Tuesday, 24 February 2009

Jangan Menunggu Lagi

Jangan menunggu sampai ada senyum....untuk menjadi orang baik.
Jangan menunggu untuk dikasihi.....kalau ingin mengasihi.
Jangan menunggu sampai kesepian...untuk menyadari pentingnya seorang teman.
Jangan menunggu pekerjaan baik...untuk memulai suatu karya.
Jangan menunggu sampai memiliki banyak hal... untuk sedikit berbagi dengan sesama.
Jangan menunggu sampai jatuh...untuk mengingat suatu nasehat.
Jangan menunggu sampai sakit dan kesusahan tiba...untuk percaya kepada doa.
Jangan menunggu sampai punya waktu...untuk bisa melayani sesama.
Jangan menunggu sampai orang lain terluka...untuk meminta maaf.

JANGAN MENUNGGU...
Sebab kita tidak tahu berapa lama waktu yang TUHAN berikan untuk kita.

Expresiku : Thank u, Mecha..... u has already remind me for that.
Just keep in touch, fren ......... I'll see u in facebook.

Selalu saja begitu, Tuhan memulihkan lagi hati yang lagi unmood, dengan berbagai cara. Salah satunya ketika hatiku belum baik (dikarenakan something @ work) ... tidak kebetulan membuka catatan Mecha di facebookmu dan ku dapati serangkaian kata-kata bijak, ada yang mengena saat ini.
Ku letakkan juga diblog ku ini agar, siapapun yang membacanya... mungkin menemukan sesuatu juga saat ini............

Monday, 16 February 2009

Yang tertinggal di Kota Uti

Kegiatan & Pengalamanku di Gorontalo & Limboto
(7-12 Pebruari 2009)
Dalam rangka tugas mensosialisasikan keberadaan Unika De La Salle Manado, maka untuk ke-4 kalinya Stella menginjakkan kaki di Propinsi Gorontalo. Mungkin (aku merasa) pemilihan ku sebagai Koordinator Tim Promosi di Gorontalo, karena pengalaman ikut sosialisasi tahun lalu (2008) dan juga di sana ada seorang Pst Agus Mangundap yang merupakan mantan bos ku dulu, orang yang ku kenal dengan baik, tentu saja lebih nyaman buat ku dan teman-teman yang kubawa selama di sana. Se-tidaknya kami tidak harus ke sebuah hotel atau penginapan karena pasti tempat tinggal beliau bisa menjadi tempat/base kami selama di Kota Gorontalo, bukan soal budget hotel yang memang disediakan panitia, tetapi pun aku akan lebih memilih ke tempatnya, karena begitu ku hubungi beliau-nya senang dan sangat welcome. Apa sih yang beliau tidak akan bantu untuk hal yang berhubungan dgn De La Salle atau untuk perkembangan institusi ini? (yg susah payah turut diupayakannya untuk berdiri – tergantung orang menilai besar atau kecilkah andilnya akan universitas ini – tapi yang jelas ada pikiran, tenaga, usaha, keringat dan mungkin juga air mata, serta tekad dan nekatnya mengusahakan dari awal, merealisasikan ide dan kemauan Uskup Mgr. J. Suwatan, MSC agar ada universitas katolik di Manado). Rekan-rekan kerjaku yang tidak akrab atau dekat dengannya pun pasti akan dibantu bila datang kepadanya, apalagi aku yang mantan sekretarisnya dulu, pernah membantu tugas-tugasnya sebagai Ketua Yayasan De La Salle, dan justru setelah beliau bukan lagi atasanku di kantor aku bagaikan seorang anak untuknya :-) ....

Sebenarnya secara pribadi sejak dikeluarkan Surat Penunjukkan sebagai Koordinator Tim Sosialisasi di daerah sana....... ada semacam keraguan karena dengan pengalaman tahun lalu dan cerita orang-orang yang ku kenal di sana, daerah yang berat untuk univ yang punya ciri agama non muslim (maklum 80% mayoritas muslim), seperti Unika De La Salle Manado, biarpun sebenarnya kami sangat terbuka untuk latar belakang agama, budaya dan suku apa saja karena pendidikan itu universal untuk semua, pendidikan berbasis kompetensi, bahkan kami menjunjung tinggi pluralitas (keberagaman) masyarakat Indonesia. Dalam rapat perdana tim promosi sempat ku utarakan agar meniadakan saja promosi ke wilayah Gorontalo, dananya bisa untuk daerah lain dimana calon mahasiswa banyak yg masuk De La Salle dan alasan yang lain ....... tetapi sampai rapat berakhir tidak diputuskan untuk itu..... bahkan Rektor kami mengatakan agar brand De La Salle teruslah didengungkan, karena memang di sana pun ada umat kita yang masih bagian Keuskupan Manado, setidaknya mereka tahu keberadaan universitas yang milik Keuskupan Manado. Yah itulah maksud sosialisasi, disamping untuk menjaring calon mahasiswa baru.... Aku menganggap itu challenge, selain tugas. Memang universitas ini baru akan memasuki usia 9 tahun masih perlu sosialisasi.

Setelah berkoordinir dengan 5 sekolah SMA (yg besar) di Kota Gorontalo dan Limboto yang merespon baik agar bisa masuk ke sekolah mereka, akhirnya Sabtu, 7 Peb 2009 bersama teman dosen Ivonne Umboh, SE dan 2 mahasiswi yaitu Widya Pandenaa (mhsi Semester II PS. Teknik Informatika, yg juga alumni dari SMA N I Gorontalo), dan Suryana (mhsi semester IV PS. Keperawatan, ia berasal dari Pontianak-jauh jauh ke Manado untuk studi di Univ De La Salle Manado) ke Gorontalo, mereka ku bawa untuk juga menjadi kesaksian bagaimana kuliah di De La Salle Manado. Kami menggunakan mobil kantor APV De La Salle .... Wah Manado-Gorontalo dengan perjalanan darat selama 8 jam, cukup melelahkan dan membuatku pusing deh di jalan... udah berbagai macam gaya duduk, tapi serasa lama aja sampai di tujuan. Banyak cerita, bercanda, tidur yg kurang lelap........ Thank God, teman-teman seperjalanan tough juga, kami bisa tiba dengan selamat dan tidak ada keluhan berarti ha..ha... malah sepanjang perjalanan bercanda aja, cerita yg ringan-ringan, dan ditemani lagu-lagu lucu Project Pop malah sampai 3 x diulang belum juga tiba di Gorontalo ha..ha.... oya, singgah lunch di desa Maelang pas di belakangnya ada pantai pasir putih yang sangat indah pemandangannya....... foto-foto and gaya (tetep.........) didokumentasikan. Gitu juga di daerah Atinggola (perbatasan), berhenti sejenak untuk foto-foto pemandangan lagi he..he.... malah ada kejadian lucu di situ ...... tapi malu ahhhhh untuk ditulis di sini (off the record aja deh).
Tiba di Pastoran Gorontalo sudah jam 8 malam........ eh sudah menunggu cemas Pst Agus dan Pst Louis juga 2 rekan kerjaku yang duluan ke Gorontalo karena tugas yg lain, Audy Kenap dan Ruddy Pardanus.... kirain ada apa-apa di jalan... kok lama juga baru tiba. Kami makan malam bersama.

Biarpun udah mandi segar tapi tetap aja masih terasa capeknya, Stella ditelpon teman lama yg memang menetap di sana...... sudah 20 tahun tidak ketemu.... teman semasa SMP...... Zulkarnain Ruchban mengundangku dan Audy ketemu di Hotel Quality, menikmati malam minggu dengan live music-nya, asyikkk juga... karena sudah lama sekali tidak ada kabar maka yg paling byk pasti pertanyaan2 serta kabar-kabar teman-teman SMP dulu ... tidak terasa malam makin larut ....untung pastoran tempatku nginap hanya di seberang jalan, pas teng jam 12.00 malam aku pamit pulang .... pake diantar lagi maklum cewek jalan sendirian kan bahaya..... masuk rumah semuanya udah pada lelap, untung dah kalau Pst Agus tahu pasti deh ia akan ngomel panjang pendek... he..he... maklum aja itu karena sayangnya.

Tugas menanti......... hari Minggu, 8 Peb 09 bersama Ivonne dan 2 mahasiswi ku masuk gereja......mengikuti Misa Kudus dilayani Pst Agus Mangundap.... sebelum misa berakhir, beliau memberikan kesempatan kepadaku untuk berbicara di depan tentang keberadaan Unika De La Salle Manado kepada umat di sana...... beliau ingin De La Salle ini dikenal umatnya. Dalam berita parokinya, dimulai minggu lalu sebelum kedatangan kami, sudah dimuat pengumuman bahwa Unika De La Salle Manado sudah membuka pendaftaran untuk tahun akademik 2009/2010. Waktu memang tidak banyak diberikan, sekilas kuutarakan awal pendiriannya, dan lalu keberadaan saat ini di bawah pimpinan Rektor Pst Revi Tanod, MA yang ku tahu banyak umat yang kenal karena ternyata beliau pernah bertugas pastoral di Gorontalo. Selain itu kuutarakan harapan kepada umat di sana, ada satu universitas katolik kebanggaan milik Keuskupan Manado yaitu Unika De La Salle Manado, seyogyanya umat paroki St. Christoforus yang juga bagian dari Keuskupan Manado turut bangga dengan eksisnya universitas ini dan memanfaatkan pendidikan anak-anak mereka di Unika De La Salle Manado.

Senin, 9 Peb 09, kami ke 3 sekolah yaitu SMA Negeri I, SMA N 2, dan SMA N 3 Gorontalo... di SMA N I mendapat kesempatan untuk menjelaskan Unika dengan LCD dan presentasi foto-foto kpd beberapa siswa yang berminat di ruangan BK (yg disediakan sekolah) setelah jam ujian try-out. Diminta datang jam 10.00 pagi, ternyata di lapangan tidak demikian... nanti setelah anak-anak selesai ujian, dan menunggu lagi. Untuk 2 sekolah lain ..... kepseknya juga menerima dengan ramah, tetapi tidak bisa masuk kelas karena sementara ujian try-out, jadi kami meninggalkan brosur dan poster. Bila ditungguin juga, setelah anak-anak selesai ujian mereka langsung bubar pulang... macam-macam alasannya, capek, udah lapar, pingin persiapan untuk ujian esoknya, belum memikirkan mau kuliah dimana, sampai bila mendengar unika langsung terbayang ciri khas yg lain dari persepsi keyakinan mereka. Pengalaman tahun lalu juga, yg ku rasakan hal non teknis dan berbagai alasan bila sosialisasi di sekolah tsb. Hal beginian yg ku maksud, hanya bisa diupayakan, tetapi tidak bisa dipaksakan dan itu sudah di luar jangkauan kemampuan tim.

Selasa, 10 Peb 09... kami ke Limboto di SMA N 2 Limboto..... penerimaan yg sangat ramah dari kepsek dan guru-gurunya... malah pak Kepsek, ikut mempersiapkan ruangan, atur-atur kursi juga... menyiapkan LCD milik sekolah, tetapi siswa-siswa yang diundang dari 7 kelas, hanya yang pingin tahu yg datang. Enaknya dijelaskan sekaligus dan bisa ada presentasi materi sosialisasi, selain banyak foto-foto tentang De La Salle yg ku siapkan dalam slide. Setelah itu ke SMA N I Telaga....... juga penerimaan dari kepseknya ramah... hanya saja kami diperbolehkan masuk ke kelas-kelas........ capek deh ya... menjelaskan ½ jam di setiap kelas..... bagi tugas deh 4 kelas IPA aku dan Suryana, dan 4 kelas IPS bagian mem Ivonne dan Widya.
Selasa sore, kami memang tetapkan untuk tes masuk. Panitia memang tidak menargetkan banyak untuk Gorontalo, karena banyak hal non teknis di sana....... tetapi targetku adalah lebih banyak orang yg tahu bahwa ada sebuah universitas swasta di Manado, namanya Unika De La Salle... soal calon mahasiswa target diperkecil hanya yang non-muslim yg berminat, dan kalau diperkecil lagi yang mau studi di Manado dan punya kemampuan membayar uang kuliah......... berat juga ...... tapi itulah tugas... sudah dilaksanakan dengan sekemampuan kami dan sepenuh hati....... Pengalaman tahun lalu 5 calon mhs yg ikut tes, hanya 1 yang serius dan kuliah di De La Salle. Dan tahun ini ada 3 orang yang berminat ikut tes masuk, dan mudah-mudahan mereka serius masuk dan kuliah nantinya.

Yang bikin betah juga karena selain tugas..... tetapi juga suasana yg baru, anggap aja liburan ....... lain dari rutinitas sehari-hari di kantor. Pst Agus dan Pst Louis begitu welcome menerima...... mereka punya tugas harian dengan umat, seperti Pst Agus yang setiap pagi jam 06.00 membuat Misa di kapel, jam 07.00 udah sarapan, lalu ke sekolah SD-SMP Sta. Maria... pulangnya makan siang, tidur dan jam 4 sore ke kapel doa sendiri, selain itu ada umat yg datang untuk berbagai keperluan, maka kebersamaan lebih banyak di waktu makan malam dengan Pst Agus dan Pst Louis. Ada satu kesempatan dimana bisa bercerita dan mendengarkan curhat-nya ......... tapi apa yg bisa ku lakukan selain mendengar saja...... dengan begitu ia tetap merasa ’diperhatikan’ dan ’disayang’. Sangat wajar karena seorang imam pun adalah manusia :-)

Stella juga akan senang bila diperhatikan dan merasa bahwa kita disayang dengan tulus... iya kan? Berusaha saja untuk bisa mengerti dan melihat dari banyak aspek......

Tidak terasa udah hari Kamis........ dimana Kamis pagi sekali jam 5 subuh udah jalan bersama-sama dengan Pst Agus dan beberapa umatnya ke Lolak (4 mobil beriringan) menghadiri HUT 1 kevikepan Stella Maris yang meliputi wilayah Gorontalo, Tompaso, Kotamobagu, Amurang........ Uskup Mgr J. Suwatan, MSC juga menghadiri perayaan syukur itu. Jam 11 siang baru sampe Lolak.. dan diadakan Misa Syukur. Wah umat banyak berdatangan, dalam gereja dan tenda yang dibuat tidak bisa menampung umat, sehingga ku lihat banyak yang hanya berdiri di jalan dan rumah-rumah penduduk disekitarnya.

Terima kasihku dan syukur pada-Mu : atas perjalanan dari Manado-Gorontalo-Manado, bisa sampai tujuan dengan selamat (thanks to our driver : Michael Paendong), sehat semua, tugas bisa dilaksanakan (biarpun hasilnya belum dapat dilihat), kompak dalam tugas, nyaman dengan fasilitas yg diberikan, kebersamaan dalam tim (untuk Ivonne, Widya & Sur) he..he... byk pengalaman lucu dengan mereka, penerimaan dan dukungan dari Pst Agus dan Pst Louis Bayak di sana, ketemu mantan bos lagi (biarpun bila beliau ke Manado, stella bisa juga ketemu karena selalu dihubungi), hal yg ku hargai adalah komunikasi yg lancar.... bukan hanya soal tugas, tetapi bisa apa saja.... hal ini nyatanya membuat relasi lebih dekat..........


Hal lain yg menyenangkan, bisa melihat perayaan cap go meh/en ce pia setiap sore selama kami di sana 3 hari ramai di depan pastoran lebih leluasa dan dari dekat..... karena mereka juga singgah di pastoran, sebelum ke rumah dinas walikota disebelahnya, ketemu 2 orang teman lamaku Zulkarnain (udah jadi pengusaha sukses di sana) dan Dona Nusi (yg saat ini anggota dewan Prop. Gorontalo)... trims ya Zul atas traktiran lunch-nya kepada kami.... 20 tahun tidak ketemu, banyak perubahan tetapi senangnya ketemu lagi cerita-cerita masa lalu pun jd segar dalam ingatan.......... berkenalan dengan seorang ibu yang ramah, yg disebut Pst Revi ibu angkatnya, keliling kota Gorontalo lagi, bisa melihat perkembangan Gorontalo yang sekarang ber-HUT ke 8 (sewindu), pantesan setiap hari ramai dengan acara, serta perjalanan dengan pemandangan laut membuatku banyak merenung momen-momen manis yg pernah ku rasakan. Mengingat hal manis dan indah dalam hidup, kadang membuatku tersenyum dalam hati dan perjalanan itu terasa pendek...... dikirain aku sedang tidur, padahal mana bisa tidur mobil dengan kecepatan tinggi, jalan tidak begitu mulus, berbelok-belok, kepala agak pusing, maka yg enaknya ya mata terpejam sambil mengingat-ingat momen-momen manis yg membuat hati bahagia......... sehingga jalan jauh tidak terasa deh.

Pulang Manado pastinya capek juga karena 8 jam di mobil. ...... Biarpun capek skali badan ini....... tapi hatiku senang (ini yg penting)... soal capek gampang... karena tiba di Manado kan bisa ke spa dan massage ... he..he...

Waktu terus berputar..... kita tidak pernah tahu apa saja yang akan kita hadapi serta pengalaman yang seperti apa yg akan datang, tetapi yang bijak kita jalani dan terus mensyukuri nikmat yang sudah Tuhan anugerahkan, sambil tetap berharap bahwa semuanya itu mampu kita jalani dan talenta yang sudah Ia anugerahkan dapat dikembangkan. Terima kasih Tuhan untuk semuanya, semoga aku dapat menjalani semuanya dengan ikhlas hati. Amin.


Sunday, 25 January 2009

Kunjungan Fidesco ke De La Salle

Kunjungan Direktur Fidesco ke Unika De La Salle
Manado

Direktur Fidesco Jean Robin bersama Perwakilan Asia seorang Suster yaitu Giullemete Fradere berkunjung ke Indonesia dimana ada volunteer Fidesco berkarya. Selama seminggu, 21-27 Januari 2009 mereka berada di Manado, tepatnya ke Keuskupan Manado. Fidesco adalah perkumpulan sukarelawan awam Katolik yang membaktikan hidup mereka untuk pergi ke negara-negara berkembang dan miskin untuk berkarya sesuai dengan keahlian dan pengetahuan mereka, membantu sesama yang membutuhkan.

Di Keuskupan Manado mereka mengirim 4 orang volunteer Fidesco yaitu Jean Paul dan Merie Laure (berkarya di bidang pendidikan ditempatkan di Unika De La Salle Manado) serta Rano dan Sessil (di bidang pengolahan teknik pertanian dan pelatihan ditempatkan di Lotta-Pineleng).

Pada kesempatan Kamis, 22 Januari 2009 lalu, Jean Robin (Director) dan Sr. Giullemete berkunjung ke Unika De La Salle Manado memberikan informasi kepada pimpinan dan staf/karyawan tentang Fidesco, karya-karyanya, dan juga bagaimana sukarelawan bergabung dan akhirnya dikirim ke negara lain, selain Perancis yg merupakan tempat pusatnya organisasi Fidesco ini.

Fidesco kepanjangan dari Fides = faith dan Co = cooperation. Mereka ada di 30 negara (termasuk Indonesia), ratusan voluunter mereka bekarya dan mengabdi selama 2 tahun di negara lain. Organisasi yang sangat baik visi dan misinya, serta memang benar-benar ’well organized’. Mereka benar-benar sangat membantu Keuskupan Manado, termasuk juga di Yayasan/Unika De La Salle Manado.


Sebagai sekretaris bos Yayasan De La Salle Manado, 4 tahun aku terlibat langsung dalam mengisi Application Form sesuai permintaan dan kebutuhan Universitas lalu mengirim aplikasi tsb ke kantor pusatnya di Paris, Perancis..... jadi memang aku tahu banyak prosesnya bagaimana........ suka duka mengurus volunteer ini tentu ada, tetapi syukurlah semuanya bisa diatasi. Yayasan De La Salle memang bertanggung jawab untuk mengurus mereka selama keberadaan mereka di Manado. Malah karena keberadaan mereka, aku senang karena mendapat teman dan juga bisa share wawasan dengan mereka, selain itu nilai open heart and mind yang selalu mereka perlihatkan selama bergaul bersama di Unika, membuatku senang dan nyaman berkomunikasi dengan mereka. Mereka sama sekali tidak merepotkan dan sangat mandiri (yah seperti biasanya orang-orang ’bule’ yang kita kenal). Maklum kan ada juga biarpun sudah sekolah atau pergi ke luar negeri dan mengalami hidup dengan culture luar negeri tapi tidak bisa belajar banyak dan mengadopsi yg baik dari mereka yaitu nilai kemandirian (tapi jangan ditiru untuk individualistis-nya, karena akan susah kerja dalam tim kalau begitu sih...). Arti mandiri bukan berarti tidak perlu dengan orang lain... iya kan? Biar gimana kita hidup dalam satu komunitas pasti sangat membutuhkan orang lain......... hanya saja bagi Stella pribadi ..... Kalau bisa kita kerjakan kenapa harus selalu merepotkan orang lain? Kalau hal itu hanya sekali-sekali ya oke lah....... tetapi kalau sudah sering wah ... itu sih spoil (manja) namanya........ malessss gue untuk berteman dengan orang-orang seperti itu ......... he..he.....
Makanya juga aku senang dengan keberadaan 2 temanku ini Jean Paul & Marie Laure... mereka begitu humble, helpful, open heart & mind. Bila mereka punya kesulitan yang masih dalam urusan tanggung jawab Yayasan De La Salle, maka mereka tidak segan untuk minta tolong, tapi memang sesuatu yg harus kami usahakan dan upayakan sehubungan dengan kerja sama Yayasan & Fidesco, tetapi sama sekali bukan merepotkan untuk sesuatu yg remeh-temeh deh........ sekali diberi petunjuk, selanjutnya mereka akan berusaha kerjakan atau pergi sendiri........ Saya yakin mereka juga akan banyak belajar tentang kebiasaan dan budaya kami selama di Manado.

Selama aku tahu volunteer Fidesco, kebetulan yang selalu dikirim di De La Salle Manado, dikirim 2 orang dan mereka suami istri : ada Romain and Jane Lize (2003-2005), Jean and Claire (2005-2007) dan sementara ini Jean Paul dan Merie Laure (untuk 2007-2009). Biasanya mereka tiba di Manado bulan September dan berkarya selama 2 tahun.

Kamis kemarin 22 Jan 09, setelah pertemuan dengan pimpinan dan staf di Universitas, mereka berkunjung ke kantor Yayasan menemui Ketua Yayasan Pst. Hanny Mentang, sharing dan juga memberi atau mendapat masukan tentang kerjasama antara Yayasan-Fidesco selanjutnya........... apalagi di tahun ini sudah hampir berakhir masa 2 volunteer mereka. Stella pribadi senangnya agar Jean dan Merie masih bisa melanjutkan program...... biarpun ada rencana untuk mengirim aplikasi agar bisa dikirim lebih dari 2 orang yang akan membantu Unika dalam beberapa fakultas dan banyak program yg bisa dibuat sesuai dengan keahlian mereka dan kebutuhan universitas kami.
Karena langsung dengan Direkturnya Mr. Jean Robin, aku sih ungkapkan saja apa yang kami inginkan, maka beliau sangat concern dan akan memperhatikan benar permintaan dari De La Salle dan berusaha menyiapkan/mencari orang terbaik sesuai dengan permintaan kami. Harus diakui bahwa keberadaan mereka sangat membantu kami di Manado..... secara pribadi, aku ingin mengucapkan terima kasih untuk mereka : Mr. Jean Robin, Sr. Giullemete (sebagai perwakilan Fidesco yg menangani wilayah Asia), teman-teman volunteer yg pernah ku kenal Romain and Jane Lize, Jean and Claire, juga Jean Paul and Merie Laure.

Semangat yang mereka bawa, seperti apa yg juga menjadi Misi mereka dalam berkarya seperti kata Mother Teresa dari Calcutta :

”What is the most important is not all what we do, but all the LOVE that we put in what we do” ........... how a nice words …… simple but how deep is the meaning of that. Se-simple apa pun pekerjaan itu, bila dikerjakan tanpa cinta maka akan terasa menjadi beban, tetapi seberat apa pun itu jika kita mencintai apa yang kita kerjakan, maka akan terasa mudah dan lancar. I love what I do now.

Gracias Fidesco.. Thank you, Lord.

Saturday, 10 January 2009

Perayaan Syukur 40th Imamat

HUT Imamat ke-40 dari Mgr. J. Suwatan, MSC

Tgl. 8 Jan 2009 lalu adalah Perayaan Syukur 40 tahun Imamat Mgr. Josef Suwatan, MSC (Uskup Manado). Beliau dan umat keuskupan Manado mensyukuri rahmat Imamat (sudah 40 tahun beliau menjadi seorang Imam dan diterimakan Sakramen Imamat kepadanya dulu 8 Januari 1969).


Syukur atas karunia Tuhan kita Yesus Kristus yang telah memberi Kekuatan kepada Mgr Josef Suwatan untuk tetap setia menggembalakan umat di manapun beliau diutus, dan sekarang ini menjadi Uskup Manado.

Sedikit mengekspresikan apa yang ku tahu tentang beliau :
Stella mengenal Mgr Josef sejak beliau menjadi Uskup Manado, sebagai umat pasti mengenal beliau (gembala kami). Tetapi sejak Stella kerja di Yayasan/Unika De La Salle Manado, dimana institusi ini didirikan oleh Mgr Josef Suwatan, menjadi juga institusi kebanggaannya, maka aku bisa lebih sering ketemu, (daripada hanya sebagai umat, maka mungkin bila gereja di wilayah ku ada kegiatan/perayaan besar baru bisa ketemu Uskup kami (bisa tahunan kali))..... tetapi sebagai staf Yayasan De La Salle maka acara formal bisa ketemu seperti di acara-acara Wisuda De La Salle, pernah diminta pegang kamera pribadi beliau dan foto-foto moment-moment tsb, ataupun informal bila beliau berkunjung ke De La Salle, maka Stella juga bisa mudah ketemu beliau. Apalagi sejak aku dipercayakan menjadi sekretaris pribadi Ketua Yayasan masa Pst Agus Mangundap, Pr..... banyak hal stella bisa ketemu dgn Mgr... (lebih sering daripada sekarang).....dan beliau pun beberapa kali menghubungi via sms/telp bila ingin menanyakan beberapa hal mengenai Yayasan atau dokumen penting yang berada di kantor Yayasan. Pernah ada hal yg harusnya Ketua Yayasan yg pergi menghadap (stella pikir begitu), tapi karena menuruti perintah maka aku yg akhirnya ketemu Mgr.. mungkin begitu lah bila bicara dengan seorang Uskup, beliau begitu tenang, serasa damai dan tidak ada nada tinggi, datar aja dan tenang... biarpun Stella bisa merasakan bila hal tsb mengecewakan beliau. Ada hal yg beliau sampaikan hanya seperti kata-kata yg biasa datar dan tenang, tetapi Stella menganggap itu sebagai petuah dan nasehatnya saja, ada hal yg buat dia kecewa tapi aku tidak tega menyampaikan balik ke bos.... he..he... (kasihan deh gue.... yah begitu sih .... kalau ada bos bos yg belum sependapat seperti kata pepatah : gajah bertengkar pelanduk mati di tengah-tengah)....... yg bijaknya cukup aku tahu saja (nggak mau dong jd pelanduk yg mati konyol ha..ha...) ..... mendapat kepercayaan masih lebih mudah, tetapi menjaga kepercayaan itu sulit..... sekali lancung ke ujian maka seumur hidup orang tidak akan percaya.... ya kan?

Bukan hanya karena beliau seorang Uskup, tapi karena sifat kebapakan yang ada dalam diri beliau maka akupun harus bisa membawa diri dan bicara juga sepertinya harus di ukur-ukur agar tidak jadi salah paham. Bete deh yah... kadang-kadang.... bila jadi sekretaris... karena mereka adalah atasan di kantor, tapi juga rasa segan kami umat kepada seorang biarawan, maka bicara pun segan deh.. (tidak sama dengan bicara dengan rekan-rekan orang awam, yg bisa dgn lugas), yang membatasi juga karena Stella menyayangi, menghormati dan sangat menghargai beliau, maka tidak ingin salah ucap dan akhirnya mengecewakan hati mereka. Itu pula pengalaman perjumpaan dan bila bicara dengan Mgr. Tapi bukan juga berarti Asal Bapak Senang (ABS)... kalau memang itu lari dari esensi hal penting, yah harus disampaikan juga agar tidak ada salah paham... karena yg paling aku ingin jaga adalah agar orang lain tidak salah paham dengan kebijakan/pendapat/perlakuan yg dikeluarkan Yayasan dimana cukup lama aku menjadi bagian sehari-hari, mengalami suka duka bekerja tetapi juga mengabdi di Yayasan/Unika De La Salle Manado, sedangkan orang lain tidak tahu keadaan/hal pasti yg terjadi. Stella tidak suka, jika hanya mendengar orang lain, tidak tahu keadaan dan orang luar bicara banyak ttg keadaan tsb..... Stella punya banyak pengalaman mengenai hal ini, karena sense of belonging and responsibility aja maka pernah lah hatiku sangat kecewa dan rasanya pingin nangis, ....... bila Mgr membaca blog ku ini, pasti Mgr tahu jelas apa itu.... karena pernah dapat curahan hatiku, tapi syukurlah waktu mengurai semuanya ...... sekarang semuanya (diharapkan) berjalan dengan baik. Memang menjadi pimpinan tidak mudah. Semakin tinggi pohon, maka anginnya makin kencang dan juga makin tinggi kan semakin lebih diperhatikan orang....... begitulah....... aku yakin dalam kepemimpinan Mgr menata memanage para pastor dan menggembalakan umat di keuskupan Manado suka duka pasti juga dialami.

Stella senang sekali bila ketemu Mgr, beliau selalu menerima dengan tangan terbuka dan senyum yang tulus........ juga bisa mendengar apa yg disampaikan dan mencerna dengan baik, biarpun sebagai orang biasa dan masih muda, kadang kala stella pikir dan mungkin karena ketidaksabaran ku juga, maka keputusan yg diambil serasa lama sekali.... mungkin memang tidak bisa se-simple itu karena melibatkan banyak orang... nasib banyak orang, belanga banyak keluarga, harapan, kepercayaan, dan aktualisasi diri banyak orang di De La Salle makanya butuh waktu dan pemikiran yg dalam........ tapi aku selalu yakin dan percaya, rahmat yang sudah dipercayakan kepada Mgr maka keputusan apa pun yang diambil maka itulah yang terbaik.

Pengalaman lain yg juga cukup berkesan buatku, kaget dong udah tengah malam kebetulan malam itu menjelang Hari Ulang Tahunku (25 Maret 2008), udah mau siap siap berdoa eh... dapat sms dari Mgr, tengah malam Mgr meminta diemail konsep acara dimana esoknya memang bertepatan dengan Acara Pelantikan Rektor De La Salle yg baru, dan ada juga inputannya, karena kebetulan waktu itu aku jadi Ketua Panitia, dan saya mengerti karena acara penting maka Mgr begitu teliti dengan susunan acaranya, ..... thank you, Mgr... stella senang juga Mgr memperhatikan dan menghargai usaha kami.

Dalam perayaan syukur yg diadakan di Auditorium Mapalus, Kantor Gubernur Prop Sulut, perayaan itu begitu meriah, dihadiri 5 orang rekan Uskup (yg ku kenal sih hanya Uskup C. Mandagi dari keuskupan Amboina, Uskup Datus Lega (Sorong), lalu mungkin 100-an para pastor yg mengiringi dalam misa, para pejabat propinsi (Gubernur S.H. Sarundajang dan Wagub Freddy Sualang), kota dan kabupaten, tokoh-tokoh umat dari agama lain, dan umat Katolik yg hadir memenuhi auditorium..... biarpun Mgr Josef inginnya perayaan yg sederhana, tapi beliau adalah tokoh penting dan Uskup Manado, dicintai oleh umatnya maka perayaan seperti itu sangat Layak dan Pantas.
Dalam misa, Stella mengikuti dengan baik kotbah yg disampaikan oleh Mgr. Mandagi dengan lugas dan ada lucunya juga.... isinya menurut ku berbobot, dan kena dgn keadaan, disamping itu disampaikan dgn agak kocak sehingga kalau Stella sih mendengar uraian yg seperti itu betah, karena menyampaikan dengan teologis bahasa yg terlalu ’tinggi tidak semua umat punya level pemikiran yg seperti akademisi, tapi bila disampaikan dengan gaya dan bahasa merakyat bisa lebih kena dengan situasi dan lebih bisa ’didengarkan’ tidak lewat begitu saja. Mgr Mandagi, stella udah kenal dari kecil... masa beliau masih seorang pastor, dulu sekali ia selalu berkunjung ke rumah, makan bersama dgn keluarga kami....... mungkin kalau ia ketemu stella sekarang sudah agak lupa, tapi orang tua ku beliau kenal dengan baik. Sifat merakyat, sederhana, tapi lugas dan tegas, sosok Mgr Mandagi yg ku tahu.

Siang hari sebelum Misa Syukur di auditorium, Stella ke wisma keuskupan, maksud hati ingin memberikan gift sederhana kepada Mgr Josef langsung, hanya sebagai tanda kasih dan kenangan akan hari bersejarah beliau.... disiapkan khusus (bela-belain juga dipikirkan apa ya untuk seorang Uskup yg punya semuanya) .... setelah masuk sms dari beliau seminggu sebelumnya, sepertinya mengingatkan akan 8 Jan 09 Hut 40th Imamat, berdoa dan bersyukurlah dengan beliau. Tentu saja, aku bukanlah apa-apa, bukan juga siapa-siapa, hanya sebagai umat tentu ingin bersyukur dan berdoa agar Mgr selalu diberi kekuatan untuk menggembalakan umatnya di Keuskupan Manado dengan sepenuh hati dan sekuat tenagamu. Tuhan sudah mempercayakan pelayanan ini kepadamu, maka Ia akan menggenapinya sampai akhirnya. Amin.

Akhirnya, karena beliau ada di ruangan bersama para uskup lain, Stella tidak berani juga ke ruangan tsb, tetapi dititipkan aja lewat sopirnya yg justru akses ke Mgr lebih mudah, ndak pake birokrasinya he..he... Semoga Mgr menerimanya dengan senang hati dan senyum tulus seperti yg selalu Stella terima bila berjumpa dengan Monsigneur. Stella sih PD aja, sesuatu yang dibuat khusus, dipersembahkan dengan tulus, hanya Mgr yang punya itu, akan terasa special, dan aku akan senang juga jika itu berkenan di hati. Terima kasih juga buat semua kebaikan dan pengertian, dari Mgr selama ini.
Doakan hambamu ini, agar juga hidup ku bisa jadi berkat bagi orang lain yg membutuhkan. Amin.

Proficiat, Mgr. Josef Suwatan terkasih..... Dominus Vobiscum.

Pipin has left you a new comment on your post :

Stella,

Banyak TK utk ulasan perayaan 40 thn Imam dari Mgr. Suwatan. Josef adalah teman baik kami, seangkatan 1958 di Farmasi , ITB dan PMKRI.Kami sangat senang membaca liputan karya nya dan turut bersyukur bhw beliau dapat merayakan 40 thn imamatnya, bersama para Uskup, imam2 dan seluruh umat yang sayang padanya.Kami juga kenal baik Uskup Mandagi, dan P. Mengko. Salam, Zita (pinny), Bogor

Tuesday, 6 January 2009

Acara Kebersamaan di awal tahun


Permulaan masuk kantor 5 Januari 2009, tetapi pimpinan dan staf Yayasan/Unika De La Salle Manado tidak ke kampus kami, tapi semua berkumpul dulu di Wisma Keuskupan, Jl. Sam Ratulangi Manado lalu ke tempat acara Natal Bersama yang dibuat di New Mokupa Resort, Jl. Raya Tanawangko.
Acara di tempat itu diawali dengan Misa Syukur, yang langsung dipimpin oleh Mgr. J. Suwatan, MSC (Uskup Manado/yang juga Pendiri Yayasan/Unika De La Salle Manado), didampingi oleh Rektor, Pst Revi Tanod, MA dan chaplain Pst Bonny Olla, Pr. Dalam misa tentu saja ada doa yg kupanjatkan buat institusi tempatku bekerja dan mengabdi, buat para pimpinannya agar mampu menjadi orang-orang yg patut digugu dan jadi panutan, bisa memimpin kami dengan adil dan bijaksana, untuk hubungan kerja yg baik, untuk diriku pribadi dan orang-orang yang ku sayangi, ku hormati dan ku percaya...aku menyadari akan kekurangan dan kelebihanku turut andil, merasa memiliki dan bertanggungjawab, bekerja sebaik mungkin bersama orang lain/rekan kerja lain, tentu saja ku pinta agar di tahun 2009 ini lebih baik dari tahun sebelumnya......... aku mampu meminimalisir kekurangan dalam kerja dan sikap, tapi juga memaksimalkan apa yg ku tahu dan ku punya untuk De La Salle.
Bukan soal ingin mendapat penghargaan Pin Emas (bertuliskan delasalle), karena pemberian pin itu juga akan menjadi tradisi dan ini yang pertama kali untuk para staf yg sejak awal bekerja di De La Salle yaitu dari tahun 2000. Artinya setiap tahun akan ada program/acara mendapat pin emas bila karyawan sudah bekerja selama 8 tahun. Program yg bagus dari pimpinan, tapi bagi pemikiran sederhana ku ...... untuk apa aku mendapat pin emas, tapi kerjaku tidak bagus? Dalam masa 2009 ini, teman-teman ku yang masuk tahun 2001 (artinya juga sudah berkarya selama 8 tahun) entah kerja baik atau tidak sepanjang tahun ini, maka in time di penyelenggaraan Natal bersama maka akan mendapat pin emas juga. Ha..ha.. bagaimana ya??? Sebenarnya harus dipikirkan matang dulu... ndak program dadakan seperti itu (hanya masukan aja, kalaupun ini dianggap kritik tentu yg membangun..Aku ada di dalamnya maka menjadi bagian dari apa pun itu.....). Yah.... De La Salle banyak uang sih jadi bisa dapat emas loh semua yg bekerja, baik level pimpinan maupun staf.... he..he.....

Pemikiran ku sih lebih baik dapat Sertifikat Penghargaan tapi diberikan hanya kepada karyawan yg dinilai kinerja baik sehari-hari, relasi juga baik dengan siapa saja, atau punya prestasi (misalnya karena membuat De La Salle harum namanya, lebih dikenal, dsb), nilai sertifikat yg hanya kertas akan jadi tinggi untukku (iya dong kan ndak semua punya) kalau pingin punya ya kerja baik dong, daripada emas yg mahal tapi bisa dimiliki oleh semua karyawan, maka bagiku harga boleh mahal tapi nilainya turun. It’s not special anymore. Anyway, semuanya harus diapresiasi panitia sudah bekerja baik membuat acara kebersamaan benar-benar acara kebersamaan, tanpa memikirkan suka duka dlm tim, dalam pekerjaan, dan relasi kerja lalu lalu..... udah tahun baru..... mudah-mudahan hal yang baik tetap dipertahankan dan yang kurang....... ditinggalkan saja.
Tahun ini harus lebih baik dari tahun kemarin, kata Rektor sih dalam sambutan natalnya. Bagi Stella di aminkan saja, biarpun harus menarik nafas panjang dan bertanya terhadap diriku sendiri, apa kah aku bisa lebih baik dari tahun kemarin, ataukah kinerjaku biasa saja dari penilaian atasan, ataukah hanya begitu begitu saja kedaanku seperti juga tahun tahun yg sudah berlalu, atau kah standarku terlalu tinggi dlm menilai banyak hal, atau kah aku malah kurang nantinya?? So many big questions..... God, help me through it........ I need You always.

Acara tersebut selain merayakan Natal tetapi juga kebersamaan antara pimpinan dan staf beserta keluarganya. Acara Natal seperti ini memang sudah tradisi di De La Salle tiap tahun diadakan, bisa di kampus ataupun pilih tempat di luar kampus/kantor. Pilihan tahun ini adalah di suatu resort, di pinggir pantai, bisa untuk kegiatan indoor maupun outdoor... seperti yg sudah disiapkan oleh Panitia ada acara untuk anak-anak karyawan yaitu patung-dangdut (diiringi lagu dangdut bergoyang dan lagu dimatikan mereka menjadi patung), tebak kata (2 peraga dan 1 menebak kata), gigit sendok yg ada kelereng sambil bergoyang mengikuti irama lagu, ada juga berpasangan cha cha cha, kemudian family idol (sekeluarga bernyanyi), dan kegiatan outdoor seperti tarik tambang antar unit kerja dan bakiak.....
Seru juga... ndak pake jaim sih kalau mau menikmati keceriaan akan kegiatan seperti itu.

Aku hanya melibatkan diri dalam permainan tebak kata dan juga gigit sendok pake kelereng sambil joget ha..ha.... lumayan dapat juara 2, hadiahnya coklat aja. Tapi bukan itu sih yg dicari....... lebih ke fun nya dan untukku pribadi bisa sedikit melupakan hal-hal yg mengganjal di hati akan banyaknya peristiwa lalu yg menyertai, ada yg mengecewakan tapi ada juga yg membahagiakan yg kebetulan aja terlintas di ingatan......... tapi aku bersyukur semuanya sudah lewat...... make it simple-just my experiences in life. Makan siang bersama teman-teman, duduk duduk sambil makan di bawah pohon, menghadap laut.... menikmati alam... sungguh maha besar-Mu Tuhan akan apa yg sudah Engkau ciptakan, aku bisa menikmati deburan ombak, semilir angin, sejuknya cuaca, dan sempat juga ku perhatikan ada tanaman bakau di pinggir pantai yg masih baik. Oya, selain itu karena di resort itu juga ada kolam renangnya, bersama beberapa teman aku asyik berenang setelah hari sudah mulai sore.... cuek aja berenang pakai swimsuit.... ha..ha... ndak kena aksi pornoaksi kan? Kan kolam renang mandinya masa’kan pakai kebaya (kalau ini sih kata Teddy he.he...)... risih ada sih sedikit dilihat rekan-rekan kerja (soalnya kalau di tempat kerja kan biasanya pakaian yang tertutup)...... tapi cuek aja deh... kalau mata dan pikiran ngeres melihat yang indah indah kan ....... yah mereka sendiri yang susah ...ha..ha... boleh dilihat, ndak bisa dipegang.

Selesai berenang........ masih ngumpul-ngumpul lagi dengan beberapa rekan kerja.... sambil minum sore sih dan dengar mereka nyanyi nyanyi dengan gitar. Wah... aku sih senang dengar lagu, biar suara temanku agak gimana gitu, dengar petikan gitar, minum/makan dan di pinggir pantai, ditambah badanku segar baru mandi, canda tawa dan cerita-cerita lucu yg mengalir......... wah asyiiiiiiiik sekali, kayaknya ini part yg paling oke sih bagiku sepanjang hari kemarin.

Terima kasih Tuhan masih bisa menikmati semuanya ini.... ku syukuri nikmat ini sambil tetap bermohon dan berharap... ku temukan sesuatu yang lebih membuat ku berarti bagi hidupku, keluargaku dan sesamaku. Semoga 2009 memang lebih baik dari tahun yang lalu. Amin

Friday, 2 January 2009

Natalku di 2008 dan awal Tahun Baru


Terima kasih dan Syukur kupanjatkan kepada Bapa ku di surga atas anugerah dan berkat yang masih Ia anugerahkan bagi kita semua juga untukku dapat Merayakan Natal di 2008 ini bersama orang-orang yang terkasih…..

Syukur juga bahwa tahun ini aku lebih siap untuk menerima kedatanganMu karena setelah sekian lama, akhirnya aku bisa menerima sakramen tobat. Bagi umat Katolik, sakramen tobat adalah juga bagian dari kesiapan hati menerima kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus, dalam bentuk Pengakuan Dosa. Memang agak risih sih rasanya mengaku kepada seorang Imam apalagi jika Imam itu kita kenal dengan baik…….. tapi kepercayaan kami bahwa jika dengan tulus dan terbuka mengakui semuanya, maka hati akan lega dan juga lebih siap menerima dan mempersiapkan kedatangan-Nya……. Bukan hanya secara fisik seperti mendandani rumah dengan seindah-indahnya,membuat kue-kue, mempersiapkan makanan enak, membuat kandang natal, membeli pakaian baru, dll….. tetapi syukur kepadaMu Tuhan untuk Natal tahun ini… malah saya merasa lebih sederhana persiapan fisiknya, tapi batinku lebih ringan dan lapang menerima Dia penebus dan pelindungku di hatiku dan dalam rumahku.

Di sela-sela kesibukanku mempersiapkan keperluan natal di rumah, ada juga peristiwa iman yang bisa kuambil hikmah dengan menghadiri Misa Requiem (Arwah) dari ibu terkasih pastor paroki Pst. Bertje Karundeng, Pr di Saronsong Tomohon. Pst Bertje begitu tegar menghadapi kepergian mama tercinta, beliau sendiri yang memimpin ibadah pelepasan dan Misa Arwah di gereja….. banyak perhatian juga buat beliau atas kebersamaan para pastor yang menghadiri dan bersamanya (15 org teman pastornya di altar). Ketegaran, keihklasan dan rasa tanggung jawab sebagai seorang pastor paroki yg harus melayani umatnya tapi di sisi lain secara manusiawi baru saja kehilangan seorang ibu, tapi ia tetap menjalankan tugasnya memimpin misa, dari tomohon berusaha untuk melayani misa harian, baru setelah itu balik lagi ke rumahnya di Saronsong,,,, semua itu membuatku belajar (mudah-mudahan aku juga jadi lebih bertanggung jawab dalam tugas ku di wilayah rohani), aku belajar untuk nilai-nilai baik tsb.

Malam Natal adalah tugas wilayah rohani Sta. Elizabeth (wilayah ku), bersama umat lain mempersiapkan semuanya dari para petugas di gereja, persembahan keluarga, hiasan di gereja, dll.... syukurlah ketua wilayah sudah menunjuk dan menugaskan orang/umat untuk semua tugas tsb sebelum beliau berangkat ke Jakarta, dan aku tinggal melihat dan mengatur, dimana tugas jadi lebih ringan.... Thank God. Bukan apa sih kalau hanya misa di hari minggu aku merasa tidak berbeban, tapi mempersiapkan untuk mampu melayani dengan baik di Misa Malam Natal, aku merasa lebih ribet aja.

Senang juga dapat perhatian dari seseorang teman lama, itu menandakan dia ingat dan ingin menyenangkan aku........ terima kasih untuk sandal high heel putih yang diberikan sebagai hadiah natal. Akhirnya ku pakai ke gereja di malam natal (dont worry, ku pakai kok.... karena kamu tulus ngasihnya). Aku bisa beli, tapi senang kok menerima hadiah dari org itu bentuk dari perhatian, itu yang ku hargai apalagi kalau bela-belain beli dan pilih sendiri sambil membayangkan cocok nggak ya di kakinya, cantik nggak ya dipakainya ...ha..ha..... makasih ya..........

Terima kasih dan syukur ku untuk segala perhatian dan merasa bahwa kita selalu diingat oleh orang-orang terkasih, saudara, dan teman-teman semua. Sms dan telp sudah masuk bahkan dari tgl 23 Des 08, sudah ada yg mengucapkan SELAMAT NATAL.... banyak kreasi dan puitisnya kata-kata tapi intinya adalah ucapan selamat dan mendoakan agar di Natal ini damai dan kasih Tuhan selalu dalam hidupku...

Dengan tulus dan dari dasar hati yang paling dalam ku ingin mengucapkan Selamat Natal untuk kalian dimana selama tahun 2008 telah mewarnai hidupku (ada yg menyenangkan, membahagiakan, mengecewakan, dll) tapi yang ingin kuingat kebaikan, bantuan, perhatian, kebersamaan, penghargaan dan nilai-nilai baik yg ditunjukkan kalian semua kepadaku :

Para Biarawan/ti : Uskup J. Suwatan, Uskup BunBun-Pontianak, Pst. Johanis Mengko, Pst. Agus Mangundap, Pst. Revi Tanod, Pst. Hanny Mentang, Pst. Bertje Karundeng, Pst. Johanis Mangkey, Pst. Loius Bayak, Pst Bonny bin Olla, Pst. Sony Wengkang, Pst. Herman Umbas, Pst. Rein Saneba, Pst Otje Palit dan Pst. Chris Santie, Suster Cathrien Taroreh, Suster Johana Tandaju-di Karmel.

Teman-teman kuliah dulu, kakak dan adik tingkat serta para dosenku dulu : ada Prof. Remy Mangindaan, Dr. Markus Lasut, Dr. Tony Angmalisang, Enci Debora Balompapueng, Prof. Alex Masengi, Vianny Mandagi, Gustaf Mamangkey-Australia, Jusak Daud-Jepang, Chrisdianta-Balikpapan, Hesdi Korompis, Maya Sekoh, Wiliam Wardoyo-Jakarta, Lita Pantouw-Jakarta, Indah Reppie, Okta Lintong, Jongky Kamagi, Komang, Esther Angkouw, Nancy Antouw-Timika, Wendy Saroinsong-Freeport, Jaya Lihu. Yg tergabung dalam milis alumni_itk_unsrat@yahoogroups.com dan milis FPIK_unsrat@yahoogroups.com, makasih untuk share informasi dan wawasannya.

Teman-teman dari SMP dan SMA ku : Peggy Mapandey-Jakarta, Ivan Rantung-Jakarta, Nancy Pangau-Balikpapan, Joice Tumanduk, Imelda Chandra-Berau Kaltim, Alex Kambey-Surabaya, Achen Pelengkahu-Bandung, Vina Baksh-Malang, Luzi Talumikir-Jakarta, Sonya Salonder-Texas USA, Serlyani Khosama, Joice Andries. Our friendship means so much to me. Termasuk miracle of Christmas untuk Achen dan Luzi dimana 20 thn kita tidak lagi kontak, justru kutemukan kalian di situs facebook… senangnya, langsung ingat masa-masa happy dulu ya… akhirnya sekarang jadi kontak-kontakan… ternyata keberadaan ku pun dicariin… begitulah kalau memang sahabat sejati chemistry-nya dapat ha..ha… baru aja ketemu rasanya nggak risih ya untuk bicara banyak hal….. oya, thn 2009 alumni smansa 92 akan mengadakan reuni.... bantu stella ya semua yg tergabung dlm milis smansa_92alumni@yahoogroups.com . Kita sama-sama sukseskan acara dari kita, untuk kita juga.

Atasan dan rekan-rekan kerja di Yayasan & Unika De La Salle : Pak Harry Samboaga, Pak Peter Tjan, Teddy Tandaju, Noldi Watuna, Debby Paseru, Niko Beat , Meitty Wongkar, Neta Wongkar, Ivone Umboh, Gerald Rawis, Ibu Lucia Mandey, Pak Charles Ngangi, Adrie Koleangan, Audy Kenap, Ibu Vonny Rumampuk, Sammy Moningka, Tante Femy, Mukti Talib, Bobby Umbas, Tius. Bagi saya pribadi, selama setahun berjalan di 2008 ini.... kalau ada salah salah sedikit, selisih paham soal pekerjaan memang ada.... tapi bisa diatasi............kebersamaan dan pengalaman yg kurasakan bersama mereka, dalam kerjasama di kantor bisa seiring sejalan... terima kasih atas semua kepercayaan, curhat mereka, perhatian, penghargaan dan bantuan yg sudah diberikan/ditunjukkan.... penilaian aku pribadi mereka bisa diandalkan dlm tugas dan bisa bekerjasama, serta punya tanggung jawab. Aku menyadari kita masing-masing punya kelebihan dan kekurangan tapi semoga di tahun-tahun mendatang, tahun yg di muka 2009, kita masih bisa bekerja bersama dengan lebih baik. Pikiran kita, semangat, aktualisasi diri kita, tenaga dan semua usaha kita dimana saat ini kita bekerja, tidak lain ingin membaktikan serta mengabdi dan bersama-sama dengan yg lain memajukan De La Salle. De La Salle baik dan bagus, suasana kerja yg kondusif, kita juga yang enak, bangga dan senang karena kita adalah bagian darinya. Iya kan? Ada banyak juga rekan kerja lain sih.... tidak banyak berhubungan, paling basa basi sopan santun, yg mengecewakan secara pribadi juga ada, yg mengecewakan secara tidak langsung juga ada, tapi syukurlah mereka sudah tidak ada lagi jadi suasana kerja kurasakan jauuuh lebih kondusif dari sebelumnya.... bagiku pribadi, kepribadian orang seperti itu masih menguntungkan aku tidak berteman dengan orang-orang tsb drpd punya teman seperti itu. Ha..ha.... waktu bisa mengurai dan membuktikan bukan soal siapa lebih baik, tapi benar tidaknya apa yang dikerjakan. Apalagi ada orang yg tidak tahu terima kasih terhadap orang yang dulunya banyak menolong kalian..... masuk De La Salle justru dari awal, bermohon dengan sangat, kemurahan dan bantuannya banyak dalam hidupmu dan juga keluargamu (kalau ingat sih & mau mengakuinya....), tetapi ucapan terima kasih pun tidak bisa disampaikan, terlupakan, ndak habis pikir deh..... yah itulah.. habis manis sepah dibuang (kayak tulisan Pst Leksi Nangoy, Pr yg sempat ku baca di salah satu artikel Kusuma.... ya memang banyak kejadian yg spt itu, aku setuju). Aku bisa ambil pelajaran dan juga nilai hidup....... jangan pernah melupakan kebaikan orang terhadapmu, tetapi lupakanlah kebaikanmu kepada orang lain.

Kenalan-kenalan ku : Prof. Aminuddin Salle-Makassar, Frans Rattu (GM Bastianos Resort), Frets Pieter-Bunaken, Suryana, Yasinta, Amiang-Pontianak, Tommy Massie, Robby Mangundap, Ame-Didi Imbar, Om Lowi Wenur, Mex Pesik. Terima kasih udah baik kepadaku, dari pengalamanku selama ini.

Dalam 365 hari di tahun 2008 ini banyak warna yang terlukis, ada pink (presentasi dari keromantisan dan kebahagiaan), merah (keberanian dan semangat), oranye (kemeriahan dan keriangan), abu-abu (hal-hal yang mengambang), hitam (kesedihan & kekecewaan), hijau (harapan dan keinginan), biru (ketenangan dan ketabahan), kuning (keceriaan), semua itu silih berganti mewarnai sketsa hidupku. Tapi apa pun itu aku mensyukuri semuanya.... sampai saat ini anugerah Tuhan tetap ku rasakan. Aku bukanlah apa-apa, sehingga selalu ku pinta kekuatan kepada Tuhan agar mampu menjalani semuanya dengan hati yang ikhlas, pikiran yang positif, ketenangan batin dan semangat menjalani hari-hari selanjutnya. Amin

Acara tahun baru yang meriah, tapi ku lewatkan dengan keluarga saja bersama tetangga di kompleks ku. Ada kesan mendalam yg tiap tahun teringat bila malam pergantian tahun (new year eve), dimana 20 thn lalu aku pernah mengalami kecelakaan motor yang menurut orang/saksi yg melihat (harusnya) sangat parah keadaan luka di tubuhku, apalagi sempat pingsan dan baru sadarkan diri di RS. Wenang....... Tuhan masih sayang kepadaku, sehingga aku hanya mengalami luka-luka ringan begitu juga temanku. Ku ingat baru saja teng jam 12.00, aku bersama temanku keluar rumah untuk jalan-jalan dan akhirnya terjadilah kecelakaan itu...... dan sampai sekarang... masih aja teringat biarpun bukan traumatik....
Yah.... itulah pengalamanku yg berkesan, selain juga teringat beberapa tahun lalu, pernah ada orang yg mengucapkan selamat pas teng jam 12.00 via telpon..... dengan kata-kata yg enak di dengar.........make me feel special......... that was so sweeeet. Ia tahu aku menyukai sesuatu yg spesial..... kelihatan sepele sih tapi bila itu hal yg spesial, dibuat dengan special atau di khusus kan hanya untukku.... kalau itu bentuk barang, bukan harganya atau besar kecilnya, kalau dia bentuk perhatian maka ketulusan itu yg akan terasa......... pasti deh kena di hati, apalagi bila itu ku rasakan tulus, wah... .. gimana ya......... so sweeeeeeeet gitu loh.

Semoga di tahun 2009 berkat-berkat Tuhan terus mengalir dalam kehidupanku dan orang-orang yang sering ku doakan karena mereka ku sayangi dan ku hormati. Stella yakin dan percaya, seperti Ia telah menyertai kita di tahun-tahun lalu maka Ia akan tetap menyertai dan memberkati sampai akhir, karena Ia setia. Amin... amin.... amin.

Thursday, 18 December 2008

Buat semua pembaca blog ku ini, dengan semangat dan damai Natal Yesus Kristus
Stella mengucapkan :
SELAMAT NATAL 25 DES 2008
dan
MENYONGSONG TAHUN BARU 2009
Semoga segala rencana, harapan dan cita-cita dapat terwujud dalam hidupmu, serta damai dan sejahtera meliputi kita semua. Tuhan Yesus memberkati.
Amin

Tuesday, 16 December 2008


Selamat HUT Lita, sayang.........

Hari ini, 16 Des 2008 kamu ketambahan satu usia dari Tuhan.
Semoga Tuhan memberikan kehidupan yang lebih baik lagi, apalagi ini HUT pertama mu ketika telah berkeluarga.... rasanya gimana Lit? (he..he... mau tau aja)

Pokoknya, Stella doakan yang terbaik deh... dalam hal keluarga, karir, kehidupan pribadi, lingkungan, persahabatan, dan cepat cepat dapat momongan.... supaya ketambahan lagi satu ponakan gue.... Amin.
Ingat joke kita tempoe doeloe deh.... kalau kamu punya anak nanti (blum tau cewek atau cowok) dijodohin dengan salah satu entah anak dari Hesdi (ada 2 anak cowok), Maya (1 anak cowok), Nanoi (1 anak cowok, 1 anak cewek), Nora (1 anak cowok, 1 anak cewek), Ebhi (2 anak cewek)..... (supaya besanan gitu....), krn stella yang paling akhir, kayaknya yang nanti di perebutkan ha..ha....

Wednesday, 10 December 2008

Resolusi di 2009

Wah tahun 2008 tinggal menghitung hari............ tidak lama lagi akan berakhir..... Inilah saatnya dalam masa penantian menjelang Natal.... aku merenungkan berbagai hal yang terjadi selama tahun ini...... apakah itu membawa kesenangan, kegembiraan, kebahagiaan ataupun kekecewaan, kesedihan dan sebagainya.
Banyak sekali pertanyaan sudahkah tahun ini aku menjadi lebih baik dari sebelumnya? Apa saja pelajaran hidup yang dapat kuambil di tahun ini? Apakah tahun depan akan lebih baik dari tahun ini untuk hidupku?

Wah pertanyaan yang akan memusingkan kepala jika terlalu dipikirkan........ tetapi apapun itu aku MENSYUKURI yang sudah TUHAN kasih untukku. Banyak sekali berkat-berkatNya dalam hidupku....... di tahun 2008 ini.

Sudah saatnya juga aku memikirkan RESOLUSI untuk tahun 2009 : apa ya? Yang jelas sih apa yang belum terealisasi di tahun 2008 masih akan menjadi Resolusiku di tahun depan.... mungkin juga sudah tidak akan semuluk yang tahun lalu tapi yang bisa direalisasikan. Resolusi tahun lalu, ada beberapa hal yang aku tidak sepenuh hati menjalankannya sehingga belum maksimal, untuk itulah ingin kuperbaiki di tahun mendatang. Resolusi yang tidak muluk, sederhana, dan bisa kulakukan serta membawa dampak positif bagi kehidupanku dan bisa membawa berkat juga bagi orang lain.

RESOLUSI KU di 2009 :
  • - Life is too short to be sad ........ yang jelas aku tidak ingin bersedih....... bilapun ada peristiwa hidup yg membuatku bersedih aku tak ingin berlarut-larut.
  • - Selalu bersyukur dalam hidup
  • - Bisa membuat hidup ini balance/seimbang antara pemenuhan kebutuhan sendiri, psikologis, sosial dan berprestasi.
  • - Positif thinking....... kadangkala masih sukar karena suka menganalisis logika dan hati ku sendiri...... benar nggak ya??
  • - Sabar ..... uh... karena spontanitas ku yg membuat aku suka nggak sabaran dengan banyak hal. Apalagi kalau kuanggap hanya soal sepele, nggak bisa dibuat .. wah langsung deh nggak sabaran pingin memperbaiki atau langsung mengkritik soal tsb.
  • - Selalu tampil cerdas, ceria & cantik .......
  • - Lebih bisa berbesar hati dan berlapang dada untuk peristiwa yang (mungkin) terjadi yang bisa mengecewakan hati.

    Hal-hal yg lebih konkrit sih :
  • - Pingin lanjut studi atau training ke luar negeri (masih pingin.... tuh)
  • - Lebih disiplin terhadap waktu
  • - Peduli lingkungan hidup (tetapppp.....)
  • - Ingin lebih banyak melihat dan merasakan tempat-tempat yang indah, yg belum pernah dikunjungi, lokal dan nasional dulu deh....
  • - Lebih memperhatikan kebutuhan dan kesehatan orang tua juga adik satu-satunya (I love them so much)...
  • - Membangun networking lebih luas
  • - Bangun tidur lebih awal ..... dan olahraga (maklum ... dulu dulunya sih males)
  • - Dapat pasangan yg serasi dan serasa (cailehhhhhhh ehm...ehm....)... (note : nggak dicari sih, tp berharap aja dapat yg spt dimaksud.......... soalnya pernah ada yg bilang ke aku : ndak usah dicari pasti datang sendiri..... mintalah...... maka ........ )
  • - Punya waktu 1 hari dlm sebulan : waktu untuk diri sendiri n manjain diri (ke salon, spa, renang, massage, dll) ... i ya dong kan udah capek kerja.
  • - Harus punya ‘skill’ baru apa ya.... kursus selam spy dapat licence .... nggak sekedar tahu aja.
  • - Nabung .... nabung ....... (untuk ada deh ....)
  • - Membuat penelitian lingkungan
  • - Banyak jj he..he....
  • - Serius menangani Reuni 17th alumni SMANSA 92, apalagi udah dipercayakan teman-teman jadi sekretaris umum-nya.

Apa lagi ya.........

Mudah-mudahan semangat untuk memperbaiki diri selalu dan selalu menjadi lebih baik. Saya sadar bahwa memenuhi resolusi kadang tidak mudah butuh kesabaran dan juga kebesaran hati dan harus punya target pencapaian untuk tahun 2009. Semoga ........ semuanya dapat direalisasikan........ amin .... amin.. God, I always need You.

Friday, 28 November 2008

New version Christmas song

The new Christmas Song for 2008...
"Santa Claus is Coming to Town" in new version :-)

You'd better watch out
You'd better not cry
You'd better keep cash I'm telling you why:
Recession is coming to town.

t's hitting you once,
It's hitting you twice
It doesn't care if you've been careful and wise
Recession is coming to town

It's worthless if you've got shares
It's worthless if you've got bonds
It's safe when you've got cash in hand
So keep cash for goodness sake,

HEY You'd better watch out
You'd better not cry
You'd better keep cash
I'm telling you why: Recession is coming to town!

Finance products are confusing
Finance products are so vague
The banks make you bear the costof risk
So keep out for goodness sake,

OH You'd better watch out
You'd better not cry You'd better keep cash I'm telling you why:
Recession is coming to town.

Ha..ha.... lagu ini selalu ada dan terdengar di setiap menjelang Natal.... yg kusenangi sih yg nyanyi Michael Bolton.......... karena ku tahu lagunya... eh setelah krisis melanda amrik maka dibuat joke lagu ini .......... tentang resesi. Coba aja dinyanyikan syairnya... pas sekali kan??

Lagu ini cuma di sadur kok dr milis Smansa-ku.... ingin ditampilkan di blog, krn ingin ku tuangkan ekspresiku atas syair lagu itu, yg masa skrg terasa PAS SKALI. ha..ha ............ha.....

Sunday, 23 November 2008

Anjangsana ke Panti

Anjangsana ke Panti Asuhan “Sayap Kasih” Woloan
Kota Tomohon-Indonesia

Dalam rangka Pesta Pelindung Sta. Elisabeth (5 Nopember 2008), maka sekumpulan umat wilayah rohani yang bernaung dengan nama Sta. Elisabeth memperingati hari spesial tersebut. Kami telah merencanakan akan berkunjung ke salah satu panti asuhan, dan pilihan kami adalah sebuah Panti Asuhan anak-anak cacat mental dan fisik yang berada di desa Woloan III, Kota Tomohon........ sekitar 35 km dari Manado.
Inilah tempatnya ........

Lihatlah anak-anak ini..............

Mereka berjumlah 17 anak cacat dengan 20 orang pengasuh, juga ada suster-suster di biara yang juga merelakan hidup mereka memelihara, menyayangi dan memberi diri untuk pelayanan sosial. Panti Asuhan Sayap Kasih bernaung di sebuah Yayasan yaitu Yayasan Manuel Runtu.

Segala sesuatu yang pertama, bagiku sangat mengesankan........ Stella hampir tiap tahun mengikuti dan merencanakan bersama umat wilayah rohani untuk anjangsana, pindah-pindah tempat agar semua bisa kami kunjungi dan memberikan bantuan sekemampuan kami. Dan baru kali ini ke panti asuhan Sayap Kasih dan melihat semua anak cacat mental fisik.
Sebulan lalu, aku sebagai juga sekretaris di wilayah rohani ini terlibat bersama Ibu Jenny Tanudjaja mengusahakan kegiatan ini. Wilayah rohani yang terdiri dari 23 keluarga, semuanya dengan rela dan tulus hati memberikan sumbangan, disarankan dalam bentuk uang, lalu setelah itu semua bahan-bahan yang akan diberikan dibeli agar supaya semuanya seragam dan jenisnya hanya 5 saja sesuai permintaan Suster. Waktu itu Stella menelpon panti dan Suster Henrynia Karamoy yg mengangkat telpon, maksudku untuk menanyakan apa saja kebutuhan anak-anak saat ini, karena takutnya udah ada bahan/barang yang kelebihan dan ada yg justru dibutuhkan saat ini tapi tidak ada atau sudah kurang persediaan di panti. Dan suster mengatakan dengan malu-malu..... kalau bisa saat ini yang mereka butuhkan celana dalam anak-anak (biasanya terlupakan, malah pampers bayi/anak sudah kebanyakan yg dikasih orang, persediaan masih cukup), susu bubuk, kue-kue kering, sabun cuci/mandi, minyak goreng. Tapi dari kami umat ditambahkan karena ada keluarga yang kasih beras 2 karung dan juga sepatu-sepatu baru untuk anak-anak. Waktu kami serahkan, jumlahnya sangat cukup untuk persediaan bisa 3-4 bulan ke depan, kata suster.
Tidak hanya anak-anak panti yg kami ingat tapi juga para pengasuhnya.... orang-orang yang penuh kasih dan mau melayani kebutuhan anak-anak yang tidak berdaya ini, cacat bukan hanya fisik (dimana tidak bisa melihat, ada yg lumpuh, ada yg tidak bisa mendengar), tapi mereka juga cacat mental....... tidak tahu apa-apa. Anak-anak ini sungguh membutuhkan dan tergantung kepada orang lain.......... sangat sangat sedih melihat keadaan mereka, tapi juga saya kira justru karena ketidakberdayaan mereka dan ketidaktahuan mereka, anak-anak ini yang secara kasat mata dilihat menderita, tapi sesungguhnya merekalah orang yang tidak merasakan penderitaan itu. Mereka anak-anak yang bahagia.
Oya, kami juga memberikan kepada para pengasuh sejumlah uang untuk mereka .... biarpun hanya itu, tapi senang melihat tawa mereka........ 8 orang pengasuh yg ada saat itu mendapat bagian. Saat itu kurasakan.... perasaan memberi lebih enak daripada menerima............

Kalau dipikir ya, anak-anak normal atau seperti kitalah yang lebih merasakan apa itu penderitaan, luka batin, kesedihan, dll perasaan yg tidak enak, karena kita sadar dan memikirkan itu semua daripada anak-anak di panti itu. Allah menciptakan kita dengan rupa-rupa bentuk, rupa-rupa wajah, rupa-rupa laku, rupa-rupa situasi dan kondisi......... agar sesungguhnya kita lebih menyadari bahwa tidak ada apa-apanya kita manusia dihadapan Tuhan. Semua yang kita punya hanyalah anugerah dariNya, tidak ada yang menjadi milik kita. Bila memang Tuhan berkenan maka apapun jadilah. Tapi bila Tuhan tidak menghendakiNya maka susah payah pun kita mengandalkan kekuatan kita, maka tidak akan jadi seperti apa maunya kita.

Tuhan ku, begitu banyak pelajaran hidup dan juga pengalaman yg Kau tunjukkan kepada ku, semoga semuanya itu menjadikan aku mampu menghayati untuk apa sesungguhnya hidupku ini, mengapa Tuhan menciptakan aku seperti ini, mengapa aku ditakdirkan dengan jalan hidup ini dan sejuta pertanyaan yg tidak akan habis bila kita bertanya tentang hidup, kehidupan dan arti hidup. Kepalaku tidak mampu mengurai makna satu persatu, yang sanggup ku mengerti adalah hidup lah dengan apa-adanya, berkarya dengan sekemampuan kita, memberi diri bagi yang benar-benar membutuhkan kehadiran ku, mencintai alam ini dan menjaganya dengan baik, bersyukur untuk apa pun yang sudah Tuhan buat dan kasih kepadaku........... selalu ada maksud untuk semua peristiwa yang kutemui setiap hari............ Tuhanku tambah-tambahlah kebijaksanaanku. Kepandaian otak bisa dipelajari, tapi kebijaksanaan hanyalah bisa dari pengalaman hidup. Semoga semua pengalaman hidup ini menjadikanku dewasa dan tangguh dalam mengarungi sisa waktuku, dan bila sampai waktuku maka aku bisa menghadapMu dengan hati berserah dan lapanglah jalanku. Amin.
(si Rinto.... yg cuma bisa main dengan bola)

Hujan mengguyur terus dari pagi sampai sore hari ini, dinginnya cuaca desa Woloan, tapi perjalanan itu terasa indah, kebersamaan kami umat wilayah rohani dengan pastor paroki juga ikut Pst. Bertje Karundeng, Pr, anak-anak, tua, muda, bapak atau ibu-ibu, ramai awalnya, singgah makan di pastoran Woloan... pinjam tempat aja, karena makanan sudah dibawa, makan bersama, foto-foto, lalu ke panti asuhan sesudahnya...melihat anak-anak itu sedih dan kasihan, tapi dengan itu aku mensyukuri nikmat dan anugerah Tuhan untuk jasmani & rohani yg sehat .........
Saat pulang, saling menyalami dengan semuanya........ termasuk dengan anak ini namanya Rinto, biarpun anak ini tidak bisa berkata-kata, tapi genggamannya yg kuat dan kukunya sempat menggores kulitku........ sepertinya ia masih ingin akan kebersamaan itu.......... mereka benar-benar butuh perhatian dan kasih sayang........... selain Rinto.... ada satu anak lain yang banyak menyita perhatianku........ namanya Ifan, penderita hydrocephalus (kepalanya besar sekali, 2 kali kepala org dewasa) , umurnya sudah 7 tahun tapi tubuhnya bagai seorang anak umur 1 tahun. Melihat Ifan inilah, air mata ku tidak bisa ditahan, tapi dengan cepat cepat ku usap, tidak ingin dilihat orang.

Hari minggu ini terasa ada kesan yang lain dan nuansa yang berbeda..... sedih, haru, prihatin, bersyukur, gembira, campur aduk deh..... nggak tau mana yg lebih dominan....... pulang rumah......biasanya kalau kemana-mana udah seharian, antar mobil sendiri, pasti bawaannya capek....... tapi hari ini berbeda aku bahagia dan capeeeeek..... nggak tuh!

Saturday, 22 November 2008

Bahagiaku untukmu, teman

Selamat Berbahagia Lita

Sabtu, 22 Nopember 2008 dipilih sebagai Hari Bersejarah, Penting dan Membahagiakan oleh sahabatku, Lita Pantouw, SPi dan Paulus Yohanes Pandu Praptoadi, SS, MSi sebagai hari pernikahan mereka.

Stella dengan tulus mengucapkan SELAMAT BERBAHAGIA dan turut bahagia atas pernikahan kalian (finally...................., setelah cukup lama juga berpacaran ya..)

Sedikit mengekspresikan tentang sahabatku, Lita. Kami ketemu dan berteman baik semasa kuliah di Fakultas Perikanan & Ilmu Kelautan Univ. Sam Ratulangi Manado mengambil Program Studi Ilmu Kelautan. Ada 8 orang berteman dekat dan selalu bersama kala itu (foto tempo dulu di bawah ini : Stella, Inne, Nora, Lita, Hesdi, Maya, Ebhi.... mana Nanoi kang?..oh yg foto kita he..he...).


(foto masa sekarang : Nanoi, Stella, Inne, Lita, Hesdi)

Lita yang ku kenal orangnya smart, face-nya manis, punya rambut panjang hitam legam (dulu kami ber-7 punya style sama, rambut panjang), ceplas ceplos, sosok yg tegar, selalu punya ide-ide segar untuk aktifitas sesudah jam kuliah (ngerujak kek, buat kue kek, dll.....), setia kawan juga setia terhadap pasangan (terbukti boo... bisa pacaran 4 tahun), tapi untuk urusan hati Lita lebih tertutup.

Memang perjalanan hidup terasa bagai misteri terutama apa yg ku tahu tentang pengalaman hidup Lita. Pacaran selama 4 tahun dengan seseorang, putus (tanpa kami semua tahu, gitu deh disimpan dulu sendiri) dan akhirnya merantau ke Jakarta setelah kita lulus kuliah. Selama masa-masa ‘sulit’, (maaf) Lita harus ku sebut demikian, karena berani menempuh dan mencari pekerjaan di Jakarta, meninggalkan seorang adik dan kedua orangtuamu, meninggalkan kesan serta pengalaman yg tidak mengenakkan setelah putus darinya, dan masih harus berjuang melamar di sana-sini di Jakarta. Saya tahu Lita tidak pernah mengungkapkan hal-hal yang menyedihkan, karena demikianlah pribadinya. Ia lebih suka membawa cahaya kegembiraan bagi orang lain. Jarang sekali ia berkeluh kesah, tapi malah cerita-cerita lucu dan senang yg banyak kali diungkapkan. Itu salah satu kelebihan temanku ini dan juga ku suka darinya. Tapi sayang, kadangkala kesedihan itu akan jadi ringan jika engkau mau berbagi.

Oya, setiap kali aku ke Jakarta, Lita pasti ku hubungi, dan senangnya lagi dia pasti akan berusaha untuk datang ke tempat ku atau kita janjian ketemu di suatu tempat/mall. Seperti biasalah cerita yg udah basi pun bisa jadi fresh bila kita sudah ketemu ha..ha......

Syukurlah sayang, semuanya sudah berlalu......... masa-masa susah itu sudah lewat. Sekarang kamu dihadapkan pada masa yang baru menjalani kehidupan berkeluarga dengan Pandu yang pastinya baik. Pilihan hatimu sudah bulat, Tuhan akan menjaga dan menuntunmu menjalani semuanya. Stella percaya akan hal itu.

Sebulan lalu sebelum hari pernikahan, ada niat Stella dan juga Lita sangat senang bila aku dapat menghadiri pernikahannya di Jakarta. Lita dan Pandu akan diberkati di Gereja Katolik Yohanes Penginjil, Blok B Kebayoran Baru. Maksud hati ingin melihat Sakramen Perkawinan yang diterimakan untuk kalian berdua, walaupun ku tahu Lita beragama KGPM tapi ia mengikuti Pandu untuk pemberkatan di Gereja Katolik. Resepsinya diadakan di Pondok Indah Club Golf, Pondok Indah. (I wish I had there for that wonderful moment) .... You see, Tuhan mempertemukan kalian berdua dan akhirnya Lita pun dapat berucap, Sungguh maha Baik Mu Tuhan, telah Kau pertemukan dengan dia yang sungguh menyayangi, menghormati dan menghargaiku apa adanya, menerima kelebihan dan kekuranganku, mau berkomitmen sehidup semati, till death do us part. Amin.

Pengalaman hidupmu juga jadi bahan pelajaran dan hikmah bahwa waktu pacaran yg lama tidak menjamin bahwa dialah jodohmu, serta hati yang sungguh tulus akan mendapatkan sepantasnya cinta kasih murni yang kau idamkan.
Selamat berbahagia Lita dan Pandu. Doaku tulus menyertaimu ..........

Terima kasih untuk persahabatan tulus yang selalu Lita tunjukkan kepadaku. I’m thankful God that you are my true friend.............


(Komentar Lita via sms kepadaku : Stella sayang, Qta so baca ngn pe posting untuk qta di hari pernikahanku di ngn pe situs. Qta terharu ada baca say. Terima kasih untuk penghargaan itu. Betul Hesdi bilang kalo ngn memang selalu memperhatikan hal2 yang kecil. Btw, ada hal yg perlu dikoreksi bahwa masa pacaran qta dan dia (ndak usah disebut nama tsb) ndak sampai 8 thn, cuma 4 tahun hampir sama dengan qta dan Pandu pe usia pacaran. Dan maaf kalau waktu putus itu qta ndak cerita pa ngn tp qta curhatnya justru pa cowok itu pe teman & Elni (krn kebetulan dorang sama2 ikut senam aerobik dgn kita). Anyway, qta sangat menghargai ngn pe perhatian. Thanks ne say, qta terharu sekali......).

Lita ku sayang, soal ndak curhat ke aku itu bukan masalah....... qta so maklum.... apalagi mmg ndak enak mo cerita ulang2 kejadian putus seperti itu. Soal lamanya pacaran, sorry lupa ta tukar dengan lamanya pacaran Nanoi yg lama sekali 8 tahun... juga ndak jadi. Memang waktu pacaran yg lama ndak menjamin.... kt belajar jg dari ngoni 2 pe pengalaman tsb. Makasih juga Lita. Kalau soal mengapa kita suka perhatikan hal-hal yg kecil, krn bagi kt, kalau hal-hal yg kecil dia bisa buat untuk kita maka hal yg besar pun dengan tulus akan dilakukan juga. Sebaliknya sedangkan hal kecil dia ndak bisa buat untukku, bagaimana mo harap yg besar? iya kan.......... hal ini banyak kt terapkan dalam persahabatan, pacaran, dunia kerja, dll.... memperhatikan hal-hal yg kecil dan merasakan dengan tulus akan apa yg sudah orang buat buatku........ begitu juga aku terhadap org lain. Bedanya Lita tahu juga kt agak cuekan-artinya kalau kt sangat perhatikan org tsb artinya ia adalah bagian dari org yg ku sayang krn juga kt melihat hal-hal yg baik dan tulus serta menghargai apa yg sudah kt buat utk mereka. Kalau chemistry ndak dapat wkt berteman kan lebih baik biasa aja..... ndak perlu dekat dan bicara seperlunya aja, jg ndak mungkin jg sampe curhat2an..... iya kan.. (you have known me for so long). Itu kt pe komentar dengan sms Lita. Our friendship never die. Seperti puzzle yg punya potongan2 kecil, maka kalau ia hilang maka potongan itu akan tidak tergantikan, demikian juga engkau sahabatku... biar jauh tetapi Lita sahabatku tidak dapat digantikan oleh orang lain.... iya kan?


Have a nice day........... GBU








Friday, 31 October 2008

Pro : ALUMNI SMANSA MDO 92


Dear semua anggota alumni SMA NEGERI I MANADO Angkatan 1992

30 Okt 2008 kemarin, telah dibuka rekening untuk Acara Reuni 17 Tahun Alumni SMANSA MANADO 92 di tahun depan. Rekening ini akan dibuka sampai pelaksanaan Acara kita nanti.
Silahkan transfer di :
BCA Cab. Manado NO. REK 026 163 60 33 atas nama : Serlyani Khosama & Joice Andries.

Sesuai kesepakatan dan hasil rapat :
- dibuka rekening agar teman-teman semua dapat turut berpartisipasi, apalagi yang berada di LN yang mungkin tidak sempat hadir, maka bantuan dana juga sangat diharapkan (terlebih yg so tabae he..he...)
- Dana yang terkumpul, dari kita, untuk kita demi lancar dan suksesnya acara, serta membantu sekolah dan almamater kita.
- rekening bersama dan ada e-banking agar panitia lokal dapat memonitor dana-dana yg masuk dari anggota........ akan dilaporkan di milis.
- Menghindari hal-hal yg tidak diinginkan (maklum....... uang sensitif, ketua bilang ndak ba teman he..he..) maka Seti Khosama (Ketua Panitia) tahu no PIN, Stella (Sekretaris Umum) pegang ATM-nya tapi ndak tau no PIN, dan Joice (Bendahara) pegang buku tabungan.
- So........ mulai sekarang semua hal sementara dipersiapkan ...
- Ancang-ancang tanggal pelaksanaan : 3-5 Juli 2009 (yg di luar Manado so boleh ancang-ancang pulang, kase msk jo di agenda kerja, minta cuti, he..he... ok)
- Acara sementara digodok di milis Smansa 92

ANGGOTA MILIS SMANSA 92
Update 28 Okt 08 = 112 org

Alex M. Kambey (Surabaya), Audy Kenap (Manado), Alia Fannina (Jakarta), Aldrin Sekeon (Donny),Manado, Andy Sumual, Manado, Agustina Mandagi, Kotamobagu, Anita Bangalino, Florida, USA, Amanita Muskaria, New Hampshire, USA, Andi Muhlis, Illionois, USA

Budi Wahyoe, China, Baby Sarainsong, Okayama, Jepang, Budy Wawointana, Bandung, Bambang Sukotjo, Bandung

Christofel Pratasik (Ece), Manado, Carnelo Luntungan (Nelo), Jakarta, Cynthia Laksmono, Jakarta, Carren Rondonuwu, Singapore, Christian Konilug, Jakarta

Dewi Arungpadang, Jakarta, Desy Pardanus (chi2), Halmahera, Maluku Utara, David C. Kapojos, California, USA, Dapy Marpaung, Dewi Artrisanti, Jakarta, Dona Nusi, Gorontalo, Dessy Panambunan, Danny Palar, CA, USA.

Erwin Nangoy (Won), Jakarta, Ellen Tangkere, Manado, Eleeza Sumilat, Eva Mantik, Jakarta, Emor Mingkid, Yogyakarta, Edfrie Maith, Tomohon,

F. Hendra M. N (Ucok), Depok, Franky Paduli, Jakarta, Fela Waraouw, Chiba, Jepang, Framy Tangel (Fae), Jakarta, Ferdinand Loho, Manado, Fanny Tondo, Jakarta, Fufa Kambuno, Manado, Farha Dapas, Manado, Frangky Muliawan, Manado, Fonny Sengka, Singapore,

Herida (Ida), Jakarta, Hendra Rio GilangHerni Tumiwa, Jakarta, Huat Awaloei, Balikpapan, Hengki Kasenda, Manado,

Iman Setiawan, Jakarta, Imelda Soelimto (Mei), California, USA, Ipul, Jakarta, Imelda Purba, Jakarta, Ika Damayanti, Jakarta, Ira Waani, Manado, Iffah Djafar, Makassar, Imelda Possumah, Jakarta, Imelda Chandra, Kalimantan Utara, Iskandar Zulkarnain

Joko Prayitno, Jakarta, Joice Tumanduk, Manado, Johny Rompis, Manado, Jeanny Litouw, Manado, Jeffry Montolalu, Riau, Jacky Kawulusan, Manado,

Lydiawati Arbie (Opie), Papua, Luciane Tuegeh, Halmahera, Maluku Utara, Linda Pulukadang, Jakarta, Lusia Anis, Jakarta

Merry Suoth, Jakarta, Meldi Sinolungan, Saga, Jepang, Mona Terok, Jakarta, Maya Tololiju, Jakarta, Maksy Sendiang, Manado, Marsela Sangkay, Jakarta, Melda Sinolungan, Manado, Mareyke Pangkey, Manado

Nancy Tuturoong (Jeane), Jakarta, Nancy Karla Pangau, Manado, Olivia Ticoalu, Jakarta,

Peggy Mapandey, Jakarta, Peter Wowor, Papua, Peggy David, Surabaya

Rine Sela, Manado, Richard Maramis, Manado, Roy Widjanarko, Manado, Rine Mogea, Papua, Rifadli Bahsoan, Romie Mocodompis, Manado, Rosanti Pattiselano, Malang, Rico Londah, Manado

Stella Kaunang, Manado, Sonya Salonder, Texas, USA, Stephen Rantung (Ivan), Jakarta, Sisca Oroh (Eka), Wisconsin, USA, Syuly Karundeng, Rotterdam, Belanda, Seyske Tangkau (Eke), Manado, Sandy Daud, Jakarta, Steve Palenewen, Sherly Jocom, Sherlyani Khosama, Manado, Santo Massie, Florida, USA

Terry Kepel, Jakarta, Toar Sumakul, Tomy Rampengan, Jakarta, Telly Dadoali, Jakarta

Vinny Paendong, Jakarta, Vina Baksh, Malang, Victor Lengkong, Surabaya

Yolanda Sumeisey, Halmahera, Maluku Utara, Yolanda Thomas (Andha), Depok, Youna Sendow, Michigan, USA, Yani WaronganYoudi Gumolili, Manado.

Mari sukseskan acara kita bersama. Sweet 17th Anniversary Alumni SMA Negeri I Manado angkatan 92.
Tuhan memberkati persahabatan kita. Amin

Monday, 27 October 2008

HUT Pastor J. Mengko, MSC ke 70

Selamat HUT Pst Johanis Benyamin Mengko, MSC terkasih
Minggu, 26 Okt 2008 Pst. Johanis Benyamin Mengko, MSC genap berusia 70 tahun. Sudah tidak bisa dibilang muda...... tapi melihat orangnya tidak akan menyangka bila beliau sudah berusia seperti itu, kelihatan masih seperti berumur 55 tahun-an ya...........

Sosok Pastor ini pernah juga dimuat di blog ku ini, tapi sebenarnya masih banyak yang bisa kuekspresikan sehubungan dengan pribadinya serta pengalaman Stella dan keluarga bersamanya.

Beliau mengenal kedua orang tua Stella dari masih jejaka dan gadis, bahkan menurut mereka Pst Mengko inilah yang juga punya andil merenda kisah kasih dan sampai di pernikahan, setahun kemudian Stella lahir.. Dari kecil aku kira-kira masih berumur 3 tahun sudah mengenal Pastor ini, karena sering diantar ke Pastoran Hati Kudus Yesus Karombasan waktu itu, dimana beliau bertugas sebagai Pastor Parokinya. Waktu mudanya lebih energik lagi dalam tugas dan pelayanan pastoral...... peninggalan buah karyanya yang masih bisa dinikmati oleh umat Katolik se-keuskupan Manado adalah Bukit Doa Maria sebagai juga tempat jalan salib di belakang Gereja Hati Kudus Karombasan.

Stella ingat beliau sempat mengungkapkan bahwa sebagai seorang Pastor apalagi waktu itu pernah mendapat tugas di Merauke sampai pedalaman selama 10 tahun, beliau sangat enjoy disana, biarpun medan yang harus digembalakannya sangat tidak bersahabat, naik turun gunung, masuk hutan untuk bisa melayani hanya beberapa orang saja orang Katolik Papua di desa atau tempat yang terpencil........ bila beliau balik dari tugas-tugasnya...... sangat senang bila mendapati surat tulisan tangan seorang anak kecil yang manis dan lucu juga pintar ha..ha... namanya Stella. Saya sering menyurati beliau waktu itu masih kelas 1 s/d kelas 6 SD..... keep in touch dengan beliau, penghubung waktu itu tidak seperti saat ini yang serba cepat dengan adanya HP, tapi di jaman 25-an tahun yang lalu surat menjadi alat komunikasi dan bisa berbulan-bulan baru sampai atau mendapat balasan. Di saat kesepian, sendiri atau butuh hiburan, atau lelah dari tugas jalan dinasnya, maka tulisan tangan dan isi surat yang polos dan lucu bahasanya serta cerita yang mengalir apa adanya dari seorang anak kecil menjadikan suratku menjadi alat hiburan yang paling ditunggu, selain juga kiriman Sambal Rica kesukaannya dan apa pun yang ia pesan kepada keluarga kami dari Manado.

Di saat keluarga kami mungkin punya kesulitan, saya tahu dia dengan rela mengulurkan tangan apa yang ada padanya untuk membantu orang tua ku...... kami sudah seperti saudara..... saling memperhatikan, menyayangi dan saling mendoakan.

Pada waktu tugas beliau dipindahkan dari hutan ke kota, dari Merauke ke Jakarta tepatnya di Paroki St. Andreas Kedoya....... kami kerap mengunjunginya......... apalagi Papi ku setelah pensiun diminta Pst Mengko menjadi Pelaksana Harian Ketua Yayasan Karya Kasih yg membawahi TK, sekolah SD sampai SMA Katolik dan 1 buah klinik kesehatan, yang artinya membantu Pst Mengko dalam tugasnya sebagai Ketua Yayasan waktu itu. 6 tahun Pst Mengko bertugas di paroki itu, karena juga orangtuaku di sana, maka Stella sering ke Jakarta dan mengunjunginya karena kami tinggal bersebelahan dengan Pastoran.........
saat itu Stella banyak dapat kemudahan dengan dipinjamkan mobil pribadinya (bukan milik pastoran ya) selama 1 bulan untuk bisa keliling Jakarta.

Beliau juga ke Pontianak mendapat tugas di sana di Paroki Stella Maris, Siantan. Dari nama paroki yang sama denganku saja tidak mungkin juga nama Stella gampang terlupa, sehingga pun beliau pernah mengajak Mami dan Stella ke sana untuk melihat keberadaan tempat tugasnya ........... bahkan karena satu pulau Kalimantan, diajak ke Kucing, Malaysia dengannya pesiar. ....... 2 kali Stella ke Pontianak, punya acara lain tapi tetap saja mesti menetap beberapa hari di tempatnya Pastoran. Kami memang bagai saudara.

Selama beliau bertugas di luar Manado, bila punya acara, kepentingan atau tugas dan datang ke Manado hanya 3 tempat yang ia pilih untuk tinggal sementara, yaitu di rumah kami, di Biara MSC Karombasan (memang milik & tempat Pastor-pastor MSC), atau Wisma Keuskupan (juga bisa untuk beberapa hari menetap para pastor dari luar Manado yg datang). Biarpun rumah kami sederhana, beliau selalu senang dan mau menetap beberapa hari, kami pun sangat welcome dan senang hati menerima.

Setelah dari Pontianak, beliau dipindahkan ke Manado....... saat ini bertugas di Paroki Ratu Rosari Suci Tuminting.......... salah satu juga buah tangannya adalah Toko Buku dan alat-alat Rohani namanya Kios Santa Maria, yang berada di Tomohon... adalah miliknya, karena tanah dan rumah yang dijadikan toko adalah peninggalan orangtuanya yang diserahkan kepada Pastor Mengko dan isi dari toko tersebut, dibeli dari uangnya dan sumbangan rekanan/kenalan/sahabatnya di Jakarta...... banyak juga keluarga-keluarga Katolik, pengusaha dan ada dokter yang dekat dengan beliau sehingga membantunya.
Stella juga diminta membantunya untuk menata isi dan barang-barang di toko tersebut pada awalnya......... setelah semua rampung dan berjalan dengan baik, aku menyarankan agar ada yang mengelolanya........ dan saya salut akan Pst Mengko itu salah satunya karena ketulusan hatinya........ diberikan toko tersebut untuk konggregasinya MSC (kongregasi Hati Kudus Yesus) untuk mengelola dan uang hasil penjualan menjadi milik komunitas, milik bersama. Tanah dan bangunan toko diatasnya itu pun akan diwariskan untuk MSC.

Tgl. 26 Okt 08, HUT-nya ke 70.......... ada juga cerita mengiringi perayaan itu yang mana beberapa umat yang cukup berada mengumpulkan uang agar HUT-nya dirayakan di MGP (Manado Grand Palace)......... waktu mendengar itu aku sempat agak heran bila memang Pastor setuju untuk dirayakan di situ.......... I know him well especially his personality............
Benarlah akhirnya beliau menolak karena risih dan it’s not him actually..... untuk seorang Pastor dan HUT-nya dirayakan di tempat yg cukup mewah. Sudah Stella duga pasti akhirnya juga akan ditolak (tentu saja dengan perlahan sesuai gayanya agar tidak menyakiti hati orang atau umatnya tentu).. Keinginan sebenarnya beliau dan sudah disampaikan juga adalah ingin agar HUT-nya dibuat di Pulau Mantehage, Kec. Bunaken yang masih daerah pelayanannya, dimana keluarga banyak yg berkekurangan, Pastor ingin masak bersama umat, beliau yang akan menanggung biayanya, juga melakukan pengobatan gratis dimana obat-obat sudah dipesan dari kenalannya di Jakarta. Kami pernah kesana juga bersama Pastor, waktu itu mentahbiskan Gereja Kecil di Mantehage…… pun bukan umat yg dibebankan tapi semua bahan makanan sudah dibawa oleh kami dari Manado.. dan bersama umat masak dan makan bersama. Justru asyiiiik sekali dan kebersamaan lebih terasa.

Pengalaman dan kesaksian hidup yang beliau tunjukkan juga menjadi bahan pembelajaran dalam kehidupan Stella, agar peduli terhadap lingkungan dan yang lebih kurang dari kita. Kemurahan hatinya, kesederhanaannya, kebaikan hatinya, selalu semangat, riang gembira membuat banyak umat menyenangi dan menghormati beliau.

Nasehat dan perhatiannya juga banyak ke Stella, malah udah dari kecil........ 30 tahun lebih Stella mengenal sosok Imam ini, pertolongannya juga pernah kami rasakan, sehingga apa yang ia pesankan, Stella berusaha untuk bisa memenuhi dan tidak ingin mengecewakan hati dan kepercayaan beliau.
2 minggu lalu beliau sakit maka pasti dikasih info duluan ke kami, Stella dan mamiku yang diminta membawakan obat untuknya serta melihat keadaannya. Akhir-akhir ini memang agak berubah karena kok jadi lebih manja ya,,,,,,,,, pastor kalau sakit harus didampingi dan diuruskan. Ha..ha.... ia kecapean setelah beberapa perayaan besar di gerejanya. Stella cuma pesankan, sadarilah sudah tidak muda lagi seperti dulu, semangat tetap seperti dulu tapi tenaga tidak lagi seperti dulu, karena itu jangan terlalu memaksakan diri bila itu pelayanan ok tapi bila hanya undangan perayaan biarlah pastor pembantu atau frater yang bertugas..... jangan semua harus diikuti. Jagalah kesehatan agar tetap bisa berkarya dan beraktifitas yang cukup-cukup aja, jangan berlebihan. Semoga saja beliau mendengarkan..........

Siang hari di Aula Pastoran Gereja Ratu Rosari Tuminting Manado, diadakan perayaan HUT bersama umat....... acara sangat meriah. Beliau memberikan kesaksian hidupnya, tentu saja kalau semua mau dikisahkan sangat panjang, sehingga intisari dari semuanya adalah sesuai Motto tahbisannya : ”Biarlah Dia semakin besar, dan aku semakin kecil”.
Sebagai seorang Imam/Gembala/Pastor tentu saja kaul kesetiaan, ketaatan dan kemurnian menjadi juga perjalanan hidupnya yang harus selalu ia pegang dan wujudkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Kesaksian umat sendiri mengatakan, baru Pst Mengko ini yang benar-benar mengenal gembalanya/anggota umatnya...... tidak ada umat satupun dalam parokinya yang tidak pernah ia kunjungi, beliau ingin mengenal mereka lebih dekat, mengambil data umat sendiri, ditemani ketua wilayah pergi ke setiap rumah keluarga....... jalan dinasnya itu biar hujan, panas, dari jam 3 sore sampai malam untuk mengambil data umat, mengunjungi rumah mereka satu persatu, entah itu hanya pondok atau rumah mewah, ia tidak membedakan mereka semua....... saya sangat salut dengan pribadi Pastor ini.......... tapi selain itu bila ia percaya terhadap orang, maka tidak gampang goyah......... banyak kali Stella buktikan itu. Kepercayaan yang ia tanamkan dari dulu, juga tidak ingin kusalah gunakan ................
Malamnya, umat di Gereja Bunda Hati Kudus Kairagi yang masih dalam wilayah pelayanannya membuat acara meriah setelah Misa Kudus, menunjukkan bagaimana orangnya. Banyak juga rekanan pastor yang hadir saat itu, ada Sekretaris Keuskupan Pst Chris Santie, MSC (mewakili juga Uskup Manado yang tidak berada di Manado saat itu), Dosen di STF Pineleng Pst Sujoko, Pst Rolly Untu, MSC, Pst. Pontoan, Pst. Alo Lerebulan, Pst Marcel Rarun, Pst Silvester Rarun, dan Pst. Merky Toreh (Superior MSC wil. Sulawesi & Kalimantan).

(foto-foto terlampir menunjukkan kemeriahan pestanya, I wont miss the party)

Selamat HUT, Pastor Mengko ku terkasih......... Tuhan selalu menyertaimu dalam segala hal.... amal dan karyamu pasti banyak berbuah dan akan menghasilkan pahala berlimpah di surga. Terima kasih Tuhan, sudah memberi kepada kami seorang kenalan, saudara, imam yang sangat baik, Stella yakin banyak pertolongan tangan Tuhan dalam hidupku, antara lain lewat Pastor Mengko ini. Thank You, Lord. Proficiat, Pastor.
Dominus Vobiscum.