Saturday, 24 March 2012

25 Maret : Hari Raya Kabar Sukacita (it's my day too)


Seputar Tanggal Perayaan HR Kabar Sukacita

Dari tanya-jawab pada artikel di katolisitas dot org berkenaan dengan perpindahan tanggal perayaan HR Kabar Sukacita yang tahun ini jatuh pada hari Minggu V Prapaskah: di satu sisi sesuai amanat dokumen LITTERAE CIRCULARES DE FESTIS PASCHALIBUS PRAEPARANDIS ET CELEBRANDIS no 11 yang menyatakan bahwa “Hari-hari Minggu dalam Masa Prapaskah harus diutamakan di atas semua Hari Raya Tuhan, dan semua Hari Raya yang jatuh pada salah satu dari Minggu-minggu ini, dipindah ke hari Sabtu”, namun di sisi lain, KWI melalui KomLit telah memindahkannya ke hari Senin,  maka artikel dari Catholic Encyclopedia berikut diterjemahkan untuk membuka wawasan kita di pesekitaran penetapan tanggal perayaan gerejawi yang satu ini.
Hari Raya Kabar Sukacita Santa Perawan Maria (25 Maret), disebut juga dalam kalender lama: FESTUM INCARNATIONIS, INITIUM REDEMPTIONIS CONCEPTIO CHRISTI, ANNUNTIATIO CHRISTI, ANNUNTIATIO DOMINICA. Di Timur, di daerah di mana Maria mengambil peran dalam Penebusan, dirayakan dengan pesta khusus, 26 Desember, Kabar Sukacita adalah perayaan Kristus; dalam Gereja Latin, ini adalah perayaan Maria. Hal ini mungkin berasal sesaat sebelum atau sesudah Konsili Efesus (sekitar tahun 431). Pada waktu Sinode Laodicea (tahun 372) hal itu tidak diketahui; namun St. Proclus, Uskup Konstantinopel (wafat tahun 446), nampaknya menyebutkan hal itu dalam salah satu homilinya. Dia mengatakan, bahwa perayaan kedatangan Tuhan dan Juruselamat, di saat Dia mengenakan sifat manusia pada Diri-Nya (quo hominum genus indutus), dirayakan sepanjang abad kelima. Homili ini, bagaimanapun, mungkin tidak asli, atau kata-katanya mungkin dipahami sebagai Hari Raya Natal.

Dalam Gereja Latin, perayaan ini pertama kali disebutkan dalam Sacramentarium Paus Gelasius (wafat tahun 496), yang kita miliki dalam bentuk sebuah naskah dari abad ketujuh; perayaan ini juga ditemukan dalam Sacramentarium St. Gregorius (wafat tahun 604), salah satu naskah tertanggal dari abad kedelapan. Karena kedua sacramentary (buku Doa Misa) ini mengandung tambahan posterior pada masa Gelasius dan Gregorius, Duchesne (Origines du culte Chrétien – Asal-muasal Ibadah Kristen, 118, 261) memperkirakan asal-muasal perayaan ini di Roma pada abad ketujuh; sementara Probst (Sacramentarien, 264) berpikir bahwa perayaan ini benar-benar termasuk dalam masa Paus Gelasius. Sinode Toledo ke-10 (tahun 656), dan Sinode Trullan (tahun 692) berbicara mengenai perayaan ini sebagai salah satu yang dirayakan secara universal di dalam Gereja Katolik.

Semua orang Kristen Purba (melawan semua kemungkinan astronomi) mengenal tanggal 25 Maret sebagai hari yang sebenarnya dari Wafat Tuhan kita. Pendapat bahwa Inkarnasi juga berlangsung pada tanggal tersebut ditemukan dalam karya pseudo-Cyprianic “De Pascha Computus“, sekitar tahun 240. Tulisan ini berargumen bahwa kedatangan Tuhan dan Wafat-Nya pasti bertepatan dengan penciptaan dan kejatuhan Adam. Dan karena dunia diciptakan pada musim semi, Juruselamat juga dikandung dan wafat tak lama setelah equinox [matahari tepat berada di atas khatulistiwa -red] musim semi. Perhitungan khayalan yang serupa ditemukan pada awal Abad Pertengahan dan beberapa tahun setelahnya, dan kepada mereka, tidak diragukan lagi, tanggal-tanggal Hari Raya Kabar Sukacita dan Natal berutang asal-muasalnya. Sebagai konsekuensinya, martirologi kuno menetapkan penciptaan Adam dan penyaliban Tuhan pada tanggal 25 Maret; juga, kejatuhan Lucifer, Israel melintasi Laut Merah dan pengorbanan Ishak. (Thruston, Christmas and the Christian Calendar – Natal dan Kalender Kristen, Amer. Eccl. Rev., XIX, tahun 568). Tanggal asli dari perayaan ini adalah 25 Maret. Meskipun di zaman dahulu sebagian besar gereja-gereja tidak memelihara perayaan di masa Prapaskah, namun Gereja Yunani dalam Sinode Trullan (tahun 692; kan. 52) membuat pengecualian guna mendukung Kabar Sukacita. Di Roma, perayaan ini selalu dirayakan pada tanggal 25 Maret. Gereja Spanyol memindahkannya ke tanggal 18 Desember, dan ketika beberapa pihak mencoba untuk memperkenalkan ibadah Roma akan perayaan ini pada tanggal 25 Maret, 18 Desember secara resmi dikonfirmasi oleh seluruh Gereja Spanyol melalui Sinode Toledo ke-10 (tahun 656). Hukum ini dihapuskan ketika liturgi Roma diterima di Spanyol.

Gereja Milan, hingga hari ini, menetapkan posisi perayaan ini pada hari Minggu terakhir dalam masa Advent. Pada tanggal 25 Maret, sebuah misa dinyanyikan guna menghormati Kabar Sukacita. (Ordo Ambrosianus, 1906; Magistretti, Beroldus, 136). Orang-orang Armenia yang skismatik kini merayakan perayaan ini pada tanggal 7 April. Karena Epifani bagi mereka adalah perayaan kelahiran Kristus, Gereja Armenia sebelumnya menetapkan Kabar Sukacita pada tanggal 5 Januari, malam sebelum Epifani. Perayaan ini dulunya selalu menjadi hari suci wajib dalam Gereja Universal. Namun hal itu dibatalkan pertama untuk Perancis dan negara2 jajahan Perancis, 9 April, 1802; dan untuk Amerika Serikat, oleh Konsili Baltimore ke-3, tahun 1884. Oleh dekrit S.R.C. [Sacra Rituum Congregatio – Kongregasi Ritus Suci -red], 23 April 1895, peringkat perayaan ini dinaikan dari kelas kedua ganda [setara Pesta dalam kalender liturgi baru -red] menjadi kelas pertama ganda [setara Hari Raya dalam kalender liturgi baru -red]. Jika pesta ini jatuh dalam Pekan Suci atau Minggu Paskah, posisinya dipindahkan ke hari Senin setelah oktaf Paskah. Di beberapa gereja Jerman, adalah merupakan kebiasaan untuk memelihara posisi perayaan ini pada hari Sabtu sebelum Minggu Palma, jika tanggal 25 Maret jatuh dalam Pekan Suci. Gereja Yunani, jika tanggal 25 Maret terjadi pada salah satu dari tiga hari terakhir dalam Pekan Suci, memindahkan Kabar Sukacita ke Senin Paskah; posisinya pada semua hari lainnya, bahkan pada hari Minggu Paskah, dipelihara bersama dengan posisi dari hari tersebut. Meskipun tidak ada oktaf yang diijinkan dalam masa Prapaskah, Keuskupan Loreto dan Keuskupan Provinsi Venesia, Karmelit, Dominikan, Servitus, dan Redemptoris, merayakan perayaan ini dengan satu oktaf.

25 Maret  : Maria menerima Kabar gembira dari Malaikat Gabriel
Salam engkau yang penuh rahmat, Tuhan sertamu, terpujilah engkau diantara wanita. Demikianlah salam Malaikat Gabriel kepada Maria. Selanjutnya Malaikat Allah itu berkata: Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki- laki dan hendaklah engkau menamai Dia, Yesus.
Gereja merayakan peristiwa ini secara khusus mengingat arti dan maknanya bagi keselamatan manusia. Boleh dikatakan peristiwa Sabda menjadi daging berawal pada saat Maria menyatakan kesediaannya dan persetujuannya kepada Malaikat Gabriel, pembawa kabar gembira itu, dan semenjak itu pula Maria menjadi Bunda Allah. Satu hal yang harus kita camkan dalam hati ialah hormat Allah pada Maria sebagaimana terlihat dalam permintaan kesediaan Maria untuk menerima Sabda Allah dalam rahimnya. Disini Allah tidak memaksa Maria, tetapi meminta kesediaannya. Maria sendiri menyadari bahwa Tuhan memilih dia karena menganggap dia layak untuk menerima kabar gembira itu. Tetapi sebagai manusia, Maria masih tampak ragu- ragu akan makna kabar itu. Oleh karena itu, ia menanyakan lebih lanjut keterangan dari malaikat Allah itu: Bagaimana hal ini mungkin terjadi ? Dan ketika ia sudah merasa pasti akan makna kabar gembira malaikat itu, Maria berkata: Aku ini hamba Tuhan; terjadilah padaku menurut perkataan Mu.(sumber :  http://www.imankatolik.or.id/kalender/25Mar.html)

Rasa ingin tahu seputar Hari Ulang Tahunku yang ternyata oleh Gereja Katolik Dirayakan sebagai HR Kabar Sukacita. Saya ingin tahu, latar belakang dan apa saja tentang hari raya itu… saya hanya menyakini bukan kebetulan Tuhan menetapkan hari lahirku melalui ibuku tercinta pada tanggal ini. Yang bisa ku ambil dari story mengenai Hari Raya Kabar Sukacita, dihubungkan dengan kelahiranku, adalah bahwa Tuhan punya rencana baik dalam hidupku, semoga aku mampu dan dianugerahi Tuhan sebagai orang yang selalu membawa kabar baik bagi sesamaku… dan hidupku pun boleh jadi berkat bagi orang lain. Semoga hari raya Kabar Sukacita ini menumbuhkan dalam diri kita (pembaca) semangat ketaatan pada Allah dan kesediaan berkerja sama dengan Allah dalam karya penyelamatan Nya. amin

No comments: