Saturday, 24 December 2011

St. Fransiskus dan Gua Natal

Refleksi di Malam Natalku...

St. Fransiskus dan Gua Natal
oleh: Romo William Saunders *

Fransiskus & Gua Natal
Cerita tentang asal mula gua Natal berawal dari kisah seorang yang sangat kudus, St. Fransiskus dari Asisi.

Pada tahun 1223, St. Fransiskus - seorang diakon - mengunjungi kota Grecio untuk merayakan Natal. Grecio adalah sebuah kota kecil di lereng gunung dengan lembah yang indah terhampar di hadapannya. Masyarakat sekitar menanami daerah yang subur itu dengan pohon-pohon anggur. St. Fransiskus menyadari bahwa Kapel Pertapaan Fransiskan akan terlalu kecil untuk dapat menampung umat yang akan hadir pada Misa Natal tengah malam. Jadi, ia mendapatkan sebuah gua di bukit karang dekat alun-alun kota dan mendirikan altar di sana. Tetapi, Misa Natal kali ini akan sangat istimewa, tidak seperti Misa-misa Natal sebelumnya.

St. Bonaventura (wafat tahun 1274) dalam bukunya “Riwayat St. Fransiskus dari Asisi” menceritakannya dengan sangat baik:

“Hal itu terjadi tiga tahun sebelum wafatnya. Guna membangkitkan gairah penduduk Grecio dalam mengenangkan kelahiran Bayi Yesus dengan devosi yang mendalam, St. Fransiskus memutuskan untuk merayakan Natal dengan sekhidmat mungkin. Agar tidak didakwa merayakan Natal dengan tidak sepatutnya, ia minta dan memperoleh ijin dari Bapa Uskup. Kemudian St. Fransiskus mempersiapkan sebuah palungan, mengangkut jerami, juga menggiring seekor lembu jantan dan keledai ke tempat yang telah ditentukannya. Para biarawan berkumpul, penduduk berhimpun, alam dipenuhi gema suara mereka, dan malam yang kudus itu dimeriahkan dengan cahaya benderang dan merdunya nyanyian puji-pujian. St. Fransiskus berada di depan palungan, bersembah sujud dalam segala kesalehan, dengan bercucuran air mata dan berseri-seri penuh sukacita; Kitab Suci dikidungkan oleh Fransiskus, Utusan Tuhan. Kemudian ia menyampaikan khotbah kepada umat di sekeliling tempat kelahiran sang Raja miskin; tak sanggup menyebutkan nama-Nya oleh karena kelembutan kasih-Nya, ia menyebut-Nya sang Bayi dari Betlehem. Seorang prajurit yang gagah berani lagi saleh, Yohanes dari Grecio, yang karena kasihnya kepada Kristus telah meninggalkan kemapanan dunia ini dan menjadi sahabat orang kudus kita, menegaskan bahwa ia melihat Bayi yang sungguh menawan luar biasa, sedang tidur dalam palungan. Dengan sangat hati-hati, St. Fransiskus menggendong-Nya dalam pelukannya, seolah-olah takut membangunkan sang Bayi dari tidur-Nya. Penglihatan prajurit yang saleh ini dapat dipercaya, tidak saja karena kesalehan ia yang melihatnya, tetapi juga karena mukjizat-mukjizat yang terjadi sesudahnya meneguhkan kebenaran itu. Sebagai contoh St. Fransiskus, jika dianggap oleh dunia cukup meyakinkan, dapat menggairahkan segenap hati yang tak peduli akan iman kepada Kristus, dan jerami dari palungan, yang disimpan oleh penduduk, secara ajaib menyembuhkan segala macam penyakit ternak, dan juga wabah-wabah lainnya. Dengan demikian, Tuhan dalam segala hal memuliakan hamba-Nya dan meneguhkan kemanjuran doa-doa kudusnya yang luar biasa dengan mengadakan keajaiban-keajaiban serta mukjizat-mukjizat.”

Meskipun kisah di atas cukup kuno, pesannya bagi kita jelas. Gua Natal yang kita tempatkan di bawah pohon Natal merupakan tanda pengingat yang kelihatan akan malam itu ketika Juruselamat kita dilahirkan. Semoga kita senantiasa ingat untuk melihat dalam hati kita, sang Bayi mungil dari Betlehem yang datang untuk membebaskan kita dari dosa. Semoga kita senantiasa ingat bahwa kayu palungan yang membuai-Nya dengan nyaman dan aman, suatu hari kelak akan menyediakan kayu salib bagi-Nya. Semoga kita juga senantiasa memeluk Dia dengan segala cinta dan kasih sayang seperti yang dilakukan St. Fransiskus. Kepada segenap pembaca, saya mengucapkan Selamat Hari Natal yang kudus.   

* Fr. Saunders is president of Notre Dame Institute and pastor of Queen of Apostles Parish, both in Alexandria.

sumber : “Straight Answers from Fr. William Saunders: St. Francis and the Christmas Creche”; Copyright (c) 1996 Arlington Catholic Herald, Inc. All rights reserved.
Diperkenankan mengutip / menyebarluaskan artikel di atas dengan mencantumkan: “diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya atas ijin The Arlington Catholic Herald.”

Tuesday, 1 November 2011

Menantikan waktu Tuhan

Jangan Tergesa-gesa, Nantikan Waktu Tuhan

detail_img

Tuhan mempunyai waktu yang sempurna dan cara yang benar untuk segalanya. Tetapi orang di jaman ini ingin sesuatu yang instant: cara cepat dalam mendapatkan segala sesuatu. Sayangnya, cara instant tersebut akan membawa orang ke dalam banyak masalah.

Percayalah bahwa Tuhan menghendaki agar Anda mendapatkan yang terbaik dalam hidup ini. Jangan terburu-buru, jika sesuatu atau seseorang mendesak Anda untuk memutusakan sesuatu maka itu adalah saatnya untuk berdoa, membaca firman dan meminta tuntunan Tuhan. Apa lagi jika Anda harus membuat keputusan yang besar dalam hidup Anda, mintalah  nasihat dari orang-orang yang lebih rohani atau otoritas Anda, baik itu Pembina rohani Anda, orangtua Anda, dan juga gembala Anda (2 Korintus 13:1).
Salah satu contoh nyata buruknya ketergesa-gesaan adalah kisah hidup Saul. Suatu saat Saul, raja bangsa Israel akan berperang melawan Filistin. Melalui Nabi Samuel, Saul diperintahkan Tuhan untuk menunggu selama tujuh hari dan setelah itu Samuel akan datang dan mempersembahkan korban sebelum bangsa Israel pergi berperang. Sayangnya perintah sederhana yang Tuhan berikan itu tidak ditaati oleh Saul karena ia di desak oleh keadaaan saat itu.
Ia menunggu tujuh hari lamanya sampai waktu yang ditentukan Samuel. Tetapi ketika Samuel tidak datang ke Gilgal, mulailah rakyat itu berserak-serak meninggalkan dia. Sebab itu Saul berkata: "Bawalah kepadaku korban bakaran dan korban keselamatan itu." Lalu ia mempersembahkan korban bakaran. ~ 1 Samuel 13:8-9
Dan ketika Samuel datang, inilah pembelaan Saul:
"Karena aku melihat rakyat itu berserak-serak meninggalkan aku dan engkau tidak datang pada waktu yang telah ditentukan, padahal orang Filistin telah berkumpul di Mikhmas, maka pikirku: Sebentar lagi orang Filistin akan menyerang aku di Gilgal, padahal aku belum memohonkan belas kasihan TUHAN; sebab itu aku memberanikan diri, lalu mempersembahkan korban bakaran." 1 Samuel 13: 11-12
Akibat tindakan bodoh Saul yang terburu-buru membuat keputusan itu, Tuhan menolak Saul dan memberikan tahta kerajaan Israel itu kepada Daud.
Terburu-buru atau panik menunjukkan bahwa Anda tidak mempercayai Tuhan sepenuhnya. Seperti Saul, Anda mencoba menolong Tuhan. Di awal artikel ini saya menuliskan bahwa Tuhan mempunya waktu yang sempurna untuk segala sesuatunya. Jadi, jika sesuatu tidak berjalan seperti yang Anda inginkan atau Anda di desak untuk membuat keputusan padahal Anda belum yakin betul, maka yang Anda perlu lakukan adalah bersabar, berdoa dan bertanya kepada Tuhan.

Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah. ~ Yesaya 40:31
Saya senang mendapatkan link ini.... terus terang saya merasa lebih dikuatkan, ditengah tekanan dan pertanyaan yang sering dialamatkan kepadaku, oleh siapa saja yg mengenalku dan punya perhatian denganku, sehingga pertanyaan yg paling sering adalah "kapan engkau akan menikah?"
Pertanyaan yg tidaklah sulit, tetapi  menyulitkan untuk menjawab karena bagiku pribadi... itu bukanlah sesuatu yg urgent dalam hidup ini, menikah membutuhkan banyak pertimbangan baik mental maupun kesiapan fisik, material dan terutama moril. Banyak masalah terjadi dlm hidup pernikahan karena sesuatu yg buru2 ataupun tidak dipikirkan matang, hanya demi cinta, emosi sesaat, desakan orang tua, pertimbangan umur, dll. Absurd menurutku.... ukuran pakaian ku tidaklah mungkin dipakaikan kepada orang lain, demikian juga sebaliknya. 
Kebahagiaanku, tidak sama dengan kebahagiaan orang lain... mungkin menikah merupakan kehidupan yg bahagia, tetapi bukan berarti orang yg belum menikah tidak bahagia dlm hidupnya?
Tuhan tahu kapan waktuku yang tepat... mungkin secara manusia, saya sebagai perempuan dianggap "ketuaan" dlm segi ini, tetapi saya hanya mau menyerahkan semua kehidupanku kepadaNya. 
Tuhan berkenan untukku menikah tahun ini, atau mendapat beasiswa untuk lanjut study, atau tetap menjalani pekerjaan di manado atau bagaimana? hanya Tuhan yang tahu ke depannya... mungkin juga tahun ini justru jodohku menunggu di tempat dimana aku ingin berada, atau tempat studyku nanti? Only God know :)


Wednesday, 5 October 2011

Berdoa Rosario

“Ketika Aku berada di dunia ini, Akulah Cahaya dunia ini”

Pengantar

    Pada tahun 2003 yang lalu Paus Yohanes Paulus II mengeluarkan penambahan peristiwa baru dalam doa rosario selain dari peristiwa-peristiwa yang sudah kita kenal dalam doa rosario. Peristiwa ini disebut dengan peristiwa cahaya untuk mengenangkan kehidupan Tuhan kita Yesus Kristus ketika ia berkarya dan hidup di dunia ini; untuk melaksanakan kehendak Bapa-Nya di surga yaitu menyelamatkan umat manusia dari dosa-dosanya dengan wafat di kayu salib sampai dengan kebangkitan-Nya yang mulia dengan mengalahkan maut. Bersama dengan Maria, kita sebagai umat beriman berdoa untuk keselamatan dunia dari dosa-dosa serta keterpurukan yang saat ini merajalela dan persatuan umat kristen di seluruh dunia memohon agar kerajaan-Nya terjadi di dunia ini.

    Peristiwa Cahaya dalam Doa Rosario
Pada tanggal 16 Oktober 2002, Sri Paus Yohanes Paulus II merayakan ulang tahun yang ke-24 sebagai Bapa Suci. Pada waktu yang sama Bapa Suci mengeluarkan 2 ketetapan yang menakjubkan yaitu:
    1.    Menetapkan bahwa bulan Oktober tahun 2002 sampai bulan Oktober tahun 2003 sebagai Tahun Rosario. Dan beliau meminta kita untuk berdoa rosario bersama Maria untuk perdamaian dunia dan persatuan keluarga-keluarga kristiani.
    2.    Perubahan yang jarang terjadi dalam doa rosario karena adanya penambahan peristiwa baru dalam doa rosario, yang disebut Peristiwa Cahaya, yang terdiri dari lima peristiwa dari doa rosario untuk menghormati karya Kristus ketika Ia berada di dunia ini. Sehingga peristiwa-peristiwa rosario yang lama yaitu lima Peristiwa Gembira, lima Peristiwa Sedih, dan lima Peristiwa Mulia ditambah dengan lima Peristiwa Cahaya.

Dan kelima Peristiwa Cahaya itu adalah :       1.     Pembaptisan di Sungai Yordan – Permulaan karya-Nya dan misi-Nya di dunia ini.
    (2 Kor. 5:21, Mat. 3:17)
    2.   Perkawinan di Kana – Munculnya Yesus untuk pertama kalinya di tengah-tengah dunia dan Mukjizat-Nya Pertama.
    (Yoh. 2:1-11)
     3.   Yesus Mewartakan Kerajaan Allah- Panggilan umum seluruh umat kristiani untuk memperluas Kerajaan Allah di dunia ini.
    (Mrk. 1:15, Mrk. 2:3-13; Luk. 7:47-48, Yoh. 20:22-23)
       4.     Transfigurasi – Yesus dimuliakan di atas Gunung Tabor.
    (Luk. 9:35)
        5.     Misteri Ekaristi – Penghormatan gereja terhadap Misteri Paskah.
     (Yoh. 13:1).

Komentar Bapa Suci terhadap setiap Peristiwa Cahaya : 1.    “Pembaptisan di Sungai Yordan merupakan permulaan dari peristiwa cahaya.” Sri Paus menyatakan: “Disini Kristus merendahkan diri saat dibaptis dengan air oleh Yohanes Pembaptis di sungai Yordan, Dia yang tidak mengenal dosa dibuat-Nya menjadi ‘dosa’ karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah (2 Kor. 5:21), dan terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” (Mat. 3:17), dan Roh Allah turun atas-Nya yang mengandung suatu misi keselamatan umat manusia yang harus Ia laksanakan di dunia ini.”
2.    Peristiwa cahaya yang kedua adalah ditandai dengan Perkawinan di Kana (Yoh. 2:1-11), ketika Kristus mengubah air menjadi anggur dan peristiwa ini membuka hati dan menambah iman para murid, di sini pula kita bersyukur terhadap inisiatif Maria yang mendorong Puteranya untuk membuat mukjizat-Nya yang pertama di Kana, dan melalui peristiwa perkawinan di Kana ini, membuktikan Maria sebagai seorang wanita sederhana yang sungguh-sungguh percaya kepada Allah dan ia percaya bahwa Kristus adalah Anak Allah.
3.    Peristiwa cahaya yang ketiga adalah ketika Yesus memberitakan Injil Allah dan mengatakan bahwa Kerajaan Allah sudah dekat, yang merupakan panggilan umum semua umat kristiani untuk mewartakan dan meluaskan kerajaan Allah di dunia ini (bdk. Mrk. 1:15). Pengampunan dosa bagi semua orang yang percaya kepada-Nya (bdk. Mrk. 2:3-13; Luk. 7:47-48): Permulaan karya-Nya yang penuh dengan belaskasihan yang Ia teruskan sampai akhir dunia ini melalui Gereja-Nya yang satu, kudus, dan apostolik. Kerahiman-Nya dan pengampunan-Nya atas dosa-dosa manusia yang dilimpahkan kepada umat-Nya melalui  Sakramen Pengakuan Dosa atau Sakramen Rekonsiliasi yang dipercayakan kepada Gereja.” (bdk. Yoh. 20:22-23)
4.    Puncak dari peristiwa cahaya ini adalah Transfigurasi, yang menurut tradisi gereja diyakini ketika Yesus dimuliakan di atas Gunung Tabor. Kemuliaan Allah yang terpancar pada wajah Kristus dan terdengarlah suara dari dalam awan itu, yang berkata: “Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia” (bdk. Luk. 9:35) dan persiapan penderitaan Yesus, kebangkitan-Nya yang mulia dan kehidupan yang dipenuhi oleh Roh Kudus.
5.    Peristiwa cahaya yang terakhir adalah Misteri Ekaristi, Yesus telah menyerahkan tubuh dan darah-Nya sebagai pengampunan dosa bagi umat manusia. Sekarang oleh Gereja-Nya dilambangkan dengan roti dan anggur dan memberikan suatu kesaksian ‘hingga kekal’ cinta kasih-Nya yang tidak bersyarat kepada umat manusia (lih. Yoh. 13:1), yang menjadi keselamatan umat manusia ketika Yesus menyerahkan seluruh hidupnya sebagai kurban cinta kasih, suatu kurban yang lebih luhur dari kurban manapun di dunia ini.

Kapan Doa Rosario dengan Peristiwa Cahaya Didoakan?Bapa suci meminta agar seluruh umat kristiani mendoakan rosario dengan mengikutsertakan peristiwa cahaya ini. Jika selama ini peristiwa mulia didoakan pada hari Sabtu dan Minggu. Sekarang hari Sabtu didoakan sebagai peristiwa gembira. Alasannya:  hari Sabtu merupakan hari istimewa, hari yang dipersembahkan kepada Maria. Dengan merenungkan peristiwa gembira kita menghormati Bunda Maria dengan merenungkan peristiwa ketika Maria menerima kabar gembira dari malaikat Gabriel. Maka, peristiwa gembira dipindahkan ke hari Sabtu, sehingga hari Kamis dapat mendoakan rosario dengan peristiwa cahaya.
Kalau sebelumnya setiap hari Senin dan Kamis mendoakan “Peristiwa Gembira”. Hari Selasa dan Jumat mendaraskan “Peristiwa Sedih”. Hari Rabu, Sabtu, dan Minggu merenungkan “Peristiwa Mulia”. Setelah Bapa Suci Yohanes Paulus II  menambahkan Peristiwa Cahaya dalam doa rosario pada bulan Oktober yang lalu, urutan hari dan cara mendoakannya pun berubah. Hari Senin dan Sabtu dipakai untuk mendoakan “Peristiwa Gembira”; hari Selasa dan Jumat untuk mendaraskan “Peristiwa Sedih” dan hari Minggu untuk mengenangkan “Peristiwa Mulia.” Sehingga hari Kamis ditetapkan oleh Tahta Suci untuk merenungkan “Peristiwa Cahaya.”  Untuk lebih jelasnya dapat melihat tabel yang disusun di bawah ini :

 
Hari             Aturan yang baru                         Aturan yang lama
Senin            Peristiwa Gembira                           Peristiwa Gembira
Selasa           Peristiwa Sedih                                Peristiwa Sedih
Rabu            Peristiwa Mulia                                 Peristiwa Mulia
Kamis         PERISTIWA CAHAYA                      Peristiwa Gembira
Jumat          Peristiwa Sedih                                  Peristiwa Sedih
Sabtu           Peristiwa Gembira                            Peristiwa Mulia
Minggu        Peristiwa Mulia                                  Peristiwa Mulia

    Apakah tanggapan umat beriman terhadap Peristiwa Cahaya yang dikeluarkan oleh Bapa Suci?
Inilah tanggapan umat beriman yang dikumpulkan setelah pengumuman penambahan peristiwa cahaya pada doa rosario pada bulan Oktober yang lalu.
   
    “Saya ingin melayani Allah, Bunda Maria dan seluruh umat Allah”
Saya menerima Peristiwa Cahaya dalam doa rosario hari kamis yang lalu. Tidak ada kata-kata yang dapat saya lukiskan tentang keindahan peristiwa baru dari doa rosario ini. Sungguh mendorong saya untuk terus bertekun dalam doa. Rosario menjadi doa saya setiap hari  sehingga saya dapat “berdoa dengan manis.” Saya sungguh mencintainya!! Saya memegang manik-manik rosario dan mengagumi keindahannya ketika saya berdoa. Ketika saya memejamkan mata saya dan merenungkan peristiwa cahaya ini dan membayangkan Bunda Maria menatap saya dengan lembut, rasa-rasanya saya ingin menghabiskan sisa hidup saya dalam sebuah biara untuk menjadi “Pelayan Maria” bagi dunia ini. Saya percaya dari tahun-tahun sejak pertama kali saya berdoa rosario, rosario membimbing dan menyentuh saya untuk semakin mengasihi dan mencintai Allah dengan lebih sungguh lagi, akhirnya saya pun hanya berdoa : “Bunda Maria, ingatkan saya untuk berdoa dan melayani Puteramu dengan jalan apapun. Ia membimbing saya dalam kehidupan ini”. Dengan berdoa rosario ini saya melayani Allah dan Bunda Maria dan seluruh umat Allah.
Aleta T (DC)
    “Inilah keputusan Bapa Suci yang terbaik”
Bukankah ini merupakan sesuatu yang luar biasa bagi kita. Sejak Paus Pius kita mengadakan pembaharuan dalam Gereja. Saya yakin ini terulang kembali pada Bapa Suci Yohanes Paulus II dengan mengeluarkan peristiwa cahaya dalam doa rosario.
 ILY Mary B (VA)
    “Menjadikan hidup ini sangat berharga”
Peristiwa cahaya dalam rosario ini mengenangkan lima peristiwa yang sangat menyenangkan! Peristiwa-peristiwa ini mengingatkan akan simbol-simbol yang indah dan kegembiraan iman kita yang dianugerahkan Tuhan kepada kita dengan tiada terbatas dan khususnya ketika kita mengenangkan Tuhan Yesus yang berkarya di dunia untuk menyembuhkan dan memulihkan hidup kita. Ia membuka mata hati kita kepada kebenaran dan berkat dari sabda-Nya. Sudah selayaknya kita merayakan kelima peristiwa cahaya ini dalam doa rosario! Betapa menggembirakan, membahagiakan jika berdoa rosario, sehingga kita menyadari bahwa hidup itu berharga di hadapan-Nya. Semoga Tuhan memberkati kita selalu.
Mary S (IN)
    “Setiap orang harus menghormati kelima peristiwa baru ini”
Jika kita menghormati kelima peristiwa cahaya ini pasti sungguh membahagiakan hati kita (sebagaimana saya mengetahuinya ketika saya mulai mendoakannya) ini merupakan inspirasi yang indah dalam hidup saya, dan saya tidak sabar untuk kembali ke rumah dan merenungkan peristiwa-peristiwa cahaya ini.
Maria K (MS)

“Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.” (Yoh. 14:27)



Ibu Maria adalah nama santa pelindungku... saya selalu berharap dapat diperhatikan oleh Ibu Maria untuk doa dan permohonanku. Peristiwa apapun dalam hidup ini, ku kisahkan dan ku ceritakan hanya kepada Ibu Maria, agar ia dapat menyampaikannya kepada Bapa melalui putra, Yesus Kristus. Semua perstiwa dalam Devosi kepada Ibu Maria, merupakan rahmat yang tak terselami, yakin dan percaya saja, itu akan mendatangkan berkat melimpah dalam hidup kita. Tuhanku, lindungilah hidupku dan orang-orang yang selalu berada denganku. amin. (STELLA)

(Dikumpulkan dari berbagai sumber, www.carmelia.net)

Thursday, 25 August 2011

Hasil SERDOS-ku

Inilah hasil online dari DIKTI tentang sertifikasi dosenku. 

Oya, kusisipkan juga Persyaratan Mengajukan Sertifikasi Dosen, agar supaya dapat menjadi informasi buat pembaca juga :

  1. Dosen Tetap : Dosen PNS Dpk pada PTS atau Dosen Tetap Yayasan (bukan PNS Departemen baik Depdiknas maupun Non Depdiknas);
  2. Memiliki Nomor Induk Regitrasi Dosen Nasional (NIDN);
  3. Dosen yang telah memiliki masa kerja sekurang-kurangnya 2 tahun di PTS dimana ia bekerja sebagai Dosen PNS DPK /Dosen Tetap Yayasan;
  4. Memiliki jabatan akademik sekurang-kurangnya Lektor;
  5. Memilki kualifikasi akademik sekurang-kurangnya lulus S2, dibuktikan dengan Ijazah yang sudah dilegalisir oleh pihak yang berwenang (asli/cap basah);
  6. Melaksanakan Tridharma perguruan tinggi dengan beban kerja paling sedikit 12 SKS pada setiap semester di PTS dimana ia bekerja sebagai Dosen PNS DPK /Dosen Tetap Yayasan;
  7. Dosen yang belum memiliki kualifikasi akademik magister (S2)/ setara dapat mengikuti sertifikasi apabila:
    1. Mencapai usia 60 tahun dan mempunyai pengalaman masa kerja 30 tahun sebagai dosen, atau mempunyai jabatan akademik Lektor Kepala dengan golongan IV/c (Dosen PNS Dpk).
    2. Memiliki kriteria butir 1 dan 5 diatas
  8. PTS pengusul serdos harus memperhatikan rasio dosen:mahasiswa untuk bidang IPA 1:20 (toleransi s/d 1:30) dan bidang IPS 1:30 (toleransi s/d 1:45).
Catatan:
  • Dosen yang diusulkan tidak sedang melaksanakan Tugas Belajar;
  • Batas usia tidak melebihi 64 tahun;
  • Tidak sedang diusulkan untuk mendapatkan jabatan akademik Guru Besar (Profesor);
  • Tidak sedang menjalani hukuman administrasi tingkat sedang atau berat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku;
  • Prosedur pemilihan peserta Sertifikasi Dosen dapat dibaca pada Buku Panduan Sertifikasi Dosen I, II, dan III yang dapat diunduh di www.dikti.go.id 
  • Terima kasih Tuhanku, untuk rahmat dan berkat yang telah Kau beri, aku yakin dan percaya SERDOS ini merupakan salah satu anugerahMu dalam kehidupanku dan profesi yang sudah ku-pilih. Aku hanya tetap berpegang pada jalanMu, dan berkat semua rahmat kepandaian, mandiri, profesional, kerjasama yang baik, dukungan institusi dan lainnya, aku bisa menjadi Dosen yang baik, jujur, dapat diandalkan, profesional dan hal lain sesuai dengan kehendakMu. amin

Tuesday, 2 August 2011

Sertifikasi Dosen

Sejak ditetapkan oleh PTU (Perguruan Tinggi Pengusul) bahwa namaku masuk mengikuti Sertifikasi Dosen untuk jatah yang diberikan DIKTI tahun 2011 ini, maka tidak lama namaku dan beberapa teman (7 orang yg lain) diajukan ke KOPERTIS WIL. IX Makassar. Aku mulai mempersiapkan semua berkas, file, dokumen yang menunjang untuk itu.

Sekarang ini Pemerintah tidak lagi membedakan Dosen Perguruan Tinggi Negeri atau swasta, semua yang memenuhi syarat untuk itu berhak untuk dapat sertifikasi.. hanya saja secara bertahap. Itulah sebabnya, Dosen dengan pangkat/Golongan tertinggi, dimulai dari semua Professor sudah tersertifikasi dari tahun2 sebelumnya. Lalu berturut-turut Lektor Kepala, Lektor dan mungkin sampai ke Asisten Ahli.                          

Singkatnya, sejak kembali dari Malang dimana waktu itu saya 4 bulan disana (20 Maret- 23 Juli 2011), saya diharuskan pagi, siang, malam, melotot di depan komputer, sibuk dengan dokumenku dan diisi secara online di website serdos dikti : www.serdos.dikti.ac.id.... hahaha setiap hari melototi komputer, mengisi itu karena deadline tgl 1 gustus 2011 jam 24.00 wah wah wah.... syukurlah komputer sih bukan hal yang baru dan aku tidaklah gaptek dgn itu. Saya hanya diberikan akun dan pasword, dan sudah mulai mengisi hanya dlm waktu 5 hari semuanya selesai sudah. Thanks untuk laptopku, dan modem, jaringan internet saat itu tidak ngadat sehingga dapat diselesaikan 5 hari tsb... Tuhan sayang dan memperhatikan usaha dan kebutuhanku :))

Memang telah terjadi perubahan sistem secara fundamental. Sistemnya terintegrasi mulai dari proses penetapan calon peserta, proses penyusunan berkas portofolio, proses penilaian berkas portofolio, pengelolaan hasil penilaian berkas portofolio, dan sistem monitoring dan evaluasi, yang sebelumnya dilakukan secara konvensional, semuanya dilakukan secara online. Dengan ONLINE prosesnya tidak menggunakan kertas samasekali (paperless, kecuali saat nge-print lembar pengesahan, itupun di-scan dan diupload jadi data digital lagi). Ada gurauan dari panitia PTU, ‘jaman sekarang kalau masih ada dosen gaptek, inilah saatnya sedikit belajar’, Hehe…

Bagi dosen yang familiar dengan teknologi internet saja, (tentu tidak terlalu repot) hanya dengan sedikit beradaptasi dan berhati-hati pada prosedurnya,insya Allah lancar. Tapi bagi rekan-rekan dosen yang tidak begitu familiar tentu kebat-kebit juga. Apalagi ada tombol ‘maut’ –validasi–, mengintai. Tanpa sengaja menekan itu, karena mousenya bergeser aktif, atau sekedar coba-coba bisa menyebabkan, FATAL. Makanya harus dicermati seluruh isian, cermati setiap ada verifikasi, dengan pilihan ‘YA’ or ‘TIDAK’, karena itu menentukan langkah anda mendapatkan sertifikat. Untuk serdos, jangan coba-coba !!!’

Saat itu yang peserta lakukan adalah :
1. Melengkapi data isian berupa Curriculum Vittae (CV)
2. Melengkapi dan memvalidasi Biodata
3. Mengunggah Pas Foto diri untuk keperluan sertifikat
4. Melakukan penilaian Penilaian Persepsional Diri
5. Menyusun dan menuliskan dokumen/narasi Deskripsi Diri
6. Mengunggah (upload) Lembar Pengesahan Dokumen Portofolio
Intinya, mengisi dengan jujur dan benar. Jujur berarti tidak mengada-ada, dan benar berarti mengikuti prosedur entri data sesuai dengan petunjuknya. Itu saja.
Mengenai nilai kejujuran dan kebenaran dari isian kita, itu menjadi tugas dan wewenang Asesor dari Perguruan tinggi Penilai Sertifikasi (PTPS), yang beliau-beliau-nya, DYS tidak punya akses untuk tahu.
Akhirnya selesailah sudah, pas tgl 1 Agustus 2011 jam 10 pagi, saya telah memverivikasi semua data, Validasi, sudah menunduh Lembar Pengesahan yang di ttd oleh PR 1 kami Prof. Lucia Mandey, MS (yang waktu itu ku cari sampai di Pasca Sarjana Unsrat) dimana beliau lg menguji mahasiswa Pasca. Terima kasih Tuhanku semua dapat diselesaikan. Saya sudah usahakan semaksimal mungkin dengan harapan LULUS.


Saturday, 25 June 2011

thanks to my new friend

Terima kasih teman baruku....
Serasa punya 'chemistry', karena engkau bisa membidik keadaanku dengan sangat tepat. Kita baru saling kenal, tetapi serasa 'long time friend'.
Dari situ bisa ku nilai bahwa engkau begitu pengertian dan bersahaja, dibalik sikap humor dan kata-kata yg terkadang 'dirty jokes', tapi engkau merefleksikan that you are smart and brave, you are humble and wild hahaha... I have the feeling about it... you are wild but on the track :))

You said to me :
You are master of survival.
People dont see your burden.
They are blinded by your shine.

Thanks, my friend. These words... strengthen me, as who I am.

Monday, 7 March 2011

Pertarungan... cayooo

Saya senang artikel di bawah ini :

Apapun yang Anda perjuangkan melalui pertarungan – pasti merupakan sesuatu yang penting bagi Anda.  Itu sebabnya Anda dikenal dari apa yang Anda pertarungkan. (Mario Teguh)

Dalam hidup Anda sering menghadapi pertarungan.  Berbagai macam pertarungan telah Anda lewati bukan?  Mulai dari Anda mencari pacar, jodoh, mencari pekerjaan, mempertahankan prestasi di depan supervisor Anda, argumentasi dengan atasan, dll … semuanya adalah pertarungan yang membutuhkan talenta Anda di dalamnya.
Sayangnya tidak semua orang bisa memilah dan memilih, mana-mana pertarungan yang mengharuskan kita untuk terjun di dalamnya atau justru kita hindari.
Hal-hal sepele (peanut) yang tidak penting, yang membuat nyali tarung Anda menggelora dan memaksa Anda untuk bertarung dengan orang lain menunjukkan dengan sesungguhnya bahwa SEPELE lah dan kecillah Anda.
Lain halnya jika yang Anda pertarungkan hal-hal yang SANGAT BAIK dan BERNILAI, maka begitulah orang lain akan menganggap Anda.
Hidup memang harus memilih, demikian juga dengan ‘pertarungan’ dalam kehidupan Anda.  Oleh karenanya, janganlah membuang setiap detik dari waktu Anda untuk bertarung dengan hal-hal yang sepele.  Naikkanlah KELAS Anda dengan hanya bertarung pada hal-hal yang BERNILAI dan BERGUNA paling tidak untuk diri Anda sendiri dan untuk selanjutnya bagi yang lain.
Akhirnya saya harus katakan bahwa: YOU ARE STRONGER THAN YOU THINK YOU ARE
By Kata-kata Mutiara

Yuup, benar juga... saya tidak mau lagi debat kusir dengan orang yang menjadi boneka orang lain... just peanut... saya hanya menghabiskan energi.... ilmu yg tinggi nda sebanding dengan sikap arogannya dan munafik, kelihatan manis di muka bos, tapi sok di luarnya... kasihan... kasihan... berlindung, dan cari aman dgn kepentingan sendiri dan kelompok.... tetapi biarlah....yang terpenting aku tidak mau lagi dengan sesuatu yg menguras energi percuma...memikirkan dan jadinya nda fokus lagi..... lebih baik fokus dengan sesuatu yang BERNILAI dan BERHARGA untuk pengembangan pribadi dan pengetahuan, serta wawasanku.

Tuhanku, lancarkan jalanku.... perbaharui sikapku..... berikanlah  kekuatan untuk selalu mengamini jalanMu dan rancanganMu dalam hidupku. amin

Wednesday, 19 January 2011

How will I know

In my single life that I dare to claim my wonderful moments, lately I always being asked by somebody, friends or even family but not my dear parents..... when will I release my single-life?
I just can smile about it.... because I have faith that God creates us in His goal that leave a mistery for all of us. I just can answer all the questions about it through 'the good written of someone' that he sends it to me via my email.
I got this thought so many years before (maybe it's already 8 years ago), and I agree with it. I want to share also for all my single-friends (upss still many of them)......... and this is my answer for you.

The choice of a marriage partner should not be based on "I get a warm, wonderful feeling whenever we're together and I want to have that warm wonderful feeling forever, so let's go get married". Feelings, as we have discussed, have no logic on their own. They need to be acknowledged, of course, but they need considerable assistance from your brain.
Marriage means choosing the person you will spend the rest of your life with. This, as you may have guessed,is a very long time to spend with one person. This person will live with you, eat meals with you, sleep with you, and go on vacation with you. More important yet, this person will share your children. You need to choose wisely. The decision should not be made based on feelings alone. You need to ask yourself some tough questions.

The decisions have to be made on solid considerations.
Will this person be a good partner? Is she mature enough to put her own selfish desires aside to look out for what is best for the family? Is he prepared tobe a good provider? What is his track record? Is he responsible enough to get a good job and keep it?
Will this person be a good parent? Can you stand the thought of your children turning out exactly like this person? They will, you know. Children spend a lot of time with their parents and consequently pick up many or most of their parents' character traits. You had better like your spouse's traits a lot because you will be seeing them again in your children.
If something were to happen to you, would you completely trust this person, alone, with the ask of raising and forming your children? This is not a pleasant thought, but it is an important consideration. Not everyone dies at a ripe old age with great grandchildren gathered around the bed. Sometimes a parent dies and leaves young children in the care of the other parent. If you feel that you would need to be around to correct or lessen this person's influence on your children, then you are considering the wrong person.

Does this person share your faith in God? God does not give us children so that we can mold them into the coolest, most popular people in school. Our job is to get them to heaven. To do that, we need to raise them believing in God. It is tough to do that if only one parent believes. Saying "this is right and this is wrong, and I want you to ignore Mommy until you are thirty-five" does not work. Small children ask about eight skillion questions in a single day. The answers to those questions go a long way toward forming the kind of adults they will become. Who will be answering those questions for your children?
Does this person you are marrying have sexualself-control? Single people sometimes have this idea that marriage is just some kind of lifelong sex festival and that as long as they have each other, they will never be tempted by other people. Wrong!
There are many times in every marriage when one partner or the other is sexually unavailable -illness, the last months of pregnancy, travel, so on. There are also times when spouses, just get on each others'nerves. At times like this, other people can seem very appealing. That can be dangerous, because there are plenty of very attractive people out there who are willing to make them available to married men and women.
Do you want someone who has never said "no" to sex? If he is not good at saying "no" at eighteen, it won't be different at forty. Do you want to worry about whether or not your spouse is being faithful? These are very important questions, and if you are not comfortable with all of the answers, you should definitely not marry this person.

None if this is to say that feelings play no role at all in a marriage decision. You don't have to, "Well,I suppose that you would make a good spouse and parent, so even though I don't particularly like you I guess I'll marry you' (?). You need to be happy and excited about the prospect of spending your life with someone. Your brain however , must acknowledge that this person as a good catch.

Don't listen to your heart alone or your head alone. Wait until your heart and head agree.

Thank you God, you are giving me so much lessons, experiences and thoughts. I've learned so much in my life. You had given me so much and I want appreciated it for what I have. This journey is still a long way, but with you I know I won't be alone. Praise the Lord!

Sunday, 9 January 2011

Bersyukur

Banyak syukur yang kupanjatkan kepada-Mu Tuhanku, untuk segala penyertaan-Mu sepanjang 2010... memang bagiku bukanlah merupakan tahun yang ku rasakan sangat bahagia.... perasaanku mengatakan biasa-biasa saja.... ada juga kesusahan dan perasaan sedihnya, meskipun Tuhan selalu juga memberikan kepadaku banyak kebahagiaan....

Hal-hal sedih dan mengecewakan sudah terjadi :
- putus lagi dengan seseorang, tetapi justru dari situ aku belajar, bahwa mereknya seperti gelar tinggi, agama sama, umur tidak berarti kematangan pribadi, malah ku rasakan lebih childish dan tidak membawaku kepada arah yang lebih membahagiakan. Tidak ingin mengeluarkan hal-hal yg buruk, karena aku tidak mau lagi mengingat apapun tentang dia, doktor yang sombong dan berhati musang. akhirnya ku sadari semua harus diakhiri. Dlm tahun 2010, dapat seseorang yang baik lagi, kupikir begitu, dengan pengalaman hidupnya, dengan umur matang, tetapi kembali lagi agama dijadikan kendala baginya dan juga ke minderan keluarganya. Lelah hati dan sikap harus selalu meyakinkannya untuk 'fight' untuk sesuatu yang kita rasa benar, hmmmm untuk apa semua ini kalau hanya menyakiti hati mereka, akhirnya pun aku tidak mengalami kebahagiaan.... dengan penghindaran duluannya, akhirnya ku putuskan saja..... tapi yahhh namanya masih ada rasa itu (katanya).. tetap aja dikejar biarpun seperti istilah 'malu-malu kucing'. ndak gentle ahhh.... males aku nanggapinya. Sekarang jadinya aku yg lelah menghindarinya :(

- retaknya hubungan pertemanan... rasanya semuanya itu akan susah dihilangkan semudah membalikkan telapak tangan... bagai luka, ia sudah sembuh tetapi juga ia punya bekasnya.... ku pikir hanya waktu yg bisa menghapuskannya.  Didorong, disemangati, dibantu... tetapi apa yg ku dapat? mendapat teman seperti dia, rasanya baru kali ini bisa begini, malah kerugian-kerugian yg ku alami.... rugi sakit hati, rugi hilangnya kepercayaan orang lain hanya karena pengaruh dia, rugi finansial krn keputusan dan kebijakan yg tidak adil hanya krn sistem... yg malah menguntungkan segelintir orang tetapi merugikan bagi lebih banyak orang. Walahualam punya teman begitu.... tetapi karena masih di lingkungan yg sama, terpaksa bersandiwara saja.... senyum dipaksakan, tawa no way lah untuknya, semuanya hanya sekedarnya saja dulu. Bagiku punya teman seperti itu lebih baik tidak ada..... hati lebih enak menjalaninya, aku sih sudah tidak mau berurusan atau jg tau urusannya..... kita lihat saja deh siapa yang sebenarnya benar dan punya bobot... hmmmm.... Daripada harus bersandiwara, lebih baik jaga jarak dulu... :( teman yg baik, adalah di saat duka, teruji di saat susah, harusnya ia mengerti, aku berteman dengnnya dari masa2 susahnya... ia banyak kali curhat dengan keadaannya, ehhh setelah sudah merasa 'lebih' , baru naik jabatan segitu... sombongnya minta ampun. Sayang sekali, atasan mungkin juga belum tahu, sopan sepertinya tetapi musang hatinya. Saya mengerti sekarang apa yg terjadi dengan 2 temanku, yg akhirnya pindah.. atau tepatnya "dipaksa" pindah ke tempat kerja lain, karena memang tidak lg bisa bekerja sama..... ku sadari sekarang siapa yg "benar" antara mereka... karena akhirnya aku pun bisa tahu hati dan pikirannya, tidak baik tuh dijadikan teman orang model gitu!

- belum lolosnya beasiswa yang ku ajukan, cukup mengecewakan. setelah banyaknya usaha, dan harapan yang tertanam.... tetapi akhirnya semuanya ada waktunya. coba lagi pastinya.... semoga bisa berhasil di tahun 2011 ini.... Hal ini menjadi fokus untuk ku agar bisa lebih baik dan baik ke depannya. amin

Hal-hal yang menggembirakan tentu saja banyak sekali.... terima kasih Tuhanku... :
- kesehatan badan, jiwa dan sejahtera untuk hidup keluargaku, mami dan papi tetap sehat dan saya masih punya orang tua... ini hal yang sungguh disyukuri, karena tidak semua masih bisa seperti ini...dalam susah dan senang, bahu membahu, saling menyayangi sebagai satu keluarga. Ini anugerah lyuar biasa dari Tuhan buatku.
- kata orang jomblo ku agak aneh, tetapi bagi lebih banyak orang, kehidupan single ku dan aktifitasnya, serta keberadaanku banyak di puji dan membuat iri teman2 (iri dalam hal positif yaa)... yahh mungkin mereka mengalami byk kegagalan dlm rumah tangga, atau tidak sejahtera lahir batin sampai bisa iri tuh :) Pengalaman hidup beberapa temanku yang tidak happy dlm keluarganya, menjadikan jg pelajaran berharga untukku. Waktu, kesempatan, kebersamaan bahkan punya anak dlm hidup mereka, tidak membuat ikatan itu makin kuat, justru kebosanan, kepedihan hati, sakit kepala, lelah banyak dikeluhkan kepadaku... kasihan..kasihan... kasihan... deh

- resolusi 2010, pingin ke Bali terwujud sudah.... hmmm pengalaman yang asyiiik dan senang di sana... sangat refreshing dan kumpul dengan keluarga di Bali.... mudah2an bisa kesana lagi dengan suasana berbeda... skalian honeymoon hehehehe

- Syukuri atas pekerjaanku... akhirnya jadi dosen tetap aja. biarpun tidak punya jabatan, tetapi hati ini lebih rilex daripada teman2ku yang lain.... banyak hal ku dapat,,, antara lain waktu ku yang lebih fleksible... bisa dipakai untuk hal berguna lainnya. males terkurung 8 jam without nothing... apalagi suasana yg tidak kondusif, tidak bagus untuk mental, jauh dari bos-bos yg tidak suportif, bahkan bukan memanusiakan tapiu 'memakan' orang lain.... ku syukuri Tuhanku, kalau harus jauh dari orang-orang seperti ini. Ku syukuri bahwa toh... ada jabatan atau tidak, hati yang bersyukur dan mampu menerima keadaan ini, hal yang paling membanggakan... ku jalani dengan hati syukur, karena ku tahu, apa yg terjadi pasti ada maksud untuk hidupku. huhuyyyy. No one can walk backward into the future.... karena sudah terjadi.... diaminkan... perubahan ke depan semoga ada dan dapat dirasakan manfaatnya.

- saya bersyukur punya teman-teman dekat yang selalu memperhatikan dan menopangku di kala susah.... hal-hal pemberi semangat dan selalu ada untukku..... sehingga hidup ini jadi terasa lebih indah dan berwarna. apapun keberadaanku, mereka selalu ada untukku.

- fans.. fans... fans.... aku bukanlah artis dan selebiriti terkenal, bukan secantik cleopatra, bukan seanggun putri raja, bukan sepandai margareth teacher, bukanlah seprang primadona... tetapi kok, tetap aja hidupku, banyak di kelilingi dan 'diganggu' para lelaki pengagum :)) hehehe... sok benar nih bilangnya.... tetapi yahh maksudnya bahwa biar gini, banyak yg suka juga sihhhh hahahaha..... tinggal dipilih sebenarnya... tetapi my head and my heart must agree. Karena ini hidup bukan cuma sekedar punya suami, anak, dll... tetapi bagaimana hidup ini terisi dengan hal-hal baik, bermanfaat bagi diri sendiri dan sesama.

- Banyak lagi peristiwa yang Tuhan ijinkan ku jalani dan ternyata membahagiakanku.... Tuhanku, terima kasih untuk semuanya itu, ku syukuri semuanya.... hal-hal sedih atau mengecewakan toh lewat juga, aku bisa kuat, tegar dan mampu, dan banyak kuambil hikmah dari kejadian-kejadian itu, tetapi lihatlah Engkau juga mengimbanginya dengan peristiwa membahagiakan dalam hidupku tiap-tiap hari...... sambil tetap berharap agar 2011 ini hidupku lebih bahagia, lebih sehat, lebih sejahtera, dan harapan-harapanku bisa terwujud di 2011.. amin... amin.... amin.

Aku masih hidup untuk bersyukur pada Tuhan karena tidak semua doaku dikabulkan. Yang kudapati dan kupercaya, TUHAN menjawab doa kita dg 3 cara :
1. TUHAN mengatakan YA; maka kita akan MENDAPATKAN APA YG KITA MINTA,
2. TUHAN mengatakan TIDAK; maka kita akan mendptkan yg LEBIH BAIK,
3. TUHAN mengatakan TUNGGU; maka kita akan mendptkan yg TERBAIK sesuai dg kehendak-NYA.

TUHAN tidak pernah terlambat, DIA jg tidak tergesa2... DIA selalu tepat waktu, dan akan indah sesuai waktu-Nya. :)   Praise to you My Lord

Tuesday, 21 December 2010

Kaulah segalanya di hatiku

AKU DILAHIRKAN DI TENGAH MALAM SEKITAR JAM 11 MALAM.
PERJUANGAN IBUKU BUKAN HANYA DARI JAM ITU, TETAPI DARI KEMARINNYA MENAHAN SAKIT TIADA TARA. DARI JALAN TOAR BERJALAN KAKI KE RUMAH SAKIT GUNUNG WENANG, ITU DILAKUKANNYA UNTUK MEMUDAHKAN JALANKU LAHIR.

BERTAHUN-TAHUN IBU MENGASUHKU BERTAHUN-TAHUN PULA AKU TAK SERING BERTERIMA KASIH AKU TELAH LUPA AKAN JASA IBUKU AKU TELAH LUPA SEMUA DOSAKU PADA IBUKU

IBU…. SEMBILAN BULAN ENGKAU BERJUANG MENGANDUNGKU LALU ENGKAU BERTARUH NYAWA MELAHIRKANKU PERJUANGANMU SUNGGUH BERAT IBUKU SEBAGAI ANAKMU YANG PERTAMA, AKU TAHU SEGALANYA DIKORBANKAN UNTUK KEBAIKANKU. MAAFKAN AKU IBUKU…. AKU TAK PERNAH BERTERIMA KASIH ATAS JASAMU IBU, MAAFKAN ANAKMU YANG BANYAK BERDOSA PADAMU INI

SEKARANG, AKU AKAN BERTERIMA KASIH PADAMU ATAS SEGALA JASAMU YANG TAKKAN BISA KUBALAS SAMPAI KAPANPUN ____ SEBAIK APAPUN AKU MERASA MEMPERLAKUKANMU SEKARANG, KASIH SAYANG, JASA DAN PENGORBANANMU TIDAK MUNGKIN TERBALAS.

SELAMAT HARI IBU.......... TUHAN SENANTIASA MENYERTAIMU, IBUKU SAYANG. YANG SELALU KUPINTA ADALAH KESEHATAN DAN KEBAHAGIAAN IBUKU. TETAP DOAKAN ANAKMU AGAR SEMUANYA BAIK-BAIK SAJA DAN SEHAT SELALU.  AMIN

ENGKAU SEGALANYA DI HATIKU :)

Thursday, 9 December 2010

Kiriman teman baikku via ketawa.com (diterima dgn senang hati dehhh... biarpun kayaknya ngejek nih.... maklum penghujung tahun, katanya lewat lagi hihihi.... akunya tenang2 aja... sekitarku pada bengong and prihatin, hwkhwk.... btw.. makasih ya..........

Doa Minta Jodoh berbagai Edisi

Category: Humor Umum

Ya Tuhan... kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku, Jauhkanlah. (edisi wajar)

Ya Tuhan... kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku, Tolong dibantu yak! Bimsalabim jadi apa prok 3x! (edisi Pak Tarno)

Ya Tuhan... kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku, tolong dicek lagi ! Mungkin salah baca. (edisi ngotot)

Ya Tuhan... kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku, TER LA LU... (edisi Bang Rhoma Irama)

Ya Tuhan... kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku, tolong isi pulsa mama yaaaa. (edisi penipu)

Ya Tuhan... kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku,saya hanya bisa prihatin (edisi SBY)

Ya Tuhan... kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku, temennya lucu juga. (edisi nawar)

Ya Tuhan... kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku, kenapa dia ada di GOLKAR? (edisi oposisi)

Ya Tuhan... kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku, SALAH GUE?!! SALAH TEMEN-TEMEN GUE?!! (edisi AADC)

Ya Tuhan... kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku, ya sudahlah... (edisi Bondan feat Fade 2 Black)

Ya Tuhan... kalau dia ini jodohku, lindungilah dia! Jangan sampai dia tertukar ato hilang. (edisi sendal saat Shalat Jumat)

Ya Tuhan..kalau dia jodohku, dekatkanlah, sayangilah dan lindungilah ia. Biarkan ia mendapatiku dengan keadaan yang paling baik dan semuanya dimudahkan dan dilancarkan untuk kami (edisi pribadi hihihi)

Monday, 29 November 2010

My lessons

My lessons in a few months (along this year) :
Ketika kerjaku tak dihargai orang, disitu aku belajar KETULUSAN.
Ketika usahaku dinilai tidak penting, disitu aku belajar KEIKHLASAN.
Ketika hatiku terluka, disitu aku belajar MEMAAFKAN.
Ketika aku lelah dan kecewa, disitu aku belajar KESUNGGUHAN.
Ketika aku merasa sendiri/sepi, disitu aku belajar KETANGGUHAN.
Ketika aku harus membayar biaya yang sebenarnya tak perlu kutanggung, disitulah aku belajar KEMURAHAN HATI.

Oh Tuhan susah sekali belajar tulus, ikhlas, maaf dan minta maaf, kesungguhan, ketangguhan dan kemurahan hati. Di balik semua itu harus ada pengendalian diri dan juga kebesaran hati menerima keadaanku dan keadaan serta karakter orang di sekelilingku……………..
Pray for today :
Tuhanku, aku tidak meminta kemudahan kepadaMu, tapi berikanlah aku KEKUATAN untuk semua masalahku kini dan nanti. amin

Friday, 19 November 2010

Kisah Sang Putri


Bersyukur dan berbesar hati membuat Putri tidak takut dipecat, tidak takut kehilangan rejeki walaupun si Boss sentiment dan merasa berkuasa penuh dan berlaku sombong.
(Sebuah Adaptasi dari Kisah nyata, Nama-nama dan alur cerita sudah diganti untuk menjaga privasi tokoh asli)

Si Putri (bukan nama sebenarnya) seorang Guru biasa, status sebagai staf kadang dipandang enteng oleh beberapa oknum Perusahaan Bimbel tempatnya mengajar.

Si Putri masih bujangan, hidup cukup baik, dengan banyak sekali teman karena ia memang senang bergaul, sehingga Putri cukup dikenal di tempatnya bekerja. Beberapa masalah dalam pekerjaannya, ia selalu dapat menyelesaikan dengan baik, karena di dalam otaknya selalu saja ‘terselip’ pemikiran bahwa inilah pilihan hidupku dan pilihan hidup yang merupakan anugerah yang Tuhan sudah takdirkan. Ia berkawan baik dengan pria maupun wanita di perusahaan bimbel itu (ada Dolly, Gerung, Nessa, Roki, Asep, Rossa, dll), kadangkala mereka sepulang kantor pergi nongkrong untuk makan malam bersama, dan cerita-cerita yang mengalir apa adanya. Putri banyak tahu keadaan, harapan dan apa yg mereka lakukan, karena cerita-cerita bersama tsb. Demikian juga ‘curhat’ baik pribadi, keadaan keluarga maupun soal pekerjaan mereka. Putri memang banyak menjadi tempat curhat karena memang orangnya menarik dan dapat dipercaya. Oleh sebab itulah ia dipercaya oleh atasan-atasannya, dan pernah dipercaya mendampingi mereka sebagai asisten biarpun hanya juru ketik.

Masa berganti, waktu bergulir. Salah satu temannya yang baik dipercaya menjadi salah satu pimpinan di perusahaaan, pimpinan kolektif dengan bos besar, penentunya. Tentu saja Putri bersyukur, karena dari awal ia juga men-suport agar berani mengambil tanggung jawab dan kepercayaan yang diberikan atasan, karena temannya merasa kurang PD dikarenakan banyak hal. Akhirnya toh ia menerimanya, biarpun sepertinya boneka pajangan awalnya.

Hanya dalam jangka waktu beberapa bulan semuanya berubah 180 derajat. Putri justru banyak mengalami ‘masalah’ dengan teman-temannya (yang masih dianggap temannya). Biarpun Putri memang menyadari dengan penuh, sebagai pimpinan mereka sudah bukan sama seperti dulu lagi dlm hal pekerjaan dan tanggungjawab.
Putri benar-benar kaget ketika duduk santai dan gembira di bus antar kota,  tiba tiba handphonenya berdering saat Bus menjelang masuk Tol, “Putri, dimana? Ini murid-murid sudah menunggu, saya nggak enak ini sama murid” Kata Dolly, yang berjabatan Manager.
“ waduh saya lupa…, saya sedang di Bus mau ke keluar kota pak, saya benar benar lupa, karena semua tempat saya mengajar libur, sampai membuat saya lupa kalau di tempat ibu tidak libur,” Jawab Putri. “WADUH GIMANA SIH KAMU, saya kan tidak enak sama murid-murid, kamu melalaikan tugas-tugasmu, tidak hadir, banyak terlambat, senin kamu menghadap saya” Kata Ibu Dolly mengulang kekesalannya, sambil berteriak histeris karena marahnya. Ok Bu, saya akan datang menghadap.  “Iya maaf” jawab Putri yang mendengar suara gagang telepon ditutup dengan keras seperti dibanting.
Bunyi gagang telepon dibanting membuat Putri tak enak hati dan mengirim sms : “maaf bu, mhn maklum, bertahun-tahun saya mengajar baru sekali ini saya benar-benar jadi begini, biasanya juga saya hadir 30 menit sampai satu jam sebelum kelas dimulai, maaf bu”. Sms itu tidak dibalas Bu Dolly.

Dalam perjalanan di bis situ, Putri jadi teringat ketika itu Perusahaan Bimbel juga melakukan kesalahan dengan Meliburkan diri tetapi Ibu Dolly Alpa (lupa) memberitahu Putri dan murid-muridnya sehingga muridnya duduk melongo menunggu Rolling Door di buka, dan setelah Putri menelepon menanyakan kenapa TuTUp, ternyata mendapat jawaban Libur, karena para Pimpinan dan Karyawan Perusahaan lain  sedang senang-senang darma wisata. Saat itu Putri memaafkan dengan sabar tanpa rasa kesal seperti kesalnya Bu Dolly dengan Lupanya Putri dalam tugas. Sungguh tidak adil.
Di sepanjang perjalanan, Bus melaju cepat menyusuri jalan tol, sambil memandang Jalan yang lurus, Putri duduk di dekat pak Supir, Putri merasa sedih hanya karena Lupa, sebagai sifat alami manusia tetapi, karena Bu Dolly itu pimpinan/manager cabang berhak marah dan kesal seolah menolak permintaan maafnya, tetapi sebaliknya Putri tidak marah  (atau tidak bisa marah?), benar-benar tulus memaaafkannya yang juga pernah Lupa dan mengecewakan Putri dan Murid-murinya yang kecewa menunggu rolling door dibuka sambil melongo di emperan Ruko tempat bimbingan belajar itu berada. Dan masih banyak hal tidak profesional yang dibuat dengan beralasan pada sistem, tetapi para staf dan honorer, orang-orang 'kecil' dan level rendahan hanya bisa pasrah, menerima nasib dan dilarang keras bersuara. :(

Sejak peristiwa “LUPA” itu, Bu Dolly tidak pernah memberi jadwal mengajar baru, walaupun sudah sebulan dua bulan Putri menanyakannya, Saat itu kantong Putri menipis untuk membayar uang Kost. Putri merasa Bu Dolly memecatnya secara sepihak, begitulah nasib Guru Honor bila bertemu sosok Mr/Mrs Arrogan seperti Bu Dolly, bila Mr/Mrs Arrogan kepepet butuh guru, maka Mr/Mrs Arrogan akan kembali meminta tolong Putri,, tetapi begitu semuanya beres sang Mr arrogan akan Memecat seenaknya, merekrut seenaknya. Pandang enteng dan ignored, Tata tertib dalam administrasinya sebenarnya tidak beres. Yang diuntungkan hanya segelintir teman-temannya sekarang, yang 'pernah' menolongnya untuk mendapatkan posisi sekarang dan menerima 'kesejahteraan' lebih dengan system baru yg dibuat perusahaan.

Senin, si Putri menghadap bos arrogan tersebut, ternyata tunjangannya dikurangi karena selama ini dianggap dan dinilai, tidak melakukan tugas dengan benar. Hancur hati Putri, bukan karena jumlah uang yang akan dikurangi, tetapi semua hal berseliweran di hati dan pikirannya, kenapa karena ia membangkang sekali saja, karena ia 'mengkritik' kebijakannya, kelakuannya, karena masa-masa itu tidak dalam kondisi fit dan pikiran ‘lupa’, tetapi kok langsung mendapat ‘Punisment”… dimana di depan mata, dalam perusahaan tersebut, begitu banyak para bos, yang tidak kelihatan selama berbulan-bulan, atau datang seminggu, menghilang 3 minggu, tidak jelas kerja dan kontribusinya, ada juga yang datang pagi sekali, atau jam makan siang, atau jam tutup kantor (dimaklumi katanya, karena ia bekerja di instansi lain, tugas pokoknya ada di sana), ada juga yang pulang pergi seenaknya, kontraknya paruh waktu, tetapi sejam aja di tempat ngajar, lalu pergi lagi. Mengapa mereka tidak ‘ditindaki’ ditegur dan mendapat pengurangan seperti yang dialami Putri. Sungguh, apakah karena Putri hanya seorang guru biasa, staf biasa, sehingga ‘berani’ dipanggil dan ditegur, serta menerima ‘punisment’ untuk tugas yang tidak dilakukan? Sementara yang lebih besar kesalahannya, berdalih para bos dan tidak diperlakukan demikian. Berdalih level yang tidak sama, yah jelas tidak sama perlakuan???!!!
Dimana keadilan itu? Dimana ‘rasa pertemanan’ itu? Dimana hatinya dan mereka, hai para bos yang terhormat?!!!

Akhirnya dengan berbesar hati, Putri menerima semua konsekuensinya, tanpa harus melihat keberadaan orang lain. Putri berusaha, mampu menjalani tugas-tugas yang ‘masih’ ada dengan segala kemampuan dan kerelaannya, karena hanya itu yang bisa membuatnya ‘happy’ bila berangkat ke tempat tugas.

Putri lebih bersyukur dan terus berdoa agar Allah mengganti rezeki bimbel yang hilang, dan ternyata Allah maha kaya, maha mendengar doa hambanya yang terzhalimi. Putri mendapat job menterjemahkan dokumen sebanyak 20 halaman dari kerabat dekatnya. Putri tidak memasang tarif, setelah seminggu, terjemahannya selesai Putri mengira hanya dibayar sedikit, ternyata Uang dalam Amplop itu sebanyak 1 juta, Terima kasih Tuhan untuk mengganti tunjangan bimbel 450 rb yang dikurangi pimpinan yang arogan tersebut.

Tuhan memang maha mengetahui semuanya, seiring berjalannya waktu, semuanya akan diperjelas dengan kapasitas masing-masing, Tuhan akan memberi rejeki yang halal, tanpa harus memakan rejeki orang lain, tanpa harus menerima rejeki yang bukan haknya, tanpa harus merasa kekurangan. Tuhan mengerti dan tahu, dan akan selalu menjaga Putri, itu sesuatu kekuatan yang selalu muncul dalam dirinya… kopi yang Tuhan seduh untuknya manis, tanpa harus merasa ‘kecil’ karena cangkir yang dipakaikan orang terhadapnya. Putri belajar dari pengalaman, dan itu ia terima sebagai bagian dari perjalanan hidupnya. Justru disinilah matanya jelas terbuka, hatinya jelas berkata: "cast away them, wrath with benevolen".
Kesedihan hanya sementara, tetapi kebahagiaan sejati ke depan akan lebih indah untukmu, Putri.

Monday, 18 October 2010

REUNI

Kumpul, ngerumpi, temu kangen... teman-teman semasa SMP

Nda sangka ehh selama 21 tahun kita terpisah, akhirnya tetap bisa ketemu lagi dan bercanda riang bersama. Kalau dulu masih malu-malu maklum masih kecil hahaha.... masih SMP, tetapi skrg sudah pada besar... sudah jadi ibu dan bapak... dengan latar pekerjaan yang berbeda-beda tetapi teteep aja, bila ketemu dengan teman lama, serasa jadi ABG aja tuuuh.
Dulu, kami semua bertemu di sekolah yang sama, SMP Negeri I Manado. Itu sekolah terletak di Dendengan Luar Manado. Sekolah favorit dan yang kuingat menerima NEM tinggi dari SD... jadi rata-rata yg masuk sekolah itu dulu juara-juara deh di SD-nya masing-masing. hmm boleh dong berbangga sedikit :)
 Kalau dulu sih, belajar, berteman, bermain dan melakukan aktifitas yang terasa 'simple' dan biasanya hanya lebih kepada sesama teman satu kelas aja.... makanya sekarang begitu ketemu-an... ahh pasti tanya-tanya.. yg ini siapa ya.. nama ku kenal, mukanya udah lain... atau ada yg tetap kuingat mukanya ehh namanya siapa sihh... lucu deh malam itu...
 Setelah dari Bali, aku ke Jakarta tgl 15 Okt 2010, karena diingatkan si Arie Papene untuk datang karena ada reunian di Jakarta, angk. 89 alumni Spensa Mdo... tepatnya di Putri Duyung Cottage, Ancol. Ok deh... mereka pada surprise ada beberapa org dari Manado yg bisa datang ke Jakarta untuk itu.... lumayan kami ada 4 orang.... termasuk aku, yg sebelumnya udah bilang nda bisa datang... tetapi ehh ada berkat, skalian waktu dari Bali mau pulang Manado, yah ok lah mampir 2 hari di Jakarta.

Jam 7 malam dari Bali, sampe Jakarta jam 08.15, langsung pakai taxi ke Ancol.... haha nekat juga.. demi ketemuan dgn teman-teman lama. Ngerumpi semalaman, makan-makan, pokoknya cerita yang mengalir... enak juga suasananya...  selain yg ngumpul teman-teman yg memang tinggal di Jakarta, tetapi ada jg khusus datang dari Batam, si penggagas dan juga yg bayarin cottage tempat kita ngumpul... usahawan sukses dari Batam Mr Arie... ... juga atas makanan yg enak dari Mrs. Achen Pelengkahu.. (my close friend) jg ibu pengusaha sukses di Jakarta dan Bandung. Kami yang terkumpul malam itu, 20 orang.
Yang berkesan adalah... apapun keberadaan kami sekarang, tetapi tidak merubah pertemanan yg sudah pernah terjalin.... malah ada yg berpuluh tahun baru ketemu.... kayak aku dan teman sebangkuku dulu Achen, krg lebih 20 thn kemudian baru ketemu, tetapi cerita2 yang mengalir... semuanya open dan nyaman sekali mereka ke aku dan akunya ke mereka. Sekarang selain kita bertambah dewasa, lebuh berumur, sudah jadi mama papa muda, ada jg yg msh single ;), dengan macam-macam latar pekerjaan juga, ada ibu RT, pramugari, manajer hotel JW Mariot, GM-nya hotel Mulia Senayan, pengusaha sukses, dosen, ketua yayasan, konsultan, dll, tetapi namanya berteman... tetap aja akan jadi teman. Stella bersyukur sekali.. dari dulu selalu mendapat teman 'yang baik' kepadaku, sehingga kami mampu menjaga agar semuanya baik baik saja sampai kini. Tidak sama deh dgn pengalaman baru-baru ini... pernah punya teman, baru naik jabatan segitu aja... ehh langsung sombong jadinya... hmm.. beda banget ya dgn org org atau teman-teman ku yang ini, hmmm sudah sukses dimana-mana, sejahtera amaat, tetapi humble dan care... aku bersyukur punya teman mereka.

 Lelahhh ngerumpi, tidurlah aku di kamar utamanya dengan si Lusi dan kakaknya achen... hehe yg lain di kamar sebelah dan para lelaki di luar alias di sofa :)

Esok pagi... seruuuu masih lagi cerita-cerita n bercanda.... dasar..... tapi sempat juga setelah yg lain pada pulang rumah, aku dan syuli jadi penunggu putri duyung, selama 2 jam, sebelum dijemput achen dan diantar jalan-jalan dengan mitsubishi pajeronya... ok deh kalau begitu.... lunch di Bandar Djakarta... lalu ke apartemennya, dengan Syuli..... rameeee tuhhh..... makasih ya... aku senang dengan kalian... biarpun sempat BT juga karena harus nunggu awalnya.
 Terima kasih Tuhan untuk persahabatan yang manis ini.... amin.

Tempat Wisata Menarik Di Bali (yang sempat ku kunjungi)

Selama 5 hari di Bali (10-15 Okt 2010), cukuplah untuk pergi ke tempat-tempat wisata terkenal disana.  Selain keindahan alam, wisata budaya, kuliner dan belanja hmmm asyiik untuk dinikmati…  inilah sekilas apa yang dapat kusajikan :

Ubud
Ubud, yang terletak di kabupaten Gianyar, menawarkan wisata seni dan budaya untuk pengunjungnya. Semenjak wisata di Bali booming, kawasa
n Ubud pun berkembangan menjadi sentra untuk hasil kerajinan seni di Bali mulai dari ukiran kayu, kerajinan emas dan perak, lukisan dan seni lainnya. Kehidupan budaya lokal Bali pun masih dijaga kuat di sini. Di sini tidak boleh ada diskotik dan bioskop.

Tidak heran, di kawasan Ubud banyak dijadikan sebagai tempat belajar seni bagi utamanya wisatawan asing. Mereka tinggal di sini dan sehari-harinya diisi dengan belajar interaksi dengan penduduk lokal. Desa Mas, di wilayah Ubud, dikenal sebagai pusat penghasil ukiran kayu yang tiada duanya. Hampir di sepanjang jalan dan rumah anda akan menjumpai ukiran seni khas Bali dalam bentuk apapun, juga
sebagai pengrajin emas dan perak, selain itu menjadi tempat favorit untuk mendapatkan cinderamata. Pura banyak sekali terdapat disini, begitu juga ada Puri tempat tinggal turunan raja Ubud. Syukurlah aku dan keluarga, juga tinggal di salah satu Puri namanya Puri Anyar, tempat enak, tenang dan sepi di dalammnya, biarpun tinggal beberapa keluarga di dalamnya.
 

Wednesday, 13 October 2010

Ngaben Tjokorda Bagus Raka


Upacara Ngaben di Bali
(yang kuikuti sehubungan dengan meninggalnya pamanku Tjokorda Bagus Raka)

Jenazah dimandikan oleh saudara dan anak-anaknya
Tgl 5 Okt 2010, kami keluarga di Manado mendapat kabar bahwa Mas Bagus biasa dipanggil, (atau aku panggil Om Bagus) telah meninggal dunia. Memang beliau memiliki sakit udah cukup lama, Diabetes dan komplikasi lainnya. Mami dan tante-tanteku pingin pergi ke Bali mengikuti acara tersebut, ahhh Stella pingin juga dong, meninggalkan rutinitas sejenak di kerjaan :))

Jenazah terbaring setelah dimandikan, di tengah Puri
Banyak hal kupelajari, kuperhatikan dan menjadi kenangan, baik budaya, adat, kebersamaan dlm keluarga yang ku dapat selama di Bali. Kami dengan keluarga di Bali memang jarang ketemu, tante Nina Karundeng, istri Om Bagus yg lebih sering ketemu kalau beliau ke Manado.
padma tempat jenasah, 9 tingkat tingginya

diarak sepanjang jln Ubud
Prosesi Ngaben sendiri hanya pernah ku dengar yaitu adat kremasi seorang yg meninggal. Tetapi keseluruhan makna apa itu, sama sekali aku tidak mengerti. Di sana banyak dijelaskan, dan sedikit yg bisa kutangkap adalah Ngaben adalah upacara penyucian atma (roh) fase pertama sbg kewajiban suci umat Hindu Bali terhadap leluhurnya dengan melakukan prosesi pembakaran jenazah. Badan manusia terdiri dari badan kasar, badan halus dan karma. Badan kasar manusia dibentuk dari 5 unsur yg disebut Panca Maha Bhuta yaitu pertiwi (zat padat), apah (zat cair), teja (zat panas) bayu (angin) dan akasa (ruang hampa). Kelima unsur ini menyatu membentuk fisik manusia dan digerakan oleh atma (roh). Ketika manusia meninggal yg mati adalah badan kasar saja, atma-nya tidak. Nah ngaben adalah proses penyucian atma/roh saat meninggalkan badan kasar. Ada beberapa pendapat ttg asal kata ngaben. Ada yg mengatakan ngaben dari kata beya yg artinya bekal, ada juga yg mengatakan dari kata ngabu (menjadi abu).

Dalam Hindu diyakini bahwa Dewa Brahma disamping sbg dewa pencipta juga adalah dewa api. Jadi ngaben adalah proses penyucian roh dgn menggunakan sarana api sehingga bisa kembali ke sang pencipta yaitu Brahma. Api yg digunakan adalah api konkrit untuk membakar jenazah, dan api abstrak berupa mantra pendeta utk mem-pralina yaitu membakar kekotoran yg melekat pada atma/roh. Upacara Ngaben atau sering pula disebut upacara Pelebon kepada orang yang meninggal dunia, dianggap sangat penting, ramai dan semarak, karena dengan pengabenan itu keluarga dapat membebaskan arwah orang yang meninggal dari ikatan-ikatan duniawinya menuju sorga, atau menjelma kembali ke dunia melalui reinkarnasi. Karena upacara ini memerlukan tenaga, biaya dan waktu yang panjang dan besar, hal ini sering dilakukan begitu lama setelah kematian. Kalau untuk orang biasa (atau belum punya biaya), mayat dikubur dulu, baru setelah beberapa orang meninggal di daerah itu, dikumpul untuk Ngaben bersama-sama (maksudnya jg mengurangi biaya). Untunglah keluarga Om Bagus, memang harus diakui adalah turunan Raja di Ubud, punya uang, anak-anaknya jg 5 orang, saling patungan untuk biaya prosesi ini dari kematian tgl 5 Okt 2010 sampai  dibilang oleh Pendeta tgl 12 Okt 2010 adalah Hari Baik untuk kremasinya. Jadi di Puri Anyar Ubud (rumah mereka), acara selama 7 hari 6 malam. Orang-orang desa, masyarakatnya (disebut Banjar) datang silih berganti masuk Puri, untuk membantu apa saja yg bisa dibuat/dibantu, seperti tatakan sesajen, rangkaian bunga, tempat mayat, dekorasi rumah, dll… jadi keluarga menanggung biaya semuanya, termasuk makan orang-orang yang datang siang dan malam…….. waduhhh memang sudah seperti itu adatnya… dan memakan biaya yg tidak kecil.


Untuk menanggung beban biaya, tenaga dan lain-lainnya, kini masyarakat sering melakukan pengabenan secara massal / bersama. Jasad orang yang meninggal sering dikebumikan terlebih dahulu sebelum biaya mencukupi, namun bagi beberapa keluarga yang mampu upacara ngaben dapat dilakukan secepatnya dengan menyimpan jasad orang yang telah meninggal di rumah, sambil menunggu waktu yang baik. Hari baik biasanya diberikan oleh para pendeta setelah  melalui konsultasi dan kalender yang ada. Persiapan biasanya diambil jauh-jauh sebelum hari baik ditetapkan. Pada saat inilah keluarga mempersiapkan "bade dan lembu" terbuat dari bambu, kayu, kertas yang beraneka warna-warni sesuai dengan golongan  atau kedudukan sosial ekonomi keluarga bersangkutan. Om Tjokorda Bagus Raka, memiliki golongan tinggi di masyarakat, padmanya aja sampai 9 tingkat dibuat.

patung lembu (msh kosong dalamnya), yg jg diarak ke lapangan Ubud
Prosesi ngaben dilakukan dgn berbagai proses upacara dan sarana upakara berupa sajen dan kelengkapannya sbg simbol-simbol seperti halnya ritual lain yg sering dilakukan umat Hindu Bali. Ngaben dilakukan untuk manusia yg meninggal dan masih ada jenazahnya, juga manusia meninggal yg tidak ada jenazahnya spt orang tewas terseret arus laut dan jenazah tdk diketemukan, kecelakaan pesawat yg jenazahnya sudah hangus terbakar, atau spt saat kasus bom Bali 1 dimana beberapa jenazah tidak bisa dikenali karena sudah terpotong-potong atau jadi abu akibat ledakan.

Banyak tahap yg dilakukan dalam ngaben. Dimulai dari memandikan jenazah, ngajum, pembakaran dan nyekah. Setiap tahap ini memakai sarana banten (sesajen) yg berbeda-beda. Ketika ada yg meninggal, keluarganya akan menghadap ke pendeta utk menanyakan kapan ada hari baik utk melaksanakan ngaben. Biasanya akan diberikan waktu yg tidak lebih dari 7 hari sejak hari meninggalnya.

Syukurlah Hari Baik Om Bagus pas setelah 7 hari meninggalnya. Setelah didapat hari H (pembakaran jenazah), maka pihak keluarga  menyiapkan ritual pertama yaitu nyiramin layon (memandikan jenazah). Jenazah akan dimandikan oleh kalangan brahmana sbg kelompok yg karena status sosialnya mempunyai kewajiban untuk itu, setelah itu keluarga terutama oleh anak-anaknya (ada 5 orang). Selesai memandikan, jenazah dikenakan pakaian adat Bali lengkap. Selanjutnya adalah prosesi ngajum, yaitu prosesi melepaskan roh dengan membuat simbol2 menggunakan kain bergambar unsur2 penyucian roh.

abu yang akan dilarung ke pantai Sanur
Pada hari H-nya, dilakukan prosesi ngaben di kuburan desa setempat. Jenasah om diarak sepanjang jalan Ubud Raya, disaksikan masyarakat dan para turis mancanegara…. Wow… I really excited on that moment. Berjalan sepanjang 2 km tidak terasa deh, mengikuti iringan dan jg foto-foto ;). Jenazah dibawa menggunakan wadah, yaitu tempat jenazah yg akan diusung ke kuburan. Wadah biasanya berbentuk padma sbg simbol rumah Tuhan. Sampai dikuburan, jenazah dipindahkan dari wadah tadi ke pemalungan, yaitu tempat membakar jenazah yg terbuat dari batang pohon pisang ditumpuk berbentuk lembu. Lembu adalah symbol dari kekuasaan, tidak semua masyarakat dikremasi dalam lembu hanya orang2 yang punya status sosial tinggi (contoh golongan satria, punya nama depan Tjokorda/Cokorda atau Anak Agung), mereka diketahui adalah turunan Raja. Bila orang biasa, atau masyarakat biasa, maka yang dibakar adalah symbol lain, seperti dalam anjing, sapi, macan, dll.

Di lapangan Ubud (yang juga tempat hanya boleh dikremasi para turunan Raja),  kembali dilakukan upacara penyucian roh berupa pralina oleh pendeta atau orang yg dianggap mampu untuk itu (harus dari clan brahmana). Pralina adalah pembakaran dgn api abstrak berupa mantra peleburan kekotoran atma yg melekat ditubuh. Kemudian baru dilakukan pembakaran dgn menggunakan api kongkrit. Jaman sekarang sudah tidak menggunakan kayu bakar lagi, tapi memakai api dari kompor minyak tanah yg menggunakan angin.

Umumnya proses pembakaran dari jenazah yg utuh menjadi abu memerlukan waktu 1 jam. Abu ini kemudian dikumpulkan dalam buah kelapa gading untuk dirangkai menjadi sekah. Sekah ini yg dilarung ke laut, karena laut adalah simbol dari alam semesta dan sekaligus pintu menuju ke rumah Tuhan. Demikian secara singkat rangkaian prosesi ngaben di Bali.

Status kelahiran kembali roh orang yang meninggal dunia berhubungan erat dengan karma dan perbuatan serta tingkah laku selama hidup sebelumnya.  Secara umum, orang Bali merasakan bahwa roh yang lahir kembali ke dunia hanya bisa di dalam lingkaran keluarga yang ada hubungan darah dengannya. Lingkaran hidup mati bagi orang Bali adalah karena hubungannya dengan leluhurnya. Setiap orang tahu bahwa di satu saat nanti dia akan menjadi leluhur juga, yang di dalam perjalannya di dunia lain harus dipercepat dan mendapatkan perhatian cukup bila sewaktu-waktu nanti kembali menjelma ke Pulau yang dicintainya, Pulau Bali.
(Sumber : www.badungkab.go.id, baliguide.biz, id.wikipedia.org) dan pengalamanku selama di Bali.