Pembubaran Panitia Pelaksana HUT Parokiku
Minggu, 27 Juni 2010.... ditetapkan oleh Panitia Pelaksana HUT Paroki St Mikael ke-2, menjadi hari pembubaran panitia, setelah melaksanakan serangkaian kegiatan lomba-lomba, pengobatan gratis, dan acara puncak Misa Syukur yang dipersembahkan oleh Uskup Manado, Mgr Josef Suwatan, MSC pada 19 Juni 2010 lalu dan pemberkatan gedubg pastoran yang baru..........
Tentu saja kami semua senang acara dapat berjalan dgn lancar dan sukses....... sejumlah tokoh-tokoh agama muslim, tokoh-tokoh gereja agama lain disekitar gereja kami datang, pak Camat Tikala dan Lurah Perkamil turut hadir.... Malah Pak Camat biarpun terlambat datang, menyumbangkan satu lagu rohani juga sumbangan pembuka untuk rencana umat St Mikael mau membangun Aula yang lebih representatif.... yah semoga aja di HUT ke-3 dapat juga sekalian pemberkatan aula yang baru.... iya kan.....
Acara pembubaran maunya dilaksanakan di kebun dan telaga kami di desa Dimembe, Laikit..... semua anggota panitia setuju, mendesak aku di saat rapat, jadinya aku hanya bilang, tanya ortuku deh apalagi mamiku, karena kasihan, saya tahu ia nanti yang paling repot menyiapkan dan memasak makanannya, uhhh untuk 40 orang (target)... Ketua Panitia dan Bendahara hanya bilang disiapkan biaya makan, dll... tetapi ternyata Ketua Panitia yg menanggung biayanya.... hmmmm....siip lah.........
Hari minggu itu sesudah misa, berkumpul di pastoran, lalu jalan menuju kebunku, aku mengantar mereka, sedangkan mami papi udah dari Sabtu ke rumah kebun untuk menyiapkan semua yg diperlukan ntuk tamu-tamu anggota panitia dan keluarganya yg datang rekreasi ke kebun kami, sambil memancing ikan di telaga......
wah asyiiik suasananya, yg datang malah hampir 60 orang, uhhh rame tapi repot deh jadinya...... hhehe, saking banyak yg mancing, akhirnya ikan-ikan yg dipancing ditimbang, dibayar juga oleh panitia dengan harga miring he..he....... maklum banyak juga yg di dapat hampir 80 kg uppps..........diijinkan di 3 telaga besar aja untuk mereka mancing..... he..he.....
Tapi suasananya, makanan enak, banyak orang, ramai, bercanda-canda, wahh kebersamaan itu jarang sekali di dapat kalau biasanya........ itulah yg membuat hari itu punya "makna", jalinan persaudaraan dan kebersamaan sebagai umat satu paroki, lebih khusus sesama panitia yang telah bekerja sama mensukseskan HUT paroki kami. Pokoknya dari siang sampai sore jam 5, acara di telaga berakhir, semua pada pamit pulang, dan tinggalah aku dan mami yg repot lagi hihihi, untung banyak saudara yg datang jg krn tahu ada acara di rumah kebun, jadi mereka jg membantu cuci piring kotor, dan peralatan masak, pel lantai rumah hihihi... baru malamnya kembali ke rumah di Manado... uhh capeknya, tapi happy lah.
Terima kasih Tuhan Yesus untuk semuanya............. saya percaya dimana kasih itu ada, di situlah Engkau hadir. Semoga semuanya ini bisa mendatangkan rahmat dan berkat dari Mu bagi kami. amin
The experience and expression that I want to share.... This is a part of me.....and will become the past of good memories... I dedicated this blog to all people who has loving heart and respect life. "Curahan rasa, pikir dan asa, menurut penglihatan dan pemahamanku" :)
Monday, 28 June 2010
Monday, 21 June 2010
Perayaan HUT ke-2 Paroki St Mikael Manado & Pemberkatan Pastorannya
Tgl 8 Juni 2010 adalah Hut ke-2 parokiku sekarang di Paroki St. Mikael Perkamil, Manado. Di bulan April Dewan Paroki mengeluarkan Surat Keputusan untuk membentuk Panitia Penyelenggara acara tersebut. Bersama 74 orang anggota Panitia, dengan ketuanya Bpk. Dr. Herman Karamoy, Ak, MSi, kami bekerja bersama untuk mensukseskan acara gereja ini. Dalam kepanitiaan Stella dipercayakan Koordinator seksi Acara dan Sekretariat juga…. Jadinya semua yang menyangkut acara/kegiatan dalam rangka memeriahkan HUT Parokiku tersebut menjadi tanggungjawabku, juga dalam sekretariat. Dalam rapat-rapat selama keluarnya SK Panitia sampai puncak acara, yang saya ingat hanya 5 kali panitia rapat, selain itu lebih ke kordinasi antar panitia inti (Wkl Ketua Ibu J. Tanudjaja-L, Sekretaris Bpk H. Kumokong, SPd, dan Bendahara Ibu Eliana Handoko) dengan koordinator tiap seksi….. Toh Stella sangat merasa terbantu, karena koordinator seksi lomba baik kerohanian, seni dan olahraga bekerja dengan baik, sesuai tugasnya.
Dalam rangka perayaan HUT ke-2 ini telah diprogramkan berbagai kegiatan seperti Lomba kerohanian, kesenian, olahraga dan pengobatan gratis yang diharapkan berdampak positif bagi umat, dengan tujuan yaitu :
- - Meningkatkan rasa persaudaraan dan persatuan umat se-Paroki St. Mikael Manado
- - Meningkatkan kesadaran umat agar sehati sejiwa dalam mengemban tugas pelayanan/perutusan gereja
- - Memelihara hubungan baik dengan masyarakat disekitarnya demi kerukunan umat beragama
- - Menjadi Tanda Kehadiran Tuhan kita Yesus Kristus dalam dunia ini di bawah perlindungan Malaikat Agung St. Mikael (nama paroki yg dipakai).
Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan sesuai program seperti :
A. Kegiatan Kerohanian
Tanggal 13 Mei 2010 umat Katolik St. Mikael dalam rangka Bulan Rosario melaksanakan Ziarah ke Pondok Emaus, Tateli.
Tanggal 13 Mei 2010, dilaksanakan Lomba Cerdas Cermat Alkitab di Pondok Emaus Tateli.
Tanggal 23 Mei 2010 dilaksanakan Lomba Baca Kitab Suci kategori anak/remaja di Aula Gereja St. Mikael Manado
B. Lomba Seni
Tanggal 23 Mei 2010 dilaksanakan Lomba Menyanyikan Mazmur kategori anak/remaja di Gereja St. Mikael Manado
Tanggal 30 Mei 2010 dilaksanakan Lomba Menyanyikan Mazmur kategori Dewasa di Gereja St. Mikael Manado.
Tanggal 16 Mei 2010 dilaksanakan Lomba Karaoke antar keluarga di Aula Gereja St. Mikael dengan Lagu Wajib “Berbahagialah Tiap Rumah Tangga”.
B. Kegiatan Olahraga
Tanggal 15 Mei, 22 Mei dan 29 Mei 2010 dilaksanakan Lomba Bola Volley kategori antar keluarga di kompleks Persekolahan St. Laurentius Manado
Tanggal 16 Mei, 23 Mei dan 30 Mei 2010 dilaksanakan Lomba Sepak Bola Mini Kategori antar keluarga di kompleks Persekolahan St. Laurentius Manado.
Juga tgl 5 Juni 2010 lalu dilaksanakan Pengobatan Gratis bagi umat paroki dan juga terbuka untuk masyarakat sekitar gereja kami.
Momentum perayaan HUT ke-2 Paroki St. Mikael sekaligus dimanfaatkan dengan Pemberkatan Gedung Pastoran St. Mikael yang baru selesai dibangun dengan cara swadaya umat dan bantuan para donatur. Setelah Misa Syukur yang langsung dipersembahkan oleh Uskup Manado, Mgr. Josef Suwatan, MSC didampingi Vikep Manado Pastor Wens Maweikere, Pr dan Pastor Paroki Bertje Karundeng, Pr, lalu diadakan pemberkatan pastoran. Pastoran yang saya kira sampai sejauh ini yang ku tahu paling bagus dibandingkan pastoran-pastoran yang ada di Kevikepan Manado….
Menjelang acara puncak Sabtu, 19 Juni 2010, panitia lebih sibuk lagi…. Yang lain apalagi bagian perlengkapan, mendirikan tenda dan menyiapkan sound system juga dekorasi gereja maupun tenda, tetapi juga umat yang ‘care’, bahkan dari sore sampai malam hari kerja bakti di pastoran. Bergiliran para ketua wilayah mengorganisir membawa kue dan makanan ke pastoran untuk yang kerja bakti…. Syukurlah malam menjelang semuanya siap, yang latihan juga dari bapak-bapak latihan kolintang, ibu-ibu WK latihan maengket untuk persembahan, sudah gladi bersih…. Uhh aku jadinya tidak kuatir. Tinggal lihat acara esok deh.
Sabtu, 19 Juni 2010 jam 08.00 pagi Uskup Manado tiba disambut Musik Bambu (yang kami sewa dari Rumengkor), atraktif… kemudian dihantar ke pastoran lama istirahat setengah jam untuk minum pagi dan makan kue. Akhirnya Misa Syukur dalam rangka HUT Paroki ke 2 dimulai tepat 08.30 sampai jam 10.00, dilanjutkan pemberkatan pastoran… setelah itu sudah acara di tenda depan pastoran. Tenda yang besar dipenuhi undangan dan umat….. syukurlah sebagai MC saat itu, akhirnya acara bisa dihantar sesuai dengan yang diagendakan dan jam makan tepat waktu hehe jam 12.00 sudah makan siang bersama.
Entah kekuatan darimana, karena sudah 2 malam menjelang aku tidur jam 12 malam pulang dari kerja bakti di pastoran dan juga melihat kesiapan orang-orang yang akan mengisi acara, seperti bapak2 yang main kolintang, ibu-ibu yg latihan maengket, mudika paroki yang latihan koor. Selain itu jumat subuh pertandingan tim fave, sambil aku menulis sertifikat para pemenang….. tidur hanya 2 jam. Bangun jam 5 pagi, mempersiapkan diri…. Dan tiba di gereja jam 7.30….. mengikuti misa, memandu acara sesudahnya (jadi MC), lalu acara bebas di tenda, chaka-chaka, cha-cha, waltz, nyanyi hingga selesai acara jam 15.00 kembali ke rumah baru terasa lelahku dan kakiku nyut-nyut……………. Terima kasih Tuhanku untuk kekuatan dariMu…. Selama MC aku msh bisa konsentrasi (biarpun tidak fit), karena udah beberapa hari stress dgn acara dan persiapan, makan tidak teratur, kalaupun makan rasanya sedikit aja dan cepat kenyang…… aku juga mempersiapkan undangan, buat sertifikat untuk para pemenang, peserta lomba dan sertifikat buat panitia, beberapa undangan ku bawa sendiri, pokoknya apa yang bisa ku buat, diusahakan dengan sebaik mungkin…..
Syukur pada Tuhan, tidak dapat ku sebutkan satu persatu nama pihak yang membantu, tetapi intinya kepada Pastor Paroki, Pst Bertje Karundeng, Panitia Inti, dan para koordinator seksi lomba yang sudah bekerja dengan baik, sehingga seluruh rangkaian lomba dan acara menjadi terlaksana dengan baik pula. Tentu saja ada kekurangan-kekurangan kecil tetapi tidak mengganggu dan merusak acara….. he..he… biasalah bekerja dalam sebuat tim, hal dekorasi balon saja antar ibu-ibu bisa jadi ‘hal’, mau pasang dimana, warnanya apa… duhhhh bukan hal penting deh pikirku… heran…. Tetapi toh karena menghadapi ibu-ibu lebih tua, aku sih hanya bisa smile dan menyabarkan mereka yang agak silang pendapat….. he..he… aku jadinya lucu aja….. biasalah yang mengusahakan sudah capek, ehh yang datang2 malah bilang bikin begini atau begitu…. Memang bikin jengkel………… tapi disikapi aja dgn wise….. he..he….
Bagiku, yg penting juga semuanya berjalan lancar …. Amin. Syukur juga bahwa dalam lomba-lomba yg diselenggarakan umat di wilayah rohaniku Sta. Elisabeth berpartisipasi dalam semua lomba dan banyak menangnya sehingga Trophy Bergilir Pastor Paroki jatuh ke wilayah rohaniku sekarang he..he..... lumayanlah….. itu berarti banyak orang-orang potensial untuk gereja… Pro Eclesia and Patria (untuk Gereja dan Tanah Air). Terima kasih Tuhanku untuk semuanya……… untuk Engkaulah kemuliaan ini. amin
Wednesday, 2 June 2010
Happy Birthday Father...
Today is my father birthday, June 2, 2010. He is now 66 years old. We had a happy dinner together... My mother, brother and me are really happy to have that, with my prayer to your birthday in dinner table. So many experiences and expression I want tell about my dad, but it's not enough I think.
Dear father this is a part of my expression just for you :
A Dad is a person
who is loving and kind,
And often he knows
what you have on your mind.
He's someone who listens,
suggests, and defends.
A dad can be one
of your very best friends!
He's proud of your triumphs, but when things go wrong,
A dad can be patient and helpful and strong
In all that you do, a dad's love plays a part.
There's always a place for him deep in your heart.
And each year that passes, you're even more glad,
More grateful and proud just to call him your dad!
Thank you, Dad...
for listening and caring,
for giving and sharing,
but, especially, for just being you!
who is loving and kind,
And often he knows
what you have on your mind.
He's someone who listens,
suggests, and defends.
A dad can be one
of your very best friends!
He's proud of your triumphs, but when things go wrong,
A dad can be patient and helpful and strong
In all that you do, a dad's love plays a part.
There's always a place for him deep in your heart.
And each year that passes, you're even more glad,
More grateful and proud just to call him your dad!
Thank you, Dad...
for listening and caring,
for giving and sharing,
but, especially, for just being you!
Monday, 31 May 2010
Kaperko Keuskupan Manado
Kaperko di Kebun?
Masih pagi 2 minggu sebelum pelaksanaan KAPERKO (Kamis Persiapan Kotbah) Kevikepan Manado, Pst John Mengko, MSC menelepon Stella dan Mami meminta ijin agar kebun kami di Laikit bisa digunakan sebagai tempat untuk rapat tersebut, dan sekalian refreshing, karena beliau tahu di kebun itu juga punya banyak telaga bisa untuk rekreasi memancing he.he,… tentu saja ada ikannya seperti mas, mujair dan gurame di dalamnya. Kami dengan senang hati menerimanya…. Bagi kami itu juga berkat. Pst John Mengko, MSC memang dekat dengan keluarga kami dari dulu kala. Stella masih kecil sekali udah tahu deh sosok pastor ini.
Ternyata, beliau punya ide untuk buat di kebun agar supaya ‘agak lain’ suasananya, karena selama ini lebih banyak mereka kumpul di pastoran untuk buat rapat, bergiliran. Kevikepan Manado punya 10 paroki, dengan Vikep-nya Pst Wens Maweikere, Pr. Setiap hari Kamis, mereka semua berkumpul, ditambah beberapa pastor yang ada di Keuskupan Manado yang tidak pegang paroki, mereka berkumpul untuk mempersiapkan kotbah di Hari Minggu. Saya memang sudah lama mendengar kegiatan tersebut, tetapi baru tahu ohh seperti ini pelaksanaan mereka.
Bagus sekali….. sebagai awam, kami juga senang bahwa para pastor kami punya kegiatan positif seperti ini, banyak manfaatnya. Hal sederhana dari pemikiranku sih bahwa dengan Kaperko, pewartaan Injil setiap Minggu di Gereja, bisa sama isi dan pokok pikirannya, katakese jelas, selain itu bisa juga mengembangkan skill yg hampir sama tiap pastor, artinya ada pastor-pastor muda bisa mempelajari, menimba ilmu dan juga lebih PD dalam membawakan kotbah di gereja, saling belajarlah, hal lain jg yang saya tangkap adalah kebersamaan mereka justru memperkuat ‘sesama kolega’ para pastor dan informasi di Kevikepan Manado, bisa dibahas, cepat ditemukan solusi, dsb……. Itu sih yang sempat terpikir di benakku….. saya yakin masih banyak manfaat lain yg bisa dipetik dari pertemuan seperti itu.
Kata Pst Mengko, ada 15 orang pastor yang biasa berkumpul ikut Kaperko, jadinya kami mempersiapkan semua hal untuk mereka (tamu-tamu agung, kata tanteku), makanan dan minuman untuk mereka dan siapapun yang ikut ke kebun tentu saja. Wah, yang datang hampir lengkap, seperti :
1. Pst Johanis Mengko, MSC (Pastor Paroki Ratu Rosari Suci Tuminting, juga ‘dianggap’ tuan rumah)
2. Pst Wens Maweikere (Vikep Manado, Pastor Paroki St Ignatius Manado)
3. Pst. John Karundeng, Pr (Pastor Paroki di Paniki, lupa tuh nama parokinya)
4. Pst. Herman Umbas, Pr (Pastor Paroki Katedral Manado)
5. Pst. Frans Mandagi, MSC (Pastor Paroki Hati Kudus Yesus di Karombasan)
6. Pst. Bertje Karundeng, Pr (Pastor Paroki St Mikael Manado), hmm parokiku sekarang
7. Pst. Ferry Runtu, Pr (Pastor Paroki Sta. Theresia Malalayang)
8. Pst. Ade Supit, Pr (Pastor Paroki Yesus Gembala Baik, Rike)
9. Pst. Anis Pinontoan, Pr (Pastor Paroki St. Joseph, Kleak)
10. Pst.Noldy Karamoy, Pr (Pastor Paroki Raja Damai, Tikala)
11. Pst. Leo Sugiono, MSC, diperkenalkan sbg pastor paroki yg baru, menggantikan Pst Mengko di Tuminting. Beliau dari Purworejo sebelumnya.
12. Pst. Rhein Saneba, Pr (pastor Komsos Keuskupan Mdo)
13. Pst. Ronny, pastor pembantu di St. Ignatius
14. Pst. Yus Talangi, Pr…
15. Pst. Anton Moningka, MSC
Ada juga beberapa frater dan umat yang dibawa pastornya, para bapak… pokoknya hari itu kebunku ramaiiii…………….
Sayang sekali, ada 2 pastor yang tidak bisa hadir yakni Pst Agus Mangundap, yang jg biasanya hadir dengan mereka, tidak bisa hadir karena penyakit asam uratnya kambuh, beliau tidak bisa jalan…. Yeahh kasihan deh…. Dan Pst Marianus, karena beliau tidak di Manado.
Masih jam 6 pagi sudah di rumah tante di Laikit (Pondok Mekar), bagian saya sih hanya menyapu dan menata rumah, untuk bagian masak kan ada mami dan tante-tanteku, he..he… kalau aku mau masuk dapur bantu, mah.. malah di usir he..he…. jadinya aku buat aja minuman ; kopi hitam, kopi mix dan teh aja untuk minum pagi…… akhirnya para pastor dan tamu sudah berdatangan…. He..he…. lucu deh… ada yg sampe kesasar seperti pst John Karundeng dan Pst Frans Mandagi…..
Masih pagi, kira-kira jam 9 mereka ngopi sambil disuguhi kue lemet (dari bahan ubi kayu, kue khas Tonsea tuh), kue Lalampa, ubi batata goreng, ubi rebus, pisang goreng, pake sambal terasi dan sambal ikan roa. Hmmmm enak and yummy kata mereka…….
Vikep Pst Wens memutuskan, acara memancing dulu di telaga lalu rapat.. memang sudah diinformasikan ikan-ikan hasil tangkapan silahkan dibawa pulang. Mereka berebutan pancing yg memang sudah disiapkan… saya punya 6 alat pancing yang dibeli, dan yg lain hanya pakai bamboo, artinya alat pancing sederhana…. Pokoknya ramaiii sekali…… semua pastor yang hadir sibuk di litir (jalan samping telaga) dengan pancingannya kecuali Pst Yus yang tidak ikut kegiatan memancing dan Pst Rhein yang sibuk potret sana potret sini…… Mereka mengambil posisi masing-masing, dengan kail dan jg makanan ikan sudah disiapkan, ada pellet, ada jagung, ada kolombi, ada pisang mengkal, ada cacing….. he..he…. keriangan memancing memang merupakan keasyiikan tersendiri, apalagi juga ramai….. ada yang cepat dapatnya ada yang lama sekali…diuji kesabarannya….. pokoknya selain memancing, ternyata para pastor juga sibuk bercanda … baku gara….. apalagi kalau ada yg belum2 dapat ikan ha..ha…. pasti jadi bahan olokan teman lainnya. Yang terbanyak dalam waktu 1 jam saat itu yang dapat 12 ekor besar/sedang, yang paling sedikit 3 ekor ikan….. tapi pastor Mengko dengan bangganya mendapat ikan Kabos, ha..ha… ia keliling telaga memamerkan hasil tangkapannya, setelah itu berhenti, dan hanya merokok di pinggir telaga sambil melihat teman-temannya memancing. Pst Herman, paling cool, diam2 aja, dengan tenangnya, dengan pancing miliknya sendiri, ia hanya dapat 6 ekor katanya. Hmmm bolehlah, semuanya mendapat ikan dengan jumlah bervariasi.
Jam 11 teng, mereka mulai rapat, dipimpin Vikep Manado Pst Wens, dan selanjutnya bahan kotbah hari Minggu dibawakan oleh Pst J. Mengko. Mereka berkumpul di teras rumah dengan pemandangan hijau sekeliling dan telaga/kolam yang persis didepannya… pokoknya suasana itu begitu dipuji banyak pastor….. syukurlah bila mereka semua senang. Sambil mereka rapat, aku sibuk internetan di kamar, kubawa laptop dan modemku, sehingga hasil foto2 jepretanku, langsung di upload di FB-ku……
Jam 12.30 selesai rapat, jam makan siang….. mamiku menyediakan masakannya hmmm enaak (sesuai pesanan/menu Pst Mengko), ada ikan mas, mujair, gurame, di bakar, goreng, woku, sambal ikan bakar, dabu-dabu lilang, ikan paniki santan, sayur labu santan, sayur paku bunga popaya, sup ikan gurame, kuah terang, hmm pokoknya Lekker deh yauw….. semuanya harus makan dengan puas……… ikan-ikannya gurih dan manis, karena langsung ditangkap di kolam, lalu dimasak. Itu yang banyak diserbu…. Macam-macam gaya makan, ada yg memang menghadap meja makan, dimana semua makanan ikan-ikan bakar berada dialas daun pisang…. Yah makan semi kebun, semi rumah deh. Ada yang mojok di pinggir telaga makan sendiri, ada yang berdiri aja di luar, di taman….. yeah sesuai keenakan masing-masing lah…..Oya, kelapa muda juga disediakan........ hmmm suasana makan di kebun, memang paling enak, makanan yang sederhana pun, jadinya enak aja............
Ehh, Pst Herman, Pst Ferry Runtu, malah nanti aja makannya, tidak makan bersama, setelah rapat, mereka langsung kembali ke telaga belakang melanjutkan penasarannya atau mau tambah ikan pancingan lagi… he..he…. Pst Ade Supit dan Pst John Karundeng setelah makan siang langsung menyusul pergi lagi ke telaga memancing….. waduhh malah mereka yang dapat lebih banyak dari sebelumnya dan ikannya besar-besar ada mas, mujair dan gurame. Pst Herman yang biasanya cool, dibecandaian Pst Noldi yang kurang mendapat ikan mau mengambil satu aja hasil tangkapan Pst Herman, tetapi beliau tidak mau he..he…. kayak anak kecil yang berebutan mobil mainan dehhhh………… Padahal papi memang sudah menyediakan ikan di jala buat siapa yang tidak dapat hasil pancingan, berees semua………..jadi pulang tetap aja bawa buah tangan/ole-ole ikan ;)
Pokoknya hari itu, muka-muka ceria refreshing bersama, kata mereka lain daripada yg lain, rapat yg biasanya di ruangan aja, selain itu secara informal perpisahan dengan Pst J. Mengko sebagai Pastor Paroki Tuminting dan menerima Pst Leo, pengganti, menjadi bagian dari pastor-pastor yang ada di Kevikepan Manado. Kami keluarga memang sudah diberitahu Pst Mengko rencananya sesudah ini…… dan ia baru beritahukan kepada mereka para pastor yaitu ia akan ke Pal 3, rumah MSC, udah masa tuanya, sudah tidak mau pegang paroki, udah dibilang ke atasannya dan ia sudah menghibahkan tanah warisan orangtuanya seluas 100 x 60 meter persegi di daerah Kamasi, Tomohon untuk dibuat Rumah Retreat Marriage Encounter…. Beliau memang senang dengan mengurusi keluarga-keluarga Katolik. Gambaran rumah retreat, terdiri dari 1 aula, 1 kapel, dan seperti asrama yang memiliki banyak kamar-kamar. Gambar design sudah ada, dan pokoknya beliau akan mengusahakan itu setelah lepas menjadi Pastor Paroki, jadi katanya beliau meninggal tidak membawa apa-apa, tidak punya apa-apa duniawi, semua miliknya, warisan orang tuanya dihibahkan untuk konggregasinya MSC (Misionaris Hati Kudus Yesus), beliau memang punya hati ‘kudus’, tulus dalam banyak hal, periang, gesit, energik tetapi juga sangat tegas, disiplin dan teguh pada pendirian. Itu sosok yang saya tahu soal pastor ini.
Syukur dan terima kasih atas penyertaanMu Tuhan, cuaca sangat cerah, semua rencana baik akhirnya bisa terlaksana, saya mensyukuri karunia dan berkatMu….. stella senang, mami papi senang dengan kedatangan para pastor dan tamu-tamu tersebut, semuanya senang saya yakin, bisa dilihat dari wajah-wajah mereka dan sikap yang ditunjukkan. Syukur padaMu Tuhan……. Hatiku gembira……………
Saturday, 15 May 2010
Pelatihan di Makassar
UNHAS, 9-12 Mei 2010
Mendapat undangan dari Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian (Sosek) Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar untuk mengikuti pelatihan yg diadakan. Kebetulan Ketua Jurusan, panitia penyelenggara aku kenal, seorang professor yang humble… msh muda tetapi sudah bisa/cepat mendapat guru besar. Meskipun begitu, dari cara bicara, nada dan gerak tubuhnya menunjukkan seorang yg smart, tetapi sangat low profile… Prof. Dr. Ir. Muslim Salam, MEc…. Waktu saya kenal sih beliau belum Professor, jadi baru setahun ini katanya. Selamat deh Pak….
Pelatihan yang diselenggarakan oleh Social Research Training Centre for Agricultural and Rural Development, Unhas ini yaitu Teori dan Aplikasi Structural Equation Modeling (SEM) dengan menggunakan Program Komputer LISREL 8.5 dan AMOS 16. Secara historis, metodologi penelitian kuantitatif tidak pernah diragukan validitasnya (validity), keandalan (reliability) dan keakuratannya (accurate) dalam mengungkapkan hubungan statistic antar variable pada setiap fenomena alam dan social yg terjadi. Para peneliti yg bergelut dlm natural and social sciences dan ilmu2 turunannya, telah lama memanfaatkan model dan analisis statistic dalam kegiatan penelitiannya. Salah satu analisis yg pesat perkembangannya saat ini adalah SEM (Structural Equation Medeling), dimana SEM dapat mengungguli model2 statistik sebelumnya (saat ingat sih dulu multiple regression analysis, path analysis, confirmatory factor analysis) dan sekaligus dpt memecahkan permasalahan penelitian yg lebih kompleks. Perkembangan penggunaan SEM ditunjang oleh kemajuan teknologi komputer dan aplikasi software LISREL dan AMOS. Oleh karena itu lah penggunaan 2 program ini 'selayaknya' dan 'patut diketahui 'bagi akademisi, para peneliti, mahasiswa S2 dan S3 yang memilih pendekatan kuantitatif sebagai 'peralatan akademiknya' dalam meneliti dan mengembangkan ilmunya. Dengan maksud untuk pengetahuan, meningkatkan ketrampilan penggunaan program ini dan juga mengetahui filsafat metodologi penelitian yg memayungi analisis kuantitatif maka pelatihan ini ada.
Saya beruntung bisa mengikutinya, akhirnya. Karena sebelumnya melalui proses yang 'tidak kuharapkan'… bagiku ingin mengikuti prosedur dan sebagainya sesuai dengan undangan yg ditujukan kepadaku melalui lembaga yg saat ini aku berada.. tetapi toh jadinya lain… tetapi bagiku, kesempatan itu tidak datang 2x dan hanya karena orang yang tidak suka atau tidak mau menunjang dan akhirnya pengetahuan itu tidak ku ketahui? Saya merasa memiliki hak dan kesempatan untuk bisa mengikuti sesuatu yg berguna, bukan hanya training seperti ini melalui institusiku saat ini……… apalah gunanya saya bekerja, jika juga tidak ada kesempatan yg baik untuk peningkatan kapasitas orang/diri sendiri/sumberdaya manusianya? Apakah sengaja hanya ingin 'membatasi' orang secara halus dengan 'membentengi' seseorang untuk maju dan berkembang? justru tidak sehat untuk organisasi, bila ada orang seperti itu sih.... Hmmm … berbanding terbalik dengan apa yg kutemui, waktu mengikuti pelatihan ini, ketemu dengan orang2 dari universitas negeri dan swasta bagian timur Indonesia… banyak peserta dari universitas dari Palu, Ternate, Pare-Pare, dan Unhas sendiri…… apalagi mahasiswa S2 an S3-nya begitu bersemangat dan ditunjang oleh lembaga masing-masing. Malah ada juga dari kantor seperti Bappeda Propinsi dan NGO/LSM pemberdayaan masyarakat.
Thank God, saya sendiri tidak mengalami banyak kesulitan mengikuti pelatihan ini, karena syukur pada Tuhan, penelitian S1 dan S2-ku memang kuantitatif sehingga analisis seperti yang dicontohkan dan dibawakan pemateri tidaklah sulit, contoh kasusnya reliable, dan data-data yg ditunjukkan dapat menghantar untuk sampai pada pengertian cara menganalisisnya dalam komputer, menunjukkan keakuratan hasil…. wah kalau begini langsung deh teringat para pembimbingku dulu…. Mereka orang2 yang sangat ku kagumi baik pengetahuan dan cara mereka mensuportku, menjelaskan, membimbing dan lebih memperluas wawasan….. jelas ada suka maupun duka, tetapi toh manfaatnya sangat terasa untukku. Saya hanya harus mengikuti tentang cara-cara penggunaan program dalam komputernya, tetapi untuk teorinya tentang statistic, apa yg melatarbelakangi pakai itu, bagaimana hubungan analisis variabelnya, apa guna pakai ini,, bukan analisis lain, analisis varian (anova, ancova, multivariate, dsb….. saya ingat semua pelajaran itu), sehingga waktu materi dibawakan penerimaan jadi tidak sulit…. Kasihan juga yg lainnya harus tanya ini dan itu kayak sesuatu yg baru aja, yg justru memperlihatkan dasar-dasar yg tidak kuat utk teori ilmunya… atau memang saya harus maklum umur mempengaruhi… emang terasa sih beda studi masih muda dan saat udah 'umur'…. He..he….
Pengalaman lain sih…. Akhirnya bisa ketemu juga dengan sepupuku, yang kusayangi, bertahun-tahun kami tidak ketemu, sejak ia menikah tinggal di Makassar, kerja disana, apalagi ia juga sekolah di Jepang ngambil S2nya, dan sejak kembali tahun lalu belum ketemu, akhirnya bisa juga ketemu dengan Yeddy dgn istri-nya Henny serta 2 anaknya yg baru kali ini kulihat wajahnya, Angel (3 tahun) dan Ichiro (baru 8 bulan)…. Karena mereka lahir di Jepang. Duh, so cute, cantik n cakep deh ponakan2ku itu.... Wah… lumayanlah diajak jj dan mencicipi Coto Makassar (asli loch..)… hmm enak juga….. biarpun saya tidak makan daging2nya… hmmm takut kolestrol, darah tinggi, dll, hal-hal yang teringat sih orang2 yang saya sayangi disekitarku menderita penyakit…. Saya melihat dan mendengar langsung cerita bagaimana sakitnya, masuk RS, dioperasi, dll sebagainya…. Saya jadi tahu kesusahan mereka dan tidak ingin sakit juga…. Terimakasih Tuhan, bukan hanya karena menjaga tubuh agar sexy atau apa, tetapi lebih kepada kesehatan dan fit… karena tubuh yg sehat, juga tersimpan jiwa yg sehat. Dengan sehat kita bisa melakukan banyak hal, berpikir baik, menganalisis baik, beraktifitas dengan enak…. Itu sih yg ku inginkan, makanya saya sangat menjaga apapun yg masuk ke dalam tubuhku…. Segala sesuatu bila sesuai porsinya, tidak berlebihan ataupun kekurangan, maka akan baik.
Terima kasih Tuhan, tidak terjadi hal apapun dalam perjalanan……….. karena kadangkala pikiran jelek suka mampir perasaan jadi tidak enak, bila memikirkan kejadian lalu sebelum ke Makasar (hmm ada yg tdk mendukung sih :( mencari alasan yang maksudnya hanya untuk spy tidak bisa ikut ........ sedih juga diperlakukan seperti itu, hanya tdk menyangka aja, kok bisa ya.... dimana salahku? sudah diam salah, bersuara salah.... memang jadinya serba salah. Apakah memang Tuhan berkenan untuk aku bisa mengikuti pelatihan ini, apakah jalanku sudah benar? Apakah pengorbanan 'perasaan' ku setimpal dengan apa yg kudapat di Makassar ini? Apakah yg kujalani worthy dengan perasaan tdk enak yang lalu? Tetapi setelah aku kembali ke Manado dengan selamat, barulah ku yakini bahwa Tuhan sudah memperkenankan semuanya dan jalanku lancar, dengan dibantu oleh institusi-ku…. Terima kasih atas apresiasi, kesempatan, dan kepercayaan dari Rektor, juga Dekan Fak. Pertanian sehingga aku dapat mengikuti pelatihan ini. Dan akhirnya malah dengan Dekan juga ingin mengikuti pelatihan ini, biarpun kami pergi dan pulang sendiri2, tidak bersamaan waktu.
Saya sih ok aja jalan sendiri, di pesawat, jj juga ke Mall Panakukang, dll, waktu malam keluar beli makanan (syukurlah nda perlu jauh2, diseputaran hotel Asia banyak tempat makan tinggal dipilih sih) dan enaknya makan di kamar aja sambil nonton TV atau online… online… hmm byk kesempatan deh menghubungi or chating dgn teman-temanku di luar negeri…….. asyiik sekali….. tanpa interrupt. Banyak waktu untuk diri sendiri….. dan yg paling kunikmati saat saat mandi… hmm nyaman… banyak airnya... hangat…. Serasa shower me with your love, God …. Malam sebelum tidur bisa berlama-lama di kamar mandi… lalu teh hijau hangat sambil online…. Hmmm hidup terasa 'lebih hidup'.
Pelatihannya OK, pengaturan panitia juga baik, dan Univ Hasanuddin, universitas terbesar di Indonesia timur, dari program sarjana S1 sampai S3, kampus begitu luas (10 x luas kampus kami deh), sangat asri banyak pepohonan, malah punya danau di depan universitasnya, eh pas disana justru terjadi demo besar selama 2 hari berturut-turut dari mahasiswa Fak Teknik di gedung rektorat-nya... malah sampai merusak.... waduh apa nggak ada cara protes yg lebih elegan dan berpendidikan? sayang sekali.....
untungnya Unhas begitu luas, kami ada di gedung Pasca Sarjana, sehingga aksi demo tidak diketahui, malah aku tahu setelah kembali ke hotel, nonton TV....
Terimakasih untuk semuanya Tuhanku…. Semoga apa yg kudapat di Makassar bekal yang baik untuk tempatku bekerja dan mengabdi, hidupku, masa depanku, dan lingkunganku……. Hmm, mau kupraktekkan aja apa yg didapat, melakukan penelitian, kumpul datadan memasukkannya dalam program analisis SEM ini, akan dilihat deh apakah hasilnya? ;)
Oya,kembali ke Manado, ke kampusku lihat nanti deh apa lagi yg akan terjadi ...capek mikirin... saya hanya percaya bila niat dan usaha baik, pasti akan dilancarkan dan diberkati Tuhan.... setuju dong!
Sunday, 9 May 2010
Miss ....
By miles you are far from me (earth to heaven), by thoughts you are close to me, by hearts you are in me! Sending you loads and loads of hug!.. coz you are simply the best.
I MISS U
Pray for me, .....
I MISS U
Pray for me, .....
Tuesday, 20 April 2010
Lasallian Formation : What’s happening to me (us)?
Acara kantor sih… salah satu program dari Rektor kami untuk mengikuti apa yang kami sebut “Lasallian Formation”. Acara ini bagi saya untuk memperkuat pemahaman dalam Lasallian (orang2 De La Salle, satu komunitas menyebut diri ini) Spirituality. Dan lebih jauh dapat menerapkan dalam hidup sehari-hari terutama dalam lingkungan kerja kami.
Kegiatan ini dalam undangan ditulis DIWAJIBKAN. Yeah… sebagai orang yg menjadi bagian di Unika De La Salle Manado, suatu kewajiban untuk mengikuti semua kegiatan yang diadakan. Saya juga ikut serta dalam kegiatan 2 hari, Minggu-Senin, 18-19 April 2010 bertempat di Tasik Ria Resort. Lumayanlah… lain dari aktifitas sehari-hari, rekoleksi tapi juga refreshing buatku he..he…..
Acara dimulai dengan Misa Syukur, dipimpin Pst Revi Tanod, yg juga rektor. Beliau men-sharing pengalamannya waktu menjadi frater, dan akhirnya dengan segala keterbatasan , suka dukanya, Tuhan tetap pilih untuk menjadi ‘messenger’ bagi banyak orang… menjadi saluran Tuhan, untuk itu beliau menjadi seorang Imam. Tidak ada yang kebetulan di dunia ini, Tuhan jg sudah atur sehingga beliau juga bisa menjadi Rektor yang membawahi dan memanage banyak orang, banyak kepentingan, beda latar belakang pendidikan, beda visi atau misi, beda karakter orang, dll, tapi semua harus disatukan dalam semangat Lasallian, agar apa yang menjadi cita-cita dan upaya St. John Baptis De La Salle founder of De La Salle Education, and also patron of Teacher in the World, dapat kami wujudkan dalam institusi De La Salle Manado saat ini.
Selama 2 hari itu tentu banyak yang berkesan, tetapi saya lebih suka mengekspresikannya sesuai dengan kenyataan yang ditemui, bukan menjadi impian atau mau saya, karena pengalaman dan pemahaman orang berbeda-beda….. biarpun kami menerima program yang sama. Sudah ± 7 tahun saya bekerja dan mengabdi di institusi ini, orang-orang di dalamnya saya kenal semua, biarpun saya tidak tahu banyak dengan kepribadian, karakter, apa yg mereka kerjakan atau hasilkan selama ini. Saya menyadari ada perbedaan besar antara ‘kenal’ dan ‘tahu’, apalagi perubahan situasi, status, jabatan, dll dapat merubah orang juga! Hal-hal ini, dari dulu selalu dinasehati oleh orangtuaku, bahwa harus mampu beradaptasi dengan perubahan situasi dan kondisi, serta orang (teman), dan mampu membawa diri dalam situasi apa pun. Selalu berdiri dengan prinsip bahwa apa yang kau lakukan, kau pikirkan, bila itu benar, bicara saja, yang penting dengan cara-cara yang baik dan berpendidikan. Selebihnya, bukan menjadi bagian ku lagi…. Pasti ada orang yang akan membantumu, bila itu memang seharusnya, dan itulah cara Tuhan bekerja dalam segala apapun. Hal ini kurang lebihnya sama dengan apa yg pernah kuterima, I got a message from my best friend, and I really appreciated that, “Don't put the key to your happiness in someone else's pocket but into your own, and you will appreciate the value of every soul including yourself”.
But I have to speak up what I worried about, what my concerned about…. Then I just can wait… because it’s not me anymore to make decision….
Bro. Rey Mejias, FSC (from De La Salle University of Manila, also from FSC brothers) menjadi pembawa materi, mentor, guider tunggal selama 2 hari rekoleksi ini, aku banyak dapat manfaat pengalaman bersama semua teman, orang-orang yang bekerja bersamaku setiap hari. Ada rekan kerja dan ada juga yang bisa ku kategorikan temanku, sahabatku. Karena bagiku, sahabat adalah justru orang yang akan bersamamu di saat kau susah, dibawah, atau masa sulit, ia akan senang denganmu, akan mendukung dan mengusahakan yg terbaik. Kalau yang lain kan hanya ada di saat kau senang, lagi diatas, dan mendekat, atau mau bertegur sapa setelah itu… yg lain malah lebih mencari keuntungan tidak membawa misi 'si tou tumou tumou tou'.... hmmmm bagiku mereka bukanlah teman apalagi dijadikan sahabat. Jadi hanya partner kerja saja. Soalnya yang begini sih… bisa diketahui setelah punya pengalaman bergaul dan bekerja bersama.
Secara garis besar acara : Misa pembukaan, sesi perkenalan, materi dari bruder, sesi doa, body prayer, malam ‘curhat’, kesaksian akan acara atau materi, dan Misa Penutup, yang juga disisipi acara Pelantikan Pembantu Rektor II. Bruder Rey menghantar kita untuk mengenal Patron kita St. John Baptist De La Salle, mengetahui apa yang ia buat, setelah itu apa sih yang menjadi goal/tujuan semua sekolah dibawah naungan De La Salle in the world, apa spritualitas kita semua, dan bagaimana menjadi seorang Lasallian sejati.
Misi : to educate the poor especially the young people through education. The poor, bukanlah maksud hanya orang miskin, tapi bisa dikategorikan the least, the lost and the last people. Spirit yang harus diketahui, dihayati dan diwujudkan dalam pendidikan Lasallian adalah FAITH, SERVICE and COMMUNITY. Sebagai seorang Lasallian, punya iman yg teguh, melayani sesama/mahasiswa dan terkait dengan baik dan benar, serta menjadi satu komunitas membangun bersama. Secara singkat yang dapat ku tulis disini, seperti itulah. Hal lain yang berkesan, sesi curhat di malam hari itu, semua orang, para staf dan dosen, saling memberikan pendapat, masukan, pujian dan kritik membangun terhadap orang lain/sesama rekan kerja. Jadi, saya harus memberikan apa saja secara singkat, pujian atau bahkan kritik membangun ke orang yg berada di depanku secara berbisik saja, lampu dibuat terawang untuk menghantar suasana… hmmm semua akan kena giliran membuat pernyataan tapi juga akan duduk untuk menerima pendapat, pujian ataupun kritik dari teman di hadapan kita. He..he… baru kali ini sih aku seperti ini dalam pengalaman begini, sehingga agak kaget. Tetapi bagi saya pribadi diterima saja, dijalani session ini karena juga bisa jadi masukan dan tahu bersikap ke depan… karena ada hal yang memang kadang tidak kita sadari tapi justru itu menjadi bahan penilaian orang lain terhadap kita.Bagi aku pribadi, bukan hanya soal kita mengerti dan tahu ttg Lasallian Spiritualitas tetapi apakah kita semua mampu menerapkannya dalam lingkungan kerja? Karena back to reality, I have not found yet, what is really Lasallian in our campus, who are they?.... Especially my own experiences recently, I got ‘something’ and really makes me ‘sick’ and 'fed-up'. Why it’s happening to me? Why he is done to me? God, you know my concern about this university existence, I just wanna be a part of true and good institution, with true Lasallian spirit, with supportive people around me, because it will also elevate myself to be better human resources every day, each by day. So after this formation, what is next? anything will change? or just a part of it? or wait n see again? or be passion? or..... so many questions? so many commas, so the sentences is never been complete. Mudah-mudahan tidak ada lagi yang merasakan or mengungkapkan, kita (mungkin sebagian orang) bagai anak tiri di rumah sendiri, dan yg menjadi anak kandung adalah orang luar, atau ungkapan lain, bagai sebuah rumah, maka perabot milik sendiri tidak diperhatikan untuk dibuat kinclong, tetapi barang milik orang lain yang dipinjam malah lebih diperhatikan untuk tetap dijadikan perabot luxurious, dipajang di etalase bagian depan, di-upgrade dan dibanggakan pada setiap orang? hmmmm .... bagi saya sih......kalau mau berkiasan.. mobilku bukan berkelas tapi punya sendiri, kuperhatikan dengan baik, kurawat dan kusayangi, dan ia menjadi sangat berguna buatku, dari pada pamer mobil orang lain, mulus, kelas mahal, bukan punya sendiri, kredit lagi ha..ha.... yah kiasan-kiasan dari teman2 yang bisa dijumpai di mana saja, bisa tempat sendiri juga tempat lain.
Hal yang berkesan yang lain, he..he... untuk pertama kalinya aku berenang, nyebur di kolam udah tengah malam jam 12 malam.... asyiiik dengan rekan-rekan kerja (ivonne, petty, teddy, aldrien, edino, gladis, sesil, steven) , yg cuma asyiik aja di tepi kolam ada vekky, aman, maikel, angky, meitty, joice .... kami menikmati hari, melepas stress, dan juga menikmati kebersamaan... saya merasa senang juga.... hal yang belum pernah dilakukan sebelumnya... ha..ha... cuek ajalah... di kolam kan harus pakai swimsuit? masa' baju gereja atau baju kantor sih he.he... syukurlah my body was fit, so i could swim at midnight ;)
Jadi, kembali dari Tasik Ria Resort, dari rekoleksi dengan kepala yang full pertanyaan, hati yang nano-nano, manis, asam, pedis he..he... tapi juga perubahan pandangan bahwa spirit itu jangan pernah padam, karena tanpa spirit itu, sia sialah apa yang menjadi harapan St. John Baptist DLS, pendiri, pemrakarsa, dan yang mengusahakan institusi De La Salle di Manado berdiri.... saya hanya bisa ingat jasa dan kepercayaan orang-orang yang 'sangat baik, tulus, sayang,' dalam hidupku dan tidak ingin mengecewakan mereka.
Jadi, kembali dari Tasik Ria Resort, dari rekoleksi dengan kepala yang full pertanyaan, hati yang nano-nano, manis, asam, pedis he..he... tapi juga perubahan pandangan bahwa spirit itu jangan pernah padam, karena tanpa spirit itu, sia sialah apa yang menjadi harapan St. John Baptist DLS, pendiri, pemrakarsa, dan yang mengusahakan institusi De La Salle di Manado berdiri.... saya hanya bisa ingat jasa dan kepercayaan orang-orang yang 'sangat baik, tulus, sayang,' dalam hidupku dan tidak ingin mengecewakan mereka.
Like my pray to God through Serenity Prayer :
God grant me the serenity to accept the things I cannot change;
courage to change the things I can;
and wisdom to know the difference.
courage to change the things I can;
and wisdom to know the difference.
Living one day at a time;
Enjoying one moment at a time;
Accepting hardships as the pathway to peace;
Taking, as He did, this sinful world
as it is, not as I would have it;
Trusting that He will make all things right
if I surrender to His Will;
That I may be reasonably happy in this life
and supremely happy with Him
Forever in the next.
Amen.
Enjoying one moment at a time;
Accepting hardships as the pathway to peace;
Taking, as He did, this sinful world
as it is, not as I would have it;
Trusting that He will make all things right
if I surrender to His Will;
That I may be reasonably happy in this life
and supremely happy with Him
Forever in the next.
Amen.
In loving memory of
FTrust in the LORD with all your heart
and lean not on your own understanding;
in all your ways acknowledge him,
and he will direct your paths.
FTrust in the LORD with all your heart
and lean not on your own understanding;
in all your ways acknowledge him,
and he will direct your paths.
Proverbs 3, 5-6
Saturday, 10 April 2010
Kemeriahan Hut Uskup Manado
Konsekrasi Gereja Katedral Manado dalam HUT ke-70 Mgr. Josef Suwatan, MSC
Sabtu, 10 April 2010
Hari ini kuingat adalah HUTnya Uskup kami, Mgr. Josef Suwatan, MSC akan dibuat Misa di Katedral yang sekalian akan dikonsekrasi. Bersama kedua orang tuaku, aku ke Gereja Katedral di Jalan Sam Ratulangi, jalan protokol di Manado…. Tetapi biarpun merupakan jalan umum, tetapi karena acara yang sangat penting dan bersejarah, serta melibatkan dan mengumpulkan begitu banyak umat Katolik, sehingga jalan protokol ini ditutup dalam jangka waktu cukup lama sampai acara selesai. Syukurlah jalanan belum begitu macet waktu pagi itu, karena Stella datang sejam sebelum acara dimulai… maunya sih dapat tempat duduk di dalam gereja, agar bisa mengikuti misa dan melihat jelas semua rangkaian acara, makanya harus datang lebih awal…. Biarin deh nunggu :)). Syukurlah bersama mami, Stella bisa duduk dengan nyaman di dalam gereja yang megah yang akan ditahbiskan, diperciki air suci dan diurapi dengan dupa, tentu saja ada makna filosofi dan symbolic akan kegiatan ini, selain agar bukan hanya secara fisik umat menikmati dan punya gereja pusat yang bagus sekali, tetapi juga dari sini umat lebih berkembang iman dan percaya secara kualitas dan pertambahan umat dalam kuantitas… terbukti diungkapkan dalam Laporan Panitia, Ketuanya Ibu Marieta Kuntag…. Bahwa awal mula hanya renovasi tetapi ternyata sesuai kehendak Bapa di Sorga, maka gereja ini dibangun kembali menjadi lebih besar, luas, dapat menampung sampai 1000 orang di dalam gereja dan design-nya megah dan mewah….
Dalam Misa Syukur Konsekrasi Gereja, tetapi juga dirangkaikan dengan HUT Uskup kami, Uskup Manado Mgr. Josef Suwatan, MSC. Beliau begitu terberkati, karena di usia 70 tahun, gereja Katedral yang merupakan gereja Katolik Pusat umat Katolik di Keuskupan Manado, bisa diresmikan/ditahbiskan/dikonsekrasi. Acaranya begitu hikmat untuk Misa Syukurnya, selain sang Jubilaris Mgr. J. Suwatan, dapat dihadiri 5 orang Uskup yaitu :
1. Nuncio/ Duta Vatikan, Mgr. Leopoldo Girelli
2. Uskup Agung Makassar, Mgr. John Liku Ada
3. Uskup Sorong, Mgr. H. Datus Lega
4. Uskup Monokwari, Mgr. John Saklil
5. Uskup Banjarmasin, Mgr. Nicolas A. Saputera
Serta 2 perwakilan dari Keuskupan Amboina dan Keuskupan Kupang, para pastores yang jumlahnya 100-an lebih, para suster, bruder, frater, para donatur besar yang khusus datang seperti dari Jakarta dan Surabaya, Gubernur Sulut Drs. S.H. Sarundajang dan ibu, Muspida, walikota, bupati, serta calon-calon walikota Manado (yang akan bertarung dlm pilkada Agustus 2010 ini) semua terlihat, baik yang katolik maupun yang non-katolik…. Dan yang sangat banyak, antusias mengikuti acara ini yaitu umat Katolik yang datang se-kevikepan Manado, juga dari Minahasa, Bitung, Kotamobagu bahkan dari Gorontalo (kebetulan saya melihat beberapa umat dari sana). Sungguh perayaan yang sangat bersejarah untuk Keuskupan Manado. Di dalam gereja, penuh, apalagi di luar gereja dengan tenda di kanan kiri dan muka gereja, sampai di jalan umum…. Kebayang dong umat yang hadir…. Saya yakin bukan hanya karena acara bersejarah bagi keuskupan Manado tetapi juga karena Uskup kami berulang tahun ke 70.
Stella mengikuti dengan baik Misa Syukur ini, serasa lebih diteguhkan dengan homily/kotbah yang disampaikan oleh Mgr. John Liku Ada….. Intinya beliau mengulas tentang CHANGE, bahwa berubah biasanya kita berpikir ingin bisa mengubah dunia, kemudian tidak bisa ternyata, kita berusaha merubah orang orang disekitar kita, dan setelah umur mendekati ajal, baru disadari bahwa juga tidak berhasil mengubah orang, dan akhirnya disadari bahwa paling utama adalah berubah dari diri sendiri…. (Stella pernah membaca pernyataan ini dalam buku Antony de Mello)… selain itu caranya menyampaikan homily sangat memukau… secara pribadi aku tersentuh dengan homily ini dan sesuai dengan pesan beliau di awal, disimpan dalam hati dan direnungkan…. Ayat-ayat alkitab yg sempat ter’kutip’ di kepala dan benar –benar meneguhkan aku saat ini, aku sangat bahagia karena percaya tidak ada yang kebetulan untuk segala sesuatu, di saat hatiku gundah karena beberapa hal yg terjadi, Tuhan datang menegurku, mendamaikan hatiku, menggembirakan lagi dengan kata-kataNya sendiri lewat homily dan kesaksian Mgr. Suwatan yaitu “segala sesuatu akan indah pada waktu-Nya (Pengkotbah 3:3)” dan Tuhan bersabda dalam kitab Wahyu 21 : 1-5a, “Allah akan menghapus segala airmata, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama telah berlalu. Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru”. Tuhanku, terima kasih banyak atas semua kekuatan ini… aku terharu… aku merasa bahagia dan sungguh bersyukur… karena aku memang bertekad untuk mengubah diriku sendiri menjadi orang yang lebih baik, meninggalkan yang lama, karena segala sesuatu yang lama telah berlalu, aku ingin segala sesuatu yang baru… dan peneguhan Tuhan yang sangat kupercaya bahwa segala sesuatu akan indah pada waktu-Nya…. Dalam hal apa saja. Sebagai manusia lemah, kadang aku berpikir Tuhan ini sudah benar dan maksimal, tetapi ternyata bukanlah seperti itu… Tuhan menghendaki lain dan memang itulah yang terbaik dalam hidup.
Setelah Misa, masih dalam rangkaian acara ada Laporan Ketua Panitia Pembangunan Gereja, Ibu Marietta Kuntag, dipaparkan mengenai sejarah gereja Katedral, setelah itu Sambutan dari Gubernur Sulut Drs. S.H. Sarundajang intinya memberikan selamat untuk umat yang bisa menyelesaikan pembangunan gereja Katedral yang sangat indah dan megah, berada di pusat kota, jalan utama, dan bisa merupakan tempat wisata religi di Sulut, serta beliau juga mengungkapkan rasa terima kasih untuk kerjasama yang baik pemerintah dengan Uskup dan umat Katolik. Nah, ini yang kutunggu, kesaksian sang Jubilaris Mgr J. Suwatan, MSC dimana HUT-nya ke 70 juga dapat kado yg tak terlupakan dan membanggakan dari umat sebuah gedung gereja yang megah, tak dipungkiri ungkapan hati beliau merupakan berkat dan rahmat dari Tuhan, untuk yang mendengarnya, bahwa Tuhan bekerja pada waktu-Nya dan itu akan menjadi indah, diungkapkan dengan sedikit terbata-bata karena haru dan bahagia oleh Mgr karena pasti beliau merasakan kasih Tuhan yang tak terhingga dalam hidupnya, dan beliau mengekspresikan dengan penuh syukur tetapi juga encourage para pastor dan semua umatnya untuk lebih ber-iman, percaya dan bersyukur dalam hidup. Akhirnya sambutan Nuncio/Duta Vatikan untuk Indonesia, Mgr. Leopoldo Girelli, dengan bahasa Indonesia berdialek ‘lidah barat’ tetapi bisa dimengerti, dan sambutan beliau banyak membuat umat yang hadir bertepuk tangan karena gembira, dan setuju dengan semua pernyataan beliau yang juga dibumbui dengan bahasa daerah Minahasa seperti, maleo leosan (artinya baku baku sayang), torang samua basudara, dll…. Sangat menarik… sambutan beliau dibuat memang untuk attractive people… Misa usai, acara tetap berjalan… resepsi…. Saya mendengar dari panitia disiapkan catering untuk 2000 orang… wah makanannya banyak melimpah… dan memang umat yang hadir senang… syukur juga cuaca begitu mendukung…. Cerah, secerah hati semua yang bisa merasakan kemeriahan pesta syukur ini.
Setelah makan di keuskupan, sempat melihat dan berjabat tangan dengan Gubernur dan Duta Vatikan yang lewat di depanku, sangat dekat, jadi tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk menyalami juga mencium cincin nuncio… Ohh ternyata Nuncio Mgr Leopoldo Girelli akan segera ke airport kembali ke Jakarta, diantar sampai airport oleh Gubernur, Pst Herman Umbas, dan iring-iringan beberapa mobil polisi mengawal…. Wah acara ini mampu menarik banyak pejabat di daerah Sulut untuk datang dan terlibat…..para calon pejabat…. Para pengusaha….. dan banyak lagi dari berbagai kalangan.
Syukurlah, setelah cukup lama menunggu agar tamu-tamu lain sudah pulang, bisa juga leluasa ketemu Mgr. Josef mengucapkan Selamat HUT kepada beliau… penerimaan kebapakan, senyum dan kata-kata Mgr, selalu membuat aku senang dan damai… Mgr sempat titip pesan kepadaku, wah tanpa itupun Stella memang akan melakukannya! :))
Bravo dan Proficiat atas kerja keras Pastor Herman Umbas sebagai pastor paroki Katedral, panitia pembangunan gereja/acara ini yang diketuai Ibu Marieta Kuntag, umat Katedral dan siapa saja yang terlibat… acaranya sangat teratur dan meriah…. Yang Stella pribadi merasa 'kurang', karena aku lupa membawa kameraku (malam sebelumnya, baterai di-charge sehingga aku mengeluarkan kamera dari tas yg biasa kubawa :( akhirnya foto-foto yang ada hanya diambil dari handphone-ku, yg pastinya tidak terlalu bagus gambarnya... biar deh yang penting ada dan Buku Kenangan Katedral, yg saya tahu akan dibagikan, kok tidak terlihat dibagikan? (aku jadinya tidak dapat deh buku kenangan itu). Penyusun buku tersebut adalah Noldi Watuna, yg kebetulan Dekan Fak. Teknik di Unika De La Salle Manado, rekan kerja disana… waktu ku minta, ia cuma bilang semuanya udah diserahkan ke panitia 1000 buah… Pantasan minggu-minggu lalu, ia bilang sangat sibuk sehubungan dengan penyusunan buku kenangan ini toh…. He..he… saya ingat Pst Herman pernah telpon Stella untuk minta nomor telpnya Noldi, ohh ternyata karena juga untuk penyusunan Buku Kenangan ini.. Stella juga jadi ingat 2 minggu sebelum acara ini, aku online di fb-ku dan kulihat tumben ya Pst Herman jg online, penasaran kutanya aja… beliau balas chatingku ‘baru selesai misa dan ini sementara rapat panitia untuk pentahbisan gereja’… saya tanya "sama-sama dengan Hut Uskup ya?" Pst Herman jawab "ya". Akhirnya kututup aja chating kita "Ok deh Pst, nggak akan ganggu lama, selamat berapat ria ya mudah2an acara sukses".
Syukur lah semua usaha dan kerja keras terbalas dengan suksesnya acara itu…. Proficiat yaaa, cuma itu yg bisa kuungkapkan waktu ketemu Pst Herman di halaman Katedral.....
SYUKUR….SYUKUR…. PUJI TUHAN….. untuk gereja kudus-Mu, Tuhan..
Proficiat, Yang Mulia Mgr Josef…. We love you.
Subscribe to:
Posts (Atom)







