Friday, 11 September 2009

HUT Imamat Pst Agus Mangundap ke 40

Di Gorontalo
Selama hidupku, untuk ke dua kalinya saya bisa melihat dan juga ikut bergembira untuk Acara Syukur Imamat dari Pastor. Pertama kali pada waktu HUT ke 40 Imamat dari Pastor J. Mengko, MSC yang dibuat sampai 3 kali dirayakan oleh umat di Gereja Stella Maris, Pontianak ; Gereja St. Andreas Kedoya Jakarta dan di Gereja Hati Kudus Yesus Tomohon….

Dan kedua perayaan dari Pst Agus Mangundap, dulu 35 tahunnya di buat di rumah saudaranya di Warembungan dan di Gereja Tataaran, Tondano.

Saat ini dalam rangka 40 tahun Imamat (atau HUT ke 40 Pst Agus menjadi seorang Pastor/Imam), Stella juga sedikit banyak terlibat dengan perayaan ini. Biarpun bukan dalam Perayaan/acara yang dibuat oleh umat parokinya dimana beliau bertugas saat ini yaitu umat Katolik St. Christophorus Gorontalo. Stella hanya diminta mengupayakan agar Buku Kenangan HUT Imamat 40 tahunnya dapat direalisasikan… memang awalnya bila hanya perayaan Misa lalu kebersamaan makan dengan umat dan tamu undangan, tentu saja hal yang biasa dilakukan, setelah perayaan dan pesta usai… akan kembali seperti biasa. Saya pribadi ingin agar ada yang ditinggalkan kepada umat, berupa buku yang berisi hal-hal yang dilakukan, karya dan pelayanan Pst Agus Mangundap selama 40 th beliau menjadi Pastor. Tentu saja banyak sekali yang bisa diceritakan tetapi beliau hanya mengambil yang berkesan dari apa yg ia rasakan.

Stella bela-belain kembali melakukan perjalanan panjang 9 jam lewat darat menggunakan mobil, bersama teman/rekan kerjaku di Unika De La Salle, Sdr. Teddy Tandaju dan Sdr. Adrie Koleangan… juga ikut ibu dan tante saya yang juga dikenal baik oleh Pst Agus. Saya yakin beliau akan senang dan merasa dihargai bila kami menyempatkan diri bisa hadir di acaranya di Gorontalo. Perjalanan pergi hanya mengalami kendala, ban yang kempes, maka harus diganti dan kemudian ban yg kempes ditambal. Hal ini membuat perjalanan lebih lama lagi, sehingga kami tiba sudah jam 17.30 sore di Pastoran.

Saya bisa merasakan perhatian dan keinginannya pribadi bahwa kami harus datang ikut Perayaannya tsb, karena di jam 17.00 saya sudah ditelp Pst Agus… saya tahu ia mengingat kami (aku) dan ingin memastikan kami datang atau tidak di hari itu Sabtu, 22 Agustus 09.
Begitu sampai, saya langsung mencari Pst Agus… mengucapkan selamat dan memberikan ciuman di kedua pipinya… baru saya bisa ngeh dengan orang-orang yang menyapa kami… Pst Agus langsung menyuruh saya dan teman-teman cepat mandi karena perayaan Ekaristi (Misa) dimulai tepat jam 18.00 bertempat di Aula Sekolah SMP Sta Maria Gorontalo… yubilaris dan Uskup serta para pastor diarak dari pastoran ke sekolah dengan marching band SD-SMP Sta Maria Gorontalo.

Terima kasih Tuhan, kami bisa tepat waktu kesana sehingga mengikuti semua bagian acara dari misa syukur sampai dengan acara selesai (udah pukul 23.30).
Hal-hal berkesan bagiku pribadi selama acara tersebut :
· Misa Syukur dipersembahkan sendiri oleh sang Yubilaris Pst Agus Mangundap… beliau di damping di altar oleh Uskup Manado Mgr J. Suwatan, MSC dan 6 orang pastor (ada Pst Herman Umbas, Pr, Pst Louis Bayak, Pr, Pst Marcel Rarun, MSC, Pst Wens Maweikere, Pr, Pst Ferry Runtu, Pr, Pst Rhein Saneba, Pr).
· Uskup J. Suwatan, MSC memberikan kotbah yang intinya beliau mengambil tema yang pst Agus sampaikan yaitu : “Aku bersyukur kepada Dia yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku” (I Tim 1:12)…kata-kata yang dalam sekali artinya… dimana sudah 40 tahun beliau jatuh bangun, mengalami suka duka sebagai seorang Imam/Pastor… dan terbukti Pst Agus setia… taat … dan rela untuk tugas perutusannya. Hal ini diulas dengan baik oleh Mgr Suwatan, yg memang mengenal dekat Pst Agus… mereka sama-sama dari seminari Pineleng sampai saat ini… puluhan tahun juga mereka saling mengenal… Mgr sempat terharu dan hampir meneteskan air mata, suaranya bergetar menahan haru… mungkin ada hal pribadi yg juga Mgr rasakan…
· Setelah Misa usai… makan bersama dengan umat saat itu udah jam 8 malam. Sabua besar di samping aula, makanan berlimpah, orang senang-senang… dan Pst Agus juga disediakan tumpeng dan dipotong…. Saya sempat melihat bahwa ikan kesukaannya ada yaitu cakalang fufu… saya tau ia tidak bisa makan sembarang makanan, apalagi daging… sehingga sehari-hari ikan saja…
· Setelah makan bersama… acara dari umat di mulai… bisalah pasti ada kata-kata sambutan dari sang Jubilaris Pst Agus… lalu dari Uskup.. diselingi ada beberapa penampilan paduan suara dari mudika, drama dari anak-anak SD dan SMP… pemotongan kue Imamat, dan yang paling bikin heboh adalah penampilan dari para pastor dan uskup yang menyanyikan lagu kebangsaan yang lucu… yang katanya semua seminaris tau akan lagu tersebut. Lagu dibawakan penuh semangat, full smile, dipimpin oleh Pst Marcel Rarun. Suasana semakin malam justru semakin hangat dengan tawa. Saya baru kali ini melihat Uskup Suwatan yg biasanya jaim dan kebapakan, tapi kali ini sangat banyak senyum, bergaya, menyanyi dengan lantang, kelihatan sekali raut muka dan bahasa tubuh yang happy sekali.
· Pernyataan umat Gorontalo… karena Pst Agus, mereka tiap tahun di datangi Uskup (thn 2008 lalu dan saat ini), dan Mgr Suwatan tinggal sampai 2 hari di Gorontalo, memimpin Misa Minggu dan ibadah orang mati salah satu tokoh umat yg meninggal.
· Saya juga senang dan salut, umat Gorontalo begitu sayang dengan Pst Agus. Salah satu symbol dengan menyiapkan dan memberikan Pin Emas berbentuk Salib + yang bagus. He..he… Pst Agus baru 1 tahun 8 bulan disana, dan pas perayaan syukur ini umat memberikan pin emas, tanda penghargaan dan hormat… banyak jabatan yg dipegang Pst Agus.. entah paroki sebagai pastor pembantu ataupun pastor kepala paroki, lalu jabatan non paroki seperti ketua Komsos, Kerawam dan Ketua Yayasan De La Salle Manado.. tapi justru di Gorontalo lah ia mendapat penghargaan seperti itu. Kalau di De La Salle sih saya ingat, rewards hanya diberikan kepada Rektor bila habis masa jabatan (sudah 3 rektor yg pernah mendapat pin emas) dan orang-orang yg udah kerja selama 8 tahun… tetapi justru Ketua Yayasan dan pengurus dulu yang mengupayakan ada Unika De La Salle Manado, tidak mendapat seperti itu. Biarpun begitu, ia tetap happy saja dan selalu mengharapkan yang terbaik…. Katanya ia guru tanpa tanda jasa… tapi ia yakin akan selalu dikenang dalam sejarah…. Hanya itu kebanggaannya. Saya salut dengan kearifannya, mungkin karena saya pernah langsung mendengar ungkapan hati terdalam beliau, sehingga bila mengingat semua itu saya hanya bisa menangis dalam hati… tapi nasehat yang baik dan kearifannya membuat kalau bisa buat yg terbaik karena itu juga yg ia harapkan kepada kami di institusi tempat kerja kami.
Saya bisa ketemu saudara-saudara Pst Agus, yg datang dari Warembungan ada 8 orang dan dari Jakarta 3 orang, adiknya Marga, keponakan Ella dan iparnya Nini. Saya mengenal mereka dan akrab dengan mereka… karena juga mereka selalu memperlakukan ku seperti juga saudara mereka.

Setelah acara dapat kesempatan foto dengan Pst Agus dan pastor pembantunya, Pst Louis Bayak, Pr. Sudah larut dan sudah lelah sekali, kami diantar salah satu umat ke Hotel Sumber Ria, Pst Agus telah menyiapkannya untuk kami….. kami pesan 2 kamar aja, saya sekamar dengan ibu dan tante ku, sedangkan Teddy & Adrie sekamar.
Minggu, 23 Agustus 2009, Teddy dan Adrie sudah ke kapel di pastoran, kami terlambat ke sana…. Setelah itu makan pagi bersama yang rame dengan pastor Marcel dan sodara-sodara Pst Agus yang akan segera kembali ke Manado. Bercanda, penuh tawa dan kasih persaudaraan di makan pagi bersama di pastoran sungguh sesuatu yang juga meninggalkan kesan tersendiri untukku. Tidak lama setelah itu, kami siap-siap pulang ke Manado… syukurlah tidak ada kendala berarti selama perjalanan pulang Manado. Terima kasih Tuhan.

Sabtu, 29 Agustus 2009 Di Warembungan

Perayaan Syukur ke 2, dirayakan di Warembungan… Misa Syukur di Gereja St Petrus Warembungan, dimulai pukul 09.30… sang Yubilaris Pst Agus bersama Pst Widyo (temannya yg juga merayakan 40 th Imamat, datang khusus dari Jawa Tengah), serta 3 orang Uskup yaitu Uskup Manado Mgr J. Suwatan, MSC, Uskup Amboina Mgr Canis Mandagi, MSC dan Uskup Kupang Mgr Petrus Turang…. Mereka diarak dari rumah umat ke gereja dengan kabasaran…. Setelah itu Misa dipersembahkan juga dihadiri kurang lebih 25 pastor-pastor dari muda sampai yang tua.

Saya mengikuti semua proses acara dari misa sampai acara sesudahnya oleh umat, di samping gereja. Tidak banyak kata yang bisa kuungkapkan bahwa saya melihat dan merasakan begitu besar kasih Allah dalam kehidupan seseorang, pribadi Pst Agus… ia disayangi oleh banyak orang.

Pernyataan terdalamku diungkapkan dalam Pengantar Buku Kenangan 40th Imamat beliau, … saya kutip saja :
Perayaan Tahbisan Imamat ke 40 dari Pastor Agus Mangundap, Pr, tepatnya pada tanggal 22 Agustus 2009 merupakan anugerah kasih yang tak terhingga dari Tuhan kepada Keuskupan Manado, khususnya untuk pribadi Pastor Agus Mangundap. Dalam kurun waktu 40 tahun, beliau diberikan rahmat, kekuatan, pendampingan, tuntunan dan pemeliharaan Allah sehingga dapat menjalani kehidupan Imamatnya dengan penuh ketaatan, kesetiaan, semangat rela menderita, berkorban dengan rasa cinta, dan pengabdian tanpa pamrih. Suka duka menjalani kehidupan sebagai pribadi, manusia yang lemah, tetapi juga sebagai wakil Allah yang diberikan rahmat Imamat di dunia ini. Pasti, tak sedikit pikiran dan tenaga telah tercurah, tak sedikit karya-karya dari Pastor Agus Mangundap telah beliau tunjukkan, tak sedikit orang juga yang telah merasakan langsung maupun tidak langsung pelayanan pastoralnya. Tidak kecil sumbangsihnya untuk kehidupan bergereja, bernegara dan bermasyarakat. Pantaslah semua itu kita syukuri dan rayakan bersama.
Buku Kenangan 40 Tahun Tahbisan Imamat ini, dibuat tidak lain juga untuk mengungkapkan Rasa Syukur dan Penghargaan dari umat Katolik, atas pelayanan, pengabdian dan karya Pastor Agus Mangundap dimana saja beliau berada, terutama sebagai Imam Diosesan di Keuskupan Manado. Ada banyak kesaksian dan kesan dari pelbagai golongan tentang Pastor Agus, tapi dipilih beberapa saja yang pernah bekerja bersama, cukup dekat dengan pribadi Pastor Agus yang menggambarkan pengalaman manis dan bermakna akan kesaksian hidupnya sebagai gembala/imam dan meninggalkan kesan mendalam.
Kami mengucapkan limpah terima kasih kepada pemberi sambutan dan tulisan kesan terhadap Pastor Agus, juga terima kasih kepada para donatur, sehingga biarpun persiapan untuk penyusunan buku kenangan ini hanya singkat, tetapi bisa terlaksana dan menjadi nyata adanya. Kami percaya Tuhan Allah akan senantiasa memberkati niat dan usaha kita yang baik. (SK)

Selamat Pst Agus untuk perayaanmu….. terima kasih juga Stella boleh mengambil bagian dari perayaan tersebut…. Tidak ada kado yang bagus buat Pastor yang dapat ku hadiahkan, tetapi ketulusan dan kesenanganku dapat membantu apa yang pastor perlukan (terutama selama mengusahakan Buku Kenangan) yang dapat terealisasi. Usaha, pikiran dan tenaga ku semoga dapat diterima dan menjadi hadiah tersirat dari Stella pribadi buat pastor Agus. Pasti ada kekurangan dalam buku tersebut, tapi sudah diusahakan dan memang ada hal-hal yang diluar kapasitas Stella… tapi semoga itu tidak banyak mengecewakan pastor...he..he…
Terima kasih dan Tuhan selalu serta kita. Amin.


No comments: