2, berusaha dapat memberikan yang terbaik, usahanya nyata untuk keluarga… .
· Yang lucu juga dari pengalaman kami… setelah Mas Eri ke kampus Unbraw, Vina ngajak aku putar2 kota Malang dengan mobil sedan merahnya… karena ia juga punya aktifitas di kampusnya Widya Gama ada rapat akreditasi, kita sepakat aku jj sendiri di Malang Town Square (Matos), kayak di Manado ada juga Mantos… dan Vina ke kampus untuk ikut rapat. Jam 11.30 aku dijemput nanti, karena jam 12.00 aku udah mau dijemput travel ke airport Juanda di Surabaya.. perjalanan Malang ke Sby sekitar 3 jam… jd pas lah untuk aku cek in di airport. Biasalah wanita kalau di mall apalagi tempat lain (biarpun isinya sama aja sih dengan mall di Manado) suka lapar mata… karena mmg juga capek, jd untuk menghabiskan waktu aku ke salon, refleksi kaki, mau creambath waktu tdk cukup… setelah refleksi ke hypermartnya beli coklat, roti dan minuman ringan untuk di pesawat… maklum jalan jauh. Waktu keluar hypermart, aku window shoping ke tempat butik dan parfum…. Jam ternyata sudah hampir jam 12.00… Vina udah kebingungan karena saya tidak bisa di hubungi… karena no hp ku diganti… sebelumnya udah bilang ke Vina bahwa aku pake no yang lama… ia sih yakin aja bahwa no ku semuanya ada di dia. Ternyata karena ia juga ganti HP makanya no ku tidak ada di hpnya itu. Yang lucu, Vina menghubungi 5 teman kami SMP dulu untuk meminta no hp ku yang lama. He..he… sambil ia akhirnya harus turun masuk mall untuk mencariku di dalam mall. Ha..ha… kami memang ketemu. Jadinya cepat2 pulang ke rumahnya, makan siang… dan benarlah tidak lama mobil travel sudah menjemputku. Dalam perjalanan Malang ke Surabaya, saya hanya bisa senyum-senyum sendiri mengingat kehebohan Vina yang harus cepat mendapat no hp ku yang satu… yg ditelpon adalah teman-teman kami, Dona di Gorontalo, Ipul di Jakarta, Meidy Leung yang kebetulan ada di Manado, Peggy di Jakarta… ha..ha… semuanya juga tidak langsung balas, ada yg ditelpon tdk langsung angkat krn ndak kedengaran, Ipul yg msh tidur… ha..ha… Vina… Vina… lucu amat. Malah pengakuannya mo telp De La Salle deh.
· Pengalaman yg lain sih hanya capeknya saya di perjalanan naik pesawat 2 x (Mdo-Upg transit Upg-Sby) lalu 3 jam jalan darat ke Malang… rasanya pegel aja… lain sih kalau ada temannya.
· Untunglah selama penerbangan dari Upg ke Sby, saya berkenalan dengan seorang ibu muda, membawa batita 1 tahun dan 3 tahun. Dalam perjalanan 1,5 jam tidak terasa karena ibu muda ini curhat dengan kisah hidupnya. Saya aja yang heran, apakah mmg aura saya yang bisa dipercaya sehingga kita baru berkenalan dan cerita ibu itu mengalir sepertinya kita teman lama. Kesan saya, dia butuh seorang teman untuk curhat… dia bahagia kelihatannya, biarpun ia dapat seorang duda 3 anak, ditambah 2 anak mereka sendiri… karena tidak mau kesepian di rumah saja, maka suaminya membawa mereka kemanapun… padahal kerjaannya suaminya banyak terbang bolak balik Sby, Jakarta, Ternate, ke Kalimantan… ada juga ke pedalaman sampai seminggu balik lagi… ia sudah biasa ke sana kemari berpindah ikut suami membawa 2 anak. Itulah seorang ibu, tidak kelihatan capeknya menggendong anak. Saya mendapat banyak pelajaran dari kisah hidup ibu ini… intinya yg bisa saya ambil dari pembicaraan kami; bahagia itu di hati, bukan di materi. Yg membuat kita susah adalah pikiran kita sendiri, kalau kita berpikir hidup seperti itu indah maka kita akan merasa indah & bahagia, kalau sebaliknya maka akan merasa tidak enak, sebagai istri ia begitu nrimo & taat ke suaminya. Yah, mulanya memang saya berpikir, untuk saya pribadi tidak mau kemandirian saya, aktualisasi diri saya, kemapanan, saya bisa mengatur hidup saya, saya mau ini dan itu akhirnya harus dibatasi dengan kemauan orang lain, ternyata ia juga menjalani ia punya uang sendiri dari hasil kerjanya, ia seorang penyanyi yang bisa mudah mendapatkan uang, ia dipuji untuk penampilan & kecantikannya bila manggung, tapi toh nasib membawanya bisa nikah di usia muda, dapat seorang duda punya anak 3, hidup tidak menetap banyak berpindah-pindah kota, biarpun secara materi cukup, tapi ia hanya mengurus anak dan tidak pegang uang karena semuanya diatur suaminya… sampai sejauh itu pembicaraan kita, dan saya begitu terkesima dengan pengalaman hidupnya itu. Ia juga heran bahwa ia bisa, biarpun ia juga mengakui setahun pertama perkawinan mereka, ia mengalami pergumulan hebat antara keinginannya, perubahan yg ia rasakan, toleransi yg besar, sampai akhirnya ia mendapat kesadaran bahwa inilah hidup yang sudah ku pilih, dan aku bahagia. Pengalaman ibu muda ini, terasa bagaikan nasehat untukku pribadi… biarpun saya hanya sekilas saja menyebutkan nama dan saya ke Sby dalam rangka apa. Ia bisa menebak, kehidupan kami berbeda, pemikiran beda, bagi dia saya sosok wanita karir, wanita mandiri, tidak banyak tergantung kepada orang lain, well educated, dan masih sendiri. Ia akui kadang memimpikan hal itu. Tapi ada hal lain saya bisa ambil dari ibu muda ini, bahwa sebagai wanita ada hal yang memang kita harus trima sebagai kodrat, saya justru salut bahwa ia mampu menjalani semuanya ini dan tetap berprinsip bahwa ia bahagia dengan pilihan hidupnya. Saya justru merasa, dibalik kelembutannya, nrimo, ia justru wanita tangguh. Karena saya sendiri berpikir saja, sudah merasa saya tidak mampu menjalani seperti itu.
· Saya salut dan angkat topi untuk sesuatu yang saya tidak bisa buat.
Pengalaman-pengalaman diatas, pasti ada hikmahnya. Saya yakin itu.
· Pulang ke Manado, sampe udah jam 11 malam… capek skali… setelah itu minggu-minggu ke depannya bergelut lagi dengan tugas rutin.

Pastinya materi yang saya dapat selama di Malang, dapat diterapkan di institusi tempatku bekerja Unika De La Salle Manado. Saya siap aja untuk mempresentasikan hal-hal yang didapat, informasi baru dan perbaikan ke depan, tapi diperlukan dukungan dari semua pihak, terutama pimpinan agar pembaharuan yang diharapkan ke arah yang lebih baik dapat diwujudkan. Utamanya karena menyangkut Jurnal Ilmiah, maka jurnal-jurnal yang ada di fakultas-fakultas dapat terakreditasi.

Thursday, 9 July 2009

Renungan bagi yang selalu sibuk

JIKA KITA SANGAT SIBUK (Untuk Direnungkan)

"JIKA Kita sangat sibuk ..., mengapakah Kita tidak Kaya ?
"JIKA Kita sangat sibuk ..., mengapa naik pangkat/jabatan hanya suatubarang langka ... ?
JIKA Kita sangat sibuk ...,mengapa masih mengontrak rumah ... ?
JIKA Kita sangat sibuk ...,mengapa masih menumpang angkutan umum ... ?
JIKA Kita sangat sibuk ...,mengapa hanya sepasang kursi dan meja di ruang tamu ... ?
JIKA Kita sangat sibuk ...,mengapa menumpuk tagihan yang harus dibayar ... ?
JIKA Kita sangat sibuk ., mengapa ketika bangunpagi Kita merasakan tidak pernah ada "kemarin" ... ?
JIKA Kita sangat sibuk ..., mengapa Keluarga Kita tidak pernah merasakan "arti dan kehadiran" Kita bagi mereka ... ?
JIKA Kita sangat sibuk ..., mengapa keluarga Kita tersesat mencari rumah Kita karena setiap tetangga yang ditunjukkan secarik kertas berisi nama Kita kemudian mengatakan: "Tidak Tahu ... ?"
JIKA Kita sangat sibuk ...,mengapa Kita masih belum yakin masa depan Kita ... ?

Jadi ..., sebetulnya untuk apakah kesibukan yang Kita lakukan setiap detik ..., setiap menit ..., setiap jam ..., setiap hari ..., setiap minggu..., setiap bulan ... dan bahkan setiap tahun itu ... ?(Sambil merenungkan pertanyaan yang terakhir, mohon diingat-ingat sudah berapa tahunkah usia Kita saat ini)

My expression :
Semoga kesibukan yang telah menjadi rutinitas, dapat ku seimbangkan dengan hal-hal yang bukan terukur dengan materi, tetapi keseimbangan hidup yang membahagiakan,,, bahagia di hati dan pikiranku

Wednesday, 1 July 2009

Wisata Pendidikan di Manado

De La Salle tempat wisata?

Saya kira tidak kebetulan (itu hanya istilah saja), karena saya percaya tidak ada yang kebetulan di dunia ini, semua sudah ada yang mengaturnya.
Saya ingin di SULUT, daerahku tercinta yang memiliki banyak tempat wisata dapat terangkat, di-update keberadaannya agar informasi tentang pariwisata Sulut ada dan lengkap. ... saya ingin melakukannya tentu saja dapat dibantu oleh institusi ku dalam bentuk kajian akan potensi pariwisata...........
Preparasi saya mulai mencari data-data baik informasi orang, selebaran, brosur dan juga internet... tentu saja yang saya inginkan bukan hanya seperti itu... tapi ingin mencari tahu secara komprehensif dan harus mengunjungi tempat/obyek wisata tersebut....... wow, se-Sulut ini saya yakin bisa 100 an tempat wisata yang dapat dibagi dalam beberapa kategori seperti misalnya wisata alam, wisata minat khusus, wisata sejarah, budaya, kuliner, dll....

Dalam pencarian/browsing data pelengkap....... saya senang sekali bahwa ternyata blog ku ini selain memang tempat ku bereskpresi tapi ternyata dibaca orang dan bisa menjadi sumber referensi juga.... http://wisatamelayu.com/id/object/106/universitas-katholik-de-la-salle/?nav=cat
Itu yang ku bilang, tidak ada yang kebetulan....

Terima kasih untuk Dep. penelitian wisata melayu yang ada di Jogjakarta.... saya juga bisa mendapat informasi dan inspirasi untuk membuat karya yang bisa dinilai baik, punya value/nilai, dan bermanfaat bagi banyak orang......... terutama orang-orang yang suka jalan-jalan sepertiku ha..ha.. ha.....

Tuesday, 23 June 2009

Birthday in June

I wanna say HAPPY BIRTHDAY to :

1. My dear Father (John Kaunang)

Tuhanku, terima kasih dan syukur kalau di tgl 2 Juni 2009 ini, ayahku tercinta berulang tahun ke 65. Peluk dia selalu dalam sayap kasihMu, dalam pengasihanMu dan dalam anugerahMu dalam kehidupan ini. Aku sangat menyayanginya untuk kasih sayang, pengorbanan dan ketulusan hati yang selalu beliau tunjukkan kepada kami, untuk pengajarannya dan sharing pengalamannya agar anak-anaknya bisa jadi orang baik, berguna dan disayangi Tuhan.

Pengalaman yang sangat banyak dalam hidupnya, selalu saja di-sharingkan kepada ku sebagai anaknya tertua, puteri satu-satunya. Saya merasa menjadi semuanya untuknya, tumpuan kasih sayang, kebanggaannya, harapannya, bebannya, senangnya, susahnya, dan banyak hal lain.... I respect him so much terutama dalam kerjaan, beliau lah guru pertamaku. Ilmu bisa di dapat, tapi pengalaman itu yang susah untuk didapatkan...

Terima kasih Tuhanku dan syukur kepadaMu atas banyak anugerah kasih yang sudah Engkau limpahkan dalam keluarga kami. Amin


2. Selamat HUT buat Chris Watts, PhD (on 13 June 2009)

Ia pria yang sangat baik yang sempat ku kenal......... kasih sayang yang tulus selalu ia tunjukkan kepadaku........ aku mengenalnya 16 tahun lalu, dan hampir selama itu pula masih kontak-kontakan biarpun hanya via email.
I thank God, that I've ever had someone special like you.... I've ever known a man like you. Hope this day is as special as you are. I count your life by smiles, not tears... count your age by friends, not years. Wishing you all the great things in life, hope this day will bring you an extra share of all that makes you happiest. amien........



3. Selamat HUT buat Prof. Remy Mangindaan, MSc (on 14 June 2009)

Terima kasih Tuhan pernah mengenal sosok seorang dosen yang baik, yang sangat bertanggung jawab dan pride dalam membimbingku. Syukur kepada Mu kalau beliau boleh merayakan HUTnya dan juga dapat menyelesaikan rumah impian yang dibangun dengan kasih untuk keluarganya. Biarlah karya dan pengabdiannya dalam tugas-tugasnya saat ini memberi berkat bagi banyak orang. Amin

4. Selamat HUT buat Peggy Mapandey, SE (on 24 Juni 2009)

Met HUT say, semoga Tuhan selalu menyertai tugas-tugasmu sebagai karyawati yang baik, ibu yang bersahaja bagi buah hatimu Maxima dan istri yang setia untuk suamimu. Persahabatan kita tidak lekang waktu........ temanku yang cantik ini, teman sebangku ku waktu SMA, teman curhatku dan juga teman belajar dulu......... wah kalau ingat itu suka senyum-senyum sendiri Peg. I wish u the best in your life, fren. Amien



5. Selamat HUT untuk Meitty Wongkar, SE (on 26 June 2009)

Happy Birthday, kawan... ia rekan kerjaku di Unika De La Salle Manado. Semoga Tuhan akan selalu menyertai tugas-tugasmu di bagian keuangan (he..he... hati-hati hitung uang kantor dan teliti aja, kalau menyangkut kepentingan banyak orang jangan suka telat buatnya (jgn gajian alwys late he..he....... kasihan sayang, apalg yg pas-pas an)........ Dia memberkati kehidupan keluarga kecilmu, jadi ibu dan istri yang baik untuk keluargamu... jadi Meitty apa adanya yang ku kenal.....

Tuhan selalu sertamu. Amin

Di HUT Meitty ini, kami teman-teman se kantor, setelah menyelesaikan tugas masing-masing, diundang Meitty ke restoran... biasa ngumpul dan skalian dinner... 'Restoran Saung Bulu' di Mega Mall, jadi tempat kita merayakan HUT Meity.... seru juga ada Teddy Tandaju, Sammy Moningka, Steven Ngenget, Frankie Paath, Pak John B (security kita), Meitty yang berHUT dan saya.... asyiiiiiik.......... cerita yg mengalir lucu-lucuan... dari yg dulu-dulu sampai skrg.... Thanks Meitty buat traktirannya.

Saturday, 16 May 2009

Event besar WOC 2009 di Manado

Pengalaman Mengikuti WOC (World Ocean Conference)
Side Event – International Symposium on Ocean Science, Technology and Policy 12-14 Mei 2009

Kota Manado berbenah, Kota Manado bersolek. Itu semua dalam rangka menyambut Penyelenggaraan Event Internasional yaitu World Ocean Conference dan Coral Triangle Initiative (CTI) Summit. Event ini adalah suatu konperensi dunia membicarakan soal-soal Kelautan, permasalahan dan solusinya. Keterkaitan dengan semua itu diselenggarakan berbagai event penunjang seperti :
  • Prepatory meeting/Senior Official Meeting, dilaksanakan di Grand Kawanua International City
  • First Expert Meeting on Fish Watch Asia Pasific (7-11 Mei 09)
  • Seminar on Marine and Coastal Management in the Asia-Pasific Region, 11 Mei 09
  • Workshop on Climate Change Adaptation Strategies and Actions for Coastal Area (11 Mei 09)
  • US NOAA and Indonesia Joint Committee Meeting (11-12 Mei 09)
  • International Exhibition on Ocean Science, Technology and Industry (12-14 Mei 09)
  • International Symposium on Ocean Science, Technology and Policy (12-14 Mei 09) di MCC (Manado Convention Centre) Jln. Boulevard Manado.
Dalam Simposium di MCC inilah aku terlibat sebagai salah satu presenter in Poster Presentation (dari 120 universities all over the world, dari 197 poster yang ditampilkan), menginformasikan salah satu topic dalam thesis ku “The Effectiveness of Disinfectants to Hatch-Ability of Rotifer Resting Eggs”. Ku bilang salah satu topik karena memang hanya diambil satu bagian saja, agar bagian lain tentang rotifer as a zooplankton dalam penelitianku masih bisa ditampilkan dalam kesempatan atau tulisan yang lain (ini adalah suggest dari Prof. Remy Mangindaan as my supervisor). Awal mula saya mau mengikuti kegiatan ini, tidak lain aktualisasi diri sesuai dengan bidang pendidikan yang saya tekuni yaitu Ilmu Kelautan, memberikan kontribusi dalam kegiatan WOC, bisa membawa nama Institusi Universitas Katolik De La Salle Manado, pertukaran informasi science apalagi ini forum International…….. kapan lagi? Saya tidak harus keluar biaya banyak bila ingin mengikuti seminar international, bila itu diselenggarakan di luar negeri… saya tidak mampu membiayainya… (kecuali ada sponsor he..he... maka materi pasti ada untuk bisa dipresentasikan). Kesempatan dan momentum ini harus diambil dan dimanfaatkan sebaik-baiknya…….. selain itu menambah wawasan dan network di bidang yang sama, tetapi juga aku bisa belajar karena melihat bagaimana penyelenggaraan suatu seminar/symposium/workshop bergengsi. I hope, I can do that one day…….

1000 langkah selalu diawali dengan satu langkah…. Kalaupun ini pengalaman pertama mengikuti Simposium tingkat International… harus diakui seperti itu. But who knows after that I have a chance to everywhere because of the network…….
Aku sudah 5 tahun bergelut di bidang administrasi di tempatku bekerja, rasanya seperti baru belajar lagi adaptasi dengan ‘sense’ ilmuwan/scientific area, research, dll, langsung ketemu dan berbincang-bincang dengan para pakarnya. Dari tgl 12-14 Mei 09 mengikuti banyak session, kepala rasanya agak berat juga, tapi syukurnya karena I really happy with that so… just enjoy it!

Sekilas tentang Penyelenggaraan WOC so far I know

Our Concern : Kemampuan laut bukan hanya menjaga keseimbangan lingkungan. Lebih dari itu, laut juga memiliki potensi bagi lahirnya sumber energi yang sangat ramah terhadap lingkungan. Persoalan dunia selama ini ialah kesadaran untuk melakukan langkah konkret bagi penyelamatan dunia. Banyak konferensi tentang dunia dihelat, tapi dunia tetap saja sakit dan kian menderita akibat rusaknya lingkungan. “Kita perlu berinisiatif dalam menggiring dunia untuk terlibat aktif meneliti, memelihara dan mengembangkan laut,” iya kan?

Fakta menunjukkan, bukan hanya hutan yang mampu menjadi paru-paru dunia karena kemampuannya menyerap karbon. Laut pun, mampu melakukan hal serupa, bahkan dengan kemampuan yang jauh lebih besar. Dua pertiga wilayah Nusantara adalah laut. Tapi, kebijakan kita, khususnya di bidang alokasi anggaran dan prioritas pembangunan dan pertahanan, masih berat di darat. Laut ibarat anak tiri yang terus dieksploitasi.
Indonesia memiliki sekitar 5,8 juta kilometer persegi wilayah kelautan. Saat diselenggarakan temu UNFCCC COP 13 tahun 2007 di Bali, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan blueprint rencana aksi nasional perubahan iklim bahwa biodiversitas kelautan Indonesia dapat berfungsi sebagai faktor penting dalam proses adaptasi dan mitigasi perubahan iklim .
  • Idea yang awalnya dilontarkan oleh Gubernur Sulawesi Utara, Sinyo H. Sarundajang, pada 2006 lalu itu, segera ditanggapi oleh Pemerintah Pusat, yang kemudian menetapkannya sebagai program prioritas Pemerintah Indonesia. Melalui Keputusan Presiden RI No.23/Th 2007, Nopember 2007 dan Keppres No.17/Thn.2008, maka Panitia World Ocean Conference 2009 (WOC’09) dibentuk. Bertindak sebagai Ketua Pengarah adalah Menko Kesra, Ketua Pelaksana WOC’09 dijabat Menteri Kelautan dan Perikanan, Wakil Ketua adalah Gubernur Sulawesi Utara, sedang Sekretaris WOC’09 dijabat Sekretaris Menko Kesra dan Wakil Sekretaris WOC’09 adalah Kepala Badan Riset Kelautan dan Perikanan DKP.
  • Ini merupakan kesempatan emas bagi Indonesia untuk tampil prima sebagai salah satu negara unggulan di bidang kelautan Dunia. Rancangan Strategis segera disusun. Tema WOC’09 adalah Ocean & Climate Change, sedang topik WOC’09 adalah ”Ocean Impacts To Climate Change & The Role of Ocean To Climate Change”. 121 Negara yang memiliki laut akan diundang ke Manado pada 11-15 Mei 2009. Diharapkan, Manado Oceans Declaration dapat disepakati pada WOC’09, yang segera akan ditindak-lanjuti dengan Rencana Aksi dan Implementasi Aksi. Thank God MOD gool!
  • Ini memang kerja besar. Kota Manado segera berbenah untuk menyongsong WOC’09. Lima hotel berbintang dibangun dan harus siap pada Mei 2009. Dengan demikian, sekitar 3000 kamar hotel berbintang akan tersedia saat pelaksanaan WOC’09. Bandara Sam Ratulangi dibenahi, garbarata ditambah, ruang VIP diperluas, Ruang Imigrasi dirapihkan dan Apron Bandara diperlebar agar mampu menampung 20 pesawat VVIP. Jalan-jalan jadi mulus semua... semua itu dapat dinikmati oleh semua masyarakat, terlebih masyarakat di Kota Manado.
  • Selain konperensinya sendiri, yang dihadiri sekitar 500 peserta dari 77 Negara yang punya laut yang datang, maka ada side events WOC’09, seperti International Ocean Science, Technology & Policy Symposium, yang akan menggelar 32 sesi dan diikuti sekitar 1500 peserta dari seluruh Dunia, bertempat di Manado Convention Center. Kemudian diselenggarakan pula International Ocean Science, Technology and Industry Exhibition, yang diisi sekitar 250 Stand Pameran kelautan dan perikanan di Boulevard Mall. Juga akan berlangsung Pekan Budaya dan Pameran Pembangunan yang digelar Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di GOR Arie Lasut.
Satu yg penting lagi, ada satu serial event WOC’09, berlangsung pada 15 Mei 2009, yaitu Coral Triangle Initative Summit (CTI Summit) bertempat di Grand Kawanua International City, yang merupakan pertemuan para kepala Negara CTI, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, PNG, Timor Leste dan Kepulauan Solomon, serta mitra CTI yaitu Perdana Menteri Australia dan Presiden Amerika Serikat. (Source : Preskom BRKP-Jakarta)


My Expression of these :
Dengan ikutnya aku sebagai presenter dalam WOC tsb, dengan sendirinya cukup tahu keadaan dalam penyelengaraan WOC itu, banyak pengalaman manis yang kudapatkan dan kurasakan di hati dan pikiranku saat itu, yang utama wawasanku. Ada banyak Terima Kasih dan Syukur untuk moment tersebut, selain itu aku ingin mengekspresikannya beberapa nama yang pantas kuungkapkan my Huge Thanks to :
- Awal mula keikutsertaanku dari informasi Dr. Markus Lasut, MSc tentang penyelenggaraan symposium dimana beliau sebagai salah satu panitia Lokal. Batas-batas pemasukan dan hal-hal terkait dengan itu diinformasikan. 10 Desember 2008, aku mengirim abstrak via email ke Panitia Symposium. Tentu ada prosesnya di review dsb, via email juga aku mendapatkan LoA (letter of acceptance) dari Panitia Pusat Simposium di 30 Jan 2009. Mulai dari situ baru deh dipikirkan design dari poster tsb karena memang sejak awal, saya sudah tetapkan sebagai Poster Presentation, not oral presentation.


- Design sederhana dibuat olehku, tetapi masih terlalu umum. Mungkin karena temanku ini seorang arsitek sehingga tahu melihat komposisi dan keindahan sebuah karya, termasuk Poster. Apalagi poster ini untuk ditampilkan di forum resmi dan internasional…….. Thanks to Ir. Noldi Watuna, MM (biarpun tugasnya banyak karena ia sendiri seorang Dekan Fak. Teknik di Unika De La Salle Manado, aku lebih menganggap ia salah satu temanku yang baik), ia bersedia repot, mau membantu pas ke Bandung mengusahakan juga agar Poster ini di-design dengan bagus oleh temannya Asep Tarna (seorang design grafis lulusan ITB Bandung). So pasti OK lah katanya, 4 tahun sekolah design masak sih ndak OK? He..he.. itu yg sempat Noldi katakan untuk meyakinkanku……. Malah dibuatkan 2 design untukku. Tinggal dipilih mau mejeng yang mana. Memang kuakui hasil design dan print-outnya bagus. Hal inipun disampaikan oleh salah seorang bapak dari P2O-LIPI Jakarta dan setiap ilmuwan bule maupun Japanese yang melihat-lihat poster sambil tanya-tanya isinya. (foto-fotonya terlampir) pada waktu my poster presentation scheduled.

- Thanks to my institution De La Salle University, Manado yang membantu dana untuk Poster ku yang di design, printing dan dikirim dari Bandung. Saya tahu banyak printing yang bagus di Manado, hanya saja sejak poster ini mau dibuat saya sudah ke 5 tempat design & printing serta melihat-lihat hasil cetak, dan kurang memuaskan ku…. Yah…. Sempat kuungkapkan karena ini posterku saya tidak mau hasilnya ‘asal jadi’, makanya seberapapun dibantu oleh institusi, saya pribadi akan menambahkan jika biayanya kurang. Kalaupun tidak dibantu, maka pasti aku akan mengusahakan sendiri… Lucky me, because it’s all covered by my institution. 2 minggu sebelum penyelenggaraan WOC sudah selesai semua, saya juga sudah mempertanggungjawab pengeluarannya.

- To Fr. Revi Tanod, MA atas semuanya. Awal mula keikutsertaan serta percakapan mengenai WOC 2009 saya selalu menginformasikan lebih dulu kepada beliau sebagai Rektor di institusi tempatku kerja yaitu Unika De La Salle Manado, sehingga secara detail beliau tahu apa yang ingin dan akan ku lakukan. Beliau support untuk itu. Dalam penyelenggaraan WOC di Grand Kawanua maupun Manado Convention Centre, banyak foto yang didokumentasikan beliau, sehingga juga melengkapi foto-foto yang kuambil dari kameraku (terlampir beberapa foto hasil jepretan Pastor Rektor). Terima kasih juga untuk kebersamaan, perhatian & bantuan yang Pastor Rektor tunjukkan untuk ku selama aku mengikuti kegiatan-kegiatan di WOC ini.

- Di symposium tersebut dari masa registrasi tgl 11 Mei 2009 sampai dengan penutupan acara, memang benar-benar membuatku senang karena kami kayak reunian lagi, beberapa temanku dari yg adik tingkat, sesama angkatan, dan kakak tingkatku yang sementara sekolah ngambil S3 dari Jepang, Philipina, Australia dan Jerman pulang untuk perhelatan ini, bahkan yang baru saja selesai semuanya hadir….. juga banyak ketemu para dosenku dulu. (jadi serasa diingatkan masa-masa dulu he..he…. ).

- Harus kuangkat jempol … two thumbs up…. Untuk my supervisor.. pembimbing S2 ku… my sensei Prof. Dr. Remy Mangindaan, MSc…… Stella salut kepada beliau karena ternyata 5 orang (mantan mahasiswa/alumni IK Unsrat) yang mempresentasikan hasil penelitian kami di forum international semuanya adalah mantan anak bimbing Mner Remy pada waktu ada yg S1 dulu, dan saya waktu S2 dulu, selain aku sendiri, ada Dr. Maggy Kapojos (graduated from Kyushu University, Japan), Walter Balansa, SPi, MSc (candidate Doctor from University of Queensland, Australia), Agustinus Uria, MSc (candidate Doctor from Tokyo University, Japan), Wilmar Maarisit, SPi (candidate Master from Ryukhus University, Japan). Saya jadi teringat masa-masa pembimbingan, orangnya keras dan tegas, serta sangat detail, udah rasanya mau nangis dulu baru beliau kasih pengarahan atau membantu…….. tetapi lihatlah hasilnya, semuanya punya kepercayaan diri besar untuk ‘tampil’. Dasar yang baik ditanamkan kepada kami semua. Padahal kami semua tidak saling tahu bila mau ikut symposium ini…… eh begitu ketemu … senangnya dan langsung akrab lagi seperti dulu. Prof mengajarkan selalu santun dan menghargai kakak tingkatnya di lab dulu, sehingga biarpun mereka sudah S3 tetapi mereka tetap aja call me “Kak Ella” dengan santunnya. He..he… budaya yang terbangun dan tidak hilang sampai saat ini sebagai anak-anak satu Lab KBHL (lab-nya Mner Remy).

- Oya, ada juga para dosen dimana aku belajar dulu Universitas Sam Ratulangi Manado mempresentasikan penelitian mereka seperti Dr, Inneke Rumengan, MSc, Dr, Grevo Gerung, MSc dan Markus Lasut, MSc, DTech.Sc, Dr. Daniel Limbong, MSc, Dr. Janny Kusen, MSC dan Ir. Farnis Boneka, MSc …… saya juga bangga dengan mereka. Share informasi pengetahuan terkini ........ Senangnya, mereka tidak lupa denganku, padahal biarpun tinggal sekota tapi sejak lulus dulu, saya jarang sekali bahkan ada yang tidak pernah ketemu dengan mereka, nanti di saat simposium ini kami ketemu.

- Saya lebih memilih teladan lead by example… daripada hanya bicara doang tetapi kok tidak pernah tahu apa keahlian dia/mereka??? Meskipun mungkin udah master atau doctor……… saya juga lebih tidak respek lagi untuk orang yang hanya bisa omong doang, suka kritik tapi tidak memberi solusi, biarpun udah level doktor hmmm males tuh berurusan dengan yanmg seperti itu! Yah ada kutemui sih di sekitarku, lebih banyak bisnis luarnya kali drpd mengembangkan keilmuwan, atau juga lebih mementingkan kepentingan pribadi dan golongan kecil, menyepelekan keberadaan orang lain, merasa paling tahu, … kalau begini sih jauh jauh deh dariku atau aku aja yg menjauh, he..he…. atau setidaknya bisa membimbing dengan ‘baik dan bertanggungjawab’ sehingga anak-anak bimbing bisa ‘membanggakan’ dosennya/gurunya he..he… kayak Prof Remy yang tinggal duduk diantara peserta sambil berkata ‘tuh, anak bimbingku dulu loch’ . Biarpun tidak terucap seperti itu dari mulut Prof, tapi ternyata ada juga yang memperhatikan dan tahu itu dan bilang ke Prof Remy “mantap ya Prof semua mantan mahasiswa yg tampil ternyata anak bimbing Mner Remy dulu?” Saya yang dengar aja ikut senang, karena mereka itu satu lab denganku dulu Kimia Bahan Hayati Laut (KBHL), Unsrat, wah apalagi beliau itu. Kebanggaan seorang guru sejati, jika anak didiknya berhasil malah lebih, dan ia tidak merasa disaingi.

- Poster presentation jadwalku Rabu, 13 Mei 09 dengan waktu 2 jam dimana yang akan menampilkan poster (yang sudah dipasang Panitia sesuai sesinya), kami harus berdiri di samping poster agar supaya bila ada yang ingin ditanyakan dapat langsung berdiskusi dengan pembuatnya. Beda dalam oral presentation adalah waktunya yg hanya 20 menit di muka peserta dalam satu ruangan, untuk poster ditampilkan di ruangan tengah MCC yang paling besar di tampilkan 197 poster dalam 30 sesion. Posterku masuk dalam sesi Fisheries Aquaculture, dimana dalam sesi ini hanya ada 17 poster saja. Poster-poster kami juga ditampilkan dalam layar lebar di dalam ruangan tsb… serasa nonton layar tancap aja he..he… Wah pengalaman tak terlupakan deh…. Trims untuk Ebhi and Enjet, 2 temanku yang sibuk foto-foto, karena aku tidak bisa mengambil gambar sementara sesi dan juga melayani beberapa pertanyaan.

- Menjalin network, hal ini juga penting bagiku. Saya bisa ketemu dan sedikit dapat kesempatan berbicara dengan para ahli kelautan, yg dulunya hanya kubaca buku-nya sebagai referensi kami waktu kuliah, sekarang bisa tahu itu tuh orangnya … wow …. Beberapa sempat kuabadikan dengan berfoto denganku (ha….ha… biasalah narsis).

Karena saya merasakan langsung event WOC 2009 ini, maka harus benar-benar angkat jempol untuk Gubernur Sulut Bapak S.H. Sarundajang atas ide dan prakarsa beliau yang brilian, tahu memakai momentum, jeli dengan keadaan dan kebutuhan, sehingga acara ini bisa jadi, mampu dilaksanakan dengan lancar serta bisa menghadirkan 77 negara peserta dan 11 badan organisasi dunia, sekitar 5000 partisipan luar negeri hadir baik delegasi maupun memang para ahli kelautan yang berkumpul bersimposium di MCC. Sedangkan seminar dihadiri 3 orang pembicara dari luar, itu sudah disebut Seminar Internasional…… apalagi yang ku ingat 32 sessions Materi Kelautan dengan 376-an oral presentation dan 197 buah poster presentation mewarnai symposium ini. Rasanya pingin ikut banyak session tapi yang bisa ku hadiri dan sesi yang menarik bagiku adalah beberapa materi dari sesi Marine Biotechnology, Marine Pollution, Coral Reef Management, Small Island, dan Coastal Management.
Yang tak kalah penting dalam WOC ini juga ada sesi CTI Summit yang mampu menghadirkan 6 kepala negara di Kota Manado tercinta. Nama Manado akan semakin dikenal di luar negeri. Kayaknya penyelenggaraan MICE selain Jakarta dan Bali, maka Manado siap untuk itu. Pokoknya SALUT untuk Pak Gubernur S.H. Sarundajang... Two Thumbs Up!
Karena acara ini saya juga bisa dapat kesempatan berfoto dengan Menteri Kelautan & Perikanan RI, Bpk. Freddy Numberi (host acara WOC ini), serta keynote speaker dalam Pembukaan Simposium International on Ocean Science, Technology and Policy yaitu mantan Menteri Lingkungan Hidup Bpk. Emil Salim…. Maybe this is one moment in time. Kapan lagi??? Jadi harus didokumentasikan.
3 Words : OPPORTUNITY, PROUD,THANKS. Ada kesempatan baik, biarpun saya punya materi tetapi kalau penyelengaraan di luar negeri apakah saya bisa hadir? Dana jadi halangan…. Kalau punya sponsor sih OK, So many proud dengan kejadian/moment yang kurasakan dan ku jalani ada yang sudah kutuliskan tapi ada juga yang tersimpan di hati dan pikiranku, serta banyak rasa terima kasih dan syukur kepada MU Tuhanku, atas semuanya ini. Stella percaya pengalaman ini adalah kasih dariMu yang disampaikan lewat orang-orang disekitarku... semoga aku lebih bisa menggali talenta yang sudah Kau berikan dan sungguh menghargai karya agungMu dalam diri sesama dan lingkungan hidup ini. Amin.

Friday, 15 May 2009


My poster presentation lay-out. Thanks to Noldi and Asep from Reka-rupa Bandung.

Thursday, 7 May 2009

Hasil Penelitian ku yang akan ditampilkan dalam International Ocean Science, Technology and Policy Symposium di Penyelenggaraan World Ocean Conference (WOC) di MCC, 12-14 Mei 2009

SUMMARY
THE EFFECTIVENESS OF DISINFECTANTS TO HATCH-ABILITY OF
ROTIFER RESTING EGGS

The development of aquaculture of commercial fish and shrimps continues to enhance both productions and growth of larvae. The important factors in supporting the success of operation are the supply of excellent food and availability of food in numbers, good quality and suitable size for the mouth of larvae. Rotifer, as zooplankton, is an excellent natural food for larvae of fish and shrimp. It has a unique reproduction, both sexual and asexual. The aquaculturists could exploit the capability of rotifer to produce two kinds of food. Rotifer’s asexual reproduction can produce rotifer that is directly given to the larvae, however, rotifer’s sexual reproduction delivers formation of resting egg that could be preserved and hatched, at a desired time. On the other hand, loss of hatch-ability is frequently occurring that causes low ability of the natural food. Besides the right handling in producing resting egg, it should be carefully observed that the low hatching rate is resulted by contamination of some bacteria or other microbial.

This research are aimed :
- to examine the effectiveness of disinfectant in decreasing the loss of hatch-ability,
- to determine the optimum concentration and the most effective kind of disinfectant.

The S-type of rotifer Brachionus rotindiformis was used and taken from Meras Ponds, district of Bunaken, using plankton-net, which then isolated and cultured in laboratory. In addition, a preserved resting egg in can (from Nagasaki, Jepang strain) was used in this experiment. Culture of rotifer was carried out with batch culture and semi-continuous method in 20 ppt salinity of seawater under laboratory condition (250C, light intensity using 80 watt TL lamps and photoperiod 24 L : 0 D). This rotifer was fed daily with microalga Tetraselmis sp. After 12 days, the culture was checked for formation of resting eggs in bottom of bottle, pipetted out under microscope. Daily collected resting eggs were put into black film bottle 5 ml seawater 20 ppt and kept in refrigerator 50C.

Treatment for resting eggs with disinfectants to enhance its hatch-ability was applied to freshly resting eggs of Meras strain, freshly resting eggs of Nagasaki strain and preserved Nagasaki strain resting eggs in can. The resting eggs were put into petridish containing 5 ml seawater with 15 ppt salinity, about 30 individuals for each petridish and for each treatment. Several disinfectants were used namely, Sodium Hypochlorite (NaOCl) 1 ppm, NaOCl 2 ppm, Kalium Permanganate (KMnO4) 0,01 g/l, KMnO4 0,03 g/l, Caporiet 0,05 g/l and 0,10 g/l, besides the 30 resting eggs in petridish were not treated with any disinfectants as control.
Culture of rotifer was carried out through 2 systems, batch culture and semi-continuous method.
From the experiment using several disinfectants (Sodium Hypochlorite (NaOCl), Kalium Permanganate (KMnO4) and Caporiet), it was found that percentage hatching rate of resting eggs increased. It showed that using KMnO4 0,01 g/l for Meras strain resting eggs newly performed reached 54,44% hatch-ability, whereas using NaOCl 1 and 2 ppm concentrations reached 77,77% and 61,11%. Beside that, using KMnO4 0,01 and 0,03 g/l for Nagasaki resting eggs newly performed reached 55,56% and 56,67%, using NaOCl for both concentrations 1 and 2 ppm with effects on hatch-ability reached 73,33 and 60,00%. Sodium hypochlorite is found more effective than other disinfectant to decrease the loss of hatch-ability. 1 ppm concentration of NaOCl is effective for Small and Large types of resting eggs to increase hatch-ability.

With all my heart I want to Thanks :
* Prof. Dr. Remy Mangindaan, MSc, Dr. Debora Balompapueng, MSc and Veibe Warouw, SPi, MSi for guidance along the experiment was doing
* Dr. Markus Lasut, MSc as a proof-reader and support me for poster presentation
* Fr. Revi Tanod, MA as a Rector of De La Salle University for all your supports.

Thursday, 16 April 2009

tentang alga

MEKANISME TRANSPORTASI NUTRIEN
PADA ALGAE

ABSTRAK

Semua mahkluk hidup memerlukan makanan, begitupun untuk algae. Kebutuhan pokok algae yaitu unsur-unsur makronutrien dan mikronutrien di perairan, selain itu elemen terbatas yang meskipun kecil jumlah dan konsentrasinya tetapi berpengaruh untuk pertumbuhan dan perkembangan jaringan algae. Elemen-elemen yang selalu ada di perairan seperti : C, H, O, N, S, P, K, Cu, Mn, Zn, Mg, Mo, Na, Ca, Co, V, Se, Si, Cl, B, dan I dengan konsentrasi yang bervariasi. Tipe nutrien yang lain seperti cyanocobalamin (B12), tiamin, dan biotin yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan, fotosintesis dan pembentukan senyawa fikokoloid.
Konsentrasi nutrien akan memberikan indikasi apakah nutrien tersebut menjadi faktor pembatas di perairan tersebut untuk jaringan algae, sedangkan ratio atau perbandingan yang diambil oleh suatu species tertentu, berbeda dengan ratio yang diambil oleh species algae lainnya.
Nutrien sebagai makanan bagi algae masuk melalui suatu mekanisme transportasi ke membran sel lalu dinding sel kemudian ke plasmalemma dan berakhir di sitoplasma. Transportasi nutrien ke jaringan algae diketahui melalui empat cara yaitu adsorpsi dengan pergerakan melewati batas air di sekitar sel, transport pasif dengan menggunakan protein baik intrinsik maupun ekstrinsik yang masuk melewati lapisan lemak dan meyebar ke permukaan air-lemak yang larut dalam fase aqueous, difusi fasilitatif dimana pembawa mengikat ion pada membran luar dan membantu nutrient masuk ke membran di bagian dalam, serta transport aktif yaitu dengan memindahkan ion-ion melewati membran yang memiliki konsentrasi yang lebih besar dengan bantuan enzim.
Dengan demikian pengetahuan akan nutrien dan mekanisme masuknya ke jaringan algae dapat membantu akuakulturis dalam usaha marikultur algae untuk memacu pertumbuhan dan perkembangan algae.



Tuesday, 14 April 2009

Selamat HUT Mgr Jos

Aku mau mengucapkan SELAMAT HUT yang ke 69 kepada
Uskup Manado, Mgr Josef Suwatan, MSC

Hut Mgr Jos sebenarnya jatuh pada tgl. 10 April 2009, tetapi hari itu bertepatan dengan Wafatnya Isa Almasih, tentu bagi umat Katolik hari itu merupakan Perayaan Kudus untuk mengenang wafat Nya, Jesus Kristus. Seluruh gereja di keuskupan Manado merayakan Misa di sore hari, seperti stella yang masuk di Gereja St. Mikael Perkamil misa dimulai jam 3 sore. Entah memang seperti itukah tetapi suasana saat itu memang sangat mendukung dimana menjelang wafat-Nya angin dan hujan, cuaca kelabu menyelimuti alam ........ memang kuasa Tuhan tak terbantahkan... peristiwa dan suasana ditampilkan Tuhan di masa saat ini. Saya percaya inilah Kuasa Ilahi.

Senin malam 13 April 09, di wisma Keuskupan tempat Mgr tinggal diadakan perayaan Syukur HUT beliau tetapi sekaligus Paskah bersama. Mgr Jos open house saat itu. Cukup banyak umat yang tahu acara tersebut datang ingin mengucapkan SELAMAT kepada beliau.

Stella di telpon oleh Sr. Cathrien Taroreh yang mengabarkan acara itu. Untuk Uskup kami terkasih pasti di bela-belain datang untuk sekedar berjabat tangan dan turut larut bersama kegembiraan Mgr di hari itu. Karena hari itu Stella membawa kamera, jd pasti mau dong untuk dapat kesempatan bisa foto lagi dengan Mgr Jos....... he..he..... (oya, disebelah Mgr ada Pst Chris Santie, sekretaris Keuskupan).

Dari CHOICERs yg hadir dari Kordis sampai peserta membawakan 1 lagu untuk beliau.

Selamat HUT Mgr Jos.... Tuhan senantiasa serta kita. Banyak doa dan harapan untuk Mgr Jos terkasih. Semoga rahmat terus dicurahkan dalam kehidupan pribadi, Imamat dan karya Mgr di Keuskupan Manado. Saya yakin hidup Mgr membawa banyak berkat bagi banyak orang, termasuk dalam kehidupanku dan keluarga.
Dominus Vobiscum.

Thursday, 9 April 2009

HUT Ibunda tercinta


Tanggal 9 April 2009 bersejarah juga dan akan selalu teringat bahwa :

Hari ini ibuku tercinta ...... mami ku tersayang ber Ulang Tahun yang ke 60.

Tuhanku, sayangi ibuku, peluk selalu ia dalam cintaMu. Di masa tuanya, biarpun untukku pribadi sosok mami sepertinya awet aja, tidak kelihatan seperti wanita berumur 60 tahun.... biarpun beliau sarat dengan pengalaman hidup tetapi ketegarannya, kemandiriannya, perhatiannya kepada keluarga, pengorbanannya tak terhingga untuk kami anak-anaknya, sifat melayani dan merawatnya tidak bisa ku bandingkan. Saya sangat menyayanginya...

Jagai mamiku Tuhan selalu.... berikan ia kebahagiaan sejati. Amin.

Seiring dengan itu, hari ini juga merupakan Pesta Rakyat yaitu adanya PEMILU. Orang-orang yg sudah terdaftar berbondong-bondong datang ke TPS untuk memilih partai dan calon legislatif yang diinginkan untuk duduk mewakili suaranya dalam hal pengelolaan negara ini.
Yah.... saya juga datang ke TPS bersama mami untuk ikut serta berpartisipasi, biarpun mungkin soal pengaruh atau tidaknya suaraku...... dan apakah wakilku yg ku pilih terpilih tidak, masuk tidak ke dewan....... tinggal lihat hasilnya nanti deh.....

Pulang dari TPS bersama teman-teman mamiku yg juga tetangga dekat pada ke rumah ucapin selamat dan makan bersama di rumah........ karena acara informal, saya merasa justru ramai aja dan bisa apa adanya la yaww...... istilah bahasa Manado sih... 'biar cuma dabu-dabu, tapi temannya ada tinoransak, pangi, ayam rica, ikan mas/mujair bakar dan woku daun, sayur popaya pait, acar, sup brenebon", pokoknya puas deh makannya....... penutup ada puding (percobaanku ha..ha..) dan kue tart (krn mami yg berHUT, ya saya dong yang buatin).
Karena juga udah liburan jadi bisa bantu mami masak dan bersih-bersih rumah. Pokoknya hari ini aku happy deh ...........

Tuesday, 31 March 2009

Being Single is My Privilege

There are so many reasons why single-time is a privilege for me. Such as :
- A Lotta Choice ; banyak pilihan dalam hidup, dari hal yang paling sepele bersenang-senang dengan teman sampai hal yg serius menentukan prioritas hidup.
- Stress Free ; dari sudut pandangku sih beban seorang lajang lebih kecil daripd org yg sudah menikah. Baik buruknya ya.. ditentukan oleh diri sendiri. So stress jauh-jauh deh ……
- More Excuse ; Mau kerjain kerjaan rumah kek, mau bangun telat kek, nggak tahu masak or flirting dengan siapa yg ku suka…… orang lain tidak terlalu peduli ..he..he… so what gitu?
- More flexibility ; lakukan hal spontan, bebas dan fleksibel adalah hal terbaik yg dimiliki seorang lajang. Ya kan?
- Master of My Own ; menentukan apa saja yang diinginkan, melakukan sesuai keinginan dan mengendalikan apa yang tidak disukai…. Benerr tidak?
- Many Opportunity ; kesempatan melakukan banyak hal lebih terbuka, dari studi lanjut, training ke mana pun, traveling mau sendiri maupun dengan teman-teman… masuk club mana yg sesuai kepribadian… pokoknya kesempatan terbuka lebar deh… termasuk berteman dengan siapa aja…

The ways to enjoy my Privilege are :
Punya banyak kesempatan menikmati masa lajang, sayang dong bila tidak dimanfaatkan secara maksimal… Begitu banyak ‘golden moment’ yang akan membuat hidupku penuh warna, antara lain :
- Bisa melanjutkan studi sampai jenjang setinggi-tingginya sesuai keinginan
- Bisa mengejar karir bila memang jenjang karir ada dalam kantor/perusahaan
- Bisa memperbanyak jaringan dengan kegiatan apa saja, termasuk aktifitas social dan gereja
- Bisa masuk menjadi anggota banyak komunitas
- Berteman dengan lebih banyak pria. Iyalah… belum terikat kan? So what gitu loch
- Berjalan-jalan dengan teman pria…. Enak loh lebih diperhatikan biasanya he..he…
- Bisa kencan dengan pria yang mungkin jauh dari criteria (so what?)
- Nongkrong dengan teman di café, ngobrol banyak hal…….
- Travelling bisa kapan saja bila memang mau
- Lebih mandiri dan tidak terlalu bergantung dengan orang lain
- Tidak takut or nyesal bila seluruh gaji abis untuk sesuatu yg memang diimpikan(kalau udah ada pasangan kan,,, mana bisa??)
- Melakukan ritual treatment ; mau meni-pedi kek, crembath, massage, ikut kelas menari kek, kursus selam … wah terserah
- Atur tempat tinggal/apartemen bila tinggal sendiri sesuai maunya kita
- Ikut kegiatan memacu adrenalin, mumpung belum ada yang suka melarang he..he…
- Belajar banyak hal baru
- Mempelajari hal baru, lebih banyak waktu tanpa sibuk dengan urusan domestic/RT
- Melakukan hal menyenangkan tanpa mereka tahu, contohnya hadiah kejutan untuk ortu or teman dekat… pasti perasaan langsung happy deh sesudahnya… coba aja.
- Bisa koleksi apa saja yg disukai… nggak ada yg larang kan.
- Fall in love…. bisa many times ha…ha…ha…..

Mungkin banyak teman mengalami seperti yang ku alami saat ini…… pengalaman dan pemikiran yang tertuang semoga bisa jadi inspirasi untuk teman-teman ku yang masih happy men-jomblo or single-happy or whatever lah istilahnya…….. (Thanks CHIC untuk artikelnya... it's inspirational)
Pantes aja Oppie Andaresta menulis kan lagu nya dan setelah ku dengarkan I am AGREE with that and gue bangeeeet ha..ha..ha…

Lirik Lagu: Single Happy
Lagu: Oppie Andaresta
——————————————————
Mereka bilang aku pemilih dan kesepian
Terlalu keras menjalani hidup
Beribu nasehat dan petuah yang diberikan
Berharap hidupku bahagia

Reff :
Aku baik-baik saja
Menikmati hidup yang aku punya
Hidupku sangat sempurna
I’m single and very happy

Mengejar mimpi-mimpi indah
Bebas lakukan yang aku suka
Berteman dengan siapa saja
I’m single and very happy

Mereka bilang sudah saatnya karena usia
Untuk mencari sang kekasih hati
Tapi ku yakin akan datang pasangan jiwaku
Pada waktu dan cara yang indah

Aku baik-baik saja
Menikmati hidup yang aku punya
Hidupku sangat sempurna
I’m single and very happy

Mengejar mimpi-mimpi indah
Bebas lakukan yang aku suka
Berteman dengan siapa saja
I’m single and very happy
I’m single and very happy

Waktu terus berjalan
Tak bisa ku hentikan
Ku inginkan yang terbaik untukku