The experience and expression that I want to share.... This is a part of me.....and will become the past of good memories... I dedicated this blog to all people who has loving heart and respect life. "Curahan rasa, pikir dan asa, menurut penglihatan dan pemahamanku" :)
Sunday, 31 January 2010
Kasihan yang Menghancurkan
Kaisar Hu Wei : Apa yang kau dengar tentang reputasi saya?
Bu Pi : Semua orang memuji kedermawanan dan belas kasih Yang Mulia
Kaisar Hu Wei : Kalau begitu menurut kamu, sampai batas mana saya bisa mencapai prestasi kemajuan?
Bu Pi : sampai batas kehancuran Yang Mulia
Kaisar Hu Wei : Mengapa perbuatan baik dari rasa kasihan dan kedermawanan bisa mendatangkan kehancuran?
Bu Pi : Rasa kasihan yang berlebihan membuat Yang Mulia tidak mengecam orang-orang yang salah. Terlalu dermawan membuat Yang Mulia memberi penghargaan sebelum waktunya. Jika yang salah tidak dihukum, penghargaan diberikan kepada orang yang tidak layak, apakah tak akan mendatangkan kehancuran?
Rasa belas kasih yang berlebihan, lebih parah lagi karena relasi personal atau kekerabatan sehingga merasa tidak enak menghukum, membuat hukum dan peraturan itu sendiri tidak jalan. Akibatnya, orang-orang bisa berbuat sesukanya dan seenaknya. Dan akhirnya (seiring berjalannya waktu) akan menghancurkan Negara sendiri. (Inspirasi Minggu Ini, Aura No. 51 thn XIII Jan 2010)
Ekspresiku : AGREE! Syukurlah saya bukan lah pimpinan yang tidak harus diperhadapkan dengan pengambilan keputusan yg kadang sulit. Hehe syukurlah saya masih bawahan yang justru melihat, belajar dan meneladani para pimpinannya…. Iya kan? Siapa pimpinan yang patut diteladani dan pengayom, serta daripadanya kita dapat belajar banyak.
Monday, 18 January 2010
Pilihlah : Yang Terbaik
Pertimbangkan pilihan-pilihan yang menghasilkan kebahagiaan dan keberhasilan …
Pilih untuk membangun, bukan menghancurkan.
Pilih untuk menganalisa, bukan menerka-nerka.
Pilih untuk bertahan, bukan berhenti.
Pilih untuk menghargai, bukan menggosip.
Pilih untuk menyembuhkan, bukan melukai.
Pilih untuk memberi, bukan merebut.
Pilih untuk bertindak, bukan menunda.
Pilih untuk mengampuni, bukan mengutuk.
Ekspresiku :
Wah pilihan yang gampang tapi susah dilaksanakan, apalagi bila berkaitan dengan peristiwa, kejadian, moment yang sangat melukai hati, maka kata mengasihi, tersenyum, bertahan, menghargai, memberi sangat susah untuk dilakukan. Kita cenderung lebih cepat untuk bertindak, cemberut, mengutuk, berhenti, menggosip, menunda kasih, dan akhirnya membenci. Tuhanku, tolonglah untuk diberi kekuatan, dimampukan untuk bisa melakukan semua itu. Roh memang kuat, tetapi daging lemah…..
Ada satu kejadian yg cukup mengharukan dan membuka mata akan arti kasih yang sesungguhnya. 6 tahun pernikahan temanku, kalau saya menganalisa situasi dan ceritanya, maka hidupnya hanya diisi dengan 40% kebahagiaan, selebihnya kesusahan, penderitaan dan banyak air mata. Ia beragama lain, tetapi sangat toleran dengan kami teman-temannya yang tidak seagama dengannya. Mujizat Tuhan terjadi, justru di dalam kesusahannya dengan perlakuan suaminya, ditengah badai rumah tangganya, ia banyak berdoa, bergumul dan banyak membaca Alkitab milik suaminya (yang beragama Kristen), seiring perjalanan waktu ia dengan sadar memutuskan untuk mengikuti agama suaminya. Sepertinya begitu, tetapi juga tidak seperti itu....ia dengan kesadaran sendiri karena saya yakin mengalami kasih dan kekuatan dari Tuhan Yesus. Waktu mengurus untuk bisa dibaptis di salah satu gereja saya juga ikut mengantarnya. Memang tidak terlalu ’ketat’ seperti di agamaku, dimana sehari sebelum hari baptisan, ada pengembalaan ia bersama orang tua baptis..... Singkatnya, waktu ia ke gereja hari minggu itu untuk dibaptis, ia hanya didampingi oleh orang tua baptis dan teman-temannya, hanya segelintir teman, hanya 2 orang teman baiknya, tanpa suaminya yang telah pergi meninggalkannya.
Baptisan kudus diterima, ia menangis... entah apa yg berkecamuk di dada dan hatinya saat itu... hanya ia yang tahu. Aku hanya menyaksikan lewat rekaman video yg dibuat, tapi untuknya juga hatiku menangis. Karena saya dapat merasakan penderitaannya sebagai sesama wanita dengan hati yg sensitif, tetapi juga aku adalah temannya, ia ku kenal baik, begitu juga suaminya. Saya tahu kehidupan RT juga harus diusahakan, sama seperti kita bekerja ada upaya di situ... tetapi kehancuran RT sangat memukul jiwa, merapuhkan tulang. Tetapi ia justru menjadi kuat karena Tuhan Yesus. Itu kesaksiannya.
Saya belajar akan pengalamannya, tidak takut untuk membangun keluarga, tetapi memang yang harus dicari justru adalah laki-laki yang takut akan Tuhan, mengasihi aku, menghargai keberadaanku, jujur dan setia. Yang lainnya hanyalah hiasan pemanis hidup (seperti wajah rupawan, badan yang tegap, punya rumah yg besar, pendidikan yg tinggi, wawasan yg luas, uang banyak, mobil bagus, dll contoh) .... saya ingat punya teman dekat seagama, justru kami tidak pernah ke gereja bersama, padahal saya mendambakan bisa ke gereja bersama. Bukan hanya ke tempat tempat yang hanya menyenangkan lahiriah. Saya pernah mendapatkan yg tidak seagama, justru ia pernah mengantarku ke gereja biarpun (mungkin) ia belum siap untuk itu, aku tidak mau memaksakannya.... tapi semuanya sudah berlalu. Itu hanya pengalaman-pengalaman hidup yang pernah kujalani. Banyak senang, tapi juga susah. Ada duka, tetapi ada juga kesenangan. Saat ini dengan pengalaman temanku tersebut, membuatku belajar untuk bisa memilih lewat mata hatiku. Mata hati adalah pengejawantahan suara Tuhan, yang pasti tidak pernah salah. Terima kasih untuk pembelajaran itu, temanku .........................
Tuesday, 12 January 2010
Mari Belajar Menghargai Orang Lain
Mari Belajar Menghargai Orang Lain
Salah satu dari sekian banyak kebutuhan manusia adalah penghargaan. Entah itu orang kaya, miskin, berpendidikan tinggi atau rendah, tinggal di kota , desa, bahkan yang di daerah terpencil sekali pun, semuanya ingin dihargai. Hubungan antar individu akan berjalan dengan baik dan harmonis apabila masing-masing pribadi saling menghargai: ada pihak yang memberi penghargaan dan ada yang menerima penghargaan.Semua orang pasti berusaha memperoleh penghargaan dari orang lain; apa pun caranya pasti akan ditempuh. Namun dalam hal memberikan penghargaan kepada orang lain, tidak semua orang mau melakukannya. Contoh nyata adalah hubungan antara tuan dengan hamba, atasan terhadap bawahan. Seorang tuan/atasan selalu ingin dihargai dan dihormati, tetapi belum tentu mau memberikan penghargaan kepada bawahan atau hambanya meskipun mereka sudah bekerja keras dan melakukan yang terbaik. Bukankah ini seringkali terjadi di sekitar kita? Seorang tuan/atasan bertindak semena-mena terhadap bawahannya, bahkan cenderung memandang rendah. Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita, ”Hai tuan-tuan, berlakulah adil dan jujur terhadap hambamu;” (ayat 1a), jangan hanya menuntut penghargaan dari bawahan.
Belajarlah untuk memberi penghargaan dan pujian untuk setiap jerih lelah bawahan kita! Memberi penghargaan kepada bawahan akan memacu mereka untuk lebih bersemangat mengerjakan tugas dan tanggung jawabnya. Sebaliknya bila tuan/atasan hanya mencerca, memaki, merendahkan dan menekan bawahannya, hal itu akan menurunkan semangat dan motivasi kerja. Apalagi para tuan/atasan yang notabene adalah seorang percaya , haruslah memberi teladan yang baik dan menjadi kesaksian bagi bawahan kita, bukan malah jadi batu sandungan! Tuhan Yesus sendiri yang adalah Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan ”...datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang.” (Matius 20:28).
Tuhan menghendaki agar kita saling mengasihi dan saling mendahului dalam memberi hormat (baca Roma 12:10).
Thursday, 31 December 2009
Menghapus jejakmu
Menghapus Jejakmu… by. Peterpan
terus melangkah melupakanmu
lelah hati perhatikan sikapmu
jalan pikiranmu buatku ragu
tak mungkin ini tetap bertahan
perlahan mimpi terasa mengganggu
kucoba untuk terus menjauh
perlahan hatiku terbelenggu
kucoba untuk lanjutkan itu
engkau bukanlah segalaku
bukan tempat tuk hentikan langkahku
usai sudah semua berlalu
biar hujan menghapus jejakmu
lepaskan segalanya .....................
lepaskan segalanya.......................
Wednesday, 30 December 2009
Liburan Natal yang Berkesan
Dari tgl 18 Des 2009, Stella udah liburan…. Memang liburan resmi dari kantor sampai tgl 4 Jan 2010. Wah ndak terasa jg sudah mau tahun yg baru….. Dalam masa liburan banyak kegiatan sih, selain sibuk di rumah bantu ibu, tapi juga bersih-bersih rumah dan kamarku… yg memang kegiatan yg paling ku senangi kalau di rumah, selain baca majalah, nonton film dann tidur he..he…
Beberapa kegiatan yang paling berkesan yang ingin kuekspresikan seperti :
Tgl. 22 Desember 2009 jam 12.00-16.00
Hari itu Reuni Alumni Laboratorium Kimia Bahan Hayati Laut… Aku di fb oleh Yuli Ngkuno, salah satu adik tingkat mengabarkan mau kumpul-kumpul anak-anak lab dulu atas inisiatif Mner Remy… wow… ok deh. Tugasku cuma bawa kukis basah, jd aman tinggal singgah di Toko Kue Cella. Waktu sampai kirain so mulai, blum kote… ade ade baku sedu, tinggal tunggu pa k’Ella kua baru mo mulai hehe… akhirnya sambil atur-atur makanan, sambil tunggu teman teman lain ta kumpul baru mulai… Kalau dulu Mner begitu tegas ha..ha… kalu sekarang so lebe bijak katu… biarpun tetap aja komentar straight nya keluar juga : “ eh, pe lama, ngoni mo se makan lat dang ini? “ he..he… tong so tau Mner pe gaya, jd cuma senyum2 jo… langsung jo aku ambil alih ba mc, lalu tunjuk Ester Angkouw alias Ebhi Doa Makan….
Kesan yg sempat kuungkapkan saat itu : waktu beres beres kamarku, ku dapati buku penelitianku dulu, berisi sehari-hari apa saja yg ku lakukan… kayak buku harian. Saya ingat hal ini diharuskan oleh Mner Remy,. Pembimbing S2-ku….. ehh Prof Remy kote sekarang. Waktu ku baca… ternyata tanggal-tanggal seperti ini saya masih harus ke lab untuk fed my plankton, so on…. Tgl 24 Des 2001, 26 Des 2001, 28 Des 2001, 30 Des 2001 lalu tgl 2 Jan 2002, harus ke lab… perbaiki ac di ruangan kulturku, ada Mner Remy jg saat itu… yg saya ingat sih apa yg boleh diperbaiki, ditunjukkan sendiri oleh Mner, dan bila ditemui hal seperti itu, buat sendiri…. He..he… kalu ingat masa masa itu banyak enaknya daripada susahnya… karena saya juga banyak ditemani dan dibantu teman-teman yg setia menemani, biarpun mereka bukan di lab KBHL tapi lab sebelah…. Seperti lab Farmasitika Laut. Saya ucapkan syukur dan terima kasih untuk semuanya… itu pengalaman yg manis buatku. Begitulah …….
Setelah dari lab KBHL, mau pulang ketemu dengan Mner Dr. Medy Ompi, MSc, beliau adalah dosen PA (pembimbing akademikku), Mner Farnis Boneka… yg baru saja jadi Profesor, pas ketemu tentu saja kasih selamat kepada beliau dan Mner Markus.. pembimbing S1-ku dulu… yg menunjukkan ruangan kerja barunya. Ok deh mner, si calon professor juga. Saya senang bertemu dosen-dosenku dulu, mereka sangat baik, ramah dan supportif selalu… bercerita dengan mereka, nyaman, nyambung, dapat manfaatnya, selalu support, senang membantu, dan memang dari dulu sejak aku msh mahasiswa sampai saat ini tetap saja tidak berubah… very welcome… hal ini yg kusenangi…
Happy…happy…. Happy…. Mengingat banyak sekali kisah kisah manis di kampus FPIK Unsrat itu…. itulah masa masa terbaikku dimana hanya diisi oleh belajar, kampus, jalan-jalan, kebersamaan, banyak teman yg selalu menemani, ditaksir teman seangkatan, kakak tingkat, dosen dosen muda jomblo… ha..ha… itu masa masa menghadapi pilihan yang banyak… golden moments seorang gadis lah… he..he… makanya byk yg kecewa dan dikecewakan karena saat itu lagi happy happynya kumpul dengan teman, cuek, jalan-jalan kemanapun banyak orang, kalaupun ada cowok saat itu, yg pastinya jarang berdua. Disirikan orang juga pernah krn banyak teman cowok yang selalu siap sedia mengantar menjemput, membantu, diajak jj, field trip tugas kuliah, dll...
Btw, masa itu udah lama sekali… yg hanya bisa diingat, tapi tidak bisa terulang lagi. Hanya berharap getar-getar cinta yang pernah kurasakan kepada seseorang di masa itu, bisa kurasakan kembali. Tentu bukan kpd org yg sama, tapi perasaan yg sama. Ha..ha… kalau sekarang sih lebih ke menjalani saja, sambil belajar membina hubungan yg baik… kemana ya chemistry itu pergi??
23 Des 2009, dari jam 12-20.00
Ketemu teman lama Nancy Pangau dan Joice Tumanduk…. Nancy yg pulkam dari Balikpapan, Jo baru pulang dari proyek di Buroko, Bolmong… ke 3 jomblowati ketemu, apalagi kalau ndak makan-makan, ngerumpi A-Z, shoping sama-sama…. Menghabiskan waktu yang lama sekali he..he…
NATAL, 25 Desember 2009
Apalagi kalau masuk Gereja, Misa Natal pagi hari…. Kupanjatkan puji dan Syukur atas apapun yang sudah kualami selama setahun ini. Banyak suka, tapi ada juga duka, tapi Tuhan sudah membuat dan menggariskan nasibku di tanganNya. Stella hanya berserah, pasti ada hikmah dari semua kejadian itu. Ke depan kupasrahkan saja, dan tetap berharap yang baik yang akan ku dapatkan. Tuhan akan menjaga dan menyertai selalu. Banyak doa dan harapan untuk tahun ke depan.
Seharian di rumah saja, bersama keluarga, dan menunggu saudara, teman, tetangga yang datang berkunjung…. Senang, tapi capek juga melayani orang yg datang.
Terima kasih, Tuhan… kedamaian hati, doa dari byk org, bahagia di hari Natal ini tetap kurasakan. No hurt feeling anymore.... dalam doa natalku, aku mohon maaf untuk semua yg kulakukan yang tidak berkenan kepada Tuhan... sengaja atau tidak yg kulakukan. Juga terhadap orang tua, adik, saudara, teman, atasan, rekan kerja dan siapa saja yg ku kecewakan. Saya juga mohon supaya perasaan-perasaan tidak enak terhadap mereka terhapus, digantikan damai dan bahagia. Thank U Lord.
28 Desember 2009, jam 18.00 – 23.00
Gathering alumni SMANSA 92 (lulusan SMA Negeri I Manado angkatan 1992).
17 tahun lalu kami lulus dari salah satu sekolah favorit di Manado, yaitu SMA Negeri I, itulah yang menyatukan kami untuk mau ketemu membuat acara biarpun sederhana yang penting kebersamaan itu. Aku yang ditunjuk teman-teman sebagai Sekretaris Reuni, mengambil inisiatif menentukan tanggal agar gathering ini tetap jadi… soalnya selama setahun di milis kami, pembicaraan tanggal selalu saja tidak pasti… biasalah banyak kepala pasti banyak ide dan maunya. Akhirnya tanggal, jam, tempat ku tentukan dan di posting ke milis dan Facebook dibantu moderator milis Sonya Salonder dari Amerika.
Syukurlah, cukup banyak teman yg merespon… 35 alumni terkumpul, mewakili semua kelas yang dulu seperti Kelas Fisika 1 dan Fisika 2, Biologi 1, 2, 3, Sosial 1, 2, 3 dan Bahasa. Karena pengundang, setidaknya on time, eh malah sudah ada yang lebih dulu, ada Steve Palenewen, Bambang Sukotjo, dan …. Kemudian mulai deh berdatangan teman-teman lain…. Senang juga karena tahu ada gathering ini temanku Alex Kambey dari Surabaya, Merry Suoth dari Jakarta, Yolanda Thomas dari Jakarta, Nancy Pangau dari Balikpapan, Budi Wawointana dari Jakarta, Poppy Taslam juga dari Jakarta, Bambang Sukotjo dari Bandung… pada pulkam untuk Natalan di Manado. Kesempatan ini dipergunakan untuk ketemu kami kami di Manado.
Selama acara, jadi MC mengarahkan acara, setelah itu dipandu Sherly Khosama sebagai ketua panitia reuni nanti… banyak masukan bagus sih dari teman-teman yang lain… yang intinya semua setuju agar Reuni tahun depan harus jadi. Siap untuk disukseskan…
Senang sekali… bukan hanya karena pertemuan yang sangat jarang ini, tapi bisa bernostalgia dan terutama masih saling tahu keberadaan sekarang ini…
Semoga persahabatan kita abadi dan diberkati Tuhan. amin
Selasa, 29 Desember 2009 jam 19.00 – 24.00
Reuni Akbar Alumni SPENSA 89
Reuni dilaksanakan di tepi kolam Hotel Ritzy lantai 6, Jl Boulevard Manado. Usaha panitia cukup sukses, karena kami bisa terkumpul 90 orang.... waduh... suasana ramai, canda tawa, apalagi bila mengingat cerita-cerita lama kita.... waduh…..
Paling senang karena saya ketemu teman-teman kelas di satu I dulu….. banyak teman justru dari Kelas Ii, yang menggas acara ini, seperti Sahryl Papene (Ketua Panitia), Achen Pelengkahu, Meidy Leung, Santi Pattiselano, wah seru sekali.......... udah jadi mama 3 anak, 2 anak, atau papa, tetap aja ndak bisa jaim bila ketemu teman lama..... eh ternyata yg masih jomblo banyak juga... akhirnya tidak terasa sendiri gua.... biasalah pada di jodoh-jodoin, tapi semuanya ada yang atur, he..he... TETE MANIS, kalau memang jodoh ndak mo kemana ha..ha...
Selain acara pertemuan, makan bersama, ada juga pembentukan Ikatan Alumni Spensa.... setelah itu acara di tutup dengan foto-foto per kelas, foto-foto bebas, dan juga nyanyi sambil goyang, dansa, cha cha, cakha cakha, dan goyang bebas ha..ha... tak terasa waktu udah semakin larut, tapi masih banyak yg bertahan.... Stella pulang aja udah jam 12 malam diantar teman, tetapi tetap aja masih banyak yg tinggal dan melanjutkan acara... kangennya ndak abis abis eh... memang kalau mau reuni, sebaiknya sendiri, tidak membawa pasangan (pacar kek, istri atau suami)... lebih terasa afdol dan tidak harus ’rasa ndak enak’ terhadap pasangan, apalagi pake minta pulang cepat, ya ampuun....
Tuesday, 15 December 2009
You'll see
You think that I cant live without your love
you'll see
you think I cant go on another day
You think I have nothing without you by my side
you'll see somehow, some way
You think that I can never laugh again
You think that you destroyed my faith in love
You'll see somehow, someway
You think that you are strong but you are weak
It takes more strength to cry, admit defeat
I hv truth on my side
you only hv deceit
all by myself, I'll survive
(by Madonna)
Thursday, 10 December 2009
SEDERHANA TAPI PUNYA MAKNA
Orang CERDAS dilihat/dinilai dari jawabannya
Orang BIJAK dilihat/dinilai dari pertanyaannya
Orang BERILMU dilihat/dinilai dari tingkah lakunya
Orang BERIMAN dilihat /dinilai dari kesabarannya
Orang KAYA dilihat/diketahui dari hutangnya/pengeluarannya
Orang BAIK dilihat dan dirasakan indah manfaatnya
Orang CINTA dilihat/dirasakan dari ketulusan dan pengorbanannya.
(Anonim, Des 2009 source : my FB-friend’s note)
Ekspresi ku:
Saya banyak dikelilingi oleh orang-orang yang cerdas, bijak, berilmu tinggi, beriman, kaya, baik dan punya cinta (saya tidak dapat menyebutkan who they are). Tetapi aku juga bisa menemui orang yang bodoh tapi menampakkan kecerdasan semunya dari bisanya bersilat lidah, katanya bijak tapi kata-katanya bercabang, berilmu tapi dipakai sendiri, beriman tapi juga banyak sesatnya, orang kaya tapi miskin cinta, orang yang mengaku baik tapi kelakuannya menyakitkan hati dan orang yang kelihatannya mencinta, tapi tidak dapat kurasakan ketulusan hati dan pengorbanannya… malah lebih ingin diperhatikan dan dimengerti tetapi tidak mau atau kurang bisa mengerti akan keinginan dan kebutuhan orang lain.
Tetapi saya sikapi semua bahwa itulah perjalanan hidup yang kulalui dan kutemui disekelilingku… pengalaman kebersamaan dan bertemu dengan berbagai macam karakter dan kepribadian orang lain, saya yakin membuat ku dapat belajar akan arti hidup, kehidupan, bertumbuh bersama dan saling melengkapi. Kekurangan ku dapat dilengkapi oleh orang lain dalam satu tim kerja, atau dalam satu komunitas pertemanan…
Tidak salah kalau saat ini, aku mengingat kembali perjalanan hidupku satu tahun ini (2009), banyak sekali pengalaman hari demi hari, banyak ketemu orang baru, kebersamaan dengan teman-teman tetapi juga banyak hari dilewati sendiri.
Saya bersyukur bahwa dengan pengalaman-pengalaman yang pernah kualami, Tuhan menyatakan banyak hal terhadapku… meskipun kusadari bahwa tahun ini lebih terasa banyak persoalan daripada tahun kemarin…
Resolusiku di tahun ini, banyak yang tidak kujalankan atau ingin kujalankan tetapi mengalami banyak hambatan, tantangan baik dari dalam diri seperti kemalasan, acuh, merasa puas diri, takut, tetapi juga dari luar. Hal-hal yang kurasakan membahagiakan antara lain :
• Kesehatan prima, saya sangat jarang sakit
• Harmonisnya keluarga, rasa kebersamaan, saling menyayangi dalam suka duka
• Orang tuaku masih diberikan kesehatan, nafas kehidupan, sehingga kami selalu bisa bersama.
• Saya merasa lebih bijak dalam menyikapi banyak hal, lebih bisa belajar menerima kekurangan orang lain, lebih arif dengan keadaan.
• Saya bekerja dalam lingkungan yang baik… memang ada juga masalah tetapi itu disikapi dengan dinamika bekerja bersama orang lain, tentu banyak pikiran, persepsi, keinginan, harapan dan kepentingan yang terlibat.
• Saya memiliki teman-teman yang ‘care’ dan supportif… dimanapun mereka berada, saya selalu merasa disaat saya memerlukan teman, ada saja yang memberikan saran, nasehat, perhatian, dukungan moril yang akhirnya membuat ‘masalah’ yang kualami terasa ‘simple’ pada akhirnya.
• Saya merasa lebih mapan dan stabil, biarpun bukan dalam arti berkelimpahan, tetapi saya merasa tercukupi, dapat memenuhi kebutuhan sendiri. Saya tidak lagi ‘bergantung’ dari orang tua untuk soal finansial, biarpun saya masih tinggal dengan orang tua.
• Saya senang dan bersyukur diberi kebebasan, tidak terlalu banyak diawasi seperti anak kecil, diberi tangungjawab, kepercayaan mengatur banyak hal oleh orang tua. Saya menyadari sebagai anak sulung, sudah bekerja, disekolahkan dan mendapat pendidikan baik, putri satu-satunya, tentu saja tertumpu harapan, tanggungjawab, perhatian, kasih sayang, beban, kenyataan hidup, dan salib dalam keluarga, agar aku bisa ‘though’, tegar bila ada masalah, mampu menerima keberadaan keluarga kami dan bahagia.
• Bersyukur atas pengajaran dan pendidikan yang masih bisa kuterima dari orang tua, bukan dengan cara mendikte tetapi dengan kasih dan teladan.
• Bersyukur dan terima kasih untuk beberapa harapan yang bisa dikabulkan dalam tahun ini.
Dalam menjalani hari-hari, ada juga peristiwa yang membuatku sedih, kecewa, rasa bersalah, emosi negatif, perasaan diabaikan, tidak dimengerti, kurang sreg, dll… dalam hal ini saya tidak menyalahkan orang-orang itu. saya hanya menuliskan pengalaman seperti apa itu, yang akhirnya membuatku pernah dibuat sedih dan kecewa.
• Saya tidak suka dibohongi… never respect to a lier… makanya setiap kali ketahuan dibohongi, saya pasti marah dan kecewa.
• Saya mengalami ketidakpastian… apakah ini bentuk rasa sayang? Ataukah aku yg banyak tuntutan? Lelah untuk memikirkannya apalagi menjalaninya.
• Saya juga merasa pernah ‘diabaikan’… apakah ini cara memelihara hubungan yang baik?
• Ada juga perasaan ragu akan tindakan-tindakan yang kuterima, lebih suka diperhatikan tetapi tidak mau memperhatikan, dan menganggap lumrah untuk hal-hal yang dilakukan.
• Mengapa aku tidak atau belum mendapatkan seperti yang kuinginkan? Apakah usahaku belum maksimal untuk itu?
• Saya merasa belum maksimal dalam pekerjaan, ada beberapa kendala teknis dan non teknis, yang akhirnya mengecilkan perkembanganku, memudarkan kreatifitas, mengendorkan semangat berkarya, memang tidak selalu seperti itu, tetapi hal-hal ini terpaksa kuakui kualami juga.
• Merasa bahwa apa yang kuperbuat, apa yang telah kubantu, tetapi disalahartikan atau malah dianggap ‘melangkahi’. Diam salah, berbuat salah…. Situasi yang tidak mengenakkan hati.
Tetapi dari beberapa pengalaman, aku juga menyadari, tidak menyalahkan orang lain karena juga dalam hari-hari lalu saya juga melakukan kesalahan, yang menyakiti hati, mengecewakan orang, mengabaikan kepentingan orang lain, acuh dengan keadaan yang mungkin membutuhkan perhatianku, dll. Saya ingat beberapa moment tapi biarlah hal-hal itu berlalu, karena masa lalu sudah tidak bisa diulang, diperbaiki, ditarik kembali karena sudah terjadi…. Yang bisa adalah saya berusaha menjadi orang yang lebih baik untuk hari ini dan ke depan. Selama Tuhan masih memberikan nafas kehidupan, maka akan tetap ada saja pengalaman lain yang belum diketahui.
Saya tidak lagi menuliskan RESOLUSI untuk tahun depan, yang pasti saya punya target dan harapan agar apa yang kuinginkan MOST dapat terwujud, serta rencana-rencana baik dan kehidupan yang lebih baik, stabil, nyaman dan membahagiakan dapat kurasakan/kudapatkan. Saya tidak hidup sendiri, tapi semoga kebersamaan dengan keluarga, sesama dan lingkungan yang baik, membuat hari-hari yang akan dilalui membawa berkat. Semoga hidupku punya arti untuk orang lain, membawa manfaat dan berkat bagi sesamaku. Semoga apa pun yang kukerjakan diberkati Tuhan. Semoga tahun depan lebih baik dari tahun ini.
Tuhanku, sertai kehidupanku selanjutnya. Amin
Penelitian Dosen Muda (2009)
Bulan Feb 2009 lalu bertempat di Hotel Ritzy Manado, ke-9 penerima PDM, kepala-kepala Lemlit PTS dan juga Rektor/ketua Sekolah Tinggi bertemu dengan Koordinator Kopertis Wil IX Makassar, diadakan penandatanganan kontrak.
Penelitian kecilku dilakukan di Daerah Aliran Sungai Talawaan Minahasa Utara,… melihat distribusi merkuri dalam sedimen dan biota di sana. Maklumlah marak pertambangan rakyat tanpa ijin, mereka juga menggunakan merkuri untuk tapisan emas dari sungai…. Daerah itu merupakan daerah budidaya ikan air tawar (kolam) seperti nila, mujair, ikan mas. Keluargaku memiliki telaga dan kolam untuk konsumsi sendiri, dan ada juga keluargaku yang lain untuk keperluan/usahanya. Concern ini juga mendorong ku untuk mau meneliti di daerah sana.
PDM ini tidak lepas dari bimbingan supervisorku, Ir. M Lasut, MSc, Dr.tech, beliau yang sekarang ini berkolaborasi dengan Minamata Disease Institute, Jepang untuk suatu penelitian, banyak memberikan arahan karena memang penelitian besar yang ia lakukan, grant design, dan penelitianku ini merupakan juga bagian dari itu untuk mendapat data distribusi… ide dan topik diberikan dan aku menyambutnya dengan senang hati…… kami saling membantu untuk itu. Biarpun dari institusi yang berbeda tetapi tidak menghalangi untuk berkoordinasi. Saya banyak belajar dan menggali kemampuan analisis lagi. Saya terima kasih untuk semuanya kepada beliau, arahan, bimbingan, bantuan moril, kepercayaan, hal ini membuat semuanya dapat dilakukan dengan lancar. Terima kasih juga untuk teman-teman dosen dan mahasiswa FPIK Unsrat dari lab Toksikologi dan Farmasitika Laut, yang telah membantu baik di lapangan maupun di laboratorium beberapa waktu lalu. Ada Vivi, Ester, Boncu, Janny, dan Indah. Terima kasih juga untuk institusi ku saat ini Unika De La Salle Manado, memberikan kemudahan terutama banyak ijin he..he.. krn harus ke lapangan dan lab di Kampus Unsrat sehingga saya tidak harus masuk kantor.
Saya tidak mengharapkan banyak untuk appresiasi, karena saya cukup senang dengan perhatian dan kepercayaan yang diberikan, biarpun saya juga menyadari… ilmu dan arahan banyak saya peroleh dari orang-orang diluar lembaga yang kunaungi, hanya secara kewajiban administrasi, LPPM membantu karena memang saya bekerja di De La Salle.
Apapun itu saya percaya, jalan sudah dibuka untuk maju dan bisa mengasah lagi ilmu yang pernah ku dapat. Saya hanya berharap, langkah kecil ini bisa ‘punya arti’ untuk pengembangan diriku, mahasiswaku dan institusi ke depan. 1000 langkah dimulai dari 1 langkah… tidak pernah akan genap 1000 langkah, kalau tidak ditapaki oleh 1 langkah ditambah 1, dstnya…..
Awal Nop 2009 bertempat di Gran Puri Hotel, 2 orang evaluator dari Kopertis Wil IX Makassar, datang mengevaluasi progress penelitian yang dilakukan… kami harus memasukkan laporan kemajuan I dan II, ada formatnya dan ditandatangani ketua peneliti. Ada juga sesi Tanya Jawab dengan Dr. Zulkifly (dari Kopertis Makassar).
Di balik banyak kekurangan dalam pelaksanaan penelitian itu, saya berharap dan yakin pasti membawa manfaat, besar dan kecil tergantung perspektif mana kita menilainya…. Materi tidak seberapa, tapi kepuasan batin dan kesenanganku bisa melewati semuanya dengan lancar… saya bersyukur dan terima kasih untuk itu.
Thursday, 3 December 2009
Hari-hari (untuk direnungkan)
Yang pertama; Hari kemarin. (PAST)
Anda tak bisa mengubah apa pun yang telah terjadi.
Anda tak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan.
Anda tak mungkin lagi menghapus kesalahan; dan mengulangi kegembiraan yang anda rasakan kemarin.
Biarkan hari kemarin lewat; lepaskan saja...
Yang kedua: Hari esok. (FUTURE)
Hingga mentari esok hari terbit,
Anda tak tahu apa yang akan terjadi.
Anda tak bisa melakukan apa-apa esok hari.
Anda tak mungkin sedih atau ceria di esok hari.
Esok hari belum tiba; biarkan saja...
Yang tersisa kini hanyalah :
Hari ini. (PRESENT)
Pintu masa lalu telah tertutup;
Pintu masa depan pun belum tiba.
Pusatkan saja diri anda untuk hari ini.
Anda dapat mengerjakan lebih banyak hal hari ini bila anda mampu memaafkan hari kemarin dan melepaskan ketakutan akan esok hari.
Hiduplah hari ini. Karena, masa lalu dan masa depan hanyalah permainan pikiran yang rumit.
Hiduplah apa adanya.
Karena yang ada hanyalah hari ini; hari ini yang abadi.
Menyia-nyiakan Waktumu adalah menyia-nyiakan hidupmu, tetapi menguasai waktumu adalah menguasai hidupmu.
Perlakukan setiap orang dengan kebaikan hati dan rasa hormat, meski mereka berlaku buruk pada anda.
Cintailah seseorang sepenuh hati hari ini, karena mungkin besok cerita sudah berganti.
Ingatlah bahwa anda menunjukkan penghargaan pada orang lain bukan karena siapa mereka, tetapi karena siapakah diri anda sendiri
Jadi teman, jangan biarkan masa lalu mengekangmu atau masa depan membuatmu bingung, lakukan yang terbaik HARI INI dan lakukan SEKARANG juga !
(disadur dari : myfacebook.com/kisahkisahinspiratif)
Thursday, 12 November 2009
Acara.. acara... & acara....
Bukan orang Manado deh kalau tanpa acara acara...... apa pun bisa diacarakan... apalagi Hari Ulang Tahun atau HUT Imamat, dari yang sederhana, kumpul-kumpul teman atau saudara, sampai yang besar mengundang banyak orang.
Yang sempat kuhadiri ada beberapa acara, seperti :
1. HUT Pastor Revi Tanod, Pr, MA (Rektor Unika De La Salle Manado) tgl. 24 Oktober 2009. Hutnya ke 45, diselenggarakan di Wisma Keuskupan Manado. Hal yg berkesan buatku saat kata sambutan beliau, hal-hal lain sudah pernah kudengar, tapi yang berbeda adalah pernyataan beliau bahwa ‘sebenarnya senang menyendiri, hanya karena tuntutan sebagai seorang Imam dan juga sekarang seorang Rektor, tentu saja banyak ketemu dengan orang dan menghadiri atau berkumpul dengan banyak orang’. Saya hanya tidak menyangka, karena yang biasanya sih pastor Revi, ramah dan supel dengan banyak orang. Biarpun saya juga tahu dalam keadaan serius di kantor, mukanya ‘kencang’ juga.... Hal lainnya, setelah pesta usai di siang harinya, Stella berjabatan tangan dengan beliau mohon pamit, tetapi malah diundang lagi untuk datang malam harinya karena masih ada acara lainnya. Dalam hati malu juga ke acara yg sama sudah 2x... tapi saya juga merasa, permintaan beliau tidak salahnya dituruti dan enjoy aja bahwa beliau at least senang akan kehadiranku. Penghargaan itu yang ku-appreciated. Dan akhirnya kembali lagi merasakan suasana acaranya di malam hari yang lebih banyak orang lagi.
2. HUT Om Babeng (pamanku) tgl. 25 Oktober 2009. Hutnya ke- 55. Diselenggarakan di kebun (kobong) Laikit, Kec Dimembe. Wah rame lah kalau udah kumpul keluarga.... apalagi orang-orang Tonsea yang cukup ‘ribut’ kalau bercerita.... ha..ha... belum lagi suasana kobong dan telaga... hari itu serasa fresh saja, lain dari rutinitas sehari-hari. Kami berdoa rosario bersama dan apalagi kalau tidak makan bersama.
3. HUT Pastor Johanis Mengko, MSC (pastor keluarga) tgl. 26 Oktober 2009. Hutnya ke 71, diselenggarakan di Pastoran Ratu Rosari Suci, Tuminting. Tidak dibuat ‘besar’ seperti biasanya... tetapi tetap aja makanan berlimpah dan enak-enak... kehadiran komunitas pastor-pastor MSC (ada Provinsial MSC Pst J. Mangkey, Pst Silvester Rarun, Pst Merki Toreh, Pst Frans Mangundap), lalu ada Pst Rhein Saneba, Pst Agus Mangundap (khusus datang dari Gorontalo untuk hadir), Pst Ade Supit, Pst Pinontoan, dan Uskup J. Suwatan... beberapa saja kami umat yg dekat dengan Pst Mengko ...........menambah suasana kebersamaan dan keakraban serta acara tidak formal, malah lebih enak terasa. Kita makan mangga dan durian bersama.... kupas mangga dimakan beramai-ramai, belah durian pun diserbu ramai-ramai ha..ha...
4. Acara Perpisahan Jean Paul Merle dan Marie Laure, 2 orang volunteer dari Fidesco Perancis, mereka telah berkarya selama 2 tahun sebagai tenaga ahli/dosen di Unika De La Salle Manado dan saat ini sudah selesai masa karya mereka di Manado dan kembali ke Perancis. Stella dulu sebagai sekretaris di Yayasan De La Salle, pernah mengurus form permintaan dan pengurusan administrasi visa mereka, setelah itu kita mulai bersahabat. 2 tahun mereka di sini, pasti banyak yang bisa kupelajari selama berteman dengan mereka. Acara mereka dimulai dengan Misa Syukur, setelah itu acara kebersamaan. Sempat bercha-cha pasangan dengan Jean, berchaka-chaka sama-sama juga foto-foto. Terima kasih Jean dan Merie buat semuanya...
5. HUT Imamat ke 40 Pastor Agus Mangundap, MA (mantan Ketua Yayasan De La Salle Manado, mantan bosku dulu)... dibuat kembali oleh Umat Paroki St. Antonius Padua, Tataaran Tondano, tgl. 8 Nopember 2009. Luar biasa kasih Tuhan untuk pastor yang satu ini, acara HUT Imamat 40 tahun beliau dibuat oleh umat di Gorontalo, 22 Agustus 2009 lalu, umat Warembungan di 29 Agustus 2009. Dan ternyata umat Tataaran dimana ayah Pst Agus berasal dari daerah sana, juga ingin merasakan perayaan Syukur Imamat beliau. Dari ketiga acara yang semuanya kuhadiri... ada kesan-kesan tersendiri buatku. Khusus untuk perayaan di Tataaran ini, yang juga seperti pokok kotbah Pst Mengko saat itu, yaitu iman umat.... bersyukur untuk imamat yang telah melahirkan 7 orang pastor/imam/gembala dari paroki ini..... Pst Agus adalah pastor ke-2 asal Tataaran. Sungguh semangat umat dalam kebersamaan, itu mengesankan untukku dan saya yakin juga untuk Pst Agus. Bagaimana umat yg masuk gereja begitu ‘full’, setelah misa pulang mengambil makanan dibawa ke pastoran, tempat acara, umat tetap saja sangat banyak, bukan hanya keluarga tetapi umat se-paroki itu. Biarpun para pastor tidak sebanyak waktu di Warembungan, tetapi kehadiran Pst Y. Mangkey (khusus datang dari Jakarta untuk hadir), Pst Mengko (yg diminta berkotbah di Misa tsb), Pst S. Rarun, Pst paroki Alo Koraag dan Pst Fanny Manengkey... cukup membuat acara tersebut benar-benar acara Syukur dan Kebersamaan, serta rahmat dihadirkan.... Perhatian Pst Agus untuk meneleponku di hari itu masih pagi (biasalah ngecek mo datang atau tidak), juga tanda bahwa kehadiranku juga ia sudah senang. Bela-belain harus datang, bersama ibuku dan juga Pst Mengko menuju Tondano. Di sana bersama Pst Agus disambut dengan musik bambu. Pokoknya adat minahasa terasa kental, maklumlah pusat Minahasa ada di Tondano ini.
6. HUT Pastor Boni bin Olla, Pr (Pastor Kampus De La Salle Manado) tgl 11 Nopember 2009. Hutnya ke 32, diselenggarakan di Wisma Keuskupan Manado. Stella memang tidak banyak berinteraksi dengan beliau. Tapi tetap saja menyempatkan datang setelah jam kantor ke Wisma Keuskupan menemui beliau memberikan ucapan selamat HUT. Cukup banyak juga tamu/orang yang datang, terutama anak-anak CHOICE.
Biarpun tidak kuhadiri, karena memang tidak diacarakan atau karena berjauhan tempat, tapi ucapan selamat tetap harus dilayangkan, entah via sms atau telpon untuk orang-orang yang ku kenal dengan dekat dan kuingat akan HUT mereka, seperti :
• HUT Ibu Prof. Dr. Lucia Mandey, MS (Pembantu Rektor I di Unika De La Salle Manado) tgl 5 Oktober 2009.
• HUT Hesdi Korompis, SPi, MSc (salah satu sahabat dekatku, bersahabat dari masa kuliah S1 dulu di FPIK Unsrat) tgl. 24 Oktober 2009 ke 35.
• HUT Nora Ticoalu, SPi (salah satu sahabatku, kami berteman dari masa kuliah S1 dulu di FPIK Unsrat) tgl. 7 Nopember 2009 ke 35.
• Acara 40 hari meninggalnya anak terkasih dari Meitty Wongkar, SE (temanku di DLSU).... tgl 8 Nop 2009. Hari itu bertepatan dengan acara di Tataaran dan juga sempat ke Panti Samadi Tomohon, singgah sebentar melihat teman-teman di WeekEnd CHOICE. Duuh jadi ndak enak nih sama dia... Sampai saat ini perasaan kasihan dan empati akan kehilangan seorang anak untuk Meitty, masih saja terasa. Tapi senyumannya, ia selalu datang di ruanganku sebagai teman bicara, ketegarannya, melegakanku juga karena semuanya memang harus diterima sebagai peristiwa iman. Adik Rifhel udah jadi malaikat kecil di surga....... ia akan selalu mendoakan ibunya, saya yakin itu.
• HUT Ir. Noldi Watuna, MM (Dekan Teknik Unika De La Salle Manado, salah satu temanku yang baik) tgl 10 Nopember 2009 ke 38.
Saya juga sangat senang ketemu dengan teman-teman SMA dulu, ngerumpi di mall (dijadwalkan sampai 2 x) ha..ha... tidak perlu jaim... apa adanya ...... ada Fela Warouw, kebetulan berlibur dari Jepang... sementara ini mengambil program Doktor (S3) di sana, Nancy Pangau yang juga pulkam dari Balikpapan tempat kerjanya sekarang.... pokoknya waktu seperti berjalan cepat, karena pembicaraan yang sebenarnya sederhana tetapi bisa jadi panjang saking asyiknya... nyambung aja .... terima kasih Tuhanku, stella punya teman-teman yang baik dan perhatian, aku yakin kasihMu hadir lewat pertemanan kami. Hati yg resah, cepat terobati, itulah cara Tuhan memulihkan dan semuanya damai. Syukur kepada-MU.............
Wednesday, 11 November 2009
Just a joke
Pacar Atheis
Seorang ibu Katolik semula menolak keras anak gadisnya pacaran dengan pria
atheis.ia kuatir, anak semata wayang yang pintar menjual itu bakal keseret jadi atheis.
Ketika sang anak merajuk lagi supaya diijinkan melajutkan hubungannya,sang ibu punya ide brilian :
Ibu : baiklah, kau boleh pacaran, asal bujuk dia masuk Katolik.
Anak : kalau dia mau masuk Katolik ?
Ibu : kamu boleh kawin dengannya dan ingat, jangan tangung-tanggung meyakinkan orang atheis ...
Begitu mendapat restu, si anak tambah semangat menjual gagasan Katolik pada sang pacar, si pria komunis memperhatikan, rasa tertarik pada jualan pacarnya, dan sang ibu makin yakin ide mengkatolikkan pria komunis itu bakal jadi kenyataan.
Suatu hari, menjelang hari H perkawinan mereka, si gadis pulang ke rumah dengan mata berlinang :
Ibu : ada apa sayang? semua sudah oke, khan ?
Anak : bubar semua deh! gara-gara aku gencar menjual gagasan katolik, sekarang dia malah memutuskan jadi Pastor !* hiks..hiks...
(disadur dari www.pondokrenungan.com/humor)
Tuesday, 10 November 2009
Memaafkan
Tuhan Yesus, hari ini aku tersadar kembali kalau aku tetap butuh
Engkau di sampingku ,di dalam hatiku, didalam hidupku, sudah terlalu
sering aku meninggalkanMu padahal tak sedetik pun Kau meninggalkan
aku, hanya karena kebodohanku dan keegoisanku aku selalu pergi
menjauh dariMu , maafkan aku Tuhan , aku tidak ingin hidup penuh
kebimbangan dan tanda tanya seperti ini. Bantulah aku Yesusku untuk bangkit, melupakan rasa 'tidak enak itu'.
Aku mohon bantu aku untuk bisa memaafkan semua orang yang sudah menyakiti hatiku, yang sudah menghina aku, melecehkan aku,
merendahkan aku, tolong berikan aku kekuatan untuk bisa memaafkan semua orang yang melukai perasaanku, karena tanpa kekuatanMu aku tidak akan mampu, karena sakit hati yang terasa dalam hatiku,
menjadikan aku orang yang angkuh dan merasa tidak membutuhkan orang lain, aku menjadi takut untuk mempercayai orang lain atau berbuat
baik karena takut aku terluka dan aku mohon beri aku kedamaian dan
kasih yang besar untuk memaafkan, juga mengampuni sesamaku.
Aku mohon Yesus (dalam doa via Ibu Maria) pegang tanganku dan dampingi aku untuk memaafkan. Amin
Terima kasih Tuhan .... hati ini begitu lega, setelah aku mampu memaafkan kesalahan yang diperbuatnya kepadaku, tapi juga aku tahu kesalahan yang ku perbuat baik sengaja maupun tidak. Saya percaya, Engkau mendampingiku dan mengingatkanku untuk punya hati "yg penuh kasih".
Aku juga senang, bahwa efek pemaafan itu membuat ia juga orang yg kumaafkan menjadi bahagia... dan menghilangkan sakit kepalanya, stresnya, susah makannya, susah tidurnya, dll hmm..... Terima kasih karena kesadaran bahwa hidupku "punya arti" dalam kehidupan orang lain... membuat juga aku bahagia. Thank you God, for everything...
Friday, 30 October 2009
Mengapa sulit mengucap syukur?
"Jika engkau dapat membaca pesan ini, maka engkau menerima berkat ganda, yaitu bahwa seseorang yang mengirimkan ini padamu berpikir bahwa engkau orang yang sangat istimewa baginya, dan bahwa engkau lebih diberkati dari pada lebih dari 2 juta orang di dunia yang bahkan tidak dapat membaca sama sekali". Terima kasih somebody who name Ivonne (dlm Kisah-kisah Inspiratif-my facebook)... I believe God sends this to me.
Mengapa sulit mengucap syukur?
Aku bermimpi suatu hari aku pergi ke surga dan seorang malaikat menemaniku dan menunjukkan keadaan di surga. Kami berjalan memasuki suatu ruang kerja penuh dengan para malaikat. Malaikat yang mengantarku berhenti di depanruang kerja pertama dan berkata, " Ini adalah Seksi Penerimaan. Di sini, semua permintaan yang ditujukan pada Allah diterima".
Aku melihat-lihat sekeliling tempat ini dan aku dapati tempat ini begitu sibuk dengan begitu banyak malaikat yang memilah-milah seluruh permohonan yang tertulis pada kertas dari manusia di seluruh dunia.
Kemudian aku dan malaikat-ku berjalan lagi melalui koridor yang panjang lalu sampailah kami pada ruang kerja kedua. Malaikat-ku berkata, "Ini adalah Seksi Pengepakan dan Pengiriman. Di sini kemuliaan dan berkat yangdiminta manusia diproses dan dikirim ke manusia-manusia yang masih hidup yang memintanya". Aku perhatikan lagi betapa sibuknya ruang kerja itu. Adabanyak malaikat yang bekerja begitu keras karena ada begitu banyaknya permohonan yang dimintakan dan sedang dipaketkan untuk dikirim ke bumi.
Kami melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai pada ujung terjauh koridor panjang tersebut dan berhenti pada sebuah pintu ruang kerja yang sangatkecil. Yang sangat mengejutkan aku, hanya ada satu malaikat yang duduk di sana, hampir tidak melakukan apapun. "Ini adalah Seksi Pernyataan Terima Kasih", kata Malaikat-ku pelan. Dia tampak malu. "Bagaimana ini? Mengapa hampir tidak ada pekerjaan disini?", tanyaku. "Menyedihkan", Malaikat-ku menghela napas. " Setelah manusia menerima berkat yang mereka minta, sangat sedikit manusia yang mengirimkan pernyataan terima kasih". "Bagaimana manusia menyatakan terima kasih atas berkat Tuhan?", tanyaku. "Sederhana sekali", jawab Malaikat. "Cukup berkata, "Terima kasih, Tuhan".
"Lalu, berkat apa saja yang perlu kita syukuri", tanyaku. Malaikat-ku menjawab, "Jika engkau mempunyai makanan di lemari es, pakaian yang menutup tubuhmu, atap di atas kepalamu dan tempat untuk tidur, maka engkau lebih kaya dari 75% penduduk dunia ini."
"Jika engkau memiliki uang di bank, di dompetmu, dan uang-uang receh, maka engkau berada diantara 8% kesejahteraan dunia."
"Dan jika engkau mendapatkan pesan ini di komputer mu, engkau adalah bagian dari 1% di dunia yang memiliki kesempatan itu."
Juga.... "Jika engkau bangun pagi ini dengan lebih banyak kesehatan daripada kesakitan ... engkau lebih diberkati daripada begitu banyak orang di dunia ini yang tidak dapat bertahan hidup hingga hari ini."
"Jika engkau tidak pernah mengalami ketakutan dalam perang, kesepian dalam penjara, kesengsaraan penyiksaan, atau kelaparan yang amat sangat, maka engkau lebih beruntung dari 700 juta orang di dunia".
"Jika orangtuamu masih hidup dan masih berada dalam ikatan pernikahan ... maka engkau termasuk orang yang sangat jarang."
"Jika engkau masih bisa mencintai ... maka engkau termasuk orang yang besar, karena cinta adalah berkat Tuhan yang tidak didapat dari manapun."
"Jika engkau dapat menegakkan kepala dan tersenyum, maka engkau bukanlah seperti orang kebanyakan, engkau unik dibandingkan semua mereka yang berada dalam keraguan dan keputusasaan."
Nikmatilah hari-harimu, hitunglah berkat yang telah Tuhan anugerahkan kepadamu. Dan jika engkau berkenan, kirimkan pesan ini ke semua teman-temanmu untuk mengingatkan mereka betapa. diberkatinya kita semua.
"Dan ingatlah tatkala Tuhanmu menyatakan bahwa, 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambahkan lebih banyak nikmat kepadamu ."
Ditujukan pada : Departemen Pernyataan Terima Kasih.
"Terima kasih, Tuhan! Terima kasih, Tuhan, atas anug'rah-Mu berupa kemampuan untuk menerjemahkan dan membagi pesan ini dan memberikan aku begitu banyak teman-teman yang istimewa untuk saling berbagi.
Terima kasih untuk Kisah-kisah Inspiratif.... Tidak kebetulan aku dapat membacanya... dan diatas semuanya pasti ada berkat untuk siapa saja yang juga membaca tulisan diatas. Terima kasih Tuhan untuk semuanya, the good times and bad times.... You love me more than anything.... I have faith in You...my Lord.
Tuesday, 27 October 2009
Pakaian paling indah di dunia adalah SENYUM.
Kebiasaan paling merusak adalah KUATIR.
Sukacita terbesar adalah MEMBERI.
Kehilangan terbesar adalah HARGA DIRI.
Pekerjaan paling memuaskan adalah MEMBANTU ORANG LAIN.
Kepribadian terburuk adalah EGOIS.
Spesies yang hampir punah adalah PEMIMPIN YANG BERDEDIKASI.
Sumberdaya terbesar kita adalah GENERASI MUDA.
Energi terbesar adalah DORONGAN SEMANGAT.
Masalah terbesar untuk diatasi adalah RASA TAKUT.
Obat tidur paling mujarab adalah PIKIRAN YANG DAMAI.
Kegagalan paling melumpuhkan adalah ALASAN DIBUAT-BUAT.
Kekuatan terbesar di dunia adalah CINTA.
Manusia paling berbahaya adalah TUKANG GOSIP.
Komputer paling hebat di dunia adalah PIKIRAN MANUSIA.
Sangat buruk kondisi Anda jika Anda tidak memilikinya adalah HARAPAN.
Senjata paling berbahaya adalah LIDAH.
Dua kata paling penuh kekuatan adalah SAYA BISA.
Aset terbesar adalah IMAN.
Emosi paling tidak berguna adalah RENDAH DIRI.
Pakaian paling indah di dunia adalah SENYUM.
Harta tak ternilai harganya adalah INTEGRITAS.
Alat komunikasi paling hebat adalah DOA.
(disadur dari : www.pondokrenungan.com)
Thursday, 15 October 2009
Mendampingi Koordinator JLA Aptik
Wah... kesibukan, tapi tidak juga bisa dibilang kesibukan, tapi ku jalani hari demi hari dengan berbagai momen yg tidak terlupa.
Memang ada momen yg tak terlupakan, tapi ada juga momen yang harus dilupakan. Apalagi menyangkut sesuatu yang tidak membahagiakan, membuat rasa percaya kurang, tidak membangun, tidak support, dll.... yg nantinya membuat kita sebagai manusia tidak berkembang karena sesuatu dan lain hal. Kadang memang perkembangan itu tidak melulu pemikiran, kesadaran dan usaha dari diri ku sendiri, tapi harus diakui ada juga yang butuh dari lingkungan, entah itu alam semesta tapi juga manusia di sekeliling kita.
Dalam lingkungan kerja, saya tahu apa yang ku bisa jalani, apa yang tergantung keputusan bos (misalnya), dan ada juga rekomendasi rekan kerja... semuanya membuat pribadi kita berkembang atau tidak...
Aku mengalami hal yang baru, tetapi satu hal pasti aku tahu kapasitasku, dan aku tidak ingin ada orang lain yg merasa kehadiranku "mengancam" eksistensi dirinya .... atau sebaliknya kehadirannya, mengganggu apa yg bisa kubuat bagi kematangan dan kedewasaan diriku, dan sama-sama dewasa bersama sesamaku, serta yang dapat kupersembahkan untuk lingkungan kerjaku (institusi).
Tuhan tahu isi hati manusia sampai sedalam-dalamnya. Aku tidak ingin men-share banyak untuk pengalaman itu... yg pasti hal itu jadi pembelajaran untuk bisa bertindak dan bersikap, berelasi dengan orang lain, entah ia atasan, rekan kerja, teman, dan satu komunitas. Tuhan tahu mana yang berusaha dan mau berkembang bersama untuk kemajuan institusi dan mana yang hanya bisa 'oportunis' dengan apa yang ada... manakah yang bisa mengapresiasi dan diapresiasi dengan baik, mana yang hanya mementingkan diri sendiri, mana yang bisa bekerja beyond the job desk, dll. Tuhanku, jauhkan aku dari hal-hal yang melemahkan dan cobaan yang tak mampu ku tanggung... perlihatkan apa yang terbaik yang bisa kulakukan, dan lindungi aku dari hal-hal yang ingin melemahkanku...
Ada banyak momen berkesan yang saya sungguh syukuri, yang lebih enak kuungkapkan, kubagikan, dan kupersembahkan untuk orang-orang yang 'care' denganku :
Salah satunya, pengalaman bersama dari tgl 12-14 Okt 2009.
Perkenalan dengan seorang Rektor dari Univ besar di Jawa, yaitu Ibu Dr. Cecilia Lauw, Rektor Unika Parahyangan Bandung. Beliau begitu bersahaja, tapi juga peduli. Kita baru kenal. Sebelum kedatangannya, atas perintah Rektor Pastor Revi yang berkoordinasi dengan kami di Lemlit, karena itu juga merupakan tamu Lemlit. Saya berusaha mencari tahu gimana sih wajah Ibu Cecil yang akan ku jemput? via internet yaitu FB kutemukan wajah beliau, malah kutambahkan menjadi teman dalam Facebook... eh si ibu merespon. Jadinya kita bisa berteman sebelum kedatangannya. Saya senang mengenal pimpinan seperti beliau, bersahaja tapi juga tegas. Dapat kulihat dan ku dengar, karena 3 hari saya banyak bersama mereka, bagaimana ia bicara dan menjalankan tugasnya biarpun ada di Manado, bisa didengar lewat cara ia bicara dan mengambil keputusan via telepon kepada staf-stafnya, ia juga membawa Kepala Biro Rektorat Ibu Ella Kosasih... mereka berdiskusi tapi juga cara ia menjalankan tugas/mendelegasikan beberapa hal kepada Ibu Ella. Sungguh pimpinan yang berwibawa. Tetapi ia juga mendengar masukan dan mempertimbangkan, kemudian langsung cepat dan tegas memutuskan. Saluut bu... justru dengan begitu ia katakan tidak banyak waktu terbuang dan tidak membuat staf bingung mau berbuat apa (maklumlah ada inisiatif bisa diartikan lain, diam juga bisa diartikan tidak mampu/tidak tahu apa-apa)... biarpun ia di jauh, tapi anak buah tidak stak/terhenti entah mau buat apa, krn semua menunggu keputusan atau delegasinya... sebagai seorang Rektor ia tahu apa yg akan dibuat, diputuskan dan dipertanggungjawabkan... dan pelaksana kan ada yaitu para pembantunya dan staf-stafnya.... saya salut karena beliau seorang ibu, wanita, sendiri, well educated, memimpin sebuah universitas yang bukan kecil.... Parahyangan Bandung... dengan student body 10x lipat punya Unika De La Salle Manado.... tentu bisa terlihat gimana kapasitas wanita tersebut. Super Mom!
Makan malam bersama, makan siang bersama, saya tidak terlalu banyak bercerita dengan Ibu Cecilia, kan ada atasan-atasan saya, level mereka lah untu bicara strategisnya.... tapi tetap aja saya tahu akan kebutuhan wanita, yaitu komunikasi hati... sehingga lebih enak dan dekat bicara lain-lain di luar teknis penelitian dengan beliau.... pokoknya asiik aja deh... Terima kasih Ibu Cecil... justru dengan pertemanan di FB, saya lebih tahu jadwal dan kegiatan ibu yg di upload dari pada rektor kami ha..ha...
* Terima kasih Ibu Cecil buat semuanya, saya juga tidak akan lupa bila dapat kesempatan ke Bandung, pasti ingin jalan-jalan melihat Unika Parahyangan... dan ketemu Ibu.
* Terima kasih untuk Rektor Unika De La Salle, yg juga memberikan kesempatan dan bantuan fasilitas untuk menemani tamu Lemlit, sehingga keuntungan lain sih secara pribadi bisa kenal lebih dekat dengan ibu Rektor tsb.
* Di saat hatiku lagi resah (saat itu).... eh.. tidak sengaja aku ketemu teman lama, ia yang dulunya membantu aku as a proof reader my thesis.... Erryl Davy... a good guy... kita ketemu di pintu lift swiss bell hotel. Saat itu aku mau mengantar Ibu Cecil dan Ibu Ella udah mau check out hari itu. Salah satu kata-katanya yg aku suprise sekali, "Stella, biarpun tulisanmu banyak dengan kegiatan di tempat kerja dan agak berbau agama, krn banyak cerita dengan beberapa pastor, tapi saya senang membaca blogmu dan tahu perkembanganmu". Oya??? Tuhanku, selama 7 tahun saya tidak pernah tahu dia dimana, sudah jadi apa, gimana kehidupannya... tapi saya tidak menyangka bahwa dari jauh tanpa kita sadari ada yang 'care'. Thanks my friend... hal ini encourage me... kadang sebagai wanita kadang ada perasaan 'sendiri', tetapi mengingat bahwa engkau diperhatikan biarpun aku sungguh tidak tahu.. perasaan bisa jadi lega... Thanks friend... wish u all the bestto your life and family. Now, you are not my secret admirer anymore he..he...cos you have told me..
Friday, 11 September 2009
HUT Imamat Pst Agus Mangundap ke 40
Selama hidupku, untuk ke dua kalinya saya bisa melihat dan juga ikut bergembira untuk Acara Syukur Imamat dari Pastor. Pertama kali pada waktu HUT ke 40 Imamat dari Pastor J. Mengko, MSC yang dibuat sampai 3 kali dirayakan oleh umat di Gereja Stella Maris, Pontianak ; Gereja St. Andreas Kedoya Jakarta dan di Gereja Hati Kudus Yesus Tomohon….
Dan kedua perayaan dari Pst Agus Mangundap, dulu 35 tahunnya di buat di rumah saudaranya di Warembungan dan di Gereja Tataaran, Tondano.
Saat ini dalam rangka 40 tahun Imamat (atau HUT ke 40 Pst Agus menjadi seorang Pastor/Imam), Stella juga sedikit banyak terlibat dengan perayaan ini. Biarpun bukan dalam Perayaan/acara yang dibuat oleh umat parokinya dimana beliau bertugas saat ini yaitu umat Katolik St. Christophorus Gorontalo. Stella hanya diminta mengupayakan agar Buku Kenangan HUT Imamat 40 tahunnya dapat direalisasikan… memang awalnya bila hanya perayaan Misa lalu kebersamaan makan dengan umat dan tamu undangan, tentu saja hal yang biasa dilakukan, setelah perayaan dan pesta usai… akan kembali seperti biasa. Saya pribadi ingin agar ada yang ditinggalkan kepada umat, berupa buku yang berisi hal-hal yang dilakukan, karya dan pelayanan Pst Agus Mangundap selama 40 th beliau menjadi Pastor. Tentu saja banyak sekali yang bisa diceritakan tetapi beliau hanya mengambil yang berkesan dari apa yg ia rasakan.
Saya bisa merasakan perhatian dan keinginannya pribadi bahwa kami harus datang ikut Perayaannya tsb, karena di jam 17.00 saya sudah ditelp Pst Agus… saya tahu ia mengingat kami (aku) dan ingin memastikan kami datang atau tidak di hari itu Sabtu, 22 Agustus 09.
Begitu sampai, saya langsung mencari Pst Agus… mengucapkan selamat dan memberikan ciuman di kedua pipinya… baru saya bisa ngeh dengan orang-orang yang menyapa kami… Pst Agus langsung menyuruh saya dan teman-teman cepat mandi karena perayaan Ekaristi (Misa) dimulai tepat jam 18.00 bertempat di Aula Sekolah SMP Sta Maria Gorontalo… yubilaris dan Uskup serta para pastor diarak dari pastoran ke sekolah dengan marching band SD-SMP Sta Maria Gorontalo.
Terima kasih Tuhan, kami bisa tepat waktu kesana sehingga mengikuti semua bagian acara dari misa syukur sampai dengan acara selesai (udah pukul 23.30).
Hal-hal berkesan bagiku pribadi selama acara tersebut :
· Uskup J. Suwatan, MSC memberikan kotbah yang intinya beliau mengambil tema yang pst Agus sampaikan yaitu : “Aku bersyukur kepada Dia yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku” (I Tim 1:12)…kata-kata yang dalam sekali artinya… dimana sudah 40 tahun beliau jatuh bangun, mengalami suka duka sebagai seorang Imam/Pastor… dan terbukti Pst Agus setia… taat … dan rela untuk tugas perutusannya. Hal ini diulas dengan baik oleh Mgr Suwatan, yg memang mengenal dekat Pst Agus… mereka sama-sama dari seminari Pineleng sampai saat ini… puluhan tahun juga mereka saling mengenal… Mgr sempat terharu dan hampir meneteskan air mata, suaranya bergetar menahan haru… mungkin ada hal pribadi yg juga Mgr rasakan…
· Setelah Misa usai… makan bersama dengan umat saat itu udah jam 8 malam. Sabua besar di samping aula, makanan berlimpah, orang senang-senang… dan Pst Agus juga disediakan tumpeng dan dipotong…. Saya sempat melihat bahwa ikan kesukaannya ada yaitu cakalang fufu… saya tau ia tidak bisa makan sembarang makanan, apalagi daging… sehingga sehari-hari ikan saja…
· Pernyataan umat Gorontalo… karena Pst Agus, mereka tiap tahun di datangi Uskup (thn 2008 lalu dan saat ini), dan Mgr Suwatan tinggal sampai 2 hari di Gorontalo, memimpin Misa Minggu dan ibadah orang mati salah satu tokoh umat yg meninggal.
· Saya juga senang dan salut, umat Gorontalo begitu sayang dengan Pst Agus. Salah satu symbol dengan menyiapkan dan memberikan Pin Emas berbentuk Salib + yang bagus. He..he… Pst Agus baru 1 tahun 8 bulan disana, dan pas perayaan syukur ini umat memberikan pin emas, tanda penghargaan dan hormat… banyak jabatan yg dipegang Pst Agus.. entah paroki sebagai pastor pembantu ataupun pastor kepala paroki, lalu jabatan non paroki seperti ketua Komsos, Kerawam dan Ketua Yayasan De La Salle Manado.. tapi justru di Gorontalo lah ia mendapat penghargaan seperti itu. Kalau di De La Salle sih saya ingat, rewards hanya diberikan kepada Rektor bila habis masa jabatan (sudah 3 rektor yg pernah mendapat pin emas) dan orang-orang yg udah kerja selama 8 tahun… tetapi justru Ketua Yayasan dan pengurus dulu yang mengupayakan ada Unika De La Salle Manado, tidak mendapat seperti itu. Biarpun begitu, ia tetap happy saja dan selalu mengharapkan yang terbaik…. Katanya ia guru tanpa tanda jasa… tapi ia yakin akan selalu dikenang dalam sejarah…. Hanya itu kebanggaannya. Saya salut dengan kearifannya, mungkin karena saya pernah langsung mendengar ungkapan hati terdalam beliau, sehingga bila mengingat semua itu saya hanya bisa menangis dalam hati… tapi nasehat yang baik dan kearifannya membuat kalau bisa buat yg terbaik karena itu juga yg ia harapkan kepada kami di institusi tempat kerja kami.
Setelah acara dapat kesempatan foto dengan Pst Agus dan pastor pembantunya, Pst Louis Bayak, Pr. Sudah larut dan sudah lelah sekali, kami diantar salah satu umat ke Hotel Sumber Ria, Pst Agus telah menyiapkannya untuk kami….. kami pesan 2 kamar aja, saya sekamar dengan ibu dan tante ku, sedangkan Teddy & Adrie sekamar.
Minggu, 23 Agustus 2009, Teddy dan Adrie sudah ke kapel di pastoran, kami terlambat ke sana…. Setelah itu makan pagi bersama yang rame dengan pastor Marcel dan sodara-sodara Pst Agus yang akan segera kembali ke Manado. Bercanda, penuh tawa dan kasih persaudaraan di makan pagi bersama di pastoran sungguh sesuatu yang juga meninggalkan kesan tersendiri untukku. Tidak lama setelah itu, kami siap-siap pulang ke Manado… syukurlah tidak ada kendala berarti selama perjalanan pulang Manado. Terima kasih Tuhan.
Sabtu, 29 Agustus 2009 Di Warembungan
Saya mengikuti semua proses acara dari misa sampai acara sesudahnya oleh umat, di samping gereja. Tidak banyak kata yang bisa kuungkapkan bahwa saya melihat dan merasakan begitu besar kasih Allah dalam kehidupan seseorang, pribadi Pst Agus… ia disayangi oleh banyak orang.
Pernyataan terdalamku diungkapkan dalam Pengantar Buku Kenangan 40th Imamat beliau, … saya kutip saja :
Perayaan Tahbisan Imamat ke 40 dari Pastor Agus Mangundap, Pr, tepatnya pada tanggal 22 Agustus 2009 merupakan anugerah kasih yang tak terhingga dari Tuhan kepada Keuskupan Manado, khususnya untuk pribadi Pastor Agus Mangundap. Dalam kurun waktu 40 tahun, beliau diberikan rahmat, kekuatan, pendampingan, tuntunan dan pemeliharaan Allah sehingga dapat menjalani kehidupan Imamatnya dengan penuh ketaatan, kesetiaan, semangat rela menderita, berkorban dengan rasa cinta, dan pengabdian tanpa pamrih. Suka duka menjalani kehidupan sebagai pribadi, manusia yang lemah, tetapi juga sebagai wakil Allah yang diberikan rahmat Imamat di dunia ini. Pasti, tak sedikit pikiran dan tenaga telah tercurah, tak sedikit karya-karya dari Pastor Agus Mangundap telah beliau tunjukkan, tak sedikit orang juga yang telah merasakan langsung maupun tidak langsung pelayanan pastoralnya. Tidak kecil sumbangsihnya untuk kehidupan bergereja, bernegara dan bermasyarakat. Pantaslah semua itu kita syukuri dan rayakan bersama.
Buku Kenangan 40 Tahun Tahbisan Imamat ini, dibuat tidak lain juga untuk mengungkapkan Rasa Syukur dan Penghargaan dari umat Katolik, atas pelayanan, pengabdian dan karya Pastor Agus Mangundap dimana saja beliau berada, terutama sebagai Imam Diosesan di Keuskupan Manado. Ada banyak kesaksian dan kesan dari pelbagai golongan tentang Pastor Agus, tapi dipilih beberapa saja yang pernah bekerja bersama, cukup dekat dengan pribadi Pastor Agus yang menggambarkan pengalaman manis dan bermakna akan kesaksian hidupnya sebagai gembala/imam dan meninggalkan kesan mendalam.
Kami mengucapkan limpah terima kasih kepada pemberi sambutan dan tulisan kesan terhadap Pastor Agus, juga terima kasih kepada para donatur, sehingga biarpun persiapan untuk penyusunan buku kenangan ini hanya singkat, tetapi bisa terlaksana dan menjadi nyata adanya. Kami percaya Tuhan Allah akan senantiasa memberkati niat dan usaha kita yang baik. (SK)
Terima kasih dan Tuhan selalu serta kita. Amin.
Saturday, 1 August 2009
Penloknas di Malang

Selama 4 hari di Kota Batu-Malang dan sehari di
· Keikutsertaan ku atas nama institusi, mengikuti Penataran-Lokakarya Nasional (Penloknas) ttg Pengelolaan & Penyuntingan Jurnal Ilmiah. Pas lah krn kebetulan sekarang aku di bagian Lembaga Penelitian & P2M Unika De La Salle Manado.
· Ketemu dan bisa share dengan peserta yg datang dari berbagai universitas di Indonesia. Ada 94 peserta dari sekitar 80 univ swasta dan negeri di Indonesia. Pokoknya seru juga ….
· Pengalaman lain, sekamar dengan org yang kita belum kenal kan agak gimana begitu… tapi syukurlah aku dapat teman dari Manado juga dosen di Poltekes Manado. Ibu Moudy Lombogia… orangnya asik juga… baru ketemu rasanya udah temanan… krn dia bisa cerita banyak hal denganku… akhirnya justru jadi akrab. Tapi tetap aja saya menghargai dia sebagai orang yang lebih tua… jadi seperti kakak aja deh.
· Dinginnya cuaca itu yang menambah romantic suasana hotel… dengan dikelilingi pebukitan, hijau dan tertata rapi… mengingatkan suasana kota Tomohon, tetapi dinginnya itu loh kayak di Modoinding menurutku. He..he… selimut tebal, mandi air hangat terus… rasanya kulit wajah dan tubuh seperti kering… karena udara panas siang hari tapi angin dingin, bisa membuat kulit jadi kering…
· Pengalaman lain sih… jj ke percetakan UM, pantesan mereka bisa terakreditasi jurnalnya… selain mmg harus memiliki sekretariat dan orang-orang yang fokus dlm administrasi, juga
· Kota Malang memang hrs diakui kota pelajar… banyak sekali sekolah dari TK sampai PT, dan banyak PT top di kota ini. Univ yang sempat kulihat sih selain UM, ada Univ Muhamaddiyah Malang… megah bangunannya luas sekali kompleksnya, dan tertata rapi semuanya, ada juga Univ Brawijaya.. kompleks luas, akses masuk dari beberapa jalan, pake gerbang punya security yang memeriksa mobil yg masuk, memang univ yang mapan kelihatannya. Saya juga sengaja pingin melihat Univ Merdeka Malang, yg punya kerjasama dengan universitas ku di Manado. Mereka membuka Program S3 dan banyak mhs dari Manado, sehingga ada ruangan di Unika De La Salle Manado tempat kuliah mhs S3 mereka.
·
· Setelah dari coban rondo, kami makan siang bersama di sebuah RM yang cukup TOP di Kota Batu… pake antrian lagi untuk tunggu giliran di layani… waktu kami datang dapat no 50, padahal yang baru dilayani no. 42… kami menunggu sejam untuk dapat tempat. Tapi waktu jadi tidak terasa karena kami main-main di Kolam Ikan di tengah rumah makan “Warung Bambu’ itu, bisa berendam kaki di air yang super dingin kayak air es… dan juga bisa ngasih makan ikan… wow ikan-ikan berkumpul banyak di sekitar kaki… geli… he..he..
· Saya senang sekali ketemu temanku ini… saking lamanya tidak ketemu, 19 tahun bo… sejak SMA kami terpisah… hilang kbr.. ternyata ia kuliah di Palu, ngambil S2 di Jerman dan ketemu jodohnya di sana…. Tinggal di Malang, punya 2 anak cewe yang cantik dan lucu Tya dan Naya. Hidupnya untuk sebuah keluarga muda sudah sangat mapan. Mas Eri suaminya, untuk kesanku sesaat orangnya smart, kurang bicara, laki-laki yang baik, educated (udah doctor), penulis buku dan berbagai artikel di Koran nasional tentang ekonomi yang handal… banyak tulisannya di muat di Kompas dan beliau juga udah punya 7 buku. Karena itu, Vina dan Mas Eri menghadiahkan ku buku terbitan terbaru dari Mas Eri… ia katakan untuk Perpustakaan Unika De La Salle Manado. Terima kasih banyak. Wah Ok amat langsung dari penulisnya.
·
· Yang lucu juga dari pengalaman kami… setelah Mas Eri ke kampus Unbraw, Vina ngajak aku putar2 kota Malang dengan mobil sedan merahnya… karena ia juga punya aktifitas di kampusnya Widya Gama ada rapat akreditasi, kita sepakat aku jj sendiri di Malang Town Square (Matos), kayak di Manado ada juga Mantos… dan Vina ke kampus untuk ikut rapat. Jam 11.30 aku dijemput nanti, karena jam 12.00 aku udah mau dijemput travel ke airport Juanda di Surabaya.. perjalanan Malang ke Sby sekitar 3 jam… jd pas lah untuk aku cek in di airport. Biasalah wanita kalau di mall apalagi tempat lain (biarpun isinya sama aja sih dengan mall di Manado) suka lapar mata… karena mmg juga capek, jd untuk menghabiskan waktu aku ke salon, refleksi kaki, mau creambath waktu tdk cukup… setelah refleksi ke hypermartnya beli coklat, roti dan minuman ringan untuk di pesawat… maklum jalan jauh. Waktu keluar hypermart, aku window shoping ke tempat butik dan parfum…. Jam ternyata sudah hampir jam 12.00… Vina udah kebingungan karena saya tidak bisa di hubungi… karena no hp ku diganti… sebelumnya udah bilang ke Vina bahwa aku pake no yang lama… ia sih yakin aja bahwa no ku semuanya ada di dia. Ternyata karena ia juga ganti HP makanya no ku tidak ada di hpnya itu. Yang lucu, Vina menghubungi 5 teman kami SMP dulu untuk meminta no hp ku yang lama. He..he… sambil ia akhirnya harus turun masuk mall untuk mencariku di dalam mall. Ha..ha… kami memang ketemu. Jadinya cepat2 pulang ke rumahnya, makan siang… dan benarlah tidak lama mobil travel sudah menjemputku. Dalam perjalanan Malang ke Surabaya, saya hanya bisa senyum-senyum sendiri mengingat kehebohan Vina yang harus cepat mendapat no hp ku yang satu… yg ditelpon adalah teman-teman kami, Dona di Gorontalo, Ipul di Jakarta, Meidy Leung yang kebetulan ada di Manado, Peggy di Jakarta… ha..ha… semuanya juga tidak langsung balas, ada yg ditelpon tdk langsung angkat krn ndak kedengaran, Ipul yg msh tidur… ha..ha… Vina… Vina… lucu amat. Malah pengakuannya mo telp De La Salle deh.
· Pengalaman yg lain sih hanya capeknya saya di perjalanan naik pesawat 2 x (Mdo-Upg transit Upg-Sby) lalu 3 jam jalan darat ke Malang… rasanya pegel aja… lain sih kalau ada temannya.
· Untunglah selama penerbangan dari Upg ke Sby, saya berkenalan dengan seorang ibu muda, membawa batita 1 tahun dan 3 tahun. Dalam perjalanan 1,5 jam tidak terasa karena ibu muda ini curhat dengan kisah hidupnya. Saya aja yang heran, apakah mmg aura saya yang bisa dipercaya sehingga kita baru berkenalan dan cerita ibu itu mengalir sepertinya kita teman lama. Kesan saya, dia butuh seorang teman untuk curhat… dia bahagia kelihatannya, biarpun ia dapat seorang duda 3 anak, ditambah 2 anak mereka sendiri… karena tidak mau kesepian di rumah saja, maka suaminya membawa mereka kemanapun… padahal kerjaannya suaminya banyak terbang bolak balik Sby, Jakarta, Ternate, ke Kalimantan… ada juga ke pedalaman sampai seminggu balik lagi… ia sudah biasa ke sana kemari berpindah ikut suami membawa 2 anak. Itulah seorang ibu, tidak kelihatan capeknya menggendong anak. Saya mendapat banyak pelajaran dari kisah hidup ibu ini… intinya yg bisa saya ambil dari pembicaraan kami; bahagia itu di hati, bukan di materi. Yg membuat kita susah adalah pikiran kita sendiri, kalau kita berpikir hidup seperti itu indah maka kita akan merasa indah & bahagia, kalau sebaliknya maka akan merasa tidak enak, sebagai istri ia begitu nrimo & taat ke suaminya. Yah, mulanya memang saya berpikir, untuk saya pribadi tidak mau kemandirian saya, aktualisasi diri saya, kemapanan, saya bisa mengatur hidup saya, saya mau ini dan itu akhirnya harus dibatasi dengan kemauan orang lain, ternyata ia juga menjalani ia punya uang sendiri dari hasil kerjanya, ia seorang penyanyi yang bisa mudah mendapatkan uang, ia dipuji untuk penampilan & kecantikannya bila manggung, tapi toh nasib membawanya bisa nikah di usia muda, dapat seorang duda punya anak 3, hidup tidak menetap banyak berpindah-pindah kota, biarpun secara materi cukup, tapi ia hanya mengurus anak dan tidak pegang uang karena semuanya diatur suaminya… sampai sejauh itu pembicaraan kita, dan saya begitu terkesima dengan pengalaman hidupnya itu. Ia juga heran bahwa ia bisa, biarpun ia juga mengakui setahun pertama perkawinan mereka, ia mengalami pergumulan hebat antara keinginannya, perubahan yg ia rasakan, toleransi yg besar, sampai akhirnya ia mendapat kesadaran bahwa inilah hidup yang sudah ku pilih, dan aku bahagia. Pengalaman ibu muda ini, terasa bagaikan nasehat untukku pribadi… biarpun saya hanya sekilas saja menyebutkan nama dan saya ke Sby dalam rangka apa. Ia bisa menebak, kehidupan kami berbeda, pemikiran beda, bagi dia saya sosok wanita karir, wanita mandiri, tidak banyak tergantung kepada orang lain, well educated, dan masih sendiri. Ia akui kadang memimpikan hal itu. Tapi ada hal lain saya bisa ambil dari ibu muda ini, bahwa sebagai wanita ada hal yang memang kita harus trima sebagai kodrat, saya justru salut bahwa ia mampu menjalani semuanya ini dan tetap berprinsip bahwa ia bahagia dengan pilihan hidupnya. Saya justru merasa, dibalik kelembutannya, nrimo, ia justru wanita tangguh. Karena saya sendiri berpikir saja, sudah merasa saya tidak mampu menjalani seperti itu.
· Saya salut dan angkat topi untuk sesuatu yang saya tidak bisa buat.
· Pulang ke Manado, sampe udah jam 11 malam… capek skali… setelah itu minggu-minggu ke depannya bergelut lagi dengan tugas rutin.
Thursday, 9 July 2009
Renungan bagi yang selalu sibuk
"JIKA Kita sangat sibuk ..., mengapakah Kita tidak Kaya ?
"JIKA Kita sangat sibuk ..., mengapa naik pangkat/jabatan hanya suatubarang langka ... ?
JIKA Kita sangat sibuk ...,mengapa masih mengontrak rumah ... ?
JIKA Kita sangat sibuk ...,mengapa masih menumpang angkutan umum ... ?
JIKA Kita sangat sibuk ...,mengapa hanya sepasang kursi dan meja di ruang tamu ... ?
JIKA Kita sangat sibuk ...,mengapa menumpuk tagihan yang harus dibayar ... ?
JIKA Kita sangat sibuk ., mengapa ketika bangunpagi Kita merasakan tidak pernah ada "kemarin" ... ?
JIKA Kita sangat sibuk ..., mengapa Keluarga Kita tidak pernah merasakan "arti dan kehadiran" Kita bagi mereka ... ?
JIKA Kita sangat sibuk ..., mengapa keluarga Kita tersesat mencari rumah Kita karena setiap tetangga yang ditunjukkan secarik kertas berisi nama Kita kemudian mengatakan: "Tidak Tahu ... ?"
JIKA Kita sangat sibuk ...,mengapa Kita masih belum yakin masa depan Kita ... ?
Jadi ..., sebetulnya untuk apakah kesibukan yang Kita lakukan setiap detik ..., setiap menit ..., setiap jam ..., setiap hari ..., setiap minggu..., setiap bulan ... dan bahkan setiap tahun itu ... ?(Sambil merenungkan pertanyaan yang terakhir, mohon diingat-ingat sudah berapa tahunkah usia Kita saat ini)
My expression :
Semoga kesibukan yang telah menjadi rutinitas, dapat ku seimbangkan dengan hal-hal yang bukan terukur dengan materi, tetapi keseimbangan hidup yang membahagiakan,,, bahagia di hati dan pikiranku
Wednesday, 1 July 2009
Wisata Pendidikan di Manado
Saya kira tidak kebetulan (itu hanya istilah saja), karena saya percaya tidak ada yang kebetulan di dunia ini, semua sudah ada yang mengaturnya.
Saya ingin di SULUT, daerahku tercinta yang memiliki banyak tempat wisata dapat terangkat, di-update keberadaannya agar informasi tentang pariwisata Sulut ada dan lengkap. ... saya ingin melakukannya tentu saja dapat dibantu oleh institusi ku dalam bentuk kajian akan potensi pariwisata...........
Preparasi saya mulai mencari data-data baik informasi orang, selebaran, brosur dan juga internet... tentu saja yang saya inginkan bukan hanya seperti itu... tapi ingin mencari tahu secara komprehensif dan harus mengunjungi tempat/obyek wisata tersebut....... wow, se-Sulut ini saya yakin bisa 100 an tempat wisata yang dapat dibagi dalam beberapa kategori seperti misalnya wisata alam, wisata minat khusus, wisata sejarah, budaya, kuliner, dll....
Dalam pencarian/browsing data pelengkap....... saya senang sekali bahwa ternyata blog ku ini selain memang tempat ku bereskpresi tapi ternyata dibaca orang dan bisa menjadi sumber referensi juga.... http://wisatamelayu.com/id/object/106/universitas-katholik-de-la-salle/?nav=cat
Itu yang ku bilang, tidak ada yang kebetulan....
Terima kasih untuk Dep. penelitian wisata melayu yang ada di Jogjakarta.... saya juga bisa mendapat informasi dan inspirasi untuk membuat karya yang bisa dinilai baik, punya value/nilai, dan bermanfaat bagi banyak orang......... terutama orang-orang yang suka jalan-jalan sepertiku ha..ha.. ha.....
Tuesday, 23 June 2009
Birthday in June
1. My dear Father (John Kaunang)
Tuhanku, terima kasih dan syukur kalau di tgl 2 Juni 2009 ini, ayahku tercinta berulang tahun ke 65. Peluk dia selalu dalam sayap kasihMu, dalam pengasihanMu dan dalam anugerahMu dalam kehidupan ini. Aku sangat menyayanginya untuk kasih sayang, pengorbanan dan ketulusan hati yang selalu beliau tunjukkan kepada kami, untuk pengajarannya dan sharing pengalamannya agar anak-anaknya bisa jadi orang baik, berguna dan disayangi Tuhan.
Pengalaman yang sangat banyak dalam hidupnya, selalu saja di-sharingkan kepada ku sebagai anaknya tertua, puteri satu-satunya. Saya merasa menjadi semuanya untuknya, tumpuan kasih sayang, kebanggaannya, harapannya, bebannya, senangnya, susahnya, dan banyak hal lain.... I respect him so much terutama dalam kerjaan, beliau lah guru pertamaku. Ilmu bisa di dapat, tapi pengalaman itu yang susah untuk didapatkan...
Terima kasih Tuhanku dan syukur kepadaMu atas banyak anugerah kasih yang sudah Engkau limpahkan dalam keluarga kami. Amin
2. Selamat HUT buat Chris Watts, PhD (on 13 June 2009)
Ia pria yang sangat baik yang sempat ku kenal......... kasih sayang yang tulus selalu ia tunjukkan kepadaku........ aku mengenalnya 16 tahun lalu, dan hampir selama itu pula masih kontak-kontakan biarpun hanya via email.
I thank God, that I've ever had someone special like you.... I've ever known a man like you. Hope this day is as special as you are. I count your life by smiles, not tears... count your age by friends, not years. Wishing you all the great things in life, hope this day will bring you an extra share of all that makes you happiest. amien........
3. Selamat HUT buat Prof. Remy Mangindaan, MSc (on 14 June 2009)
Terima kasih Tuhan pernah mengenal sosok seorang dosen yang baik, yang sangat bertanggung jawab dan pride dalam membimbingku. Syukur kepada Mu kalau beliau boleh merayakan HUTnya dan juga dapat menyelesaikan rumah impian yang dibangun dengan kasih untuk keluarganya. Biarlah karya dan pengabdiannya dalam tugas-tugasnya saat ini memberi berkat bagi banyak orang. Amin
4. Selamat HUT buat Peggy Mapandey, SE (on 24 Juni 2009)
Met HUT say, semoga Tuhan selalu menyertai tugas-tugasmu sebagai karyawati yang baik, ibu yang bersahaja bagi buah hatimu Maxima dan istri yang setia untuk suamimu. Persahabatan kita tidak lekang waktu........ temanku yang cantik ini, teman sebangku ku waktu SMA, teman curhatku dan juga teman belajar dulu......... wah kalau ingat itu suka senyum-senyum sendiri Peg. I wish u the best in your life, fren. Amien
5. Selamat HUT untuk Meitty Wongkar, SE (on 26 June 2009)
Happy Birthday, kawan... ia rekan kerjaku di Unika De La Salle Manado. Semoga Tuhan akan selalu menyertai tugas-tugasmu di bagian keuangan (he..he... hati-hati hitung uang kantor dan teliti aja, kalau menyangkut kepentingan banyak orang jangan suka telat buatnya (jgn gajian alwys late he..he....... kasihan sayang, apalg yg pas-pas an)........ Dia memberkati kehidupan keluarga kecilmu, jadi ibu dan istri yang baik untuk keluargamu... jadi Meitty apa adanya yang ku kenal.....
Tuhan selalu sertamu. Amin



